Archive for the Category » Islam «

Saturday, February 13th, 2010 | Author: Arif Haliman

Dari sekian banyak jenis pekerjaan di masyarakat, berdagang (wiraswasta, atau memiliki usaha sendiri) adalah salah satu profesi yang sangat diapresiasi dalam Islam. Dengan berdagang atau berwiraswasta, insyaAllah diri kita akan menjadi mulia. Tentunya dengan catatan bahwa usaha atau bisnis yang kita jalankan itu bernilai ibadah, mengharap ridho Allah SWT semata. Dengan menjadi seorang pemilik usaha dan bukan karyawan, kita bisa membuka lapangan pekerjaan baru di masyarakat. Hal ini menjadikan kita kuat tidak hanya (insyaAllah) dari sisi ide dan finansial, namun juga kemandirian. Rasulullah sendiri pernah menjadi seorang pedagang di jamannya.

Sebuah hadits shahih berujar, muslim yang kuat lebih disukai daripada muslim yang lemah.

Seorang pemilik usaha akan dituntut untuk terus berinovasi dalam memajukan bisnisnya. Ini menjadikan akal pikirannya akan senantiasa fresh karena terus bermunculan ide-ide baru. Yang menarik, pelaksanaan ide-ide itu bisa diwujudkan sesuka kita, tanpa ada yang merintangi atau membatasi. Jauh daripada itu, kegairahan serta semangat yang meluap-luap itu seringnya akan berhasil diwujudkannya dalam hidup keseharian dalam bentuk aksi dan karya nyata, karena keyakinannya sangat tinggi.

Seseorang yang sedang dirasuki semangat wirausaha yang super tinggi, rasa percaya dirinya sangat besar, serta tahan banting dan cemooh. Apalagi hanya sekedar gunjingan kanan kiri, rasanya yang seperti itu bakalan lewat. Anjing mengonggong kafilah berlalu.

Ada sebuah hadits yang menjadi pelecut semangat bagi seseorang untuk segera beralih dari seorang karyawan menjadi usahawan: 9 dari 10 pintu rejeki adalah berdagang. Coba bayangkan, luar biasa bukan? Walaupun sebagian ulama menganggap kedudukan hadits ini tidak begitu kuat, namun setidaknya pesan moral yang dikandungnya sangatlah tinggi.

Berdagang disini bisa berarti berdagang apa saja. Berdagang barang, jasa, ide, dan sebagainya. Yang jelas, penekanan utamanya adalah kita sendiri yang memegang kelangsungan hidup usaha itu, alias sebagai pemilik (owner). Dengan menjadi pemilik sebuah usaha, maka kita bisa dikatakan telah membantu negara dengan salah satu contohnya membantu membuka lapangan kerja. Kita bisa memperkerjakan mereka dan menggajinya. Bukanlah ini adalah hal mulia? Tangan diatas (memberi gaji) selalu lebih baik daripada tangan dibawah (menerima gaji).

Oleh karena itu, dilihat dari derajat kemuliaan, bisa jadi seorang tukang bakso kemuliaannya lebih tinggi dari seorang menejer perusahaan, misalnya. Apa pasal? Tukang bakso itu bisa menggaji karyawannya tiap bulan (misal, tukang cuci piringnya), sementara menejer itu hanya mampu menerima gaji tiap bulan. Karenanya penting bagi kita untuk senantiasa jangan gede rumongso (GR), bahwa bekerja di sebuah gedung jangkung mewah yang senantias ber air-conditioning sebagai karyawan berdasi. Tetaplah rendah hati dan jangan sombong. Karena bisa jadi, lewat ilustrasi contoh diatas, pedagang asongan di pintu pagar gedung kantor Anda jauh lebih mulia.

Hanya saja, hadits diatas janganlah dianggap sebagai harga mati bahwa berdagang adalah yang terbaik. Ingat, ada hadits ‘pembanding’ Rasulullah yang mengatakan “Kalau sebuah urusan diserahkan kepada yang bukan ahli, maka tunggulah kehancurannya.”.

Menjalankan sebuah bisnis (misalnya baju muslim, sewa mobil di Bali atau usaha mandi bola) memerlukan keahlian tersendiri. Memerlukan kesabaran, kompetensi serta keberanian dalam menanggung resiko.

Seorang karyawan yang kurang sabar dalam memupuk kekayaan materi, tidak bisa dipaksa untuk menjadi pengusaha yang ulet. Pikirannya biasanya sangat cetek (dangkal) : jadi karyawan saja biar akhir bulan nanti langsung dapat gaji. Seorang pengusaha tidak bisa berpikir seperti itu. Pikiran seorang pengusaha jauh melampaui hitungan hari atau bulan. Hitungannya sudah tahunan, dan kadang malah tidak berujung. Raksasa rokok Sampoerna misalnya, boleh jadi pendirinya sudah meninggal dunia, tapi penerusnya tetap berhasil menjaga pemikiran empunya sehingga usahanya masih terus bercokol hingga sekarang.

Demikian juga mengenai kompetensi. Tidak semua orang bisa segera menjadi ahli, misalnya, dalam hal menawarkan sesuatu. Jika perdagangan identik dengan menawarkan sesuatu (offering), seorang yang berlatar belakang pekerjaan di belakang meja (akuntan, kasir, teller, dsb) kadangkala sangat sulit disuruh menawarkan sebuah produk. Jangan memaksa seseorang untuk menangani sebuah urusan, kalau dia sekiranya memang tidak atau belum ahli menanganinya.

Keberanian? Menjadi usahawan sudah pasti butuh keberanian. Keberanian menanggung rugi, menjadi melarat, dimaki orang, diremehkan dan dicemooh orang, adalah bagian dari resiko keseharian seorang pemilik usaha. Di Indonesia masih banyak warganya yang penakut. Dengan indikasi sangat sedikit yang berprofesi sebagai usahawan dan cukup merasa nyaman menjadi karyawan.

Oleh karena itu, kita harus bijaksana. Menjadi usahawan bukanlah keharusan. Menjadi usahawan adalah pilihan. Namun, ini adalah sebuah pilihan yang memang betul-betul sangat dianjurkan untuk dipilih. Sebuah pilihan yang insyaAllah apabila kita kuat mewujudkannya, maka kemuliaan jauh lebih tinggi yang akan kita raih.

Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali

Category: Bisnis, Islam, Opini  | Tags:  | Leave a Comment
Saturday, November 07th, 2009 | Author: Arif Haliman

Wudhu adalah salah satu rukun shalat. Batalnya wudhu, membawa potensi akan batalnya juga shalat kita. Oleh karena itu, melakukan wudhu secara benar (bagian mana saja yang perlu dibasuh air) dan tertib (urutannya) adalah sebuah keharusan. Silakan disimak dibawah mengneai tata cara berwudhu yang baik dan tertib.1) Niat
Niat Nawaitut wuduu’a… dan seterusnya itu tidak perlu dilafalkan (diucapkan oleh mulut) karena Rasulullah SAW tidak mencontohkannya atau tidak ditemukannya sebuah riwayat yang menjelaskannya. Karena niat itu tempatnya dalam hati, alias tidak perlu dilafalkan, maka niat berwudhu pun cukup diucapkan dalm hati.

2) Membaca Bismillah
Membaca bismillah disini kedudukannya sunnah. Alias apabila bahkan kita sengaja tidak mengucapkannya pun tidak akan ada dosa. Namun apabila dilakukan akan mendatangkan pahala.

3) Bersiwak
Siwak adalah alat untuk membersihkan gigi khas Timur Tengah. Kalau sulit mendapatkannya, maka bersikat gigi memakai sikat gigi biasa (bisa pake odol atau tidak) diperbolehkan. Namun, sama dengan membaca bismillah, bersiwak ini hukumnya sunnah.

4) Membasuh Telapak Tangan
Telapak tangan juga berarti punggung kanan. Berarti mambasuhnya sampai dengan pergelangan tangan. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Disunahkan dalam bagian wudhu ini untuk menggosok sela-sela jari tangan sehingga kebersihannya lebih merata.

5) Berkumur dan Menghirup Air
Sewaktu berkumur, hendaknya dibarengi langsung dengan menghirup air kedalam hidung, dan jangan lupa menghembuskannya kembali. Jangan sampai air masuk semua seratus persen kedalam hidung. Aktivitas ini dilakukan sebanyak tiga kali.

6) Membasuh Wajah
Aktivitas ini hukumnya wajib, alias kalau terlewatkan wudhunya harus diulang. Aktivitas ini minimal dilakukan sekali, namun ulama kebanyakan menyimpulkan akan afdal kalau dilakukan sebanyak tiga kali. Khusus bagi yang berjenggot lebat, disunnahkan juga untuk tidak lupa membersihkan jenggotnya bersamaan dengan aktivitas membasuh muka ini.

7) Membasuh Tangan Hingga Siku
Aktivitas ini hukumnya juga wajib. Membasuh tangan bisa dilakukan sekali saja, namun lebih afdal kalau dilakukan sebanyak tiga kali. Karena tangan ini ada dua, urutan cara melakukannya bisa seperti ini: Pertama, bergantian antara tangan kanan kemudian tangan kiri (satu), lalu tangan kanan lagi kemudian tangan kiri lagi (dua), lalu tangan kanan lagi kemudian tangan kiri lagi (tiga). Yang kedua, bisa juga dengan cara tangan kanan dibasuh langsung sebanyak tiga kali, dilanjutkan membasuh tangan kiri sebanyak langsung tiga kali.

8 ) Mengusap Kepala
Wajib hukumnya aktivitas ini. Yang diingat, yang diperintah adalah mengusap kepala, bukan rambut. Mengusap kepala harus dilakukan dengan dua tangan. Dimulai dari bagian ubun-ubun atau bagian depan kepala sampai tengkuk kepala belakang. Rasulullah mencontohkan aktivitas ini dengan hanya melakukannya satu kali saja, tidak tiga kali.

9) Mengusap Telinga
Karena telinga adalah bagian tak terpisahkan dari kepala, maka sewaktu mengusap kepala sebaiknya sekaligus kemudian mengusap telinga. Jadi setelah kedua tangan sampai di tengkuk belakang kepala, langsung saja masukkan jari telunjuk ke bagian dalam telinga, dan ibu jari mengusap bagian luar telinga. Ini tentu saja dilakukan bersamaan untuk telinga kanan dan kiri

10) Membasuh Kaki
Membasuh kaki hingga mata kaki (engkel) aalah wajib. Aktivitas ini dilakukan sebanyak tiga kali.

11) Berdoa
Setelah rangkaian tata cara berwudhu dilakukan dengan tertib, bacalah doa dibawah:

Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluh.

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang satu, tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan utusan-Nya.

Note: Tulisan ini juga saya publikasikan disini

Category: Islam  | Tags:  | Leave a Comment
Monday, October 19th, 2009 | Author: Arif Haliman

Sebagai donatur tetap dan juga simpatisan Pondok Pesantren Hidayatullah Denpasar Bali, 2 hari yang lalu saya mendapat undangan dari mereka, yang dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah dan tali silaturahmi, mengadakan Kajian Islam dengan narasumber DR. Adian Husaini, MA yang acaranya diadakan sore tadi di pondok pesantren. Pak Adian (demikian saya biasa menyebutnya) bisa dibilang adalah tokoh nasional dengan sederet jabatan yang berhubungan dengan dakwah Islam, termasuk diantaranya sebagai dosen dan anggota MUI Pusat. Satu hal yang menjadi spesialisasi beliau adalah komitmen dan kehandalannya dalam menolak ideologi Sipilis (sekularisme, plularisme dan liberalisme).

Dan demi bisa bertemu langsung dengan tokoh yang tulisannya kerap saya sambangi di Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian Husaini di Hidayatullah, jadilah ba’da shalat Ashar sore tadi saya alhamdulillah bisa menghadiri undangan itu.

Kajian Islam mengenai bahayanya SIPILIS sore tadi disampaikan oleh Pak Adian dengan santai dan humor segar. Ini membuyarkan angan saya (yang belum pernah bertemu dengannya) bahwa dia adalah orang yang bawaannya serius. Dia membuka kajian sore itu dengan mengatakan bahwa MUI dalam rakernasnya pada tahun 2005 lalu sudah mengeluarkan fatwa haram mengenai paham SIPILIS. Paham ini begitu merusak akidah dan tauhid yang dikandung oleh ajaran Islam.

Namun dalam kenyataannya, para penentang fatwa haram ini kerap bersuara lantang dengan menuduh MUI melanggar hak asasi manusia dan oleh karena itu harus dibubarkan. Masih menurut Pak Adian, paham SIPILIS ini tidak saja menjadi persoalan dalam tubuh masyarakat muslim, namun juga hinggap di tubuh masyarakat Kristen. Vatikan saja juga merasa perlu mengeluarkan semacam fatwa untuk menolak paham ini yang juga sedang deras melanda orang Kristen.

