Archive for » December, 2009 «

Thursday, December 31st, 2009 | Author: Arif Haliman

Tinggal hitungan jam lagi tahun 2009 Masehi akan segera berakhir dan berganti dengan tahun baru 2010. Seperti tahun-tahun biasanya, jika kebanyakan orang merayakan pergantian malam tahun baru dengan sangat hinggar binggarnya, saya bersama keluarga tidaklah begitu. Saya lebih baik melewatkannya dengan biasa saja seperti layaknya malam yang lainnya. Hal ini selalu saya ajarkan kepada istri dan anak untuk tidak perlu ikut ‘bergembira’, apalagi sekedar menyalakan mercon di malam hari yang sering membuat takut dan kaget orang itu.

Momen seperti pergantian tahun, bagi saya, adalah momen terbaik untuk muhasabah, atau melakukan introspeksi diri. Sudah kemana saja, udah ngapain saja, dan sudah sampai mana kualitas pribadi dan keluarga pada titik ini. Apakah ada kemajuan? Atau justru malah kemunduran? Kalau ternyata mengalami kemunduran, atau masih saja jalan ditempat, maka hidup kamu bisa disebut Merugi. Hadist Nabi Muhammad saya tuliskan secara simpel: Jika hari ini lebih baik dari kemarin = BERUNTUNG. Jika hari ini lebih jelek dari kemarin: MERUGI.

Momen pergantian tahun bagi saya, dalam hal ini ditinjau dari posisi saya sebagai seorang usahawan, lebih baik digunakan untuk mensyukuri segala nikmat kebarokahan dan kemudahan didalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Dalam pinta dan doa saya berkaitan dengan usaha yang saya jalankan yaitu salah satunya Rental Car Bali, saya senantiasa meminta diberi barokah. Apa itu barokah? Barokah (sering disebut juga berkah) adalah segala hal yang kita miliki (entah besar atau kecil, banyak atau sedikit) namun kesemuanya itu senantiasa membawa kemaslahatan bersama. Artinya, kalau misalnya kita punya uang 1 juta, kita dan orang lain (keluarga atau lingkungan kita) akan ikut merasakan manfaatnya. Kalo kita punya uang 100 juta, bersama-sama kita juga tetap akan merasakan manfaatnya. Singkatnya, barokah adalah kemampuan membawa manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Lantas, yang seperti apa sesuatu yang tidak barokah? Banyak contohnya. Kita punya uang, tapi sakit senantiasa mendera kita. Kita punya kekayaan, tapi tidak mampu untuk sedekah bahkan dalam jumlah kecil. Kita punya keahlian berdagang, tapi senantiasa gagal. Kita punya istri, namun senantiasa cekcok, kita punya anak, namun senantiasa membuat kita susah, dsb. Dalam kondisi seperti ini, mana bisa kita leluasa membawa manfaat untuk orang lain, kalau untuk diri sendiri saja sudah susah?

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk meminta kepada Allah SWT, untuk kita diberi segala sesuatu yang penuh barokah. Barokah itu bisa menenangkan hati dan menentramkan pikiran. Kalu hati serta pikiran senantiasa tenang dan tentram, maka yang kita dapat adalah keikhlasan. Dan percayalah, dengan ikhlas senantiasa bersemayam dalam hati kita, segala hal yang kita inginkan akan mudah dengan sendirinya berduyun-duyun mendatangi kita. Entah itu berupa kekayaan, meningkatnya bisnis, bertambahnya relasi, bertambah baik sikap istri dan anak kita, dan lain sebagainya.

Dalam pergantian tahun baru, janganlah merayakannya dengan gegap gempita. Tengoklah kanan-kiri kita, tetangga-tetangga kita, saudara-saudara kita, masih banyak yang mengalami kesusahan dan penderitaan. Tengoklah kondisi negara Indonesia tercinta ini, sungguh malu kita ditengah-tengah bermacam kekisruhan yang malanda dan tumpukan hutang negara yang makin menggunung, kita masih saja tidak peka. Marilah kita sedikit bersimpati dan berempati, dengan sekedarnya saja didalam menyambut malam tahun baru.

