Archive for the Category » Internasional «

Monday, January 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Minggu malam kemarin perang darat antara Palestina dan Israel baru berlangsung. Setelah sebelumnya selama 8 hari sejak 27 Desember Israel terus menggunakan serangan udara lewat bom yang dijatuhkan dari pesawat tempurnya, sepertinya perang darat seperti inilah yang akan menentukan siapa yang akan kalah atau menang. Saya pribadi (dan juga kebanyakan orang) sebagai pendukung berat HAMAS (Harakat al-Muqāwamat al -Islāmiyyah atau Islamic Resistance Movement) dan Palestina tentu mengharap sekali bahwa perang darat ini akan menjadi kenyataan seperti apa yang kerap dilontarkan para petinggi HAMAS : “Gaza akan menjadi kuburan bagi semua tentara Isreal!”.

Saya mengharap hasil akhir dari perang darat ini akan terjadi seperti saat Israel dengan gobloknya menyerang Hizbullah di Lebanon pada tahun 2006. Perang selama 33 hari tersebut akhirnya menjadikan Israel berikut tentaranya pulang dengan wajah kuyu menanggung malu. Terkesan gagah dan garang sewaktu menyerbu masuk Lebanon selatan, eh lha kok pada hari ke 33 pulang dengan sukses babak belur.

Namun yang jelas kali ini yang dihadapi Israel bukanlah Hizbullah yang didukung secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi oleh Iran dan Syria. Dana pribadi yang dimiliki Hizbullah sangatlah melimpah. Yang dihadapi Israel kali ini adalah HAMAS, salah satu pergerakan pembebasan dari sebuah negeri miskin bernama Palestina. Dana pribadinya tidak cukup melimpah, dan puluhan tahun dicap oleh Amerika sebagai organisasi teroris yang kerap suplai dananya dikerut.

Yang membuat Israel wajib takut kepada HAMAS adalah bahwa pergerakan pembebasan Palestina ini adalah satu-satunya gerakan yang tidak pernah bisa diajak kompromi. Anggotanya sangat militan dan berani sekaligus diakui kepemimpinannya oleh mayoritas rakyat Palestina dengan memenangkan pemilu demokratis tahun 2007 yang bersih dan jujur, namun dianulir oleh Amerika dan sekutunya. Selain itu adalah mulai dari wanita, anak-anak hingga pria dewasa di negeri Palestina adalah kebanyakan pejuang. Lihatlah betapa intifadah (perlawanan dengan menggunakan lemparan batu dan ketapel) sangat membuat kerepotan serdadu Israel sejak dahulu kala. Dan seharusnya Israel hari-hari terakhir ini wajib semakin takut karena ulah agresinya itu sangat tidak disukai oleh masyarakat segenap penjuru dunia, mulai dari Arab hingga Indonesia, Eropa hingga Amerika. Banyak dijumpai berbagai demo dengan mengusung slogan “Mampuslah Zionis”, “SAVE PALESINE!“, “Hentikan Agresimu Hai Israel, dll”, yang kesemuanya bermuara kepada simpati perjuangan rakyat Palestina atas tragedi kemanusiaan ini.

Sejatinya perang darat ini hanya akan membawa hasil akhir yang begitu jelas: Hancurnya sama sekali kekuatan HAMAS apabila Israel menang, atau malah dipukul mundurnya serdadu Israel oleh perjuangan para pejuang HAMAS hingga mereka sekali lagi menanggung rasa malu yang besar pasca bentrok dengan Hizbullah.

Mari para saudara-saudara seiman dan sekeyakinan, kita sangat berharap kepada Allah SWT dan kokonsistenan para pejuang Palestina untuk meraih kemenangan dalam perang ini. Kelakukan buruk para pasukan Zionisme sudah dalam taraf membuat semua masyarakat muak, marah dan bosan. Sudah terlalu banyak kezaliman yang ditimulkan oleh para Zionisme Yahudi didunia ini. Jikalau mereka masih saja pongah saat ini, tidak lain karena masih didukung oleh Amerika. Coba bayangkan seandainya Amerika semakin moderat dalam memandang konflik Timur Tengah, bisa dipastikan Israel tidak bisa lagi seenaknya berbuat semena-mena. Eropa perlahan namun pasti juga akan menarik dukungannya kepada Israel, karena sejatinya kepentingan mereka atas kestabilan di Timur Tengah juga sangat besar.

