Beli Tiket Pesawat Terbang Murah

Beli tiket pesawat terbang murah. Tiket pesawat murah. Tiket pesawat terbang murah ke Bali. Ya, ini adalah beberapa kalimat yang sering kita ajukan ke petugas ticketing pesawat terbang. Secara garis besar, orang mencari membeli tiket pesawat terbang, ada 2 hal. Pertama, mencari waktu yang tepat perihal jam keberangkatan. Kedua, mencari harga tiket termurah untuk tujuan tertentu, Bali, misalnya.

Indonesia adalah pasar yang besar. Dengan jumlah penduduk diatas 200 juta, tidak bisa dipungkiri, ini adalah pasar yang sangat besar. Sebagaimana negara lain dengan jumlah penduduk yang sangat besar – seperti Cina, India, Amerika, Brazil – Indonesia tidak bisa dipandang enteng dalam hal potensi ekonominya. Ditambah lagi dengan semakin membaiknya iklim perekonomian di dalam negeri akhir-akhir ini, kembalinya Indonesia menjadi kekuatan baru Asia, bahkan dunia, adalah sebuah keniscayaan.

Berbanding lurus dengan semakin membaiknya perekomonian di Indonesia, berbagai layanan transportasi, terutama transportasi udara, juga semakin bergairah. Kita bisa melihat, akhir-akhir ini para maskapai penerbangan di Indonesia, terutama Garuda Indonesia, Lion Air dan Mandala, berlomba-lomba menambah dan memperbarui armada mereka dengan pesawat yang jauh lebih baik. Indikasi ini semakin menunjukkan bahwa prospek dunia penerbangan Indonesia sangat menjanjikan.

Berbicara tentang pesawat terbang, seperti halnya layanan transportasi lainnya, tentu tidak lepas dari yang namanya tiket. Berbicara tiket pesawat, tentu tidak lepas dari yang namanya agen penjualan tiket. Dan, pada akhirnya, tentu tidak lepas dari yang namanya uang. Uang kita gunakan untuk membeli tiket itu lewat agen yang ada. Ya, secarik kertas ini adalah yang menentukan apakah kita bisa terbang atau tidak.

Seminar Bongkar Rahasia Sukses Bisnis Tour & Travel yang saya hadiri pada tanggal 30 April 2010 di Hotel Puri Ayu Denpasar kemarin, mengupas tuntas mengenai pertiketan (ticketing) dunia penerbangan. Seminar ini diadakan oleh MMBC (PT Medusa Multi Business Centre), yang dikomandani Pak Zulkarnaeni. Selain mengadakan seminar, tentu saja ada misi lain yang dibawa. Mereka menawarkan sistem ticketing yang mereka jalankan kepada semua peserta seminar, lewat sistem franschise (waralaba). Yang waralaba adalah apa yang mereka sebut Cabang (dengan membayar registrasi 50 juta), dan yang kemitraan biasa mereka menyebutnya Agen (dengan hanya membayar registrasi 2,5 juta).

Dilihat dari segi bisnis – kata mereka kalau kita mau lekas kaya – lebih baik menjadi Cabang. Memang lebih banyak keuntungannya kalau hanya sekedar menjadi Agen. Namun, bagusnya, duanya-duanya memberi kita akses log in langsung ke situs maskapai sehingga kita bisa berjualan tiket secara langsung! Setelah log in, kita bisa melihat semua harga tiket, lengkap dengan harga promo, kalau ada. Juga, kita bisa melihat kursi mana yang sudah kosong (reserved), dan mana yang masih tersedia (available).

Di seminar ini juga dibahas strategi mendapatkan harga promo dari maskapai. Strategi membuat pembeli tiket puas walaupun sebetulnya dia membayar ‘lebih mahal’. Menurut saya setelah mendengarkan paparan mereka, rata-rata, terutama kalau kita menjadi Cabang, dari bisnis penjualan tiket ini kita bisa mendulang Rp 50.000 / tiket. Kalau kita (atau karyawan ticketing kita lebih canggih lagi cara jualannya), pendapatannya bisa lebih tinggi lagi. Ini adalah jumlah yang lumayan, mengingat kita bisa menjalankan usaha ini 100%  online. Mau yang konvensional dengan cara membuka toko pinggir jalan juga bisa, asal siapkan dana untuk sewa tempat dan didatangi tukang pajak 🙂

Percaya saja kalau saya bilang dunia penerbangan Indonesia sekarang ini sangat bergairah. Cukup 2 alasan saja, ya. Pertama, saya sering pergi ke bandara Ngurah Rai Bali untuk jemput tamu Bali car rental saya. Saya tahu persis bagaimana selalu ramainya terminal kedatangan dan keberangkatan, baik di domestik maupun internasional, oleh para pengguna jasa pesawat terbang. Dari pagi sampai malam memang begitu. Ini menandakan, frekuensi penerbangan, baik domestik atau overseas terutama di Bali, memang betul-betul ramai.

