Beli Rumah di Bali atau Mojokerto?

Saya mempunyai sebuah rencana buat tahun depan 2009. Ya, saudara-saudara sekalian, saya berancana untuk insyaAllah membeli rumah. Rumah ini nantinya akan menjadi momentum awal saya untuk sekaligus belajar mengenai seluk beluk properti. Mengapa harus belajar properti? Karena ini adalah salah satu bentuk bisnis mendatang yang menarik perhatian saya, dan harus bisa melakoninya nanti.

Masalah yang masih mengganggu di pikiran adalah: Dimana sebaiknya saya membeli rumah? “Dimana” disini hanya berarti dua tempat, yaitu apakah Bali atau Mojokerto. Bagi kebanyakan kenalan mereka bisa cepat tahu jawabannya: “Bali!” Jawaban ini tidaklah salah karena mengingat memang saya berdomisili di Bali. Namun saya balik bertanya: Kalau beli rumah di Bali, sementara saya punya rencana untuk balik berdomisili ke Jawa, apakah jawaban “Mojokerto!” terdengar masuk akal?

Ya, saya mempunyai rencana yang lain di tahun 2009 yang akan datang. Sebuah rencana yang mungkin agak jarang orang yang melakukannya: Tinggal permanen di Mojokerto, namun dengan sumber penghasilan di Bali. Mengenai ini insyaAllah akan saya ceritakan di sesi yang lain.

Umum mungkin sudah diketahui bahwa Bali (Denpasar) dan Mojokerto sangatlah berbeda. Dari beberapa perbedaan yang ada, salah satu yang saya bahas sekarang adalah mengenai harga tanah, termasuk juga harga rumah.

Perlu untuk kamu ketahui bahwa di Bali umumnya fisik bangunan tidak boleh lebih tinggi dari pura standar yang ada karena akan dianggap menyalahi aturan adat / agama. Oleh karena itu, orientasi bangunan bukan menjulang tinggi, namun harus melebar kesamping. Yang namanya melebar kesamping, tentunya memerlukan tanah juga. Nah itu salah satu penyebab harga tanah di Bali menjadi mahal. Beda kalau orientasinya keatas, maka tidak diperlukan tanah lagi, cukup penambahan material bangunan saja. Makanya di Bali, jangan harap menemukan bangunan super tinggi dan gede seperti kayak di bilangan Thamrin di Jakarta, atau Basuki Rakhmat di Surabaya.

Saya sudah melakukan survei baik di Mojokerto maupun di Bali mengenai harga tanah plus bangunan. Ternyata saudara-saudara, selisih harganya sangat fantastis! Yaitu 1 : 3. Artinya, kalau misalnya harga sebuah rumah di Mojokerto Rp 100jt, maka di Bali Rp 300jt. Catat, ini dengan luas tanah dan kualitas bangunan yang hampir sama. Orang yang berpikir waras sudah bisa ditebak, bahwa yang diambil adalah yang harga 100jt daripada 300jt. Lha wong luas tanah dan kualitas bangunan sama! Harap dicatat juga bawah di Bali saya mengambil sampel untuk daerah Denpasar.

Sekedar informasi bahwa untuk mengambil rumah dengan cara dicicil, DP (down payment) minimal sebesar 30%. Jangka waktunya berkisar 10 tahun. Nah, sekarang coba pikirkan: Ngapain juga bayar DP 30% untuk mencicil rumah di Denpasar, kalau DP 30% itu saja tadi sudah bisa buat BAYAR LUNAS rumah di Mojokerto? Ingat sekali lagi, luas tanah dan kualitas bangunan tidak jauh beda. Untuk luas tanahnya kurang lebih 1 – 1.2 are (1 are = 100 meter persegi).

Bagi saya jelas pilihan ini sangat menggangu. Soalnya ya itu tadi, saya berencana untuk hidup permanen saja di Mojokerto, namun tetap punya bisnis rental mobil di Bali. Karena adanya kemungkinan unik yang mungkin jarang orang bisa memilikinya inilah, saya harus berpikir ekstra keras untuk bisa memutuskan: Beli rumah di Mojokerto, atau di Bali?

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

[…] dan keuntungan yang lebih berlipat! Maklum, soalnya sedang dalam semangat tinggi karena ada rencana beli rumah Amin. Tags: Bali, bali car rental, sewa mobil di bali Category: Bali, Bisnis, Opini You can […]

[…] 2009 mendatang ada beberapa rencana besar yang insyaAllah diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk mewujudkannya. Juga ditahun 2009 tampaknya […]

Assalamualaikum….
Maaf numpang tanya…ini Arif Haliman yang alumnus MIPA Unibraw dan ex-penghuni Asrama Kopma UB?

Waalaikumsalam..

Yeap, betul Rif 🙂 Ini Arif dengan julukan Bang Dul kan ? Hehe..Piye yak opo kabarmu ??

Leave a comment

(required)

(required)