Mari kita siapkan diri menyambut tahun 2010 dengan penuh keyakinan dan optimisme tinggi, untuk kemudian bisa berbuat banyak untuk diri sendiri, keluarga, agama, dan negara Indonesia tercinta.

Category: Pribadi  | Leave a Comment
Wednesday, December 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur malam ini telah berpulang. Dia wafat sekitar pukul 20.00 WIB di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo) Jakarta. Setelah sebelumnya lama berjibaku dengan berbagai macam penyakit yang menyerangnya (diawali oleh diabetes yang berakibat komplikasi berbagai penyakit ganas lainnya), kiai haji asal NU (Nahdlatul Ulama) tersebut akhirnya menyerah terhadap ketentuan ilahi di usia 69 tahun. Dia akan dimakamkan di kampung halamannya Jombang Jawa Timur, sebuah kota kabupaten kecil, sekitar hanya 30 menit perjalanan mobil dari kota saya tercinta Mojokerto.

Mantan Presiden RI ke 4 itu meninggalkan seorang istri dan 4 orang anak. Dia adalah cucu KH. Hasyim Asyari, pendiri organisasi massa Islam terbesar di dunia yang berada di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama. Gus Dur yang asli Jombang Jawa Timur itu mendapatkan banyak sebutan di masyarakat, beberapa diantaranya adalah guru bangsa, cendekiawan muslim, pejuang demokrasi, dan seabreg sebutan lainnya. Gus Dur tidak hanya populer dikalangan muslim khususnya warga Nahdliyin, namun juga sangat populer dikalangan luar muslim. Gus Dur dianggap sebagai penolong bagi mereka yang minoritas di republik Indonesia tercinta.

Terutama di Indonesia, semasa hidupnya Gus Dur sangatlah kontroversial. Bisa saya bilang dilihat dari kuantitas (dan mungkin juga kualitas) kontroversi yang ditimbulkannya, tidak ada orang di Indonesia ini yang menyamainya. Saya tidak akan menyebutkan semuanya, namun salah satu yang menurut saya termasuk bombastis adalah keinginannya untuk membubarkan DPR (ini dalam tataran negara) dan pendapatnya sapaan Assalamu’alaikum Wr Wb sebaiknya diganti dengan Selamat pagi, Selamat siang, dan seterusnya saja (ini dalam tataran agama). Apa itu tidak gendheng, namanya?

Banyak orang menganggap dia adalah orang hebat. Yang termasuk disini adalah barisan orang-orang sekuler, nasionalis, pengusung demokrasi dan orang-orang diluar muslim. Ada juga yang menganggap dia tidak lebih sekedar antek Israel di Indonesia, dengan pola pemikiran sekulerisme, liberalisme dan pluralisme yang kerap diusungnya. Barisan ini adalah para muslimin konservatif yang menentang pemikiran bahwa semua agama adalah sama.

Berbagai tindakan kontroversial yang kerap dilontarkannya itu, sebagian menganggap itu adalah efek dari serangan stroke yang pernah menimpanya, sehingga pemikirannya sering dianggap tidak beres. Baik kawan maupun lawannya memang seringkali dibuat geleng-geleng kepala dengan sepak terjangnya. Sukar untuk ditebak dan ditentang. Gayanya yang terkesan seenak udele dewe dan tanpa beban menjadi ciri khasnya.

Lepas dari kesemuanya itu, Gus Dur semasa hidupnya memang pantas untuk dikenang. Lepas dari kita suka atau benci dengan tindakan dan pemikirannya, Gus Dur memang pantas untuk dihargai. Segala hal kontroversial yang pernah menghinggapinya, yang pernah menimbulkan luka bagi sebagian orang, hendaknya untuk diberikan pintu maaf. Karena bagaimanapun juga dia sudah tiada. Dia memang sudah tiada secara fisik, namun pemikirannya dalam masyarakat tidak serta-merta juga ikut binasa.

