Ide peluang usaha ini saya dapatkan sewaktu beberapa hari kemarin mengantar istri periksa kandungan insyaAllah anak kami yang ke 2. Sebelumnya, bahkan sebelum istri menunjukkan tanda-tanda kehamilan, kami sudah berbicara mengenai keinginan untuk periksa kandungan, dan sekaligus nanti proses persalinan, ditangani oleh seorang dokter muslimah. Alasannya jelas: istri saya adalah seorang wanita. Mestinya, yang menangani seputar masalah kandungan dan persalinan nanti juga seorang (dokter) wanita.
Jamak diketahui, salah satu bidang kerja seorang dokter kandungan adalah ‘mengobok-obok’ seluruh bagian vital seorang wanita yang sedang mengandung dan melahirkan. Profesi dokter kandungan, meskipun pasiennya 100% adalah kaum hawa, tidak mesti harus seorang hawa. Dokter kandungan juga bisa dilakoni oleh kaum adam. Masalahnya, seperti disebutkan diatas, bidang kerjanya untuk beberapa hal hampir sama dengan yang biasa dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya.
Hanya kalau memungkinkan, yang seperti ini sebisa mungkin semestinya kita hindari. Kalau bisa kita harus mencari seorang dokter kandungan wanita untuk ‘mengobok-obok’ istri kita. Terlebih kita sebagai seorang muslim, sekali lagi hanya kalau memungkinkan, kita harus mencari seorang dokter kandungan muslimah. Bukannya apa-apa, soalnya beberapa hadist Rasulullah Saw. menyebutkan larangan bersentuhan antara seorang lelaki dan perempuan yang tidak memiliki hubungan darah, misalnya sekedar bersalaman. Nah, bersalaman saja tidak boleh, apalagi ‘mengobok-obok’ seperti yang saya maksud diatas.
Memang, unsur darurat diperbolehkan dalam agama Islam. Seperti yang kami alami dahulu ketika istri melahirkan anak pertama di Bali. Di Bali, termasuk di kota Denpasar, muslim adalah minoritas, dan kita menerima fakta itu. Waktu itu saya tidak berpikir panjang dimana sebaiknya istri melahirkan. Pokoknya melahirkan, titik. Kesempatan berpikir tidak ada karena minimnya informasi, kesibukan keseharian, dan mungkin juga kepanikan. Akhirnya, istri melahirkan di RSUD Sanglah Denpasar, ditangani oleh dokter kandungan pria, dan bukan seorang muslim.
Alhamdulillah, untuk persiapan anak ke 2 ini, kami sudah mendapat beberapa informasi mengenai dokter kandungan muslim di Bali. Khususnya di Denpasar, ada beberapa dokter kandungan muslim, walaupun memang tidak banyak. Tidak hanya itu, dokter kandungan muslimah di Denpasar juga ada. Namanya dr. Yumi. Prakteknya di sebuah apotek di Jl. Cokroaminoto Denpasar, dekat kearah terminal bus antar kota Ubung. Area ini mudah dijangkau dari arah manapun di Denpasar, dan semua orang Denpasar pasti tahu lokasi ini. Alhasil, untuk periksa segala urusan kehamilan, saya selalu mengantar istri untuk periksa kandungan di dr. Yumi.
Keberadaan seorang dokter kandungan muslimah disini patut disyukuri. Setidaknya, yang memeriksa istri kita adalah juga seorang wanita, dan terlebih lagi juga seorang muslimah. Ini adalah awal yang baik. Niatan yang baik. Sebuah niatan yang baik, apapun itu, insyaAllah bisa membawa barokah dan ketentraman.
Bagi kamu yang sedang atau akan tingal di Denpasar Bali, dan istri kamu sedang mengandung, informasi ini mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan.
Lalu, mengenai penggunaan judul yang membawa awalan kata ‘Peluang Usaha’, ini hanyalah dasar saya saja yang seorang pengusaha. Jadinya, segala bentuk peluang apapun, asal bisa menghasilkan duit, akan saya sebut peluang usaha, sekalipun peluang usaha ini ‘menyerempet’ profesi sebagai dokter
Lagipula, dokter juga tidak menolak uang yang banyak, bukan?
Ini adalah sekedar ikhtiar. Berusaha sebaik mungkin, tapi Allah Swt jugalah segala hasil akan kembali.
Wassalam,
Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali







