Archive for the Category » Bali «

Wednesday, November 11th, 2009 | Author: Arif Haliman
Mejeng dulu sebelum turun ke lokasi air terjun

Gitgit Waterfal Bali. Dalam bahasa Indonesia artinya Air Terjun Gitgit Bali. Sesuai namanya, ini adalah sebuah tempat wisata yang mengandalkan air terjun sebagai obyek utamanya. Air terjun ini berlokasi di desa Gitgit, sekitar 2 jam perjalanan mobil dari kota Denpasar. Gitgit sudah masuk wilayah Singaraja, kurang lebih hanya sekitar 15 menit perjalanan mobil menuju pusat kota Singaraja. Kalau kamu berwisata ke Pulau Bali, pastikan tempat ini menjadi salah satu obyek wisata yang akan kamu kunjungi.

Saya merekomendasikan kamu untuk mengunjunginya, karena saya baru saja mengunjungi tempat wisata air terjun Gitgit ini hari minggu, 3 hari yang lalu. Sebetulnya, sudah agak lama saya bersama istri mencari waktu yang tepat di hari libur minggu untuk bisa berwisata ke tempat ini. Namun ada saja halangan. Mulai pingin males-malesan saja dirumah hari minggu, ada acara undangan teman, atau (seringnya) pas mobil sedang tidak ada dirumah, alias sedang dipinjam oleh tamu saya.

Penasaran saja, 8 tahun sudah bermukim di Bali namun belum satupun melihat yang namanya air terjun di Bali :) Jadinya, alhamdulillah hari minggu kemarin kita berkesempatan untuk mengunjunginya. Bagi kamu yang sering ke tempat wisata Bedugul yang terkenal cantik itu, kamu tinggal 30 menit saja perjalanan untuk sampai di Gitgit. Secara garis besar, karena saya tinggal di Denpasar, rute yang saya ambil untuk menuju Gitgit adalah Denpasar - Tabanan - Baturiti (Bedugul) - Gitgit. Total perjalanan adalah 2 jam pakai mobil.

Foto sambil basah kuyup kena cipratan air tejun..

Foto sambil basah kuyup kena cipratan air terjun..

Selepas dari Bedugul, kamu akan melewati kawasan hutan selama kurang lebih 30 menit itu. Hutan ini sudah masuk di wilayah kota Singaraja. Salah satu keasyikan melintasi hutan ini adalah, kita disuguhi pemandangan danau (sori gak tahu namanya) yang terbentang di bawah sono. Indah sekali. Apalagi kalau pas suasana agak mendung, siluetnya itu lho yang bikin kesengsem.

Satu lagi keasyikan adalah mengamati kawanan monyet yang berdiri disepanjang pinggir jalan. Kalau kamu bermobil dengan anak kecil, dijamin dia akan senang sekali karena mungkin terheran-heran kok bisa-bisanya monyet-monyet itu mejeng di pinggir jalan. Begitu juga dengan anak saya Tika, dia gak henti-hentinya tertawa dan kegirangan demi melihat kawanan monyet itu. Kalau ingin lebih asyik lagi, kita bisa berhenti dan mendekati para monyet itu. Sepertinya mereka jinak-jinak saja, karena saya melihat banyak juga turis (terutama bule) yang sibuk potret sana potret sini kawanan monyet ini dari jarak dekat.

Tapi khusus buat supir, jangan terlalu keasyikan ya. Tepat konsentrasi dengan setir, karena ingat, ini adalah kawasan hutan yang jalannya selalu berkelok-kelok, naik turun, dan licin kalau pas lagi hujan.

Sesampainya di Gitgit, untuk mencapai obyek wisatanya, diperlukan perjuangan yang lumayan berat. Bagi kamu yang kurang berolahraga jalan kaki, sebaiknya kamu menyesalinya :) Dari tempat parkir mobil, kita harus turun menyusuri jalanan setapak sepanjang lebih kurang 500 meter. Di sepanjang jalanan setapak ini, kita akan menjumpai banyak pedagang cinderamata standar seperti patung, kalung, kaos, aromaterapi Bali, dsb. Kalau kamu sebelumnya sudah capek berwisata ketempat lainnya, siap-siap saja kaki akan merasa super pegal. Sesekali berhenti dan istirahat sangat disarankan untuk menghilangkan sedikit pegal. Tapi, biasanya, setelah sampai di lokasi air terjunnya, kemungkinan pegal tadi akan berangsur-angsur hilang.

Tepat di lokasi air terjun, kita akan disuguhi sebuah pemandangan indah berupa air terjun dengan ketinggian sekitar 40 meter. Hawanya yang sangat sejuk ditambah suasana hutan yang bagaimanaaaa gitcu, bisa mengganti bayaran atas capeknya mencapai lokasi ini. Dibawah air terjun, terdapat kolam dengan diameter sekitar 4 meter. Disini asyik untuk dipakai berendam. Tidak ketinggalan batu-batu cadas yang mengelilingi sekitar air terjun ini. Dengan latar belakang sungai kecil yang mengalir jauh, berfoto di antara batu-batu besar ini bisa jadi akan menjadi foto favorit kamu sepanjang masa :)

Tidak lupa ritual makan bakso kalau ke Bedugul :)

Oh ya, kalau tadi saya bilang menuruni jalan menuju lokasi air terjun lumayan berat, sekarang kalau balik menaiki jalan menuju atas lebih berat lagi :) Napas makin ngos-ngosan. Oleh karena itu, saya sarankan, banyak-banyak olahraga kaki ya? Seperti saya nih yang gemar bersepeda hehehe..

