Archive for the Category » Mojokerto «

Wednesday, June 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Hmmm..Sudah lama juga gak update blogku tercinta ini. Sekitar kurang lebih 20 harian ya sejak postingan terakhir tangga 15 Mei. Ya beginilah kalau ada acara mudik ke kampung halaman Mojokerto. Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan internet menjadi terbengkalai, salah satunya acara ngeblog yang menjadi hobiku. Namun, kegiatan membalas email utamanya untuk para tamu bisnis Bali car rental sedapat mungkin masih aku sempat-sempatkan. Kan sudah ada Sony Ericsson Xperia X1, masak balas email saja gak bisa ?? Hehe..

Ya, anyway, saya ingin memberikan sedikit catatan singkat dan ringan dari acara mudik kedua saya tahun ini (yang pertama bulan Januari kemarin). Seperti biasanya saya berangkat dari Denpasar pada malam hari ba’da Isya sekitar pukul 8 malam. Sampai Mojokerto pukul 8 pagi, jadinya perjalanan saya tempuh selama 12 jam. Dengan memakai Toyota Avanza baru saya yang sudah ber VVTI, doi menghabiskan bensin sekitar 3/4 nya dari full tank, atau sekitar Rp 140.000 an (30 liter). Lumayan irit dan menghemat uang bensin. Sekedar informasi, diperjalanan kemarin itu penumpang hanya 3 orang yaitu saya, istri dan si bayi Tika saya. Di baris paling belakang (yang dilipat) penuh dengan muatan barang dagangan saya dan istri saya, yaitu baju muslim dan tas Bali. Mengapa kok bawa barang dagangan segala? Ya kalau ada pembeli yang memesan via online atau orang-orang di Mojokerto, bisa tetap kita layani dong. Itulah enaknya bisnis online: Anytime, Anywhere.

Yang perlu dicatat selama perjalanan pulang dari Denpasar menuju Mojokerto adalah, disepanjang jalan, baik itu didaerah Bali atau sudah masuk Jawa Timur, jalan-jalan utamanya sedang diperbaiki dan diperhalus. Jadinya walaupun disana-sini banyak material dan traktor disepanjang kanan-kiri jalan, jalan yang saya lalui sangatlah nyaman. Terutama disisi Jawa Timur, sepertinya bisa saya bilang ada peingkatan 50% jalanan utama sudah sangat ciamik!

Apakah ini sebagai realisasi atas janji-janji Pakde Karwo kalau dia terpilih menjadi gubernur Jatim? Bagi saya tidak penting. Apapun penyebabnya, yang penting adalah jalanan berangsur-angsur membaik sehingga nyaman dan aman untuk dilalui. Saya yakin menjelang mudik Lebaran tahun ini, insyaAllah jalanan utama tersebut bisa rampung 100% sehingga para mudikers bisa lebih lega dalam berkendara.

Pulang kampung atau mudik kayak gini bagi saya sebetulnya tidak terlalu istimewa. Biasa-biasa aja. Soalnya keseringan mudik. Bisa-bisa 3-4 kali dalam setahun saya selalu pulang kampung? Kok sesering itu? Lha iya, prinsip saya selagi kesempatan dan kemudahan itu datang, sikat saja bleh! Hehe..maksudnya, nih kebetulan saya Alhamdulillah selalu punya banyak waktu luang, dan juga sedikit sangu untuk pulang kampung. Jadinya apa salahnya untuk sesering mungkin bisa melakukan silaturahmi dengan orang tua, mertua, tetangga-tetangga dan saudara-saudara di kampung.

Lama-lama nih kota Mojokerto tercinta semakin oke saja. Saya mengamati pembangunan semakin gencar dilakukan. Jalanan banyak yang diperlebar dan pusat-pusat perdagangan banyak dibangun. Saya melihat dulu daerah yang sepertinya akan selamanya para jin dan setan berdiam disitu, nyatanya bisa juga mereka diusir, kemudian tempat itu diperindah dan ditingkatkan fungsinya untuk kepentingan umum.

Lihat saja sepanjang daerah protokol Jl. Mojopahit, semakin ok bukan? Ai..ai..ada juga Kentucky Fried Chicken dekat Alun-Alun Kota. Atau coba tengok juga daerah sub-urban Mojosari. Semakin bersih, atraktif dan lihatlah terminal angkutannya: Terminal Mojokerto saja bisa jadi kalah dari segi kemegahan dan kebersihan!

