Melewati tahun 2009 kemarin, rasa syukur tiada terkira saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan barokah yang selalu diberikan kepada saya dan keluarga. Tahun 2009 kemarin bisa kami lewati dengan baik. Sangat baik, malah. Baik dari sisi keluarga maupun bisnis. Terutama yang berkaitan dengan bisnis, seperti halnya para pelaku usaha lainnya, tutup tahun berarti melakukan hitungan-hitungan bisnis, seperti apakah tahun 2009 kemarin semakin untung ataukah buntung, dan apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi tahun 2010.
Sekali lagi, saya bersyukur bahwa tahun 2009 kemarin saya melewatinya dengan sangat baik. Bisnis rental car Bali saya yang telah berjalan secara penuh dan profesional dalam 3 tahun terakhir ini, syukur alhamdulillah sudah tembus Rp 1 milyar per tahun 2009 kemarin (kotor). Tepatnya adalah Rp 1,1 milyar. Dari tahun ke tahun alhamdulillah pendapatan kotor ini selalu meningkat. Saya memulai bisnis ini secara penuh dan profesional sejak awal tahun 2007.
Dengan pendapatan sebesar ini, saya masih saja suka terkejut-kejut. Bukannya apa-apa, hare gene, dimana wabah berbisnis via internet sudah semakin marak dan lumrah dilakukan oleh banyak orang, mestinya tidak perlu terkejut sebuah website bisa menghasilkan pendapatan sebesar itu. Maksudnya, sekali lagi, hal ini sudah biasa. Namun, begitulah, internet dan web pages (baik teori maupun praktek) yang sudah menjadi keseharian saya sejak masih dibangku kuliah, tetap saja mampu membuat saya terkagum-kagum, dan terkaget-kaget. Saya bisa menjadi orang yang begitu menghargai dan menjiwai adanya teknologi ini. Dan mungkin orang lain tidaklah sedalam ini bisa merasakan, sekaligus mengambil keuntungan dengan adanya internet
Mungkin pengambarannya mirip seorang pelukis kelas wahid. Dalam menilai sebuah obyek lukisan, dia bisa begitu menghayati, mendalami, mengapresiasi sekaligus memberikan komentar terhadap lukisan itu. Dia tumpahkan seluruh isi hatinya dalam sebuah uneg-uneg yang mungkin hanya dia sendiri (dan orang-orang seperti dirinya) yang bisa memahami. Pokoknya diatas langit. Orang awam? Buru-buru bisa mengerti, mungkin malah menganggap sang pelukis sudah gila, alias tidak waras. Begitulah..
Dibisnis ini, saya murni hanya di sewa mobil Bali. Maksudnya, saya tidak melakukan bisnis sampingan yang biasa menyertai bidang bisnis ini. Seperti melayani jasa penginapan atau hotel, jasa aktivitas seperti water sports, cruise, bungi jumping, dan sebagainya itu. Hal ini memang saya sengaja. Saya tidak ingin terlalu bias dan menjadi tidak fokus dengan bisnis utama. Lagipula, perhatian dan stamina saya harus juga terbagi untuk bidang bisnis saya yang lain yang insyaAllah juga semakin berkembang baik, yaitu Busana muslim.
Untuk bisa menghasilkan pendapatan sebesar itu per tahun, jangan dibayangkan saya melakukannya seperti orang kebanyakan. Saya melakukannya tidak terlalu serius, namun juga tidak membuatnya enteng. Saya menjalankan bisnis ini dengan cukup santai, riang, dan mungkin tanpa beban. Mungkin juga karena itu tadi, saya bisa menghayati dan menyenangi teknologi ini. Jadinya semuanya serba menyenangkan.
Berikut penggambaran singkatnya kalau diwujudkan dalam bentuk pertanyaan:
Q: Apa saya perlu kantor?
A: Tidak. Rumah kontrakan (insyaAllah bisa segera beli rumah sendiri
) yang saya tempati ini adalah kantor saya. Tamu saya tidak perlu menemui saya di ‘kantor’ saya untuk urusan rental mobil. Kita bisa langsung bertemu di hotel atau bandara. Lantas, apakah perlu sebuah ruangan khusus nyama ber AC? Hehe, saya hanya menempati sebuah sudut ruangan rumah saya ini, dengan meja komputer disitu yang setelah saya ukur, dimensinya adalah: 80cm X 50 Cm).
Q: Apa saya harus menerapkan kerja jam 8 pagi selesai jam 5 sore?
A: Hehe..Tidak. Jam kerjanya seenak udel saya sendiri. Bahkan lokasi kerja juga seenak udel saya sendiri. Asalkan internet tetap ON, henpon tetap ON, my business can be done anytime, anywhere
Q: Apakah karyawan saya, misalnya ada 5 orang?
A: Wa ka kak…Kagak! Untuk bisnis Bali car rental saya ini, saya tidak punya karyawan. Bener? Bener! Saya sorangan wae (seorang diri) saja. Mulai mendisain situs, mempopulerkannya ke search engine, kemudian jawab email order, terima telpon, kirim sms, bahkan sampai menemui beberapa tamu, itusaya lakukan sendiri, tanpa karyawan sama sekali.
Q: Apakah saya bayar pajak tinggi?
A: Ehem..ini juga tidak. Berbisnis di internet, ini kalau dibilang ‘enak’, pastilah akan terhindar dari yang namanya pajak hehe. Jadinya uang bayar pajak bisa dialokasikan untuk mengembangkan usaha. Tapi, biarpun tidak pernah bayar pajak, tapi zakat berikut infak dan sedekah jalan terus lho..
Pasti! Bahkan saya merasa yakin, bahwa rutinitas inilah yang disertai syukur kepada tuhan membuat bisnis saya tetap terjaga. Tapi, kesannya kok seperti tidak cinta tanah air dan bangsa? Maafkan saya, memang sementara ini hanya mampu mewujudkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa, dengan kemampuan sekedar menarik dana / devisa dari luar negeri masuk ke Indonesia sejumlah tersebut diatas lewat para turis. Semoga saja ini juga bisa dibilang cinta tanah air dan bangsa.
Akhirnya, dengan semangat berbagi pengalaman untuk membuka mata bagi yang belum TAKE ACTION semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi. Ayo, segeralah berbenah. Begitu banyak peluang bisnis (ONLINE atau OFFLINE) yang begitu menjanjikan berseliweran didepan mata.
Tidak usah sedih dengan perilaku para politikus kotor dan koruptor busuk di negeri ini, mereka akan segera lenyap. Tidak usah marah dengan berbagai sinetron yang cengeng dan meracuni, mereka akan segera ditinggalkan. Tak usah gundah dengan kemiskinan negara tercinta ini, kondisi ini akan segera berubah.
Pokoknya terus bekerja dengan baik. Mari kita bangun Indonesia tercinta, lewat jalan kita masing-masing, salah satunya adalah dengan menjadi usahawan yang jujur, unggul dan berguna bagi sesama! Semoga barokah dan rahmat Allah SWT senantiasa mengiringi hidup kita dan keluarga kita untuk tahun-tahun berikutnya. Selamanya. Amin.