Atau, untuk mengobati pegal-pegal karena harus balik lagi keatas, mungkin ritual saya berikut bisa kami contoh. Apa ritual itu? Kalau melewati Bedugul, hukumnya wajib untuk berhenti dulu dan makan bakso! Asli dijamin kamu bakal ketagihan. Ya iyalah, kapan lagi bisa makan bakso hangat dengan pemandangan danau yang indah??

Wa kak kak kak…

Category: Bali, Pribadi  | Tags: , ,  | 3 Comments
Saturday, September 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari ini adalah hari ke 15 puasa di bulan Ramadhan 1430 H / 2009 M. Secara fisik, alhamdulillah saya masih mampu berpuasa selama ini tanpa ada hambatan berarti. Cuaca di Bali akhir-akhir ini yang seringnya tidak jelas, kadang panas menyengat namun kadang bisa turun hujan secara tiba-tiba turut menyertai hari-hari berpuasa. Secara mental (dikaitkan dengan suasana atau atmosfer bulan Ramadhan di Bali) juga tidak ada hambatan. Mungkin karena saya sudah terbiasa ber-Ramadhan ria di Bali sehingga sudah paham suasananya.

Seperti diketahui, berpuasa di pulau Bali suasananya mungkin sedikit berbeda dengan misalnya di pulau Jawa. Disini para pedangan (makanan) akan tetap buka seperti hari-hari diluar Ramadhan. Kecuali Warung Pecel Madiun yang berlokasi di Renon Denpasar (yang ramai saban hari dan memang luar biasa enak pecelnya), tutup penuh selama Ramadhan.  Orang-orang, apakah itu lokal atau bule, tetap dengan santainya makan ditempat makan secara terbuka. Cara berpakaian juga begitu, masih tetap open dan tidak merasa risih. Hal ini mungkin bisa dimengerti, karena Bali bukan mayoritas penduduk beragama Islam, dan terlebih orang-orang bule itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Ramadhan.

Beberapa toleransi yang ada di pulau Jawa dan pulau lain yang mayoritas berpenduduk muslim, misalnya beberapa warung makanan tidak secara demonstratif membuka warungnya dan menampakkan segala menu makanan yang gampang dilihat dari luar. Beberapa warung malah akan menutup total dagangan mereka demi kekusyukan beribadah, dan akan buka kembali pasca Lebaran. Cara berpakaian para wanitanya mungkin juga akan sedikit tertutup demi menghormati bulan penuh rahmat ini.

Namun bisa saya sampaikan disini bahwa, di Bali terutama yang basis penduduk muslimnya lumayan besar seperti di kota Denpasar, pada malam hari antara waktu Maghrib dan Isya, pemandangan layaknya di kota Jawa akan terlihat. Apa itu? Berduyun-duyunnya para kakek, nenek, bapak, ibu, remaja, anak kecil dan semua orang muslim menuju masjid atau mushola untuk melaksanakan shalat Tarawih.

Sehingga dijalanan akan jamak dijumpai orang-orang berjalan kaki, bersepeda motor atau bermobil menuju masjid dengan memakai peci, sarung, mukena, sajadah dan atribut shalat lainnya. Suasana seperti ini khas suasana yang sering saya jumpai di Jawa. Terlebih kalau kita melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Agung Sudirman Denpasar, rasa-rasanya ini sudah bukan Denpasar lagi, tapi Mojokerto kota tercinta saya :) .

Satu lagi yang sama dengan suasana Ramadhan di Jawa, adalah maraknya para pedagang takjil (menu awal buka puasa). Hal ini terutama terlihat didaerah sekitar kampus negeri Universitas Udayana Bali sekitaran Jl. Panglima Sudirman Denpasar. Dikampus saya dulu di Universitas Brawijaya Malang, pemandangan seperti ini juga lazim terlihat. Para pedagang dadakan itu adalah mayoritas para mahasiswa. Sepertinya misi utama mereka tidaklah mencari untung materi, namun sekedar ikut menambah semarak dan kegairahan dibulan puasa ini dengan ikut menggelar dagangan berupa makanan kecil sebagai menu awal buka puasa.

Hanya sekedar mengingatkan, yang terpenting dari berpuasa adalah, kualitas ibadah secara maksimal yang bisa kita lakukan. Perbanyak shalat, membaca Al-Quran, sedekah, menahan diri dari semua hal jelek adalah yang utama dibulan puasa Ramadhan ini.

