Archive for » November, 2009 «

Thursday, November 26th, 2009 | Author: Arif Haliman

Iseng buka-buka Yahoo UK & Ireland, saya menemukan sebuah artikel yang berjudul 10 cheap country to visit now yang membahas mengenai kamana sebaiknya para calon pelancong negara Inggris dan juga negara Eropa lainnya saat ini. Penyaranan tempat melancong (holiday destination) ini lebih didasarkan kepada negara-negara tempat tujuan wisata yang berharga murah. Tapi tentu saja tidak sekedar murah, namun tetap memberikan pengalaman berlibur yang menyenangkan mengingat bagaimanapun juga tempat wisata dinegara-negara tersebut tidaklah ‘murahan’.

Kenapa kok negara-negara tersebut masuk kategori murah? Tidak lain tidak bukan karena saat ini menurut situs Yahoo! UK Travel, mata uang negara-negara tersebut sedang mengalami penurunan nilai terhadap Euro ataupun Dolar. Ditengah masih berlangsungnya krisis global dimana Amerika paling parah dalam menanggungnya dan Eropa yang masih perkasa menghadapinya, jelas masuk akal kalau para pemilik euro dan dolar bisa plesir berwisata ke suatu negara yang mata uangnya masih jatuh secara jauh lebih murah.

Ke 10 negara murah yang disarankan untuk dikunjungi itu pertama adalah Meksiko dengan Cancun-nya yang sangat menawan. Penerbangan ke Meksiko sekarang ini sedang sangat murahnya. Alhasil, kesempatan bagi warga Eropa untuk berwisata menikmati pemandangan pantai yang eksotis dan olahraga air kelas dunia menjadi terbuka lebar.

Negara ke 2 adalah Islandia. Kebekuan finansial secara berkala disana menyebabkan ekonomi sulit. Karenanya, berwisata di air panas alami dan baluran pemandangan lava disana akan sangat menarik karena segalanya murah. Negara ke 3 adalah Turki. Negeri mayoritas Muslim yang masih berusaha terus bergabung dengan Uni Eropa ini tergolong lebih murah dibanding negara Eropa lainnya. Tapi itu diprediksi tidak berlangsung lama karena pesatnya pembangunan disana. Istambul menawarkan berbagai keeksotisan dunia bagi para pengunjungnya.

Afrika Selatan adalah negara ke 4. Depresiasi mata uang Rand terhadap British Sterling membuka kesempatan buat para pelancong pergi kesana. Kruger National Park adalah andalannya diantara berbagai wisata alam lainnya. Meskipun penerbangan masih tergolong mahal, namun akomodasi termasuk hotel dan villa sedang murah-murahnya. Negara ke 5 yaitu Bulgaria. Persiapan mata uangnya yang akan bergabung dengan zona Eropa membuatnya segera membuat mahal harga-harga lainnya. Sebelum masa itu datang (tahun 2012), Bulgaria yang termasuk kategori murah sekarang, sebaiknya secepatnya untuk dikunjungi untuk menikmati wisata pegunungan yang maha tinggi menembus langit.

Berikutnya, atau negara ke 6 adalah Mesir. Sudah tidak perlu dijelaskan lagi betapa indahnya negeri Mesir ini. Pantai-pantai berpasir putih dan tempat-tempat peninggalan sejarah adalah andalannya. Jangan lupakan juga tentang olahraga air seperti scuba diving atau snorkelling disana. Tunisia menjadi negara ke 7 dengan harga akomodasi dan makanan yang sangat murah sehingga menarik untuk dikunjungi. Disana banyak menawarkan pemandangan matahari terbit dan tenggelam yang spektakuler. Juga layanan spa yang memanjakan, dsb.

Yang ke ke 8 adalah Kroasia. Banyak menawarkan hotel skala tingi yang berharga murah untuk ditinggali. Disarankan untuk berkunjung di sekitaran April - Mei, atau September - Oktober. Negara ke 9 adalah Thailand. Yup, kita tahu dari berbagai berita bahwa sedang terjadi gejolak yang kontinu disana. Politik yang tidak stabil menyebabkan ekonomi tersendat sehingga menyebabkan nilai mata uang Baht turun. Thailand banyak menawarkan wisata seperti halnya Bali dengan keindahan alam dan budaya unik masyarakatnya. Namun dari semua hal yang ada, Bangkok dan Pattaya adalah dua tempat yang harus dikunjungi.

Bagaimana dengan negara ke 10? Tidak ada. Warga Eropa hanya disarankan untuk membuka mata lebar-lebar lewat berbagai informasi yang ada, siapa tahu ada tempat atau negara lain yang murah untuk dikunjungi.