Pengusung ideologi ini bisa dibagi menjadi 3 level. Yang pertama adalah level produsen. Mereka adalah pengedar asli yang berasal dari Barat. Lewat yayasan-yayasan yang didirikan, mereka berupaya mengekspor virus ini ke negara yang menjadi target virus, dalam hal ini misalnya Indonesia. Level kedua adalah distributor. Mereka adalah para civitas akademika di perguruan-perguruan tinggi yang membawa label agama, yang entah sadar atau tidak, dalam setiap disertasi maupun statemennya selalu mengandung unsur SIPILIS. Level yang terakhir adalah asongan atau pengecer. JIL atau Jaringan Islam Liberal adalah salah satunya.

Kajian sore hari itu terasa sangat gayeng dan santai, namun sarat ilmu. Dipaparkannya beberapa problem serius yang hinggap di tubuh umat Kristen dan Yahudi adalah salah satunya. Betapa mereka sebenarnya masih kerap berantem mengenai ’sekedar’ siapa nama tuhan mereka sebetulnya. Kalau dalam Islam jelas nama tuhan adalah Allah SWT, di Kristen maupun Yahudi kerap kali terjadi kebingungan dan multi tafsir atas beberapa nama tuhan yang tersedia.

Juga disebutkan beberapa alasan mengapa Yahudi selalu saja mencak-mencak kepada Islam. Dengan beberapa alasan yang disertakannya, Pak Adian mengatakan bahwa memang hanya Islam saja satu-satunya agama di dunia ini yang berani secara terang-terangan mengungkap segala kebobrokan Yahudi. Umat nabi Musa yang membangkang itu bisa kita sebut dengan sebutan ‘tengik’ karena gemar sekali membantah perintah nabi Musa sebagai pemimpin mereka.

Sebenarnya banyak sekali bahasan yang dikaji dalam kajian Islam sore tadi yang dihadiri sekitar 200 an jamaah, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu. Tentu saja semuanya berkaitan dengan paham yang memang sangat kontroversial seperti sekularisme, plularisme dan liberalisme ini. Adalah tugas kita untuk senantiasa waspada dan kritis, untuk selalu membentengi akidah dan tauhid kita hanya bersandar kepada Al-Quran dan sunah Rasulillah SAW.

Category: Islam, Pribadi  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Wednesday, August 12th, 2009 | Author: Arif Haliman

Saya baru-baru ini menyadari bahwa ternyata masih ada saja beberapa orang yang belum mengerti bahwa didalam agama Islam kita ini ada 6 hukum. Ke 6 hukum ini menjadi landasan bagi setiap muslim dalam menjalani hari-harinya. Kita mengenal ke 6 hukum ini dengan nama Hukum Islam.

Sangat penting diketahui oleh masing-masing hamba agar senantiasa mawas diri, terjaga dan yakin didalam melakukan aktivitas keseharian sehingga dirinya senantiasa berada didalam jalur hukum yang sudah ditetapkan Allah SWT. Kalau kata saya, ini mirip seperti rambu-rambu lalu lintas kalau kita sedang berada di jalan raya (kehidupan).

Jamaknya, sebagian besar kita hanya familiar dengan yang Halal dan Haram, atau Wajib dan Sunnah. Dua sisanya lagi seringnya kelupaan, yaitu Mubah dan Makruh. Seperti apa sih pengertian dan contoh dari masing-masing hukum dalam Islam ini?

Berikut keenam Hukum Islam ini yang coba saya terangkan secara singkat:

1) HALAL
Pengertian: Segala sesuatu yang DIBOLEHKAN untuk manusia bisa menjalankan / mengerjakannya.
Contoh: Memakan daging sapi atau ayam, hubungan intim antara suami istri.

2) HARAM
Pengertian: Segala sesuatu yang DILARANG bagi manusia sehingga harus dijauhi dan ditinggalkan.
Contoh: Mabuk, zina, mencuri, membunuh tanpa alasan, berbuat kerusakan, dsb.

3) WAJIB
Pengertian: Segala sesuatu yang DIHARUSKAN oleh Allah SWT untuk manusia harus melaksanakannya.
Contoh: Shalat, Zakat, Puasa Ramadhan, berbakti kepada orang tua, dsb.

4) SUNNAH
Pengertian: Segala sesuatu yang apabila kita mengerjakannya mendapatkan pahala, apabila meninggalkannya tidak masalah (tidak berdosa).
Contoh: Puasa Senin dan Kamis, shalat taqiyatul masjid (menghormati masjid), dsb.

5) MAKRUH
Pengertian: Segala sesuatu yang DIANJURKAN untuk tidak dilakukan. Kalaupun dilakukan tidak ada sanksi dosa.
Contoh: Makan atau minum sambil berdiri, tidur suka lama namun kalau beribadah suka cepat, dsb.

6) MUBAH
Pengertian: Segala sesuatu yang DIBOLEHKAN untuk dikerjakan, dan bahkan sangat dianjurkan untuk mengerjakannya.
Contoh: Makan dan minum teratur, menggosok gigi sebelum tidur, dsb.

NB: Tulisan ini juga saya publikasikan disini.

Monday, July 20th, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari ini (27 Rajab 1430 Hijriah) adalah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’ Mi’raj adalah sebuah peristiwa maha dahsyat yang dialami secara pribadi oleh Baginda Muhammad SAW atas ijin Allah SWT. Tidak mudah untuk mengimani atau menyakini kebenaran berita ini baik oleh orang-orang pada jaman Rasulullah ataupun orang-orang pada masa kini. Hanya orang-orang yang beriman sangat tebal dan berakal saja yang bisa menyakininya secara mutlak.

Perjalanan yang dilakukan hanya pada satu malam hari itu memang benar-benar fenomenal. Coba bayangkan: Perjalanan dari Masjid Haram di Mekah menuju Masjid Aqsa di Palestina. Itu hanya dilakukan dalam satu malam. Jangankan sepeda motor, sepeda kayuh saja belum ada. Alat transportasi popuer yang ada pada masa itu hanyalah unta. Namun nabi memang melakukan perjalanan itu.

Kemudian, berhentikah sampai disitu? Tidak. Setelah dari Masjid Aqsa di Palestina (yang pada masa sekarang ini Masjid Aqsa sedang bersedih karena rongrongan para Yahudi kepret), rasulullah segera berangkat lagi melanjutkan perjalanan menuju langit. Tidak tanggung-tanggung, langit yang dituju adalah langit dengan lapisan tertingginya, yaitu langit tingkat tujuh!