Category: Bali, Umum  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Thursday, July 16th, 2009 | Author: Arif Haliman

Helo bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas, adek-adek sekalian..Mumpung liburan bulan ini belum habis sama sekali (soalnya masih ada aja nih yang pinjem mobil lewat website sewa mobil Bali punyaku). Biar gak bingung kemana saja tempat-tempat wisata asyik yang bisa kamu kunjungi, terutama yang berlibur sekitar 3 hari di Bali, silakan di review mengenai tempat-tempat wisata (places of interest) menarik berikut dibawah:

Kintamani Tour
Tempat-tempat yang bisa dikunjungi:

- Batu Bulan (Tari Barong)
- Ubud (Monkey Forest, Goa Gajah, Gunung Kawi, Tegal Alang, Tampak Siring)
- Kintamani (Volcano, Pemandangan Danau)

Bedugul Tour
Tempat-tempat yang bisa dikunjungi:

- Pura Mengwi
- Alas Kedaton (Kera dan Kelelawar)
- Bedugul (Pura Beratan, Pasar Buah, Kebun Botanikal)
- Jati Luwih (Pemandangan Sawah)
- Tanah Lot (Pura,  Sunset)

Candidasa Tour
Tempat-tempat yang bisa dikunjungi:

- Batu Bulan (Tari Barong)
- Celuk (Perajin Perak)
- Mas (Anyaman Kayu)
- Pura Besakih
- Goa Lawah
- Desa Tengenan
- Candidasa

Rute atau itinerary ini cocok apabila kamu akan berlibur selama 3 hari di Bali. Tapi tentu saja tempat-tempat wisata menarik diatas bisa kamu modifikasi sesuka hati. Pastikan saja waktu dan lama perjalanan tidak amburadul agar setiap tempat bisa sukses terkunjungi. Kalau amburadul juga? Well, mungkin bisa segera lain waktu datang lagi ke Bali :)

Masih perlu advise lebih jauh tentang liburan di Bali? Kunjungi saja website rental mobil Bali http://www.baliwebby.com ini. Informasi dan layanannya dijamin paten.

See you here soon!

Sunday, July 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Ya, saya merasakan adanya semangat baru di website Bali hotel saya yaitu BaliHotelBooking.com. Semangat baru ini timbul karena akhirnya kelar juga merampungkan database hotel Bali dari pihak ketiga (Travelocity) dan kemudian menghubungkannya di website Bali hotel saya ini. Dengan adanya database dari Travelocity ini, faktor yang paling enak bagi saya adalah, bahwa hampir semuanya - mulai dari urusan kontak hotel sampai tagihan kartu kredit - ditangani oleh pihak Travelocity.

Mengapa hal ini kemungkinan bisa terjadi ? Sebabnya pihak Travelocity menyediakan sebuah booking engine yang didalam sistem ini memungkinkan para calon tamu untuk melakukan cek secara langsung (real time) apakah kamar di hotel X yang mereka inginkan pada periode tertentu sedang tersedia (available) atau tidak. Kalau akan tersedia maka silakan isi data kartu kredit dan submit form onlinenya. Kalau tidak, ya silakan cari kamar hotel lain yang mungkin tersedia pada periode yang sama. Pendeknya, calon tamu bisa langsung mendapatkan instant confirmation atau konfirmasi langsung secara pasti apakan kamarnya tersedia atau tidak. Cool, huh?

Sekedar informasi, website Bali hotel booking milik saya ini sudah sangat lama mangkrak alias menganggur. Memang disana sebelumnya terlihat seakan-akan ‘hidup’ dan menerima reservasi dengan normal. Padahal sebetulnya tidak. Kalau ada email booking biasanya saya biarkan saja. Lha gimana mau mem-follow up email itu kalau kontrak rate dari hotel saja tidak punya? Akhirnya ya gitu deh, sejak awal pembuatannya tahun 2005 sampai sekarang website mengenai hotel di Bali ini seperti hidup segan mati tak mau :) .

Nah, akhirnya sejak awal Juli 2009 ini, terinspirasi oleh sebuah website papan atas di Google yang juga mengenai Bali hotel, akhirnya saya rampung juga menemukan cara bagaimana agar website tentang Bali Hotel ini kalau ada email masuk, terus akan ada yang merespon balik ke tamunya, syukur-syukur kemudian tamunya melakukan konfirmasi, dan uang komisi akhirnya kudapat :) . Travelocity adalah jawabnya. Hip..hip..hurraaa!

Dengan adanya database hotel dengan fasilitas konfirmasi ketersediaan kamar live ini, saya berharap untuk bisa mengembangkan diri untuk terjun ke dunia bisnis pariwisata khususnya di Bali. Syukur alhamdulilah Bali sudah pulih lagi dari hantaman bom 2 kali berturut-turut sebelumnya. Indikasi bahwa pariwisata Bali sudah pulih kembali adalah jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang tertinggi pada peak season akhir tahun 2008 yang lalu. Dan sepertinya masih stabil untuk memasuki separuh tahun 2009 ini. Kunjungan wisatawannya tertinggi melebihi masa sebelum adanya bom Bali, atau bahkan malah sejak adanya pulau Bali hehe.. :)

Saya bisa merasakan dan melihat secara langsung indikasi masih stabilnya kunjungan wisatawan luar negeri ke Bali pada paruh 2009 ini. Tidak lain tidak bukan website Bali car rental saya pada high season Juli-Agustus ini Alhamdulillah sedang kebanjiran tamu :) . Banyak tempat-tempat menarik di Bali juga membludak pengunjungnya. Walaupun sempat terganggu dengan adanya kejadian suspect flu babi yang menimpa beberapa turis asing yang bisa lolos masuk Bali, insyaAllah semuanya bisa segera teratasi sehingga Bali tetap ramai dikunjungi tidak hanya oleh turis manca namun juga turis lokal.

