3 Penyebab Wasir: True Story

Sewaktu kecil, kerempeng-keriting-keriwul kayak gitu, saya adalah atlet serba bisa. PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) esde adalah ajang pembuktiannya. Cabor apapun, oleh guru olahraga, saya hampir selalu ikut dicemplungkan disana. Tenis meja, badminton, bola voli, catur, sepak bola, bahkan paduan suara saya ikuti. Gado-gado.

Hampir tiap pagi, ditengah berlangsungnya kelas, saya pasti diculik oleh guru olahraga dengan kejam, untuk diajak berlatih pingpong di halaman sekolah .

Yang pertama itu, tenis meja, dua tahun berturut-turut saya mewakili kota Mojokerto berlaga ditingkat propinsi Jawa Timur di Blitar dan Surabaya. Walaupun toh pulang tak bawa piala hehe..

Yang terakhir itu, paduan suara, baru menyadarinya ketika dewasa. Saya curigation bahwa aslinya sudah tak ada lagi siswa yang bisa dijadikan korban untuk menjadi penyanyi koor, jadinya saya terpaksa katut diciduk

Dan semua aktifitas olahraga itu, sudah pasti menyumbang penyakit wasir saya tempo doeloe. Itu yang pertama.

Yang kedua adalah karena saya bungsu 3 bersaudara. Cowok semua.

Maka kegiatan ekstrem kayak ngejar layangan putus di jalanan, mencuri tebu di sawah dan truk berjalan, berenang di sungai kompleks rumah plus meracun ikannya, dll, adalah santapan sehari-hari bersama para bromocorah dewasa itu

Sampean tahu apa akibatnya kebanyakan ikut olahraga dan berkegiatan ala laki kayak gitu? Betul. Terlalu aktif. Keterlaluan aktifnya.

Hati-hati sampean yang punya anak laki-laki, jangan dibiarkan keterlaluan aktifnya. Bisa-bisa punya penyakit wasir sejak dini dia..

Yang ketiga, tuntutan pekerjaan. Programer komputer, bidang pekerjaan yang saya ambil dulu, mengharuskan duduk manis di depan komputer sepanjang jam kantor. Ini persis seorang sopir. Hasilnya bisa ditebak; bokongnya bermasalah!

Yang pada akhirnya dari semua itu, pantat bekerja ekstra keras. Awalnya tak dirasakan karena memang lagi enjoy plus senang-senangnya, dan ambeian / wasir pun menyerang. Acara buang air besar menjadi begitu menakutkan dan menyiksa.

Lama-lama tak tahan juga dengan serangan wasir di bokong yang saking pedihnya bisa membuat aktivitas keseharian kacau beliau (bebaring saja seharian di kasur). Juga tak bisa berpikir jernih (pikiran hanya tertuju di bokong terus-terusan karena nyeri-memar-panas berasal dari sana). Dan tak ketinggalan, sering uring-uringan. Ini karena sedikit saja bergerak dan tergesek kain celana, bokong semakin bertambah nyeri.

Kalau wasir sudah sedemikian parahnya menyerang, secara medis, biaya penyembuhan sakit wasir bisa sangat mahal.

Sungguh menyiksa sakit wasir itu. Sama persis kayak sakit gigi.

Disaat sedang sakit-sakitnya, malangnya, tak ada satupun kawan atau sanak yang datang menjenguk

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim Online di Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)