Termasuk dalam beberapa peristiwa atau kejadian yang mengiringi Isra’ Mi’raj ini, seperti proses pencucian hati beliau agar bersih seratus persen sebelum menghadap Allah, berjumpanya rasulullah dengan beberapa seniornya seperti Nabi Adam, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dsb diantara lapisan-lapisan langit yang dilaluinya, perlu dicatat, bahwa semuanya itu dilakukan hanya dalam 1 malam!

Oiya, sekedar informasi pengingat, kalau-kalau kamu lupa, bahwa kandungan utama peristiwa Isra; Mi’raj adalah turunnya perintah shalat 5 waktu secara langsung kepada Nabi Muhammad ari Allah SWT, tanpa melalui perantara malaikat Jibril.

Fantastis. Dengan gampang sekali kita bisa membayangkan, keesokan harinya, terjadi kehebohan dikalangan umat setelah Rasulullah menyampaikan pengalamannya ber Isra’ Mi’raj malam sebelumnya. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa Muhammad sudah gila. Apa benar bisa melakukan perjalanan dengan jarak tempuh sepanjang itu (Arab Saudi - Palestina) dan semustahil itu (menuju langit ke tujuh) hanya dalam satu malam?? How can I believe it??? Sukar utuk diterima pikiran dan akal sehat. Dan kalau sudah berhadapan dengan orang-orang (yang ngakunya) modern masa kini, maka memang akal harus ditonjolkan.

Well, berkenaan dengan judul tulisan ini diatas, saya mau membagi satu cerita kecil (cerita ini saya dapat waktu saya masih berusia culun, ikut pengajian Isra’ Mi’raj di komplek saya tinggal oleh seorang ustadz) yang bisa membuka akal pikiran kita bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj itu memang seratus persen bisa diterima akal. Bukan omong kosong. Sebelum saya memulai cerita, saya ingin bertanya kepada kamu, seperti anggapan tidak mungkinnya Rasulullah melakukan perjalanan itu, tentunya juga tidak mungkin ada seekor lalat (ya, betul, seekor lalat yang interfacenya dijiplak habis-habisan oleh Satria Baja Hitam itu, tapi ngakunya seekor belalang), bisa melakukan perjalanan kilat hanya dalam 4 jam bolak-balik Jakarta-Singapura-Jakarta.

Alkisah ada seorang eksekutif muda hendak pergi ke Singapura. Si eksekutif muda ini sudah bersiap di bandara Sukarno-Hatta Jakarta, hendak berangkat ke Singapura, tentunya naik pesawat terbang Garuda Indonesia. Tujuannya ke Singapura sebetulnya hanya sebentar dan simpel saja, yaitu rapat kilat untuk konfirmasi final dalam memutuskan sebuah proyek, katakanlah hanya dengan berjabat tangan dengan mitra bisnisnya di Singapura. Setelah berjabat tangan, ya sudah, langsung cabut pulang lagi balik ke Jakarta.

Nah, sewaktu hendak boarding, doi mendadak merasa kehausan. Maka dibelilah sekaleng cola manis. Pas penutup kaleng dibuka dan meminumnya, sebelum dia menyadarinya, entah dari mana dan bagaimana ada seekor lalat masuk ke kaleng cola manis itu dan mencicipi kemanisannya yang tiada tara.

Cerita berikutnya bisa ditebak: Lalat itu berdiam terus dalam kaleng cola milik eksekutif muda itu (yang entah dengan alasan apa terus saja menggenggam dengan lembut dan sopan kaleng itu) untuk terbang ke Singapura. Begitu mendarat di Changi International Airport, segera bertemu dengan koleganya di lounge, rapat kilat, bersalaman, dan langsung naik pesawat lagi balik ke Jakarta.

Dan bagaimana dengan nasib lalat? Selama perjalanan udara di pesawat dan ikut rapat rapat kilat dengan ngumpet di kaleng cola milik sang eksekutif muda, setelah landing di Sukarno-Hatta, lalat itu terbang keluar kaleng dan dia telah tahu bahwa dia telah melakukan sebuah perjalanan fantastis: 4 jam perjalanan Jakarta-Singapura-Jakarta. Tahukah kamu apa yang terjadi setelah lalat ajaib itu menceritakan pengalamannya barusan keteman-temannya? Mereka semua kompak tertawa terbahak-bahak!

Tapi kita setelah mendengar cerita seperti yang diatas, masihkan juga beranggan bahwa lalat tadi itu gila? Kalau kita masih saja sulit mempercayainya, berarti kita sendirilah yang gila. Sudah menadi fakta yang jelas bahwa memang lalat itu mampu melakukan perjalanan sefantatis itu (untuk ukuran lalat).

Begitupun juga dengan yang dialami oleh Rasulullah waktu dulu. Pasti tidak mudah untuk menyakinkan masyarakat waktu itu bahwa memang perjalanannya betul-betul terjadi. Perlu tingkat keimanan, dan juga melibatkan akal pikiran diatas rata-rata untuk bisa memparcayainya.

Pesan moral yang ingin saya sampaikan disini adalah, bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj itu bukanlah  bualan Nabi Muhammad semata. Bahwa peristiwa itu memang bisa terjadi, bisa diterima akal, dan bisa diilmiahkan.

Tentu saja kamu bisa mengarang cerita versi lain namun dengan akhir tujuan yang sama. Disini tidak penting Jakarta-Singapuranya, tidak penting apakah itu seorang eksekutif muda atau pramugari, juga tidak penting apa maskapai penerbangannya, lebih-lebih nama panggilan lalat itu. Namun yang terpenting adalah, bahwa Isra’ Mi’raj itu memang benar adanya.

Sunday, May 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Kalau kamu seorang muslim dan hendak berwisata ke Pulau Dewata Bali, ada baiknya untuk mengetahui keberadaan masjid-masjid yang ada di Bali agar kamu tetap bisa menjalankan ibadah wajib ini pas kamu berada disini. Agar liburan dapat, ibadah wajib juga dapat. Namun walaupun begitu, tentunya kamu tahu kalau pulau Bali didiami mayoritas penduduk beragama Hindu. Oleh sebab itu tidak perlu heran tempat ibadah yang terbanyak adalah pura. Tempat ibadah umat lain seperti Islam dengan masjidnya, tentu ada, namun dengan jumlah yang relatif lebih sedikit.