Monday, June 15th, 2009 | Author: Arif Haliman

Joger Bali seakan sudah menjadi legenda merek perkaosan di Bali pada khususnya, dan di Indonesia pada umumnya. Hampir bisa dipastikan, semua orang di Indonesia, khususnya mereka yang sudah pernah melancong ke pulau Dewata Bali pasti mengetahui merek kaos ini. Mungkin kalau dibuat semacam acara Kuis Family 100 dan pertanyaannya adalah Apa yang terlintas dibenak Anda tentang merek kaos Indonesia? Pasti jawaban pertama adalah Joger!

Joger adalah produk kaos asli Bali yang hanya dijual di pulau Bali dan hanya menempati satu toko di kawasan Kuta. Sang pemilik yang bernama Joseph Theodorus Wulianadi memang mengonsep penjualan kaosnya ini dengan strategi semacam itu. Dia tidak mau membuka Joger di kota lain selain Kuta. Jangankan kota lain, ditempat lain dikota yang sama yaitu Kuta saja dia juga tidak mau. Harapannya bisa ditebak, agar merek kaos pabrik kata-kata asli Bali ini bersifat ekslusif dan sulit dipalsukan.

Adalah omong kosong kalau ada yang mengaku mendapatkan kaos ini di pasar Klewer Solo misalnya. Juga sama bullshitnya kalau ada yang mengaku membeli kaos ini di Ancol Jakarta. Pokoknya kalau mau kaos Joger Bali, ya belinya harus di Kuta Bali.

Ada satu slogan kata-kata yang begitu menancap dibenak saya kalau melintas depan toko Joger, yaitu: INI TEMBOK JOGER, BUKAN TEMBOK BERLIN. Hehe..Nih kata-kata memang sarap tenan. Sejak saya mengunjungi toko ini pertama kali waktu acara rekreasi SMA kelas 3 tahun 1997, sampai sekarang tulisan itu masih bisa membuat saya cengar-cengir geli. Ya iyalah itu memang temboknya Joger, bukan tembok siapa-siapa! Gokil abis tulisan itu :)

Lokasi toko Joger Bali terletak di jalan Raya Tuban Kuta. Hanya berjarak sekitar 4 km dari bandara Ngurah Rai Bali. Posisinya sangat strategis berada persis di persimpangan jalan Utama yang padat dilalui lalu lalang kendaraan. Posisinya yang berseberangan dengan hotel Ratna yang menyasar tamu domestik dan supermarket Supernova menambah pas lokasi itu. Maka bisa dibayangkan, untuk toko sekaliber Joger, dengan luas areal bangunan yang tidak terlalu besar itu, yang namanya kemacetan lalu lintas kerap terjadi. Coba saja melintasi daerah sana sekitar sore hari menjelang sunset, apalagi pas hari sabtu atau minggu. Wadooww..Gak kuat mak! Macet puol!

Saya mungkin bisa memahami betapa Pak Joseph ini sebenarnya puzing tujuh keliling memikirkan gimana caranya mengatasi keruwetan ini. Serba salah memang. Mau merperluas bangunan kayaknya sudah gak mungkin. Disana sudah sangat crowded bangunannya. Lagian harga tanahnya pasti mahal minta ampun. Tidak diperluas yang ada ya yang kayak gini nih, zuper crowded.

Daripada memikirkan keruwetan lalu lintas didepan kantornya itu, bagi kita para konsumennya mending cukup ‘unjuk rasa’ aja ke dia kalau harga kaosnya itu mahal banget. Bandingkan sendiri saja deh dengan kaos merek lain. Tapi bagaimanapun, dari sisi bisnis, kita patut mengacungkan jempol buat dia. Mungkin memang itu salah satu keberhasilan strategi bisnis Joger, bisa menjual dengan harga tinggi karena keekslusifan produk yang mereka pasarkan.

So, pergi ke Bali? Jangan lupa ya berkunjung ke Joger!

——————————————–

UPDATE 11 November 2009.

Kabar terbaru tentang Joger. Toko pabrik kata-kata ini sekarang tidak hanya ada di Kuta. Demi melihat jalur wisata yang menjuju Bedugul adalah yang teramai dilalui oleh wisatawan lokal, maka per September 2009 Joger membuka toko kedua di daerah Luwus. Luwus adalah sebuah desa, sekitar 20 menit berkendara mobil menuju arah Bedugul. Dalam acara rekreasi saya ke Air Terjun Gitgit yang searah dengan Bedugul (dan tentu saja melewati lokasi toko kedua Joger ini), saya sudah mendatanginya dan tentu saja berbelanja beberapa kaos ;)

Daripada kamu bersusah-payah dan berpanas-panasan berbelanja produk Joger di Kuta, sepertinya tempat baru ini jauh lebih representatif. Tempat parkirnya luas, bangunannya luas, dan tentu saja lebih nyaman dan enak untuk dibuat berbelanja. Kalau yang di Kuta? Alamak, enggak deh kesana lagi kalau gak terpaksa!

