Sudah 2 hari ini saya mencoba sesuatu yang baru. Yaitu, joging di Pantai Kuta pada pagi hari yang cerah, sekitar jam 6 pagi. Olahraga jalan kaki mengikuti sepanjang garis pantai, dan kembali dengan berlari-lari kecil sepanjang garis pantai itu juga. Selain kegiatan bersepeda, kegiatan jalan kaki seperti ini, dahulu sempat menjadi rutinitas pagi hari saya. Walaupun beberapa hari atau bulan terakhir sempat terhenti dengan alasan sering hujan (alasan utama adalah meneruskan tidur di pagi hari
).
Sebetulnya, kegiatan ini (selanjutnya kita sebut olahraga) bukanlah hal yang baru bagi saya. Yang baru kali ini adalah lokasi olahraga yang saya pilih. Biasanya saya melakukannya di lapangan Puputan Renon Denpasar. Namun, kali ini saya memilih melakukannya di Pantai Kuta. Inspirasi menjadikan pantai Kuta sebagai tempat joging saya yang baru, datang 2 hari sebelumnya.
Pagi-pagi sekali jam 07.00, saya harus mengantar mobil pesanan tamu saya ke Harris Resort Kuta. Hotel ini terletak persis di seberang pantai Kuta. Setelah membereskan urusan dengan tamu saya, saya menunggu istri untuk menjemput saya pulang. Walaupun sudah 8 tahun tinggal di Denpasar, dan hanya berjarak 15 menit naik motor untuk menuju pantai Kuta, tapi kunjungan ke pantai sepagi ini belum pernah saya lakukan
. Oleh karena itu, menyeberanglah saya menuju pantai. Walaupun tidak ada pemandangan matahari terbit, yang namanya pantai berpasir putih tetaplah indah pemandangannya. Anginnya yang sepoi-sepoi membuat pikiran segar kembali. Saya melihat beberapa orang, berlari-lari kecil di sepanjang garis pantai, lengkap dengan sepatu olahraganya. Mereka terlihat sungguh-sungguh, dan sangat menikmati kegiatannya.
Aha! Cling.! Ini dia, nih..!
Saya ingin seperti mereka. Berolahraga di pagi hari, bukannya malah molor. Berlari-lari kecil, bukannya menambah ngorok. Menghirup udara segar untuk memulai hari dengan riang, bukannya suntuk kebanyakan tidur.
And, here I am, in the morning at the Kuta beach. Walking and running along the line coast with my blue shoes. Alone. I called that: sports.
With just few peoples - foreigners and locals altogether - who was doing the same like I did. The rest of them, just sitting on the sand, watching the sky, waves and other things that can see. Just sit and talk a little bit to their friend. But most of them, just sit and silence. Watching the beach. Anyway, still, that was a few good things to do, rather than just sleep on the bed, in the morning.
I had to promised to my self, that I must continue the activity for everyday. For the next days, at least 1 week forward, I need to consistence. On the following days, I have to ask my wife and my daughter to follow me to do this. Especially for my daughter, Tika, she must be very excited. She loves beach much!
Okay, enough with the English.. “Enterprise to Arif, back to Earth.”
Pokoknya, berlari di pantai di pagi hari sungguh mengasyikkan. Menyenangkan, sekaligus menyehatkan. Sensasinya berbeda kalau kita hanya melakukannya di jalanan atau di lapangan, seperti yang kerap saya lakukan sebelumnya. Berlari dengan bertumpu ke pasir halus berbeda dengan ketika bertumpu dengan tanah liat atau aspal. Hentakannya tidak kencang, dan terasa lembut. Ini membantu mengurangi tingkat tekanan kaki, sehingga bisa menghemat energi tubuh.
Oiya, saya baca di koran, kabarnya pantai Kuta belakangan ini sudah lumayan bersih dan sedap dipandang mata. Pantesan, karena dipagi hari berturut-turut itu, saya menyaksikan sekitar selusin lebih orang (umumnya para wanita) menyusuri pantai untuk memungut sampah-sampah yang berserakan disana. Para ibu-ibu ini memakai seragam putih merah, dengan tulisan Care for Bali Beaches di punggung kaos mereka lengkap dengan sponsornya. Rupanya ada yang mengorganisir. Humm..bagus juga.
Seindah-indahnya pantai berpasir putih, kalau disana terlihat tumpukan sampah, entah itu sampah dari laut, atau sampah yang dibuang oleh pengunjung pantai, keindahan itu akan lenyap begitu saja. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk ikut menjaga kebersihan pantai. Para berandalan pantai yang membuang sampah seenaknya itu, enaknya ditimpuk saja ramai-ramai biar kapok. Tidak malah membantu kebersihan pantai, tapi malah membuatnya semakin kotor.
Okay guys, lets back to the healthy body, and mind!
Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali


