Backpacker Naik Motor Dari Denpasar Bali Menuju Lombok

15 tahun tinggal di Bali, dan tak sekalipun pernah main ke Lombok, pulau tetangga sebelah itu..hehe..benar-benar bukan tetangga sekaligus warga negara Indonesia yg baik.. 🙂 Padahal pamor Lombok sedang naik daun. Sedang molek-moleknya. Banyak investor besar baik nasional maupun internasional yang sedang serius berinvestasi di Lombok.

Pelabuhan Padangbai, Bali

Selfie sejenak sebelum kapal berlayar

Maka, dengan naik motor sendirian yang dilengkapi SIM C baru kinyis-kinyis (doi sudah mati 7 tahun terakhir hehe…), dan namanya backpacker, sudah tentu dengan ransel di punggung. Dan alhamdulillah akhir bulan yang lalu keinginan itu keturutan: backpacker seorang diri ke Lombok…jreng..jreng..jreng…;) 😉

Sebelumnya, terlebih dahulu saya jelaskan bagaimana cara menuju Lombok dari Bali, ya..

Secara geografis, pulau Lombok berada tepat di sebelah timur pulau Bali. Untuk mencapai Lombok dari Bali ada 2 cara, yaitu:

1. Pakai pesawat terbang
Jadi berangkat dari Bandara Ngurah Rai Bali menuju Bandara Lombok Praya. Lokasi bandara di Lombok ini berada di Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Lombok sendiri berada di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Bandaranya relatif baru, sekitar tahun 2015 baru saja  diresmikan dan menggantikan bandara lama Bandara Selaparang di Mataram, NTB. Durasi terbang dari Bali ke Lombok, sama dengan durasi terbang dari Bali ke Surabaya, yaitu sekitar 35 menit.

2. Pakai kapal
Berangkat ke Lombok pakai kapal laut. Mode transportasi laut ini dibagi menjadi 2.

Yang pertama naik kapal cepat (cruise). Cara ini didominasi oleh para turis bule (bukan turis lokal). Karena kapal cepat, tentu harganya mahal. Rata-rata harga cruise dari Bali menuju Lombok lebih kurang Rp 400.000 an, dan umumnya berangkat dari pelabuhan Padangbai (nanti saya jelaskan bagaimana menuju pelabuhan Padangbai dari Kuta atau Denpasar).

Nama kapal atau perusahaan cruisenya juga macem-macem. Menyebut beberapa contohnya adalah Marina Srikandi, Wahana, dll. Tujuan akhirnya adalah ke Gili dan Senggigi. Keduanya berada di Lombok, hanya terpisah pulau.

Kalau status liburan saya pergi ke Lombok adalah backpacker, maka hukumnya haram menggunakan kapal mewah seperti ini hehe… 🙂

Yang kedua naik kapal ferry. Nah, ini hukumnya wajib, bagai seorang backpacker :). Dan tak hanya untuk backpacker, ketika saya naik kapal ferrynya, juga ada rakyat biasa yang lain. Jadi, naik kapal ferry dari pelabuhan Padangbai menuju pelabuhan Lembar di Lombok Timur didominasi oleh rakyat Indonesia (bukan turis bule).

Untuk informasi, saya berangkat dari rumah saya di Denpasar. Denpasar ini lokasinya tidak jauh dari Kuta, daerah turis yang terkenal itu. Jadi berangkat dari Denpasar atau dari Kuta hendak menuju pelabuhan Padangbai untuk kemudian menyeberang ke pelabuhan Lembar di Lombok, rutenya sama.

JARAK DARI DENPASAR KE PADANGBAI

Jarak Denpasar ke Padangbai sekitar 1 jam. Itu dengan kecepatan 80 km per jam. Sangat mudah dan nyaman menuju ke Padangai. Disebut mudah karena melulu melintasi satu jalur utama (start di bypass Ngurah Rai di Sanur dan kemudian masuk ke bypass Prof Ida Bagus Mantra di Tohpati). Disebut nyaman karena kondisi kedua jalan bypass itu sangat mulus, semulus kulit Raisa digabung dengan Luna Maya 🙂

Sepanjang Jalan Ida Bagus Mantra, kalau tidak ingin buru-buru, mungkin motor digeber 60 – 70 km/jam saja. Tak perlu terlalu ngebut. Soalnya sambil menikmati pemandangan alam yang menyejukkan. Kondisi jalannya yang lebar dan dikanan kiri jalan melulu terhampar pemandangan pantai, laut, bukit dan semilir angin sejuk, rasanya sayang kalau motor digeber terlalu kencang.