Lantas, kita sebagai saudara muslim apa yang bisa kita lakukan? Saya pribadi masih sekedar bisa membantu lewat jalan dana di http://www.kispa.org. Juga aktif dalam berkampanye boikot produk-produk Israel dengan memasang banner di website Busana Muslim dan Sewa Mobil di Bali saya. Atau kamu juga bisa membantu sumbangan dana lewat http://www.hidayatullah.com atau sumbangan ke relawan medis MER-C.

Terkahir, doa dan harapan kepada keberhasilan perjuangan saudara kita di Gaza Palestina juga jangan dilupakan. HIDUP PALESTINA!

Category: Internasional, Islam  | Tags: , ,  | One Comment
Thursday, January 01st, 2009 | Author: Arif Haliman

Alhamdulillah sudah memasuki tahun 2009. Ada banyak rencana dan harapan besar didepan sana. Semuanya memerlukan usaha dan doa yang fokus untuk mencapai tujuan itu. Namaun, di hari pertama pada tahun 2009 ini marilah kita sempatkan berhenti dan menoleh sejenak kepada sebuah peristiwa pilu tanggal 27 Desember 2008, dimana Israel membombardir Palestina dengan bom lebih dari 5 ton dari pesawat angkatan udaranya. Palestina, negeri yang masih terus berkecamuk itu seolah dijadikan Allah sebagai sebuah pelajaran nyata betapa musuh-musuh Islam akan terus selalu berupaya memerangi cahaya Islam.

Peristiwa kelam yang terjadi tepat 2 hari sebelum tahun baru 1430 Hijriah atau 4 hari sebelum tahun baru 2009 Masehi seakan memberi teguran kepada kita untuk merenung: Masih perlukah kita untuk merayakan pergantian tahun (Masehi) itu dengan berhura-hura seperti biasanya? Masih tegakah kita bergembira ria sedemikian rupa padahal saudara muslim kita di Palestina sedang menjalani hari-hari terburuk mereka? Apabila hati nurani dan solidaritas sesama manusia (muslim) masih menancap i kalbu, tertunya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas sudah jelas.

Oleh karena itu sangatlah wajar apabila beberapa negara seperti negara di Timur Tengah menunjukkan sedikit solidaritas dengan melarang adanya perayaan tahun baru di negara mereka. Terlepas dari sikap beberapa pemimpin dunia Arab yang masih melempem merespon tragedi ini, langkah ini sudah dianggap tepat.

Bagaimana dengan saudara-saudara kita di Indonesia? Negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia ini mayoritas masih merayakan malam pergantian tahun dengan penuh suka cita. Seolah lupa dengan tragedi Palestina yang masih berlangsung dan ancaman krisis finansial global yang masih mengintai, semoga mereka cepat sadar dan bangun cepat lagi pagi hari ini dengan sangat siap. Sebab perjuangan dan usaha yang harus dilakukan pada tahun ini dan yang akan datang untuk tetap survive dan makin bekembang, memerlukan sikap mental yang kuat, selalu fokus dan waspada, namun dengan tetap rileks yang pada tempatnya.

Namun, bahkan hari ini masih belum terlambat untuk memberikan kontribusi nyata untuk para mujahidin di Palestina. Sumbangkan donasi kamu untuk perjuangan Palestina salah satunya melalui http://www.kispa.org. Saya sudah melakukannya beberapa kali lewat lembaga ini. Juga kampanye saya untuk melawan keburukan Israel dengan memasang logo ANTI ISRAEL di website Busana Muslim saya. Hanya ‘hal-hal kecil’ seperti ini yang bisa kita lakukan. Tentunya insyaAllah tidak terlalu sulit bukan?

