2 Burung Yang Tepat Dipelihara Untuk Penghobi Pemula

Bagi pemula yang ingin memelihara burung di rumah, saya menyarankan sebaiknya memilih salah satu dari dua burung ini, yaitu Kenari atau Puter. Saya jamin insyaAllahini adalah pilihan yang tepat, karena berdasarkan pengalaman saya sendiri. Saya sudah memelihara bermacam-macam burung di rumah, dan kesimpulan saya, kedua burung ini, Kenari dan Puter saya nobatkan sebagai burung yang tepat dipelihara oleh penghobi burung pemula! Jreng..jreengg….jreeeeeeenngg…

Saya merasa kedua burung ini tepat dipelihara oleh penghobi pemula burung piaraan. Keduanya tidak rewelan, mudah dipelihara, makannya pun gampang. Keduanya memiliki kesamaan, dan tentu saja perbedaan.

Untuk lebih jelasnya mengapa penghobi pemula burung piaraan sebaiknya memelihara kedua burung kesayangan ini, berikut adalah ulasannya.

Baca Juga: Cara Membuat Jebakan Burung Liar di Rumah

1. BURUNG KENARI
Burung kenari banyak dijual di toko dan pasar burung. Warnanya mirip pelangi; ada kuning, putih, biru, coklat, dsb, sehingga cantik. Warna-warna burung kenari biasanya campuran dari dua warna, dengan dominan salah satu warna. Fisik burung kenari bertubuh kecil, sepanjang 1,5 kali panjang telunjuk orang dewasa. Tubuh kecilnya membawa manfaat, yaitu bisa lincah bergerak. Dia bisa hinggap dan loncat-loncat di pijakan yang ada setiap saat. Mungkin itu olahraganya dia.. Sering juga hinggap lompat ke dinding sangkar.

Burung kenari kuning

Burung kenari mempunyai 2 kelebihan utama, yaitu warna bulunya yang tajam, dan – ini yang terpenting – suaranya nyaring indah melengking, “cit..cit..cuuiit…cuuuiittt…cit cuiiitt……cuit..cuit..cuit..cuuuuuuuiitttt……..” oh, merdunya, sangat bervariasi dan lepas berkicau… :). Gacor sekali.

Sekali bercuit, bisa sampai beberapa detik. Lama banget. Pernah saya menghitung kenari saya bercuit gacor hingga 13 detik, tanpa putus!

Ingat ya, hanya burung kenari JANTAN yang bisa bernyanyi. Kenari BETINA sih sebetulnya juga bisa, tapi mutu dan kualitas suaranya sudah pasti kalah dengan si jantan.

Kenari jantan, apabila perawatannya memang betul, akan rajin berkicau lepas subuh hingga menjelang maghrib. Asyik, bukan? Dijamin rumah kita akan semarak oleh celoteh dan kicauannya yang nyaring membahana itu..

Pada malam hari, biasanya ketika masuk maghrib, burung kenari mulai diam seribu bahasa, dan siap-siap tidur di tenggerannya sambil menutup mata 🙂

Jadi, jangan salah beli ya. Kalau mengutamakan hiburan di rumah berupa suara burung, beli Kenari jantan. Kalau inginnya beternak kecil-kecilan, atau sekedar ingin melihat pasangan burung kenari kawin dan bertelur lalu beranak, belinya sepasang jantan dan betina. Dan ingat, ketika kenari jantan dan betina disatukan dalam satu sangkar dengan maksud dikawinkan, sang jantan akan puasa berkicau dulu, karena lagi asyik masyuk dengan sangat betina hehe…

Oiya, burung kenari jantan berharga lebih mahal ketimbang yang betina. Harga bervariasi, antara Rp 100rb – Rp 300rb, lihat-lihat kualitasnya. Semakin gacor, semakin mahal. Apalagi kenari lomba, harganya lebih mahal lagi.

Seperti sudah dijelaskan diatas, penghobi pemula sungguh tepat memilih burung kenari. Perawatan burung kenari sangat mudah. Cukup makanannya yang berupa biji-bijian (banyak dijual di toko burung) itu diganti tiap pagi hari, bisa juga dua hari sekali. Begitu juga dengan tempat minumnya. Burung kenari tak perlu dimandikan, karena dia akan mandi sendiri ditempat minumnya itu, dengan cara menceburkan tubuhnya disana. Jadi, sangat pinter.