Category: Bali  | Tags: , , , ,  | Leave a Comment
Sunday, June 14th, 2009 | Author: Arif Haliman

Menyambung tulisan saya sebelumnya mengenai Bali Mendekati High Season, kali ini saya akan menulis mengenai betapa akan ramainya pulau Bali diserbu tidak hanya oleh para wisatawan domestik namun juga mancanegara. Ditulisan sebelumnya yang bercerita dari sisi wisatawan domestik, kali ini saya akan bercerita dari sisi wisatawan mancanegara, atau sebutan kerennya: Bule hehe..

Secara pribadi, saya menginformasikan bahwa Bali akan kembali ramai di high season Juli sampai Agustus tahun ini. Indikasinya adalah jumlah email booking Bali car rental saya berikut konfirmasinya melonjak tinggi (sekitar 2,5 kali lipat) dari kondisi normal atau low season pertengahan Januari sampai Juni. Untuk bulan Juni ini yang masih sampai di pertengahan bulan, pendapatan kotor website Bali car rental saya sudah mencapai target. Syukur Alhamdulillah… Harapan saya sampai dengan akhir Juni ini pendapatan itu masih bisa membumbung tinggi ;)

Saya yakin kondisi ini tidak hanya saya saja yang mengalaminya. Para kompetitor saya (mari kita sebut saja: rekan, agar konotasinya tidak berupa persaingan, namun kerjasama) pasti juga merasakan hal yang sama, yaitu email booking mereka meningkat, dan mestinya, juga konfirmasinya.

Kalau untuk bulan Juni saja sudah sangat terasa kenaikan tamu yang didapat, bulan Juli dan Agustus insyaAllah akan lebih besar lagi. Bisa dibilang bulan Juni ini masih berupa pemanasan. Ibaratnya motor di pagi hari yang perlu dipanasi. Kalau sudah cukup panas mesinnya, maka motor itu akan langsung tancap gas. Kalau sudah masuk Juli, dan juga Agustus, maka inilah masa-masa yang disebut high season di Bali: Masa ramai-ramainya Bali penuh sesak oleh kunjungan wisatawan domestik maupun bule.

Bisnis Bali car rental saya yang 90% menyasar para tamu dari luar negeri, tetap didominasi oleh tamu dari negara Eropa dan Asia. Menyusul kemudian adalah Australia. Warga negara Eropa yang paling banyak memakai jasa sewa mobil di Bali saya kebanyakan dari Jerman, Inggris, Spanyol, Perancis. Dari Asia yang terbanyak berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand. Sisa 10% adalah peminjam mobil dari dalam negeri sendiri, utamanya mereka yang berasal dari Jakarta. Jadinya, lokal dan bule campur aduk jadi satu nantinya di Bali!

Maka, di high season ini, pelaku wisata di Bali lah yang akan sangat sumringah. Mereka seakan tidak merasa kesulitan untuk menjual apa yang menjadi barang jualannya. Bagi pemilik hotel, tingkat hunian kamar pastilah penuh. Bagi pemilik jasa sewa mobil Bali pastinya armada mobil mereka banyak yang beroperasi. Bagi pengelola restoran dan kafe, tentu juga tidak ketinggalan. Bagaimana dengan Joger Bali ? Aduh, yang ini dari dulu sampai sekarang kayaknya gak pernah sepi deh! :)

Menurut pengamatan saya, selama insyaAllah tidak ada kajadian aneh-aneh kayak Bali bombing kemarin, sepertinya tahun 2009 ini Bali betul-betul akan kembali ke performa terbaiknya. Setelah sebelumnya akhir tahun 2008 sudah mencapai titik tertinggi untuk kunjungan turisnya dibanding tahun-tahun sebelumnya, sepertinya tahun 2009 ini jumlah kunjungan akan meningkat. Para pelaku pariwisata di Bali insyaAllah bisa tetap tersenyum lebar menyambut tahun-tahun wisata berikutnya.

Bagaimana dengan persiapanku sendiri menyambut kondisi yang kian kondusif ini ? Well, website Bali Hotel saya sepertinya harus segera di tune up untuk segera bisa beraksi penuh mulai tahun ini. InsyaAllah!

Friday, June 12th, 2009 | Author: Arif Haliman

Bagi para pelaku bisnis pariwisata di Bali, bulan Juli dan Agustus di setiap tahunnya selalu dinanti-nanti. Pasalnya dibulan-bulan inilah para wisatawan lokal maupun mancanegara akan menyerbu Bali untuk berekreasi bersama teman-teman ataupun keluarga. Di kedua bulan inilah kesempatan para pelaku bisnis pariwisata untuk mengeruk keuntungan secara signifikan.

Bagi para wisatawan lokal, bulan Juli bertepatan dengan liburan sekolah. Seperti sudah menjadi tradisi, para siswa sekolah itu (biasanya anak sekolah menengah pertama dan menengah atas) akan berlibur ke pulau Dewa Bali bersama rombongan. Umumnya mereka mencarter bis dari daerah asal mereka dan berangkat berama-ramai menuju Bali. Tidak ketinggalan juga sebuah keluarga yang memilih berlibur sendiri dengan menumpang pesawat terbang. Para pelancong domestik ini seringnya berasal dari pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan sekitarnya, Surabaya dan sekitarnya termasuk Malang. Namun tidak jarang pula pelancong dari Medan sering terlihat disini.

