Akhir Perhelatan Akbar Milad TDA IV

Usai sudah perhelatan akbar Milad TDA IV komunitas Tangan Di Atas (TDA) 10-11 April 2010 kemarin yang dibungkus dengan tema Pesta Wirausaha 2010 – FIGHT GROW WIN ini. Usai sudah acara sharing ilmu berbisnis yang ditularkan oleh para nara sumber-nara sumber hebat diatas panggung. Usai sudah acara yang juga menampilkan para member-member TDA yang juga tak kalah hebatnya dalam memberi insprirasi dan dorongan semangat baru untuk meraih Go Triple (pendapatan lipat tiga) setahun mendatang ini.

Saya mengucap syukur tiada terkira kepada Allah SWT atas segala kemudahan dan kelancaran urusan yang diberikan kepada saya selama mengikuti acara ini. Semuanya berjalan sesuai rencana. Tidak ada satupun masalah yang menghampiri. Dan segala ilmu dan semangat berbisnis yang dibagikan selama 2 hari kemarin itu insyaAllah juga akan mampu membawa kebaikan bagi perjalanan bisnis saya kedepannya. Amin.

Hari pertama acara (10 Apr) dibuka dengan dipandu oleh artis dan penyanyi Astrid Hadi. Saya acungkan 2 jempol untuk cewek ini. Terlihat sekali kecerdasannya. Segala joke, spontanitas dan sikap panggungnya betul-betul sempurna. Panggung bisa ‘hidup’ dengan dipandu MC macam dia. Barisan lebih dari 1200 penonton pun juga dibuatnya menjadi aktif mengikuti permintaannya, seperti memperkenalkan diri, meneriakkan yel-yel, atau menimpali teriakan beberapa peserta. Berduet dengan artis Denny Chandra yang juga tak kalah kocak, jadilah panggung acara Milad TDA kemarin benar-benar makin hidup.

Bersama Rony Yuzirman - Founder TDA

Bersama Rony Yuzirman - Founder TDA

Selesai bercuap-cuap, MC mempersilakan berturut-turut Founder TDA Rony Yuzirman, Presiden TDA Iin Rusyamsi dan Penasehat TDA Haji Allay untuk tampil keatas panggung. Setelah itu Menteri Koperasi dan UKM, yang diwakili oleh salah satu Deputinya. Saya tidak begitu perhatian dengan orang yang disebut terakhir ini. Berbicaranya tidak ‘meledak’, dan yang dibicarakannya soal klasik: seputar undang-undang dari Departemen Koperasi, lalu pemberdayaan UKM beserta langkah-langkah yang diambil. Saya tidak begitu ambil peduli. Biasanya hanya manis terucap, tapi minim realisasi dalam bentuk aksi nyata.

Nara sumber kedua adalah Eri Sudewo, mantan Direktur Dompet Dhuafa Republika, dan kolumnis tetap harian tersebut. Pak Eri ini terkenal dengan passion nya untuk pengentasan kemiskinan dan kebodohan di Indonesia. Kerja konkretnya disalurkan lewat berbagai badan-badan seperti Dompet Dhuafa yang didirikannya, serta aktif menulis mengenai perberdayaan manusia Indonesia, dan kritikan (masukan) kepada pemerintah untuk akselerasi pembangunan di negeri ini. Pembawaannya kalem namun mantap. Penuh optimisme dan ketegasan.

Jeda makan siang, tampil Sandiaga S. Uno. Masih muda dan tampan (dibawah 40 tahun), enerjik dan sangat bersemangat. Dia berkibar lewat bendera Saratoga Capital, induk perusahaannya yang juga mengelola beberapa perusahaan dibawahnya. Jabatannya antara lain HIPMI Pusat dan Kadin. Tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Orang ini sungguh sangat inspiratif dan pemberi semangat ulung. Kalau orang ini berbicara, gak peduli seberapa kebeletnya kamu hendak ke toilet, tahan dulu dan dengarkan dia. Sayang kalau omongannya dilewatkan begitu saja.

Acara dilanjutkan kembali dengan penampilan duet Naomi Susan dan Bob Sadino. Naomi Susan ini sepak terjang bisnisnya sangat luar biasa. Wanita yang kuat. Baru saja menikah beberapa bulan yang lalu. Sebelum menikah, dia sudah mempunyai beberapa perusahaan yang sangat menjanjikan sepak terjangnya. Kegiatan bisnisnya sangat membumi, dalam arti beberapa diantaranya ada yang kelas ecek-ecek, semacam dagang nasi bungkus dan kuliner pinggir jalan macam lalapan lele, namun ternyata hasilnya sungguh luar biasa. Saya terus terang mendapat insight baru mengenai bagaimana bisnis ecek-ecek ini bisa menghasilkan pendapatan yang begitu besar.

Om Bob – begitu Bob Sadino akrab dipanggil – tampil dengan kekhasannya: kemeja lecek putih lengan pendek, dengan celana biru pendek diatas lutut. Tidak banyak yang dia sampaikan. Sepertinya dia malam itu lebih tepat disebut sebagai moderator antara Naomi Susan dengan para peserta dalam sesi tanya jawab. Gayanya yang slengekan membuatnya tidak banyak omong. Tapi, semua orang sudah tahu banyak sepak terjangnya yang hebat dalam dunia bisnis.