Satu hal yang masih saya kenang dan membekas bagi saya adalah mengenai humornya. Sudah jamak diketahui bahwa Dus Dur adalah raja humor. Salah satu humor darinya itu adalah berupa tebakan. Yaitu, apa persamaan wanita hamil dan ilalang yang tinggi? Jawabannya sungguh menggelitik dan menyerempet mesum: Karena telat dicabut! Mengerti, kan?

Akhirnya, selamat jalan Gus. Kepada Allah SWT jugalah engkau kembali kini. Ungkapanmu ‘Gitu Aja Kok Repot’ pasti akan selalu diingat orang.

Wednesday, December 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

PLN (Perusahaan Listrik Negara) baru saja dipimpin oleh orang baru. Orang baru ini langsung menduduki jabatan tertinggi di tubuh BUMN itu, yaitu Direktur Utama (Dirut). Artinya, seperti halnya di berbagai perusahaan lain, dari sekian banyak jajaran direksi yang ada, kesemuanya akan bertanggung jawab kepada Dirut.

Ditengah berbagai pandangan miring mengenai PLN (terutama dalam beberapa bulan terakhir) karena seringnya terjadi pemadaman listrik diseluruh Indonesia, pergantian ini diharapkan membawa angin segar. Harapan besar itu kini disandarkan kepada Dirut baru tersebut. Siapa dia? Dia adalah Dahlan Iskan. Bagi yang belum tahu, lebih baik segara cari tahu ya. Situs ini http://dahlaniskan.wordpress.com atau http://www.dahlaniskan.info mungkin cocok untuk memulainya.

Bagi saya pribadi, Pak Dahlan pastinya sama sekali tidak kenal saya (emang juga gue siape…). Artinya tidak pernah bertatap muka secara langsung, dalam sebuah seminar, misalnya. Namun walaupun begitu saya sering ‘bertatap muka’ dengannya walaupun dengan sistem satu arah (dia ke saya), yaitu melalui harian Jawa Pos miliknya yang saya sudah mengakrabinya sejak masih sekolah dasar (jaman almarhum ayah saya dulu menjadi pelanggannya) sampai sekarang. Sekedar informasi, di Jawa Pos, Dahlan Iskan menjabat sebagai CEO, dan Jawa Pos ini membawahi sekitar lebih dari 100 perusahaan, sebagian besar merupakan perusahaan yang berbasis media (koran, tabloid, tv, dsb). Lewat Jawa Pos News Network (JPNN), boleh dibilang ini adalah konglomerasi media terbesar di tanah air.

Saya sedikit banyak tahu sepak terjangnya selama ini. Mantan wartawan Tempo ini betul-betul merangkak dari bawah dalam karirnya, sampai menduduki jabatan CEO di Jawa Pos. Dahlan Iskan menurut saya pribadi memang adalah orang yang tepat menjadi pemimpin. Tidak hanya untuk perusahaannya sendiri, namun juga sekarang ini untuk PLN. Sebagai sebuah perusahaan negara yang dituntut untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dibidang kelistrikan, dan sekaligus harus mampu mendulang untung untuk memberikan pemasukan kepada negara, PLN sepertinya belum mampu melakukan itu semua sejak dulu kala. Ada-ada saja penghalangnya. Mulai dari adanya tangan kotor para koruptor dan KKN yang mengerubunginya, sampai ketidakprofesionalan jajaran direksi dalam menjalankan roda perusahaan.

Disinilah peran Dahlan Iskan sangat diharapkan. Latar belakang dan reputasinya sebagai seorang pengusaha bertangan dingin serta bersih dari berita korupsi diharapkan mampu meningkatkan kinerja PLN. Meskipun begitu, sebagian kalangan, seperti Serikat Pekerja PLN yang sempat mendemo dan menolaknya, sempat menyangsikan kesanggupan Pak Dahlan dalam mereposisi PLN. Mereka beragumen Dahlan adalah orang luar PLN dan sama sekali tidak berpengalaman soal listrik. Sebagai orang luar, dikuatirkan dia akan gampang melakukan privatisasi PLN, serta dituduh tidak mahir dalam mengelola kelistrikan. Sebagian lagi mencurigai kedekatannya dengan kalangan Tionghoa, dimana dia akan dirasa akan berat sebelah. Dan berbagai macam keraguan lainnya, yang menurut saya bahkan saya sendiri pun bisa mewakilinya untuk membantah kekuatiran itu.