Begitulah yang sedang dan akan terjadi mengenai High Season (musim tinggi / ramai) di Bali. Sebagai salah satu pelaku bisnis pariwisata di Bali (dalam hal ini saya bergerak di usaha sewa mobil di Bali), saya merasakan adanya peningkatan permintaan dan konfirmasi sewa mobil melalui website saya http://www.baliwebby.com. Di pertengahan bulan Juni ini mestinya masih belum apa-apa. Mendekati akhir bulan, untuk wisatawan domestik, saya bisa memastikan permintaan sewa mobil ini akan semakin meningkat.

Tidak ketinggalan dengan penginapan baik itu berupa Bali Hotel, villa atau losmen (hotel kelas melati) sudah pasti akan fully booked juga. Saya mengetahui informasi ini dari beberapa penelpon yang ingin meminjam mobil, mereka sekalian minta dibookingkan sebuah kamar hotel di Bali. Mereka minta tolong lewat saya karena beberapa dari mereka sudah mulai kesulitan untuk mencari kamar yang masih kosong untuk hari-hari kedepan ini.

Begitulah, seiring dengan semakin membaiknya kondisi pariwisata Bali setelah sebelumnya dihajar 2 kali kejadian Bali bombing, roda perekonomian yang utamanya ditopang dari sektor pariwisata (tourism) semakin lancar dan kencang bergerak.

Yang ketiban rezeki tidak hanya mereka yang bergerak di bidang akomodasi (hotel, villa, losmen, dsb) dan transportasi (rental mobil, tur, charter, dsb) namun tentunya Pak Joger :) . Pendiri pabrik kata-kata kaos Joger Bali ini bisa dipastikan akan semakin buncit perutnya. Lihatlah betapa macetnya jalan raya depan tokonya di Kuta itu terutama menjelang sore hari. Hari biasa saja asal itu sabtu dan minggu selalu ramai disana. Bagaimana jadinya kalau itu nanti pas high season?? Udah deh, apalagi bawa mobil, jangan lewat sana dah!

Itu saja dulu sekilas pandangan mengenai Bali menyongsong high season tahun 2009 ini. Pasti ramai dan crowded! Dan harap diketahui, harga kamar hotel pastinya akan membumbung tinggi. Surcharge atau naiknya sekitar 10%. Lumayan itu..

Tulisan lain insyaAllah akan menyusul mengenai crowdednya Bali dilihat dari kunjungan para bule atau wisatawan mancanegara.

Nah, sudah siapkah kamu berlibur ke Bali liburan tahun ini?

Thursday, June 11th, 2009 | Author: Arif Haliman

Menyambung informasi mengenai keberadaan masjid di Bali, ini ada satu lagi informasi dari saya mengenai sebuah masjid di Bali. Minggu kemarin saya kembali lagi ke tempat favorit rekereasi saya ini bersama ibu dan embah saya. Ceritanya nih, ngelencer sambil jalan-jalan bersama beliau-beliau sekembalinya dari acara mudik ke Mojokerto beberapa hari sebelumnya. Setelah shalat Ashar sekitar pukul 4 sore, tidak lupa saya mengabadikan masjid ini dengan latar depan foto saya yang gagah perkasa menyandang sarung tapi lupa bawa golok :)

Nah, terutama buat kamu yang sedang berekreasi ke Bali dan berkunjung ke Bedugul, tidak ada alasan untuk tidak bisa mendirikan shalat dengan nyaman di daerah ini. Sekedar tambahan informasi, daerah Baturiti Bedugul ini adalah salah satu daerah di Bali yang mayoritas dihuni oleh para muslim. Mereka berasal kebanyakan dari Bugis dan Jawa, dan juga penduduk asli yang sudah turun menurun menetap di daerah ini. Jadi jangan heran kalau walaupun para bule dan turis lokal banyak berseliweran disini, para pedagangnya yang wanita kebanyakan memakai kerudung atau jilbab.

Musholla dan masjid banyak dijumpai di daerah Bedugul ini. Tapi menurut saya yang paling spektakuler adalah Masjid Besar Al Hidayah Bedugul. Masjid ini lokasinya berada dibagian atas mirip bukit, dan menghadap langsung ke Danau Beratan Bedugul. Sumpah! Lokasi masjid ini sangatlah menawan karena viewnya yang aduhai langsung menghadap ke danau yang sangat terkenal indah itu. Seumur-umur baru sekali ini saya bisa shalat disebuah masjid dengan pemandangan danau di sebuah dataran tinggi berhawa sejuk. Adem deh..