Oh iya, sepanjang kedua bypass ini lampu merahnya banyak banget. Ada puluhan lampu merah. Jadi, kalau tak pandai mengatur timing, bisa-bisa motor atau mobil kita akan selalu berhenti di setiap lampu merah. Kalau ini yang terjadi, perjalanan bisa mencapai 1,5 jam atau lebih.

Untuk informasi tambahan, baik pakai motor atau mobil, rute yang diambil adalah sama.

Bagaimana kalau pakai jasa angkutan umum? Terus terang, kejelekan di Bali adalah transportasi umum masih belum berkembang dengan baik. Kalau tak mau susah, taksi (baik konven atau daring) adalah pilihan terbaik. Langsung cuz dari Denpasar / Kuta menuju Padangai. Tapi memang harganya lumayan. Lebih baik tawar menawar saja, tak pakai argometer. Kalau backpackeran sendirian (solo traveler), ojek (konven atau daring) adalah pilihan bijaksana.

KETIKA SAMPAI DI PELABUHAN PADANGBAI

Begitu sampai di pelabuhan Padangbai, seperti biasanya di pelabuhan manapun kita hendak menyeberang, di gerbang masuknya akan bertemu seorang petugas polisi. Pak polisi bertugas mengecek surat kelengkapan berkendara kita. Maka, perlihatkan SIM dan STNK kendaraanmu. Jangan sampai tak ada surat. Atau kadaluarsa. Kalau sampai terjadi, bayar saja di tempat berapa (**oooopss**! keceplosan..perhatian: ini tidak disarankan!).

Oiya, pelabuhan Padangbai ini secara administratif berada di Kabupaten Karangasem, Bali.

Setelah sukses dengan pak polisi, kita beli tiket di loket.

Setelah beli tiket, biasanya tidak bisa langsung masuk kapal karena kapalnya memang belum datang. Maka kita harus menunggu, bersama calon penumpang lain. Tempat tunggu secara resmi dan permanen di Padangbai sih tidak ada. Tempat tunggunya adalah sekaligus tempat antrian sepeda motor yang mau masuk di kapal. Nah, disanalah kita menunggu 🙂

Kalau cuaca sedang panas (seperti saya waktu itu) atau malah turun hujan deras, tentu kita tak mau berada disana. Nah, entah cuaca panas atau hujan, saya sarankan lebih baik nongkrong saja di warung-warung yang berjajar di dekat antrian motor itu. Beli kopi, roti atau aqua. Kalau tdak ingin beli kudapan di atas kapal yang memang biasanya harganya lebih mahal daripada di darat, lebih baik beli sangu kudapan ketika masih antri di warung-warung ini.

Kapal ferry berangkat sejam sekali. Pengalaman saya kemarin, karena hari normal dan tidak libur panjang, saya dan para calon penumpang kapal hanya antri menunggu kapal sekitar 30 menit.

TARIF PELABUHAN PADANGBAI

Harga tiket kapal ferry menuju Lombok di pelabuhan Padangbai adalah Rp 112.000 untuk sepeda motor. Bayarnya per motor, ya, bukan per orang. Jadi kalau kamu boncengan berdua, bayarnya ya tetap Rp 112.000 itu.

Harga kapal tiket pelabuhan Padangbai

Tiket perjalanan kapalku: Padangbai menuju Lembar

Dan harga tiket untuk mobil pribadi (seperti Avanza dan sejenisnya), seperti yang saya lihat di papan harga, seingat saya Rp 790.000 an. Mahal, ya? Iya, lumayan mahal. Ini karena memang perjalanan kapalnya sendiri juga lama, lebih kurang 5 jam perjalanan di laut dari Padangbai di Bali menuju Lembar di Lombok.

Menurut awak kapal yang saya ajak ngobrol sebentar, 5 jam itu waktu minimal. Kalau cuaca sedang buruk atau liburan panjang, seringnya 7 jam perjalanan. Jadi mengingat lama waktu berlayar, mungkin segala sesuatunya perlu disiapkan lebih baik, seperti cemilan, nasi bungkus, kondisi fisik, dsb.