Berikut adalah 3 masjid (besar) yang bisa dijadikan bahan pengetahuan baik sebagai kamu seorang turis, atau penduduk tetap pulau Bali seperti saya. Ketiganya berlokasi di tempat yang strategis. Namun maaf belum bisa mempersembahkan gambar berupa jepretan foto karena seringnya kelupaan bawa kamera. Hehe alesan.. ;) .

Masjid Nurul Huda
Bagi para penduduk tetap kota Denpasar yang beragama muslim dan memiliki aktifitas pekerjaan atau keseharian disekitar bandara internasional Ngurah Rai Bali, masjid Nurul Huda merupakan tempat yang strategis. Dengan hanya berjarak 1 kilometer dari bandara tersibuk di Indonesia ini, masjid ini kerap menjadi jujugan para jamaah.

Bagi para pelancong dari luar Bali, masjid ini juga bisa menjadi tempat ibadah dan istirahat yang lumayan. Kalau misalnya kamu baru saja landing, dan waktu shalat sudah masuk, menunaikan shalat di masjid ini bisa jadi bahan pertimbangan.

Saya juga sering memanfaatkan masjid ini kalau pas mengantar mobil Bali car rental saya, baik sebelum atau sesudah menjemput tamu saya.

Sebenarnya ada lagi musholla (sori, saya lupa namanya) yang lebih dekat lagi ke bandara. Lokasi persisnya pas dipintu keluar bandara. Mushola ini sebetulnya lebih strategis, namun karena tidak sebesar yang namanya masjid, mungkin lebih nyaman kalau sekalian saja datang ke masjid bandara Bali, Nurul Huda.

Sebenarnya lagi ada masjid (masjid lupa lagi namanya, kebanyakan lupa sih ;) ) yang tidak kalah megahnya dengan masjid Nurul Huda. Lokasinya dari Nurul Huda terus saja menuju by pass Ngurah Rai. Di Kampung Bugis. Ini juga masjid yang oke punya untuk menunaikan shalat kalau pas kamu berada disekitar bandara.

Masjid Agung Sudirman
Ini bisa dibilang masjid jami’ kota Denpasar. Tahu artinya jami’ kan? Kalau di Jawa, masjid jami’ biasanya sebagai landmark tempat ibadah (masjid) sebuah kota yang letaknya berada dipusat keramaian kota, atau alun-alaun.

Nah, majid Agung Sudirman ini bisa dibilang kayak gitu. Lokasinya tepat di jantung kota Denpasar. Ini adalah masjid teramai didatangi para jamaah seperti pas shalat Tarawih, utamanya hari-hari pertama bulan Ramadhan. Asli jadi lupa kalau ini Bali! Itu karena saking banyaknya jamaah tumplek blek berbondong-bondong menuju ke masjid Agung Sudirman dan semuanya rata-rata memakai pakaian muslim yang bagus.

Masjid ini kerap didatangi oleh para penceramah kondang kayak Aa Gym, Arifin Ilham, Hari Mukti, dsb untuk memberikan khotbah. Pssst..pas dulu Aa Gym khotbah safari Ramadhan, saya sontak menjadi terkenal seantero Indonesia beberapa saat ;) . Apa pasal? Kamera tipi sempat ngesyut saya sekitar 5 detik pas sedang khusyuk berdoa di sesi berdoa. Beberapa saat setelah acara pengajian selesai saya banjir sms dari teman-teman yang masih ingat saya. Hehe..ada yang bilang: ‘Walah, raimu mlebu tivi!’ (bahasa Jawa..Bahasa Indonesianya: ‘Walah, wajahmu masuk tivi!’). Hehe..

Disebut masjid Agung Sudirman karena lokasinya berada di kawasan Jalan Sudirman kota Denpasar. Suasana masjidnya sangat asyik dan nyaman. Saya sama anak dan istri kerap berkunjung ke masjid ini untuk shalat berjamaah.

Masjid An-nur.
Masjid ini juga tidak kalah strategis lokasinya. Berada dikawasan Jalan Teuku Umar Denpasar. Kalau lagi ada shalat Jumat jalan raya ini harus ditutup dan lalu-lintas dialihkan ke jalan lain karena saking sesaknya jamaah.

Saya alhamdulilah insyaAllah menjadi peserta pengajian rutin tiap selasa dan rabu malam di masjid ini. Acaranya ba’da maghrib sampai Isya’ dan kemudian diteruskan dengan shalat Isya’ berjamaah.

Itu saja dulu beberapa masjid yang bisa saya informasikan. Sebetulnya masih banyak lagi masjid yang bisa diinformasikan disini, seperti masjid di hotel Sanur Paradise Plaza, masjid di Kampung Islam, masjid di Kampung Jawa, masjid di daerah Marlboro, dsb. Mungkin insyaAllah lain waktu.

Oh ya, terakhir, khusus pas waktu kamu berwisata ke Tanah Lot, disana juga ada mushola kecil (memang mushola ada yang besar??). Biasanya sangat berguna untuk melakukan shalat Ashar dan Maghrib. Soalnya kan pergi ke Tanah Lot jamaknya waktu-waktu sekitar sore hari untuk melihat sunset.

Thursday, April 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

Agama Islam itu sudah diskenariokan oleh Allah SWT, pemilik segala macam makhluk dan dzat yang ada di bumi dan di langit. Dimulai dari masa awal keberadaan, masa perjuangan, masa keemasan, masa kemunduran dan masa diraihnya kembali keemasan dan kejayaan diakhir jaman nanti. Sebuah hadist shahih Rasullullah SAW dengan sangat jelas juga sudah menjelaskan runutan 5 jaman ini yang akan dilalui oleh agama Islam beserta umatnya.

Nabi SAW. bersabda:
“Kalian akan mengalami babak Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak Raja-raja yang menggigit,selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak para penguasa yang memaksakan kehendak selama masa yang Allah kehendaki, kemudian kalian akan mengalami babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian, kemudian Nabi diam.” (HR Ahmad)

Mari kita telaah satu persatu ke 5 jaman yang telah, sedang dan akan dilalui agama Islam beserta umatnya:

1. Masa Awal Keberadaan / Masa Kenabian
Masa ini adalah masa dimana Muhammad diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul. Peristiwa ini terjadi ketika beliau berusia 40 tahun, atau sekitar tahun 570 M. Sekitar 40 tahun sebelumnya, yaitu tanggal kelahirannya, dinamakan Tahun Gajah karena adanya peristiwa penyerbuan atau penghancuran Ka’bah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah.