Berulangkali saya berkunjung ke Danau Beratan Bedugul Bali seperti saat ini, namun sepertinya tidak pernah bosen. Hawanya yang suejuk dan sedikit romantis, membuat kangen siapa saja untuk berkunjung kembali ketempat ini. Kebun Raya Baturiti Bali yang sangat asri dan luas banget (kayak Kebun Raya Bogor gitu, dah) lokasinya juga sangat dekat dengan Masjid Besar Al Hidayah dan Danau Beratan Bedugul itu sendiri. Di dalam komplek kebun raya itu bahkan juga ada penginapan yang bertarif sekitar Rp 300.000 per malam. Warung buat makan? Jangan tanya deh, banyak bertebaran namun berada diluar komplek kebun. Kebanyakan makanan halal karena yang menjual adalah orang-orang muslim juga disana.

Okay deh..Nantikan lagi ya update masjid-masjid di pulau Bali edisi berikutnya!

Saturday, May 09th, 2009 | Author: Arif Haliman

Kalau kamu berlibur ke Bali dan belum sempat mampir ke Pasar Seni Sukowati, bisa dipastikan kamu sangat ketinggalan jaman. Sebagai turis lokal, pasar seni Sukowait is a must-visit place, sebuah tempat yang harus dikunjungi. Kalau ke Bali dan tidak mengunjungi pasar seni ini, seperti kamu ke Bali tapi tidak mampir ke Joger atau ke Pantai Kuta. Kamu belum bisa dibilang sudah ke Bali!

Mengapa begitu? Well, yang namanya acara liburan, entah itu ke Bali atau ketempat yang lainnya seperti Yogyakarta, Lombok, dsb, acara shopping atau berbelanja adalah salah satu hal yang harus dilakukan. Kegiatan berbelanja kayak gini sudah tidak didominasi oleh kaum Hawa saja, namun juga kaum Adam. Tidak percaya? Ayo ngaku saja, yang pernah liburan dan yang merasa cowok, pastilah juga ikut-ikutan berbelanja entah sekedar menghabiskan uang saku atau untuk sekedar membawa oleh-oleh buat keluarga atau teman sepulang liburan.

Nah, yang namanya Pasar Seni Sukowati Bali ini adalah surga berbelanja bagi para turis, utamanya turis lokal. Mengapa? Karena harga yang ditemui dipasar ini sangat-sangat miring alias murah! Barang-barang apa sajakah yang bisa ditemui di pasar seni yang berlokasi di kabupaten Gianyar Bali ini? Banyak! Mulai dari daster, baju kaos, lukisan, anting-anting, berbagai macam kerajinan tangan, produk tas Bali, dsb.

Masih kurang? Kamu juga bisa menjumpai aneka produk celana, aneka topi, sarung Bali, patung-patung dan berbagai miniatur kayak miniatur sepeda motor, becak, sepeda ontel, dsb. Lucu-lucu bentuknya. Dijamin semua komplet bisa ditemui di Pasar Seni Sukowati Bali ini dengan berbagai macam produk bernuansa Bali yang sangat kental. Dan yang paling penting: semuanya dijual dengan harga super miring! Kamu tidak bakal menjumpai aneka produk yang saya sebutkan diatas ditempat lain di Bali ini, apalagi kalau kamu membelinya di tempat-tempat wisata terkenal lainnya kayak Tanah Lot, Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, dsb. Dijamin!

Dengan harga super miring seperti itu, lantas apakah sudah tidak bisa ditawar? Wah, jangan salah sangka..Itu harga masih bisa ditawar. Malah kalau kamu nggak nawar, bisa-bisa kamu bisa dapat harga yang sama dengan kalau kamu membelinya ditempat wisata terkenal di Bali seperti yang disebutkan diatas. Jadi, terutama buat para cewek, kemampuan terbaikmu dalam melakukan tawar-menawar pembelian akan diuji disini :) .

Berdasarkan lokasi, pasar seni Sukowati Bali tidak begitu jauh lokasinya dari Kuta ataupun Denpasar. Hanya sekitar 30 menit. Yah, 45 menitan lah pas kalau jalanan agak ramai. Kalau kamu berwisata ke Bali bersama dengan rombongan bus, jangan lupa untuk menanyakan ke tour guide nya apakah pasar Sukowati masuk dalam daftar kunjungan. Kalau iya, maka bersyukurlah kamu :) . Kalau tidak, maka saya sarankan untuk segera protes dan minta supaya Sukowati dimasukkan dalam daftar kunjungan. Sebab, kapan lagi dan dimana lagi bisa berbelanja produk kerajinan tangan Bali dengan harga yang miring??

Atau kalau kamu belum sempat ke Bali tapi ingin mendapatkan salah satu produk khas Bali seperti produk tas Bali yang cantik-cantik itu? Ehem..mudah kok. Silakan beli saja via online di BaliOmeng.com :) . Ditunggu ya..!

Sunday, May 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Kalau kamu seorang muslim dan hendak berwisata ke Pulau Dewata Bali, ada baiknya untuk mengetahui keberadaan masjid-masjid yang ada di Bali agar kamu tetap bisa menjalankan ibadah wajib ini pas kamu berada disini. Agar liburan dapat, ibadah wajib juga dapat. Namun walaupun begitu, tentunya kamu tahu kalau pulau Bali didiami mayoritas penduduk beragama Hindu. Oleh sebab itu tidak perlu heran tempat ibadah yang terbanyak adalah pura. Tempat ibadah umat lain seperti Islam dengan masjidnya, tentu ada, namun dengan jumlah yang relatif lebih sedikit.