Ayo…Maju terus Mojokerto!

Thursday, December 11th, 2008 | Author: Arif Haliman

Saya mempunyai sebuah rencana buat tahun depan 2009. Ya, saudara-saudara sekalian, saya berancana untuk insyaAllah membeli rumah. Rumah ini nantinya akan menjadi momentum awal saya untuk sekaligus belajar mengenai seluk beluk properti. Mengapa harus belajar properti? Karena ini adalah salah satu bentuk bisnis mendatang yang menarik perhatian saya, dan harus bisa melakoninya nanti.

Masalah yang masih mengganggu di pikiran adalah: Dimana sebaiknya saya membeli rumah? “Dimana” disini hanya berarti dua tempat, yaitu apakah Bali atau Mojokerto. Bagi kebanyakan kenalan mereka bisa cepat tahu jawabannya: “Bali!” Jawaban ini tidaklah salah karena mengingat memang saya berdomisili di Bali. Namun saya balik bertanya: Kalau beli rumah di Bali, sementara saya punya rencana untuk balik berdomisili ke Jawa, apakah jawaban “Mojokerto!” terdengar masuk akal?

Ya, saya mempunyai rencana yang lain di tahun 2009 yang akan datang. Sebuah rencana yang mungkin agak jarang orang yang melakukannya: Tinggal permanen di Mojokerto, namun dengan sumber penghasilan di Bali. Mengenai ini insyaAllah akan saya ceritakan di sesi yang lain.

Umum mungkin sudah diketahui bahwa Bali (Denpasar) dan Mojokerto sangatlah berbeda. Dari beberapa perbedaan yang ada, salah satu yang saya bahas sekarang adalah mengenai harga tanah, termasuk juga harga rumah.

Perlu untuk kamu ketahui bahwa di Bali umumnya fisik bangunan tidak boleh lebih tinggi dari pura standar yang ada karena akan dianggap menyalahi aturan adat / agama. Oleh karena itu, orientasi bangunan bukan menjulang tinggi, namun harus melebar kesamping. Yang namanya melebar kesamping, tentunya memerlukan tanah juga. Nah itu salah satu penyebab harga tanah di Bali menjadi mahal. Beda kalau orientasinya keatas, maka tidak diperlukan tanah lagi, cukup penambahan material bangunan saja. Makanya di Bali, jangan harap menemukan bangunan super tinggi dan gede seperti kayak di bilangan Thamrin di Jakarta, atau Basuki Rakhmat di Surabaya.

Saya sudah melakukan survei baik di Mojokerto maupun di Bali mengenai harga tanah plus bangunan. Ternyata saudara-saudara, selisih harganya sangat fantastis! Yaitu 1 : 3. Artinya, kalau misalnya harga sebuah rumah di Mojokerto Rp 100jt, maka di Bali Rp 300jt. Catat, ini dengan luas tanah dan kualitas bangunan yang hampir sama. Orang yang berpikir waras sudah bisa ditebak, bahwa yang diambil adalah yang harga 100jt daripada 300jt. Lha wong luas tanah dan kualitas bangunan sama! Harap dicatat juga bawah di Bali saya mengambil sampel untuk daerah Denpasar.

Sekedar informasi bahwa untuk mengambil rumah dengan cara dicicil, DP (down payment) minimal sebesar 30%. Jangka waktunya berkisar 10 tahun. Nah, sekarang coba pikirkan: Ngapain juga bayar DP 30% untuk mencicil rumah di Denpasar, kalau DP 30% itu saja tadi sudah bisa buat BAYAR LUNAS rumah di Mojokerto? Ingat sekali lagi, luas tanah dan kualitas bangunan tidak jauh beda. Untuk luas tanahnya kurang lebih 1 - 1.2 are (1 are = 100 meter persegi).

Bagi saya jelas pilihan ini sangat menggangu. Soalnya ya itu tadi, saya berencana untuk hidup permanen saja di Mojokerto, namun tetap punya bisnis rental mobil di Bali. Karena adanya kemungkinan unik yang mungkin jarang orang bisa memilikinya inilah, saya harus berpikir ekstra keras untuk bisa memutuskan: Beli rumah di Mojokerto, atau di Bali?

eXTReMe Tracker