Alasan kedua, tidak sekedar menyaksikan keramaian dunia penerbangan di bandara, kali ini saya melihatnya langsung dari pesawat. Bulan lalu saya pergi ke Jakarta dengan Lion Air untuk sebuah seminar. Pesawat yang saya tumpangi, baik one-way atau returnnya, penuh penumpang. Saya sangat yakin bahwa penerbangan lainnya juga pasti ramai. Di bandara Sokarno-Hatta Jakarta terlihat hilir mudik penumpang untuk penerbangan sebelum atau sesudah saya yang jeda waktunya hanya 30 – 45 menit saja itu. Jalur Denpasar – Jakarta dan Denpasar – Surabaya adalah yang tergemuk. Bayangkan, saat ini, Lion Air saja ada 8 kali penerbangan Jakarta – Denpasar pp per hari.

Mari kita berhitung sedikit tentang keuntungan. Rp 50.000 per tiket. Kalau sehari kita bisa menjual 10 tiket saja, untung kita Rp 500.000. Kalau dikalikan 30 hari, hasil yang didapat adalah Rp 500.000 x 30 = Rp 15.000.000. Bagaimana, masuk akal? Asumsi keuntungan diatas adalah dengan hanya 1 karyawan saja. Ingat, bagian ticketing ini bisa dikerjakan siapa saja. Lulusan SD, SMP, atau SMA bisa kita terima. Bahkan, tidak pernah sekolah pun bisa. Asalkan, dia mengetahui bagaimana cara menggerakkan cecurut, dan mengerti sedikit internet. Bagaimana kalau kita punya 3 karyawan ticketing yang semuanya canggih dalam berjualan tiket? Ya, tak usah muluk-muluk dikalikan tiga. Cukup kali 2 saja: Rp 15.000.000 x 2 = Rp 30.000.000. Itulah keuntungan kita dari berjualan tiket pesawat terbang!

Bali dikunjungi oleh banyak sekali wisatawan. Asumsinya silakan dirujuk pada 2 alasan saya diatas. 10 tiket sehari mestinya bukanlah jumlah yang berat. Jumlah penumpang per hari rata dari Lion Air 1.600 penumpang. Ini didapar dari 8x penerbangan x 200 jumlah penumpang per pesawat (eh, berapa sih jumlah penumpang yang bisa diangkut 1 pesawat?). Ingat, ini adalah per hari per jalur per maskapai (DPS – JKT, Lion Air). Silakan dikalikan lagi untuk beda jalur, beda maskapai, dsb.

Saya sangat tertarik untuk ikutan di bisnis ini. Lingkungan saya sudah siap untuk mendukungnya. Saya punya beberapa website mengenai sewa mobil Bali dan hotel di Bali. Dari situ saja saya sudah siap ‘menyisipkan’ ticketing ini diantara halaman-halaman web saya, untuk berjualan. Juga, saya dan para kru rental mobil saya juga sering bertemu langsung dengan penyewa mobil kita, yang tentunya peluang untuk menjual tiket sangat terbuka.

Tetapi, investasi ini maybe next time saja 😉 Saat ini, ‘menahan’ uang sebanyak-banyaknya untuk sebuah rumah impian nang ciamik tahun depan, insyaAllah, adalah termasuk investasi juga 🙂

Arif Haliman – Owner Busana Muslim Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

Mas, sharing dong…
Ada yang nawarin utk bisnis MMBC travel ini untuk buka cabang.
Klo menurut mas Arif, apakah ini bisnis real? Bukan penipuan berkedok franchise ato apa lah… Is it real??
Karena investasinya jg tidak sedikit kan.
Apakah mas tau ada franchise travel lain selain MMBC?
Makasih sebelumnya 🙂

kalau semua orang ikutan bisnis tiket pesawat,,lantas siapa lagi yg jadi penumpangnya…??? 😀

ty, mungkin situs ini bantu juga: http://www.utiket.com bisa cari harga tiket sendiri

Boleh di sharing contact personnya, minat banget buka usaha tiket online

Leave a comment

(required)

(required)