Pada masa ini umat pada waktu itu (bisa kamu bayangkan) mendapatkan gemblengan dan arahan secara langsung dari Rasulullah SAW semasa hidup beliau. Semoga mereka bisa sangat menyukurinya karena bisa melihat wajah beliau secara langsung. Kacian kita pada jaman sekarang ini yang tidak atau belum berkesempatan melihat secara langsung wajah beliau (insyaAllah nanti saja di surga :) Amin..)

2. Masa Khalifah
Pada masa ini dinamika agama Islam dan umatnya semakin berkembang. Namun harap diingat bahwa kedinamisan itu tetap dalam garis-garis ajaran yang dibawa oleh Rasullullah Muhammad SAW. Para Khulafaur  Rasyidin (para khalifah pemimpin penerus Nabi yang mendapat petunjuk) ini berjumlah 4 orang. Kerap dipanggil Khalifah atau Pengganti Rasul Allah setelah beliau wafat untuk memimpin umat Islam).

Keempat orang ini adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Beberapa kejadian dan peristiwa menarik terjadi pada masa ini. Dimulai dari perluasan wilayah dan pengaruh agama Islam sampai terjadinya banyak kemelut internal umat Islam utamanya sejak dipimpin Khalifah Ustman bin Affan dan lebih-lebih Khalifah Ali bin Abi Thalib. Namun Allah SWT tetaplah memuliakan 2 khalifah terakhir umat Islam ini, sebagaimana Allah SWT memuliakan 2 khalifah pertama.

Kalupun terjadi intrik didalam pemerintahan mereka, itu tidak terjadi melainkan setelah segenap kekuatan dan keikhlasan sudah beliau kerahkan untuk kemashalatan umat. Hal ini biasa terjadi terhadap siapa saja. Masa ini berakhir pada tahun 660 M.

3. Masa Raja-Raja yang Menggigit
Maksudnya adalah para penguasa Islam atau raja-raja penerus Khulafaur Rasyidin yang dengan begitu gemilangnya menjaga sekaligus mengembangkan nilai-nilai yang dibawa agama Islam. Masa ini ditandai dengan adanya hanya satu pemerintahan (kalau jaman sekarang adalah negara) dimana seluruh umat Islam sedunia tunduk dan patuh pada satu kerajaan ini.

Hebat bukan? Tidak seperti sekarang dimana umat Islam sudah terkotak-kotak kedalam sebutan negara-negara. Negara Indonesia, negara Saudi Arabia, negara Malaysia, negara Mesir, dsb. Masa Raja-Raja yang Menggigit ini terjadi dalam tiga masa, yaitu dimulai dari kepemimpinan kerajaan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, dan yang terakhir adalah kepemimpinan Bani Ustmani di Turki yang boleh dibilang baru berakhir kemarin saja, yaitu 1924 M

Pada masa ketiga perjalanan umat Islam ini terjadi dengan sangat panjang, yaitu sekitar 13 abad! Bayangkan, Islam bersinar dengan penuh keemasan selamat 1300 tahun! Sebut saja bidang kedokteran, astronomi, bangunan beserta jembatan, ilmu matematika sudah dikembangkan oleh para ilmuwan-ilmuwan muslim. Kalau toh dewasa ini semua ilmu-ilmu tersebut sepertinya ilmuwan muslim tidak punya andil, itu tidak terlepas dari kelamnya sejarah Perang Salib dimana para salibis berusaha menghilangkan bukti kejayaan umat Islam dahulu.

4. Masa Mulkan Jabbriyyan
Inilah masa sekarang. Masa yang muram bagi umat Islam. Masa yang membuat kita sering merasa sedih, masgul, marah, emosi, rendah diri.  Namun masa sekarang ini juga adalah masa ujian dan kesempatan bagi kita hamba-hamba Allah SWT yang masih istiqomah, yang masih diberi kesempatan, untuk terus berjuang dalam mengibarkan bendera Allah SWT, al Islam.

Mengapa kita berwajah muram. Lihat saja, dimana-mana Islam ditindas dan dilecehkan. Dimulai dari Palestina, Iraq, Afganistan, Ambon, Poso, sampai peristiwa pemuatan kartun bergambar manusia suci Muhammad SAW di media-media Eropa. Sudah jelas-jelas Yahudi dan Amerika bersikap pongah terhadap agama Islam dan umatnya, eh para pemimpin negara Islam malah bersikap masa bodoh. Lihat saja Suharto. Muslim, namun menyandang tuduhan koruptor kelas kakap. Husni Mubarak. Seorang muslim, namun  teganya membiarkan Israel menggempur dan mengepung rakyat Palestina dalam perang terakhir kemarin. Para raja dan pangeran di Arab Saudi sana. Muslim, namun menjadi sahabat paling dekat musuh paling dekat umat Islam, yaitu Amerika dan Israel. Mau contoh-contoh lain kebobrokan dan kekurangajaran para pemimpin negara Islam saat ini? Well, terlalu banyak, saya kurang bersemangat mengabarkannya.. :( .

5. Masa Berulangnya Kejayaan Islam
Inilah masa dimana Imam Mahdi akan datang dan akan menjadi pemimpin seluruh Muslim yang ada dimuka bumi dalam usahanya membersihkan bumi dari penghuni-penghuninya yang jahat seperti para Mulkan Jabbariyyan, Yahudi dan kroni-kroninya. Pada masa ini kejayaan dan kemuliaan agama dan umat Islam akan kembali bersinar seperti sedia kala.

Hendaknya kita sebagai muslim bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Imam Mahdi ini. Bersamanya akan terbentuk satu komando yang kuat dan berwibawa, dengan hanya berlandaskan keyakinan kepada yang TERMAHA, Allah SWT.

Wednesday, March 11th, 2009 | Author: Arif Haliman

Tadi malam sekitar sekitar pukul 21.00 WITA saya tidak sengaja menonton televisi. Dibilang tidak sengaja karena saya memang jarang menonton acara di televisi. Mungkin hanya sekitar 15-30 menit selepas maghrib, karena biasanya makan malam sambil nyalakan televisi. Namun tadi saya (bersama istri) sempat-sempatkan untuk memelototi sebuah acara di TV One yaitu Debat Publik dengan tema, kalau tidak salah, Penerapan Ekonomi Syariah. Acara ini sudah berjalan beberapa menit dan saya hanya mengikuti debat yang dilakukan oleh 2 kontestan terkahir. Saya tidak tahu nama kontestan masing-masing, namun kontestan terakhir dari kubu pro penerapan ekonomi syariah Islam adalah Muhammad Syafii Antonio.