Menurut saya, over all, Dahlan Iskan sebaiknya memang diberi kesempatan untuk memimpin PLN. Untuk PLN, setidaknya saat ini, bukanlah faktor teknis kelistrikan yang diperlukan pemimpinnya. Disana diperlukan seorang ‘independen’. Orang yang tidak gampang ditekan dan dibodohi siapapun. Faktor terpenting adalah kemampuan leadership dan manajemen yang handal. Lebih jauh, dari segi kelistrikan, Dahlan Iskan bukanlah orang awam.

Dia juga mempunyai semacam perusahaan energi dan gas di Kalimantan Timur. Walaupun sama sekali bukan perusahaan yang berpotensi menyaingi PLN (menurut pengakuannya hanya 1% nya dari kekuatan total PLN), setidaknya dia mempunyai pengetahuan. Dari segi leadership, siapa yang bisa menyangsikannya. Sebelum resmi menyandang jabatan Dirut PLN seminggu yang lalu, dia masih membawahi sekitar 100 perusahaan. Setelah resmi menjadi Dirut PLN, semua jabatan itu dicopotnya. Katanya, kalau mau cari uang, mending tetap memimpin 100 perusahaan itu dan bukannya hanya memimpin 1 macam perusahaan kayak PLN.

Hebat, bukan? Dalam hal manajemen? Disaat banyak dari kita yang sudah kelimpungan mengelola 1 unit usaha kecil (saya adalah salah satunya hehe..), namun Dahlan bisa mengelola 100 lebih perusahaan kelas propinsi maupun nasional, bahkan internasional seperti investasi yang dilakukannya di Tiongkok. Orangnya sepertinya memang bersih. Sulit mengaitkannya dengan korupsi. Nepotisme? Azrul Ananda adalah anaknya yang menjabat sebagai Wakil Direktur di Jawa Pos. Namun asal mula keterlibatannya di Jawa Pos bukanlah kemauan bapaknya, namun proses alamiah.

Toh mengenai itu (KKN) saya pribadi sangat tidak keberatan, kalau kebetulan disebuah organisasi personalnya ada ikatan keluarga, DENGAN CATATAN: dia sangat capable dalam posisinya itu dan prestasinya sudah jelas. Mengapa tidak?

Sekali lagi untuk mengetahuinya siapa dan bagaimana dia, situs http://dahlaniskan.wordpress.com cocok untuk mengenalnya. Tanya mbah Gugel akan lebih baik lagi. Dari sana kita bisa mengetahui tentang pemikirannya, dan dikaitkan dengan harapan kita akan perbaikan PLN, kita bisa menilai apakah dia akan berhasil atau tidak. Pokoknya, kalau Dahlan Iskan tidak bisa membenahi PLN, maka bisa saya bilang tidak ada lagi yang akan bisa. Oiya, Ada juga buku Ganti Hati (saya sudah memilikinya sejak pertengahan tahun ini) yang berkisah pengalaman nyata Dahlan Iskan dalam melakukan transplantasi organ hatinya. Sangat menggugah khas wartawan ulung.

Jadi, mari kita berharap PLN akan bisa menjadi seperti Bank Mandiri dan Garuda Indonesia, 2 BUMN yang sekarang ini kinerjanya sangat membanggakan berkat tangan dingin jajaran direksi mereka. Semoga PLN juga segera bisa mengejar ketertinggalannya.