Sekarang, apa yang sudah dan akan kamu lakukan di hari pertama 2009 ini?

Thursday, November 27th, 2008 | Author: Arif Haliman

Rusuh politik sedang merambah negara Thailand. Negeri Gajah Putih ini sedang meradang karena kondisi negaranya sedang dilanda carut-marut politik yang tak kunjung henti. Seperti biasanya, kerusuhan politik selalu berimbas ke kerusuhan lain seperti demo anarkis, blokade gedung pemerintahan dan fasilitas umum, dan sebagainya. Seperti dilaporkan Jawa Pos, rusuh politik di Thailand ini dipicu oleh ketidakpuasan rakyat terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Somchai Wongsawat yang notabene adik ipar mantan PM Thaksin Shinawatra, dan menuntutnya mundur. PM ini ditengarai banyak melakukan korupsi seperti yang dilakukan oleh kakak iparnya.

Sekarang ini banyak turis mancanegara yang berniat bulat eksodus dari Thailand. Namun apa daya niat itu sulit dilakukan karena 2 bandar udara terbesar di bandara dikuasai para demonstran. Semua penerbangan dari dan ke Thailand semuanya dibatalkan. Bisa dibayangkan betapa makin uring-uringannya para turis itu. Hal ini mirip dengan kejadian bom Bali pertama tahun 2002 lalu. Saat itu banyak sekali turis manca yang berniat sesegera mungkin meninggalkan Bali karena sangat ketakutan. Gelombang eksodusnya sama, namun penyebabnya berbeda. Tidak ada demonstran di bandar udara Ngurah Rai Bali sehingga arus eksodus tetap lancar dan terlayani. Hal ini sedikit banyak bisa melegakan para turis itu.

Nah, apa hubungan antara konflik Thailand dengan Bali? Erat sekali saudara-suudara! Hal ini terutama terkait dengan pariwisata Bali. Seperti yang sudah diketahui bahwa Thailand dan Bali bersaing ketat dalam hal pariwisata. Thailand dengan Phuket dan Bali dengan Kuta seolah 2 orang sprinter yang saling kejar agar kunjungan turisnya selalu unggul. Dengan adanya konflik disana, para turis tentunya akan mikir ngapain juga liburan ketempat perang kayak gitu? Mending juga pergi ke Bali aja ahh..begitu kira-kira pikiran mereka. Dan disinilah momentum ini akan bertemu: Peak Season new year yang memang selalu penuh + tambahan turis yang batal ke Thailand namun memilih old and new di Bali. Hasilnya ? Peak Season Plus ! :) Okupansi Bali hotel dan Bali car rental kemungkinan akan mengalami lonjakan permintaan yang lebih tinggi.

Yang jelas adalah industri pariwisata di Thailand akan semakin terpukul. Syarat pertama sebuah negara dalam mempromosikan pariwisatanya adalah keamanan dan kenyamanan. Dan inilah yang tidak dimiliki Thailand saat ini. Kita ingat betapa syarat ini juga tidak dimilik Indonesia pasca bom Bali dan pengeboman di berbagai kota di Indonesia lainnya. Jangankan berita pengeboman, kabar eksekusi Amrozi cs saja sudah mampu membuat tempat wisata di Bali menjadi sepi.

Namun tentunya kita berharap apapun konflik yang sedang terjadi di Thailand segera diakhiri saja. Bukannya apa-apa, tentunya solidaritas sesama Asia dan atas nama kemanusiaan harus kita junjung tinggi daripada sekedar urusan bisnis. Bagaimanapun juga bangsa Indonesia pernah dan sering mengalami situasi pahit akibat rusuh seperti ini. Dan itu sangatlah tidak enak.

Okay Thailand, semoga cepat membaik kondisimu. Rukun, aman dan sentosa semoga kembali lagi diatas bumi Thailand. Amin

eXTReMe Tracker