Saya memang sudah lama sangat tertarik, atau kalau tidak dibilang kagum kepada sosok manusia langka Indonesia ini. Pakar segala macam bentuk ilmu ekonomi dunia terutama ekonomi syariah Islam ini sangat piawai dalam memaparkan pengetahuannya. Gaya dan intonasi suaranya yang sangat tenang disertai senyum namun mendalam dalam pemaparan membuat lawan bicaranya yang kontra ekonomi syariah itu seperti kehilangan kemampuan menyanggahnya. Usahanya dalam menyakinkan pentingnya ekonomi syariah sebagai alternatif dari solusi ekonomi kapitalis yang sekarang ini sedang sekarat di berbagai belahan dunia sangatlah komplet. Tidak hanya dari sisi pengalaman dan pengamatan mendetil bahwa diluar negeri seperti Inggris, Jerman, Perancis bahkan Amerika sendiri mulai membuka pintu lebar-lebar untuk masuknya ekonomi syariah, juga dari sisi religi. Beliau bahkan sempat menyitir salah satu ayat dari Bible yang kurang lebih menyatakan bahwa Bible sendiri juga sangat membenci yang namanya riba (mengambil keuntungan sangat berlebih dari yang seharusnya).

Umum sudah diketahui bahwa orang Kristen di Indonesia mati-matian berusaha membendung adanya perundang-undangan yang membawa label Islam. Diantaranya adalah wacana diundangkannya sistem perekonomian Islam di Indonesia. Mereka bersikeras mengapa harus membawa-bawa jargon syariah yang notabene Islam? Mereka orang-orang Kristen itu sebetulnya sangatlah takut apabila memang gelombang penerapan hukum-hukum yang membawa unsur Islam dilibatkan dalam hukum negara. Saya pribadi bisa saja balik bertanya: Lha, mengapa harus takut?

Kapitalisme yang sangat digembar-gemborkan barat (Kristen dan Yahudi) sekarang ini sedang sekarat. Lihat saja Amerika. Siapa yang menyangka bahwa bumerang itu sekarang sudah balik mengenai wajahnya sendiri. Dengan keserakahan dan kerakusan sistem kapitalis, Amerika sebagai lokomotif kapitalis sekarang sedang dihadapkan pada sebuah kondisi sedang bergejolak. Berbagai krisis sedang melanda disana mulai dari krisis keuangan, moral, lapangan pekerjaan sampai pendidikan, dsb.

Sebaliknya kita sedang menyaksikan bahwa ekonomi syariah tetap tegar tidak terpengaruh oleh krisis finansial global dunia saat ini. Ini dibuktikan dengan tetap eksisnya pendanaan keuangan di bank-bank syariah yang stabil, bahkan meningkat baik di Indonesia maupun luar negeri yang berbendara syariah seperti di Timur Tengah.

Saya pribadi sudah lama sangat tertarik dengan sistem ekonomi syariah. Saya tidak ingin hanya membatasinya hanya dipermasalahan bunga atau ribanya, tetapi lebih dari itu. Namun lepas dari masih adanya beberapa suara miring yang mengatakan bahwa semua bank syariah yang ada di Indonesia masih belum sepenuhnya murni syariah, namun dengan bergabung menjadi nasabah mereka kiranya adalah sebuah langkah yang tepat. Dengan logika sederhana, kalau mau menghindari praktek riba, ya mestinya jangan bergabung dengan sebuah bank konvensional namun dengan sebuah bank syariah. Dalam hal ini saya telah menjadi nasabah Bank Muamalat.

Ibu saya juga saya sarankan memindahkan rekeningnya ke Mandiri Syariah dari sebelumnya di salah satu bank konvensional. Setidaknya ini adalah langkah awal saya untuk mendukung penerapan ekonomi syariah.

Namun jujur untuk beberapa hal saya masih bergabung dengan bank konvensional, bahkan beberapa pendanaan masih saya pergunakan dari mereka. Tapi dalam hati ini selalu bertekat bahwa kedepannya akan semakin menjadi murni syariah, terlebih lagi setelah melihat penampilan Pak Syafii Antonio di televisi tadi.

Lalu apakah bakal sama sekali tanpa kekurangan? Seperti dibilang Pak Syafii, ya tidak dong. Bagaimanapun juga ini adalah produk baru. Sebagai salah satu partisipan, kita semua sebagai orang muslim harus ikut menyukseskannya. Kita berpartisipasi menyosialisasikannya dengan baik, dan mendukungnya dengan sepenuh hati. Faktanya adalah begitu banyak para non-muslim terutama etnis Cina yang menanamkan uangnya di berbagai bank syariah, lha kenapa kita yang jelas-jelas muslim tidak melakukannya?

InsyaAllah barokah atas semua amal usaha Pak Muhammad Syafii Antonio dalam kiprahnya mengawal dan membangun ekonomi syariah Islam di Indonesia tercinta ini..Amin.

Monday, January 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Minggu malam kemarin perang darat antara Palestina dan Israel baru berlangsung. Setelah sebelumnya selama 8 hari sejak 27 Desember Israel terus menggunakan serangan udara lewat bom yang dijatuhkan dari pesawat tempurnya, sepertinya perang darat seperti inilah yang akan menentukan siapa yang akan kalah atau menang. Saya pribadi (dan juga kebanyakan orang) sebagai pendukung berat HAMAS (Harakat al-Muqāwamat al -Islāmiyyah atau Islamic Resistance Movement) dan Palestina tentu mengharap sekali bahwa perang darat ini akan menjadi kenyataan seperti apa yang kerap dilontarkan para petinggi HAMAS : “Gaza akan menjadi kuburan bagi semua tentara Isreal!”.

Saya mengharap hasil akhir dari perang darat ini akan terjadi seperti saat Israel dengan gobloknya menyerang Hizbullah di Lebanon pada tahun 2006. Perang selama 33 hari tersebut akhirnya menjadikan Israel berikut tentaranya pulang dengan wajah kuyu menanggung malu. Terkesan gagah dan garang sewaktu menyerbu masuk Lebanon selatan, eh lha kok pada hari ke 33 pulang dengan sukses babak belur.

Namun yang jelas kali ini yang dihadapi Israel bukanlah Hizbullah yang didukung secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi oleh Iran dan Syria. Dana pribadi yang dimiliki Hizbullah sangatlah melimpah. Yang dihadapi Israel kali ini adalah HAMAS, salah satu pergerakan pembebasan dari sebuah negeri miskin bernama Palestina. Dana pribadinya tidak cukup melimpah, dan puluhan tahun dicap oleh Amerika sebagai organisasi teroris yang kerap suplai dananya dikerut.

Yang membuat Israel wajib takut kepada HAMAS adalah bahwa pergerakan pembebasan Palestina ini adalah satu-satunya gerakan yang tidak pernah bisa diajak kompromi. Anggotanya sangat militan dan berani sekaligus diakui kepemimpinannya oleh mayoritas rakyat Palestina dengan memenangkan pemilu demokratis tahun 2007 yang bersih dan jujur, namun dianulir oleh Amerika dan sekutunya. Selain itu adalah mulai dari wanita, anak-anak hingga pria dewasa di negeri Palestina adalah kebanyakan pejuang. Lihatlah betapa intifadah (perlawanan dengan menggunakan lemparan batu dan ketapel) sangat membuat kerepotan serdadu Israel sejak dahulu kala. Dan seharusnya Israel hari-hari terakhir ini wajib semakin takut karena ulah agresinya itu sangat tidak disukai oleh masyarakat segenap penjuru dunia, mulai dari Arab hingga Indonesia, Eropa hingga Amerika. Banyak dijumpai berbagai demo dengan mengusung slogan “Mampuslah Zionis”, “SAVE PALESINE!“, “Hentikan Agresimu Hai Israel, dll”, yang kesemuanya bermuara kepada simpati perjuangan rakyat Palestina atas tragedi kemanusiaan ini.

Sejatinya perang darat ini hanya akan membawa hasil akhir yang begitu jelas: Hancurnya sama sekali kekuatan HAMAS apabila Israel menang, atau malah dipukul mundurnya serdadu Israel oleh perjuangan para pejuang HAMAS hingga mereka sekali lagi menanggung rasa malu yang besar pasca bentrok dengan Hizbullah.

Mari para saudara-saudara seiman dan sekeyakinan, kita sangat berharap kepada Allah SWT dan kokonsistenan para pejuang Palestina untuk meraih kemenangan dalam perang ini. Kelakukan buruk para pasukan Zionisme sudah dalam taraf membuat semua masyarakat muak, marah dan bosan. Sudah terlalu banyak kezaliman yang ditimulkan oleh para Zionisme Yahudi didunia ini. Jikalau mereka masih saja pongah saat ini, tidak lain karena masih didukung oleh Amerika. Coba bayangkan seandainya Amerika semakin moderat dalam memandang konflik Timur Tengah, bisa dipastikan Israel tidak bisa lagi seenaknya berbuat semena-mena. Eropa perlahan namun pasti juga akan menarik dukungannya kepada Israel, karena sejatinya kepentingan mereka atas kestabilan di Timur Tengah juga sangat besar.

Lantas, kita sebagai saudara muslim apa yang bisa kita lakukan? Saya pribadi masih sekedar bisa membantu lewat jalan dana di http://www.kispa.org. Juga aktif dalam berkampanye boikot produk-produk Israel dengan memasang banner di website Busana Muslim dan Sewa Mobil di Bali saya. Atau kamu juga bisa membantu sumbangan dana lewat http://www.hidayatullah.com atau sumbangan ke relawan medis MER-C.

Terkahir, doa dan harapan kepada keberhasilan perjuangan saudara kita di Gaza Palestina juga jangan dilupakan. HIDUP PALESTINA!

Category: Internasional, Islam  | Tags: , ,  | One Comment
Thursday, January 01st, 2009 | Author: Arif Haliman

Alhamdulillah sudah memasuki tahun 2009. Ada banyak rencana dan harapan besar didepan sana. Semuanya memerlukan usaha dan doa yang fokus untuk mencapai tujuan itu. Namaun, di hari pertama pada tahun 2009 ini marilah kita sempatkan berhenti dan menoleh sejenak kepada sebuah peristiwa pilu tanggal 27 Desember 2008, dimana Israel membombardir Palestina dengan bom lebih dari 5 ton dari pesawat angkatan udaranya. Palestina, negeri yang masih terus berkecamuk itu seolah dijadikan Allah sebagai sebuah pelajaran nyata betapa musuh-musuh Islam akan terus selalu berupaya memerangi cahaya Islam.

Peristiwa kelam yang terjadi tepat 2 hari sebelum tahun baru 1430 Hijriah atau 4 hari sebelum tahun baru 2009 Masehi seakan memberi teguran kepada kita untuk merenung: Masih perlukah kita untuk merayakan pergantian tahun (Masehi) itu dengan berhura-hura seperti biasanya? Masih tegakah kita bergembira ria sedemikian rupa padahal saudara muslim kita di Palestina sedang menjalani hari-hari terburuk mereka? Apabila hati nurani dan solidaritas sesama manusia (muslim) masih menancap i kalbu, tertunya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas sudah jelas.

Oleh karena itu sangatlah wajar apabila beberapa negara seperti negara di Timur Tengah menunjukkan sedikit solidaritas dengan melarang adanya perayaan tahun baru di negara mereka. Terlepas dari sikap beberapa pemimpin dunia Arab yang masih melempem merespon tragedi ini, langkah ini sudah dianggap tepat.

Bagaimana dengan saudara-saudara kita di Indonesia? Negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia ini mayoritas masih merayakan malam pergantian tahun dengan penuh suka cita. Seolah lupa dengan tragedi Palestina yang masih berlangsung dan ancaman krisis finansial global yang masih mengintai, semoga mereka cepat sadar dan bangun cepat lagi pagi hari ini dengan sangat siap. Sebab perjuangan dan usaha yang harus dilakukan pada tahun ini dan yang akan datang untuk tetap survive dan makin bekembang, memerlukan sikap mental yang kuat, selalu fokus dan waspada, namun dengan tetap rileks yang pada tempatnya.

Namun, bahkan hari ini masih belum terlambat untuk memberikan kontribusi nyata untuk para mujahidin di Palestina. Sumbangkan donasi kamu untuk perjuangan Palestina salah satunya melalui http://www.kispa.org. Saya sudah melakukannya beberapa kali lewat lembaga ini. Juga kampanye saya untuk melawan keburukan Israel dengan memasang logo ANTI ISRAEL di website Busana Muslim saya. Hanya ‘hal-hal kecil’ seperti ini yang bisa kita lakukan. Tentunya insyaAllah tidak terlalu sulit bukan?

Sekarang, apa yang sudah dan akan kamu lakukan di hari pertama 2009 ini?

eXTReMe Tracker