Berikut adalah 3 masjid (besar) yang bisa dijadikan bahan pengetahuan baik sebagai kamu seorang turis, atau penduduk tetap pulau Bali seperti saya. Ketiganya berlokasi di tempat yang strategis. Namun maaf belum bisa mempersembahkan gambar berupa jepretan foto karena seringnya kelupaan bawa kamera. Hehe alesan.. ;) .

Masjid Nurul Huda
Bagi para penduduk tetap kota Denpasar yang beragama muslim dan memiliki aktifitas pekerjaan atau keseharian disekitar bandara internasional Ngurah Rai Bali, masjid Nurul Huda merupakan tempat yang strategis. Dengan hanya berjarak 1 kilometer dari bandara tersibuk di Indonesia ini, masjid ini kerap menjadi jujugan para jamaah.

Bagi para pelancong dari luar Bali, masjid ini juga bisa menjadi tempat ibadah dan istirahat yang lumayan. Kalau misalnya kamu baru saja landing, dan waktu shalat sudah masuk, menunaikan shalat di masjid ini bisa jadi bahan pertimbangan.

Saya juga sering memanfaatkan masjid ini kalau pas mengantar mobil Bali car rental saya, baik sebelum atau sesudah menjemput tamu saya.

Sebenarnya ada lagi musholla (sori, saya lupa namanya) yang lebih dekat lagi ke bandara. Lokasi persisnya pas dipintu keluar bandara. Mushola ini sebetulnya lebih strategis, namun karena tidak sebesar yang namanya masjid, mungkin lebih nyaman kalau sekalian saja datang ke masjid bandara Bali, Nurul Huda.

Sebenarnya lagi ada masjid (masjid lupa lagi namanya, kebanyakan lupa sih ;) ) yang tidak kalah megahnya dengan masjid Nurul Huda. Lokasinya dari Nurul Huda terus saja menuju by pass Ngurah Rai. Di Kampung Bugis. Ini juga masjid yang oke punya untuk menunaikan shalat kalau pas kamu berada disekitar bandara.

Masjid Agung Sudirman
Ini bisa dibilang masjid jami’ kota Denpasar. Tahu artinya jami’ kan? Kalau di Jawa, masjid jami’ biasanya sebagai landmark tempat ibadah (masjid) sebuah kota yang letaknya berada dipusat keramaian kota, atau alun-alaun.

Nah, majid Agung Sudirman ini bisa dibilang kayak gitu. Lokasinya tepat di jantung kota Denpasar. Ini adalah masjid teramai didatangi para jamaah seperti pas shalat Tarawih, utamanya hari-hari pertama bulan Ramadhan. Asli jadi lupa kalau ini Bali! Itu karena saking banyaknya jamaah tumplek blek berbondong-bondong menuju ke masjid Agung Sudirman dan semuanya rata-rata memakai pakaian muslim yang bagus.

Masjid ini kerap didatangi oleh para penceramah kondang kayak Aa Gym, Arifin Ilham, Hari Mukti, dsb untuk memberikan khotbah. Pssst..pas dulu Aa Gym khotbah safari Ramadhan, saya sontak menjadi terkenal seantero Indonesia beberapa saat ;) . Apa pasal? Kamera tipi sempat ngesyut saya sekitar 5 detik pas sedang khusyuk berdoa di sesi berdoa. Beberapa saat setelah acara pengajian selesai saya banjir sms dari teman-teman yang masih ingat saya. Hehe..ada yang bilang: ‘Walah, raimu mlebu tivi!’ (bahasa Jawa..Bahasa Indonesianya: ‘Walah, wajahmu masuk tivi!’). Hehe..

Disebut masjid Agung Sudirman karena lokasinya berada di kawasan Jalan Sudirman kota Denpasar. Suasana masjidnya sangat asyik dan nyaman. Saya sama anak dan istri kerap berkunjung ke masjid ini untuk shalat berjamaah.

Masjid An-nur.
Masjid ini juga tidak kalah strategis lokasinya. Berada dikawasan Jalan Teuku Umar Denpasar. Kalau lagi ada shalat Jumat jalan raya ini harus ditutup dan lalu-lintas dialihkan ke jalan lain karena saking sesaknya jamaah.

Saya alhamdulilah insyaAllah menjadi peserta pengajian rutin tiap selasa dan rabu malam di masjid ini. Acaranya ba’da maghrib sampai Isya’ dan kemudian diteruskan dengan shalat Isya’ berjamaah.

Itu saja dulu beberapa masjid yang bisa saya informasikan. Sebetulnya masih banyak lagi masjid yang bisa diinformasikan disini, seperti masjid di hotel Sanur Paradise Plaza, masjid di Kampung Islam, masjid di Kampung Jawa, masjid di daerah Marlboro, dsb. Mungkin insyaAllah lain waktu.

Oh ya, terakhir, khusus pas waktu kamu berwisata ke Tanah Lot, disana juga ada mushola kecil (memang mushola ada yang besar??). Biasanya sangat berguna untuk melakukan shalat Ashar dan Maghrib. Soalnya kan pergi ke Tanah Lot jamaknya waktu-waktu sekitar sore hari untuk melihat sunset.

eXTReMe Tracker