Catatan Ringan Pasca Mudik ke Mojokerto

Hmmm..Sudah lama juga gak update blogku tercinta ini. Sekitar kurang lebih 20 harian ya sejak postingan terakhir tangga 15 Mei. Ya beginilah kalau ada acara mudik ke kampung halaman Mojokerto. Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan internet menjadi terbengkalai, salah satunya acara ngeblog yang menjadi hobiku. Namun, kegiatan membalas email utamanya untuk para tamu bisnis Bali car rental sedapat mungkin masih aku sempat-sempatkan. Kan sudah ada Sony Ericsson Xperia X1, masak balas email saja gak bisa ?? Hehe..

Ya, anyway, saya ingin memberikan sedikit catatan singkat dan ringan dari acara mudik kedua saya tahun ini (yang pertama bulan Januari kemarin). Seperti biasanya saya berangkat dari Denpasar pada malam hari ba’da Isya sekitar pukul 8 malam. Sampai Mojokerto pukul 8 pagi, jadinya perjalanan saya tempuh selama 12 jam. Dengan memakai Toyota Avanza baru saya yang sudah ber VVTI, doi menghabiskan bensin sekitar 3/4 nya dari full tank, atau sekitar Rp 140.000 an (30 liter). Lumayan irit dan menghemat uang bensin. Sekedar informasi, diperjalanan kemarin itu penumpang hanya 3 orang yaitu saya, istri dan si bayi Tika saya. Di baris paling belakang (yang dilipat) penuh dengan muatan barang dagangan saya dan istri saya, yaitu baju muslim dan tas Bali. Mengapa kok bawa barang dagangan segala? Ya kalau ada pembeli yang memesan via online atau orang-orang di Mojokerto, bisa tetap kita layani dong. Itulah enaknya bisnis online: Anytime, Anywhere.

Yang perlu dicatat selama perjalanan pulang dari Denpasar menuju Mojokerto adalah, disepanjang jalan, baik itu didaerah Bali atau sudah masuk Jawa Timur, jalan-jalan utamanya sedang diperbaiki dan diperhalus. Jadinya walaupun disana-sini banyak material dan traktor disepanjang kanan-kiri jalan, jalan yang saya lalui sangatlah nyaman. Terutama disisi Jawa Timur, sepertinya bisa saya bilang ada peingkatan 50% jalanan utama sudah sangat ciamik!

Apakah ini sebagai realisasi atas janji-janji Pakde Karwo kalau dia terpilih menjadi gubernur Jatim? Bagi saya tidak penting. Apapun penyebabnya, yang penting adalah jalanan berangsur-angsur membaik sehingga nyaman dan aman untuk dilalui. Saya yakin menjelang mudik Lebaran tahun ini, insyaAllah jalanan utama tersebut bisa rampung 100% sehingga para mudikers bisa lebih lega dalam berkendara.

Pulang kampung atau mudik kayak gini bagi saya sebetulnya tidak terlalu istimewa. Biasa-biasa aja. Soalnya keseringan mudik. Bisa-bisa 3-4 kali dalam setahun saya selalu pulang kampung? Kok sesering itu? Lha iya, prinsip saya selagi kesempatan dan kemudahan itu datang, sikat saja bleh! Hehe..maksudnya, nih kebetulan saya Alhamdulillah selalu punya banyak waktu luang, dan juga sedikit sangu untuk pulang kampung. Jadinya apa salahnya untuk sesering mungkin bisa melakukan silaturahmi dengan orang tua, mertua, tetangga-tetangga dan saudara-saudara di kampung.

Lama-lama nih kota Mojokerto tercinta semakin oke saja. Saya mengamati pembangunan semakin gencar dilakukan. Jalanan banyak yang diperlebar dan pusat-pusat perdagangan banyak dibangun. Saya melihat dulu daerah yang sepertinya akan selamanya para jin dan setan berdiam disitu, nyatanya bisa juga mereka diusir, kemudian tempat itu diperindah dan ditingkatkan fungsinya untuk kepentingan umum.

Lihat saja sepanjang daerah protokol Jl. Mojopahit, semakin ok bukan? Ai..ai..ada juga Kentucky Fried Chicken dekat Alun-Alun Kota. Atau coba tengok juga daerah sub-urban Mojosari. Semakin bersih, atraktif dan lihatlah terminal angkutannya: Terminal Mojokerto saja bisa jadi kalah dari segi kemegahan dan kebersihan!

Ayo…Maju terus Mojokerto!

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

[…] dan embah saya. Ceritanya nih, ngelencer sambil jalan-jalan bersama beliau-beliau sekembalinya dari acara mudik ke Mojokerto beberapa hari sebelumnya. Setelah shalat Ashar sekitar pukul 4 sore, tidak lupa saya mengabadikan […]

haii..met kenal.
aku orang mojosari tapi skrng tinggl di mojokerto, ngikut suami. aku juga ada sodara yang tinggal di GIANYAR BALI (deket patung kuda) .3 orang yg dah jd penduduk sana..”Dukung terus MOXERnya ya..and kampungku mojosari semakin asri,indah and majuu 😀
ngomong² mas/mbk mojokerto mana nihh ?..

Halo lleea,

Aku di Jl. Jawa Mojokerto. Ya silakan mampir kalau pas di Moxer atau pas di Bali 🙂

Jayalah juga selalu MOJOSARI ! 😉

Leave a comment

(required)

(required)