Ape Kate Loe, Dah

Apakah memang begitu sulit mempertahankan pelanggan loyal? Relatif. Namun, kalau pertanyaan ini diajukan ke tukang jahit baju dan tukang label baju langganan saya, jawabannya adalah: Iya, memang sulit! Setidaknya, ini kalau pelanggan loyal mereka tersebut adalah saya. Ini berkaitan dengan kekecewaan saya yang mendalam kepada kinerja mereka baru-baru ini. Kepada repeat customer (pelanggan loyal) saja mereka bisa melakukan ini, apalagi kepada pelanggan baru?

Tapi, seperti halnya berbagai pengalaman bisnis lain yang saya alami, apakah itu menyenangkan atau menjengkelkan, saya selalu menerimanya dengan senyum-senyum saja. Jengkel dan dongkol, itu pasti. Tapi biasanya hanya sebentar. Saya menganggapnya sebagai vitamin untuk saya agar semakin kuat dan tahan banting. Menurut saya, justru dengan mengalami kejadian yang tidak mengenakkan itu kita akan banyak mendapatkan pengalaman, dan benar-benar akan semakin terasah dalam menjalankan sebuah usaha.

Kejadian tidak menyenangkan yang baru saja saya alami itu adalah, penjahit sontoloyo ini tidak bisa menepati waktu penyelesaian. Kalau alasannya masuk akal mungkin saya masih bisa terima. Tapi, alasan yang diajukan sungguh menggelikan. Dan itu mereka lakukan pada saat otak saya sedang peak season, alias banyak pikiran. Saya pada dasarnya adalah orang yang gak banyak omong, dan enak diajak kerjasama. Saya biasanya ‘ape kate loe’, tapi tentunya tetap ada modifikasi dari saya. Dalam hal ini, kalau saya minta selesai dalam 7 hari, tapi penjahit menyanggupi 10 hari, saya OK. 15 hari pun saya fine, sebagai tindakan antisipasi ‘expect the un-expected’ yang memang kerap muncul secara ajaib dalam dunia bisnis.

Tapi, kalau ternyata itu kemudian selesai dalam 20 hari, saya menjadi sangat tidak nyaman. Dan parahnya, waktu 20 hari itu hanya selesai 25%nya saja! Secara ajaib, setali tiga uang, penjahit label baju saya juga sama saja. Malah setingkat lebih parah. Setelah waktu 3 minggu yang dijanjikan, doi bilang : “Maaf pak, contoh label yang dibawa bapak kemarin hilang, jadinya belum saya kerjakan sama sekali.” Gubrak kuadrat! Dobel sontoloyo!! Astaghfirullah..istighfar..istighfar..Bagaimana bisa dua penjahit yang sama sekali tidak pernah berhubungan ini berkomplot serempak merongrong saya ? 🙂

Sekali lagi saya orangnya tidak banyak omong. Ape kate loe. Protes dengan banyak omong disertai omelan bukanlah gaya saya. Saya pakai cara lain yang menurut saya lebih elegan. Yaitu, diam saja, sambil bersumpah gak akan balik lagi! Apalagi naga-naganya bakalan gak ada kompensasi atas kerugian yang saya alami. Ya sudah, tanpa banyak ba bi bu, perhatian segera saya alihkan untuk segera mencari penjahit baju dan penjahit label baju baru.

Saya tersenyum geli. Sebab, malam 2 hari sebelumnya saya membeli buku berjudul Loyal for Life: Cara Membuat Puas Pelanggang yang Kecewa dalam 60 Detik karangan John Tschohl. Saya lega secepatnya telah mempraktekkan ilmu ini. Besok sorenya, ada kejadian salah satu pelanggan sewa mobil Bali saya kehilangan kunci mobil sewaktu dia sun bathing atau mandi matahari (berjemur) di pantai Kuta. Dia lalu menelpon saya dan bilang kecewa karena kuncinya hilang dan dia harus lekas pergi. Kecewanya bukan kepada saya selaku pemilik mobil, tapi kepada dirinya sendiri. Tahu situasinya demikian, saya berusaha untuk membuatnya puas kembali. Saya segera menyanggupi (kurang dari 60 detik) untuk saat ini juga meluncur ke Pantai Kuta dengan membawa kunci serep. Saya dan tamu saya sama-sama puas.

Nah, yang terjadi dengan kedua penjahit ini kebalikan dari apa yang saya baca dari buku tersebut. Alih-alih merayu saya agar tidak gondok, mereka seakan dengan enteng melepaskan saya. Sudah tidak ada kompensasi buat saya, tapi hanya berusaha membuat saya menjadi puas kembali dalam waktu 1- 3 minggu lagi, baju dan label akan siap semua.

Ini sudah sangat telat. Ibarat ilalang yang sudah meninggi yang telat dicabut, ini sama telatnya membuat saya terpuaskan kembali.

Selamat! Anda berdua baru saja kehilangan pelanggan potensial kayak saya. Cukup sudah kerjasama ini berakhir sampai sini.

Arif Haliman – Owner Busana Muslim Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)