Untuk masalah kotoran, burung kenari beraknya juga standar. Kandang kenari saya, alasnya yang berupa kertas bekas kalender cukup saya ganti 1 – 2 minggu sekali. Sangat hemat waktu dan praktis.

2. BURUNG PUTER
Burung Puter masuk kedalam keluarga burung Merpati. Ukuran tubuhnya pun hampir sama. Bedanya, kalau merpati bisa dilepas dan akan pulang kembali di sangkarnya di rumah kita, burung puter tidak bisa seperti itu. Sekali kamu lepas, maka dia akan terbang hilang selamanya hehe…

Burung Puter warna putih

Burung puter juga lazim dijual di pasar dan toko burung. Warnanya seringnya hanya ada 3, yaitu putih, coklat dan hitam. Masing-masing warnanya mutlak, alias tak ada kombinasi warna. Panjang tubuhnya lebih kurang 1,5 kali telapak tangan orang dewasa. Burung puter tak banyak bergerak, hanya sesekali mengepakkan kedua sayapnya. Itu mungkin untuk melenturkan otot tubuhnya. Puter tak pernah hinggap di dinding sangkar, dan lebih sering nongkrong saja di tenggerannya. Sesekali jalan-jalan di alas sangkar.

Burung puter menurut saja hanya punya 1 kelebihan, yaitu pangkur suaranya. Suaranya sangat khas. Pangkur suara burung puter itu mengingatkan akan suasana pedesaan yang alami, dengan background gunung dibelangnya, dan pemandangan sungai yang mengalir dibawahnya. Suaranya bersahaja, tenang bernada rendah. Jauh dari kesan kesombongan.

Ini bertolak belakang dengan suara burung kenari yang nyaring hinggar binggar. Tapi, justru itulah kelebihannya.

“Kuk geruuukkkk….Kuk..gerruuukkkkkkkk, Kuk..kukk…gerruuukkkk…..” begitulah pangkurnya, diulang-ulangi terus monoton tanpa variasi, namun disitulah justru keunggulannya. Maknanya dalam dan menentramkan.

Seperti layaknya suasana pedesaan yang tentram, begitu pula burung puter. Suaranya yang tenang dan bernada rendah itu, bisa keluar tanpa kenal waktu. Dari pagi hari sampai pagi hari berikutnya. Bagi kamu yang senang melepas penat di teras rumah sehabis shalat maghrib dan menunggu waktu shalat isya’ memelihara burung puter adalah pilihan terbaik.

Di waktu maghrib-isya’ itu, Puter biasanya akan tetap berpangkur. Mengeluarkan suaranya untuk menenangkan siapa saja. Dijamin suasana waktu malam di rumah kita akan makin bermakna.

Seringnya juga, burung Puter juga rajin bersuara di waktu dinihari. Bahkan jga menjelang adzan subuh. Mungkin di sela-sela mimpimu, ada juga selingan berupa pangkur burung puter 🙂

Kelebihan lain burung Puter, yang standar, harganya murah meriah. Rp 100rb doang. Sama dengan Kenari, pilih yang jantan untuk mendapatkan kualitas suara pangkur yang panjang dan bersahaja.

Mengenai makanan juga gampang. Senangnya makan keluarga beras dan jagung. Beraknya juga gak maut, jadi bisa seminggu sekali saja diganti alas kandangnya.

So, sudah jelas ya, burung apa yang cocok dipelihara oleh pemula? Ya, kalau tidak Kenari, ya Puter.

Setelah sekian lama memelihara burung, ternyata, mendengarkan suara kicau burung itu, mirip-mirip dengan mendengarkan Al-Qur’an ketika dilantukan. Keduanya sangat menenangkan dan mengobati hati. Keduanya enak untuk didengarkan kapan saja, tak mengenal waktu; pagi, siang, sore, malam bahkan dinihari.

Dan suara keduanya sangat ngangeni 🙂

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim Online di Bali

Busana Muslim Berkualitas

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)