Belajar Bisnis Dengan Menjadi Karyawan Dulu

Adalah Kang Dewa, Sundanese Bandungtropus sejati yang mengingatkan kepada masa lalu saya. Dia road show sepanjang pulau Jawa dan Bali untuk memperkenalkan produk terbarunya: Ihsana Hijab. Siapa yg dia temui disepanjang jalur itu?

Jilbab IhsanaDia temui semua agen dan distributor Zoya, merek baju muslim terkenal yang pernah heboh dgn Jilbab Halalnya itu, dengan mbak Laudya Bella yang cantik sebagai brand ambassadornya, tapi menurut saya lebih pantas jadi bintang iklan Pepsodent karena giginya yang kilau itu, daripada jadi bintangnya Zoya.

Kok dia bisa tahu? Doi memang jebolan Zoya. Dia pernah ‘nyantri’ kerja disana 🙂 Sehingga tak heran dia akhirnya juga mampir di gubuk kami di Denpasar.

Sampean tahu, kalau ingin belajar sebuah sistem tentang bagaimana memanage sebuah merek busana muslim, mungkin Zoya dan Rabbani adalah pilihan tepat.

Zoya sebagai second linenya Shafira, mahir dalam semua lini baju muslim dari standar sampai kelas premium.

Rabbani berpengalaman dengan produk-produknya yang dinamis berganti, selalu segar dan baru, uptodate. Seluruh outletnya layak masuk kategori Keren.

Bisa dibilang, seumuran kita masih main kelereng dan boneka, mereka sudah eksis berbisnis 🙂

Sewaktu saya tanya, kenapa kok keluar dari Zoya, jawabannya persis dengan salah satu jawaban saya dulu tahKoleksi Jilbab Ihsana Bandungun 2007 hendak resign: ‘Sudah cukup belajarnya, pak Arif’, jawabnya sambil tersenyum. Masih mending. Saya dulu menjawab sambil cengengesan kayak ABG telat.

Sampean tahu, ada banyak sekali rumus dan jurus untuk menjadi pengusaha. Dan Pak Dewa ini, mengikuti rumus: Menjadi Pegawai Dulu Untuk Menjadi Pengusaha. Alias, belajar bisnis dengan menjadi karyawan terlebih dahulu.

Itu adalah jawaban yang tepat. Saya senang mendengarnya. Hati membuncah.

Tahun 2017 depan, adalah masuk tahun ke 10 saya dan istri menjalankan bisnis. Alhamdulillah Allah SWT masih mengamanahi bisnis ini kepada kami.

Saya dag dig dug bertanya, masih eksiskah kami 10 tahun lagi mendatang, 2027?

Puncak dag dig dug: Bisakah kami mewariskan bisnis-bisnis ini kepada anak-anak kami, 20 tahun lgi, di 2037??

Saya hanya tak terlalu ingin melihat anak-anak ini nantinya berebutan mengirimkan lamaran pekerjaan yang sudah penuh sesak itu, seperti Bapaknya dulu 🙂 Duh…sampean yang pernah berkirim surat lamaran kerja, pasti tahu perasaan saya hehe 🙂 Jadi baper..

Kalau bisa, hanya kalau Allah SWT mengijinkan, anak-anak ini tinggal meneruskan dan menjadikannya lebih baik, apa yang akan kami wariskan kelak kepada mereka.

Sekedar ingin sedikit bisa berbangga, merasakan bangganya menjadi seorang ortu, yang bisa mewariskan bisnis yang sustainable (berkelanjutan) kepada anak-anaknya…

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim Online di Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)