Saya juga ditawari beberapa awak kapal untuk menyewa kamar. Lokasinya dibagian paling atas kapal. Itu ternyata adalah kamar-kamar para ABK (anak buah kapal) yang disewakan. Pintar juga mereka. Dipikir-pikir memang betul; daripada kamar mereka nganggur, mending disewakan ke penumpang. Harganya Rp 50.000 per kamar. Mengingat saya adalah backpacker, haram bagi saya untuk menyewa kamar hehe.. 🙂 Dan sepanjang 5 jam berlayar itu saya isi dengan berdzikir, melamun, jalan hilir mudik antar lantai, shalat duhur, ngobrol dengan sesama penumpang, dan update status 😉

Dengan mengetahui lama berlayar, jadi kamu sudah bisa menentukan sendiri kapan sebaiknya tiba di Padangbai. Agar masih sekitar siang atau menjelang sore ketika sampai di pelabuhan Lembar, Lombok Timur (Lotim), sebaiknya dari Kuta atau Denpasar berangkat subuh hari. Atau maksimal berangkat jam 10 pagi, agar tiba di Lembar sekitar waktu shalat Ashar (jam 4 sore).

Tambahan informasi, tidak ada perbedaan waktu antara Lombok dan Bali. Alias sama (Waktu Indonesia Tengah WITA).

SAMPAI DI PELABUHAN LEMBAR LOMBOK

Masuk kapal di Padangbai jam 11 pagi, dan tiba di Lembar jam 4 sore. Alhamdulillah. Pertama-tama, karena waktu shalat Ashar memang sekitar jam segitu, begitu keluar dari pelabuhan, hanya berjarak 1 kilometer saya sudah menemukan sebuah masjid. Dan sedang adzan! Alhamdulillah bisa ikut shalat berjama’ah. Itu adalah pengalaman pertama shalat di masjid di tanah Lombok 🙂

Untuk informasi, pelabuhan Lembar secara administratif berada di Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Selesai shalat motor langsung saya geber menuju Praya, Lombok Tengah. Sengaja saya menuju tengah-tengah kota Lombok karena mestinya dengan posisi di tengah, kalau mau main ke tempat wisata di Lombok di mana saja, jaraknya relatif dekat

Masjid Agung Praya Lombok Tengah

Masjid terbesar di Lombok Tengah, Masjid Agung Praya

Dan selain itu saya ingin melihat bandara Praya yang baru dan ingin melihat landmark Lombok Timur lainnya, yaitu Masjid Agung Praya Lombok. Itu sudah misi saya sejak dulu kalau pergi ke Lombok, harus sempat shalat di Masjid Agung Praya. Dan kesampaian, alhamdulillah 🙂

Perjalanan dari Lombok Timur (Lotim) menuju Lombok Tengah (Loteng) dimana Praya berada memerlukan waktu sekitar sejam perjalanan. Sepanjang jalan terasa asyik. Jalannya mulus dan melulu pemandangan sawah, bukit, pegunungan di kejauhan, sungai, hampir persis dengan perjalanan menuju Padangbai dari Denpasar tadi pagi.

Selain mulus, jalannya juga lebar. Asyik jadinya. Kadang saking asyiknya tak terasa beberapa kali motor sudah melaju 100 km/jam 🙂 Mustinya tak perlu buru-buru, karena berdasarkan perhitungan bisa sampai di Praya sebelum gelap. Dan alhamdulillah memang terbukti, saya shalat maghrib saja di kamar hotel karena sudah check in sebelum maghrib. Rencana mau keluar kamar untuk shalat di masjid dekat hotel tapi tidak jadi karena hujan lebat semalam suntuk waktu itu.

Untuk informasi, kalau Bali dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Pura, maka di Lombok juga terkenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Jadi, shalat dimanapun akan gampang karena masjid di Lombok bertebaran dimana-mana..

Baca lanjutan tulisan disini Setibanya di Lombok dan mulai berbackpacking ke tempat wisata Lombok.

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim Online di Bali

Busana Muslim Berkualitas

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

Assalamualaikum akhi.. Subhanallah detail sekali itinerary nya.. Rencana ane dan istri mau backpacker ke lombok dari bali bulan november 2017. Boleh minta kontak nya kah ??indahnya berbagi yaa akh 🙂

Waalaikumsalam….semoga sukses dan lancar ya lombok backpackeringnya… 🙂

Assalamualaikum. Saudarah

Informasinya sangat detail dan gamblang.

Terima kasih bisa dibuat referensi otw lombok

Waalaikumsalam bu Ana…sama-sama ya 🙂 ayo segera dicoba backpackeran ke lombok 🙂 🙂

Leave a comment

(required)

(required)