Nara sumber berikutnya adalah Purdie Entrepreneur Chandra. Pengusaha ‘Gila’ ini betul-betul bisa menguasai panggung. Saya juga sudah pernah menghadiri seminarnya di Bali beberapa bulan yang lalu. Seperti halnya seminarnya di Bali, semua peserta di Balai Kartini Jakarta ini menjadi begitu antusias lewat pembawaannya yang sangat santai, penuh guyon namun sangat berisi dan memberi inspirasi. Keberanian dan kenekatan (oleh sebab itu disebut Pengusaha Gila) adalah trade mark yang melekat padanya. Seperti halnya Eri Sudewo, Sandiaga S. Uno dan Naomi Susan, bos lembaga pendidikan Primagama ini layak untuk didengarkan bicaranya.

Nara sumber terakhir adalah Susi Pujiastuti. Pemilik (katanya diharapkan hanya beberapa bulan lagi) 60 pesawat komuter ini juga sangat inspriratif. Banyak berbagi mengenai jatuh bangun dalam mengembangkan cikal bakal bisnis ikan laut segar yang dikelolanya hingga berkembang ke bisnis lainnya.

Hari pertama ditutup oleh entertainment berupa pertunjukan musik oleh The Dance Company dan Ussy Sulistyowati. Kali ini MC dipandu oleh Kiwil duet dengan Vega Ngatini. Kiwil masih bolehlah dibilang sukses membawakan panggung, namun Vega (apalagi dibandingkan dengan Astrid Hadi), dalam hal ini, masih belum menunjukkan kecerdasannya.

Hari pertama, para pembicaranya betul-betul berisi, alias daging semua. Tidak rugi rasanya duduk berjam-jam mendengarkan mereka berbicara mengenai seputar tips dan semangat bisnis untuk para member TDA.

Hari kedua, 11 April, tampil pembicara lain. Pembicara pertama adalah Nukman Luthfie. Paparannya sudah saya dengarkan juga di Malang untuk acara Milad 2 TDA Ngalam tahun kemarin. Berbicara mengenai seputar bisnis online, lengkap dengan online style yang data-data terbaru yang mendukung pentingnya kita untuk memasuki bisnis online.

Pembicara berikutnya adalah Chaerul Tanjung. Orang yang luar biasa. Etos kerjanya sangat tinggi. Tidak saja mengagungkan kerja cerdas, tapi juga kerja keras, plus tambahan satu lagi: sistem cerdas. Dari tangannyalah lahir Bank Mega yang tercatat sebagai satu-satunya bank swasta nasional yang masih dimiliki putra asli Indonesia. Lahir juga TransTV dan Trans7. Lewar berbagai penuturannya, lulusan FKG UI ini betul-betul orang yang mencintai negaranya.

Pembicara terakhir adalah Erbe Sentanu, pendiri KataHati Institute. Saya memiliki 2 seri bukunya. Pengusung Quantum Ikhlas ini tampil bersahaja, dan berbicara dengan baik seputar keahliannya, yaitu mengenai keikhlasan. Dihubungkan dengan semangat kewirausahaan yang diusung dalam acara ini, rasanya sangat klop paparan yang Pak Erbe sampaikan.

Diantara penampilan para pembicara tersebut, ada berbagai acara, misalnya doorprize, wisuda para TDB menjadi TDA, wawancara dengan para peserta yang berhasil meraih Go Triple (pendapatan berlipat tiga dalam setahun terakhir), dan didapuk untuk menyampaikan kiat-kiatnya.

Dengan menghadiri Milad TDA ini, koleksi pembicara top yang bisa saya dengarkan secara langsung semakin bertambah. Seharusnya, ada satu lagi pembicara top yang diundang, karena dia memiliki hubungan dengan founder TDA. Pembicara yang saya maksud adalah Tung Desem Waringin. Namun, dia tidak hadir. Saya membayangkan, seandainya dia juga bisa tampil, pastilah acara ini akan menjadi sempurna. Tiba-tiba, entah sedang mendengarkan Pak Erbe berbicara mengenai keikhlasan atau ada hal lain, tiba-tiba saja panitia membagikan selebaran mengenai akan diadakannya seminar Tung Desem Waringin pertengahan bulan depan di Jakarta. Aha, saya insyaAllah mungkin akan balik lagi ke Jakarta, kalau begitu 🙂

Begitulah sedikit tulisan saya mengenai 2 hari acara Milad IV TDA tahun 2010 ini. Tulisan ini saya bikin di lounge bandara Soekarno Hatta Jakarta, sambil menunggu pesawat saya berangkat beberapa jam lagi. Terima kasih banyak buat Heppy dan Irfani. Tumpangan dan penginepannya bisa diandalkan untuk kunjungan berikutnya, broder! Hehe 😉

Semoga bisa membawa semua insprirasi bagi siapa saja untuk ikut menyongsong kebangkitan ekonomi Indonesia, sebagai seorang pengusaha yang Funtastic, Hidup Sukses dan Mulia! Amin.

Arif Haliman – Owner Busana Muslim Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

Salam Funtastic… 🙂 kata org TDA, bagi2 ilmu yo mas..

[…] Seperti yang telah saya tuliskan, ada begitu banyak insight baru yang bisa diambil dari ajang Pesta Wirausaha 2010 yang dihelat di Balai Kartini Jakarta, 10-11 April yang lalu. Dari sekian banyak pandangan itu, ada […]

Keep writing and inspiring yo mas tularkan terus semangat TDA-nya !

[…] saya menuliskan di blog terdahulu, bahwa sekebelet apapun pipismu, tahan untuk tidak beranjak dari tempat duduk Adalah rugi kalau […]

Leave a comment

(required)

(required)