Category: Opini  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Thursday, December 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Sudah kurang lebih 3 bulan ini saya memiliki mainan baru: Yup, GPS (Global Positioning System). Sistem pemetaan secara global ini saya beli sebagai value added (nilai tambah) layanan sewa mobil di Bali via website milik saya. Sebagai value added, ditilik dari sisi ROI atau return of investment, ternyata fungsinya sudah melebihi itu. Peta digital ini sepertinya malah bisa digunakan sebagai bisnis sampingan :)

Sebenarnya, sudah sekitar awal tahun ini saya sangat tertarik dan berkeinginan untuk membeli barang ajaib ini. Pasalnya, beberapa email yang masuk untuk booking rencal car di Bali melalui website saya, beberapa diantaranya mananyakan apakah kami bisa juga menyediakan layanan unit GPS. Karena tidak memilikinya, waktu itu saya selalu beralasan dengan asal menjawab: Acually, the best GPS is the locals you meet on the street hehe..

Kedengaran seperti jawaban ngeles dari ketidakmampuan menjawab yang sesungguhnya. Namun bisa juga benar karena jurus itulah yang selalu saya pakai kalau berada di sebuah tempat yang saya sama sekali gak ngerti dimana. Terlepas dari itu, saban kali ada calon penyewa yang menanyakannya, jawaban seperti itulah yang selalu saya berikan. Beberapa tamu mengamininya, namun lebih dari itu kemudian malah tidak membalas sama sekali email saya, menguap entah kamana. Akhirnya, sambil senantiasa berdoa kepada Yang Kuasa agar diberi kelonggaran modal dan terutama alokasi waktu, akhirnya sejak 3 bulan terakhir ini saya bisa juga memilikinya hehe :)

Sampai dengan saat ini, saya sudah memiliki 2 unit GPS yang keduanya saya rentalkan bersamaan dengan mobil sewaan saya. Saya membelinya dengan harga per unit Rp 2.050.000. Namun, untuk pembelian berikutnya, saya mendapatkan potongan harga menjadi Rp 1.800.000 karena penjualnya sedang promosi. Kalau kamu berminat membeli unit GPS secara online, saya sarankan untuk membelinya di PusatGPS.com . Layanannya ok, cepat serta tanggap terhadap keinginan konsumen. Base camp mereka ada di kota Malang Jawa Timur, namun di Bali sini sepertinya juga ada cabang mereka.

Setahu saja sampai saat ini, mereka menjual berbagai unit GPS dengan harga yang relatif paling murah. Dengan 4 buah software atau perangkat lunak yang sudah terinstal di masing-masing unit, GPS ini sudah melebihi dari yang diharapkan. Ke 4 perangkat lunak tersebut adalah Garmin, iGo, MioMap dan Amigo.

Membawa benda ini selamat berkendara (mobil) memberi sensasi tersendiri. Kita akan disuguhi informasi yang sangat akurat mengenai contohnya, berapa meter / kilometer lagi harus belok kanan, di belokan mana kita harus berputar, berapa lama perkiraan kita akan tiba di tempat tujuan, dsb. Tidak kurang informasi seperti berapa meter / kilometer lagi pompa bensin berada, atau tempat makan, rumah sakit serta tempat menarik lain akan terpampang dilayar monitor. Bagi yang suka kencing selama berkendara jauh, seperti perjalanan antar kota atau pulau, mengetahui dimana posisi-posisi pompa bensin secara tepat yang selalu menawarkan toilet gratis dijamin akan membantu sekali ;)

Pokoknya dengan membawa benda ini, dijamin kita akan sampai ditempat tujuan, walaupun bahkan kita belum pernah sekalipun mengunjungi tempat itu, atau belum pernah berkendara di kota / tempat itu. Tidak perlu kuatir tersesat. Peta jalan terhampar dengan jelas di layar monitor dan bersifat dinamis. Peta kertas mah bisanya diem aja. Kalaupun misalnya kita salah arah (mungkin grogi harusnya belok di tikungan pertama, tapi kita malah lurus saja), gambar peta akan di re-calculated atau dipetakan ulang secara otomatis. Itulah makanya, para turis di Bali, terutama yang menyewa mobil dan menyetir sendiri lewat Bali car rental website saya, GPS ini menjadi favorit mereka.

Seringnya saya dengar komentar mereka mengenai GPS adalah: It makes your life easier..

eXTReMe Tracker