Menyikapi artikel Yahoo ini, saya hanya berkomentar, syukur Alhamdulilah Indonesia, termasuk Bali didalamnya, tidak masuk negara atau tempat tujuan wisata yang murah. Bukannya apa-apa, ini menunjukkan bahwa Bali masih berkelas. Bali masih menunjukkan kelasnya sebagai tempat wisata yang tidak murahan. Dampak dari ini adalah, saya dan para pelaku pariwisata di Bali pada khususnya, bisa dibilang kesejahteraan hidupnya berpeluang tetap terjaga. Karena kita masih bisa menjual produk-produk wisata kita dengan harga tinggi, yang artinya pendapatan atau income kita juga akan tetap tinggi. Situs Bali car rental saya yang sempat menurun di masa low season Oktober-November sekarang ini, alhamdulillah sudah mulai bergairah kembali menyambut peak season Desember.

Fokus kita tentang pariwisata Bali seharusnya adalah: Dengan tetap mempertahankan kelasnya yang bernilai lebih ini. Tidak murahan yang berakibat murahan, dan tidak mahalan yang berakibat dijauhi turis.

Category: Opini  | Tags: ,  | Leave a Comment
Monday, November 23rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari Rabu minggu kemarin, tepatnya tanggal 18 November, diadakan sebuah acara dengan mengambil judul Bincang Bisnis dan Silaturahim Pengusaha Muslim Bali. Dalam acara ini saya ikut ambil bagian sebagai peserta yang duduk manis mendengarkan para narasumber berbicara membagi ilmu bisnis yang dilandasi dengan semangat spiritualitas keislaman yang kental. Dengan mengambil tempat di rumah makan de Surau Bali di Jl. Mahendradatta Denpasar, acara yang terbilang langka ini menurut saya patut diacungi jempol.

Memang bobot materi yang disampaikan dalam acara gratis tanpa tiket masuk ini tidaklah segegap-gempita acara seminar Andri Wongso di Bali yang juga saya ikuti akhir tahun kemarin, namun sekali lagi saya tetap menyebutnya langka. Yang membuatnya langka adalah bahwa acara ini bertemakan bisnis dengan seluruh peserta pengusaha muslim di Bali. Seminar bertema bisnis adalah sudah biasa. Hal mengenai pengusaha juga sudah jamak. Tapi acara kumpul-kumpul antar pengusaha muslim di Bali dimana umat muslim adalah minoritas disini? Ini baru luar biasa!

Begitulah, tak kenal maka tak sayang. Akhirnya saya bisa bertatap muka dengan pemilik salah satu website populer di bidang properti House of Bali. Beliau adalah Pak Zaenal Sania. Saudagar dari Sulawesi ini sudah lama malang melintang di Pulau Dewata dengan berbagai bisnis yang dijalankannya. Dari berbagai macam bidang usahanya, yang paling membuatnya ‘jadi orang’ menurut saya adalah bidang properti ini. Dalam acara ini Pak Zainal bertindak sebagai narasumber. Dengan moderator Pak Alim Mahdi Direktur DSM Bali (Dompet Sosial Madani Bali), acara bincang dan silaturahim pengusaha muslim Bali ini berlangsung gayeng. Apalagi ditambah dengan acara peluncuran produk terbaru Telkomsel yaitu T-Cash.

Pak Zainal banyak berbagi cerita mengenai bagaimana memulai usaha dan menjaganya supaya tetap survive. Menurut beliau, tidak hanya dari sisi teknis penguasaan bidang bisnis yang wajib kita kuasai, namun juga dari sisi non-teknis seperti restu dan dukungan mutlak 2 wanita. Siapa mereka? Mereka adalah ibu dan istri kita.

Selain itu adalah pentingnya untuk berkomunitas. Dalam menjalankan bisnis, apabila kita seorang diri dalam menjalankannya, maka otomatis yang berdoa agar bisnis kita lancar dan penuh barokah adalah diri kita sendiri dan keluarga kita. Namun bagaimana kalau bisnis ini dijalankan secara bersama-sama dalam sebuah komunitas? Maka tentu saja yang berdoa adalah semua anggota komunitas bisnis tersebut, berikut anggota keluarga mereka. Dengan demikian, keberhasilan bisnis kita akan lebih nyata.

Saya juga jadi tahu para peserta yang berlatar belakang pengusaha ini dengan bidang usaha mereka. Dimulai dari garmen, textile, hardware komputer sampai distro busana muslim. Rata-rata mereka kayaknya sudah kelas kakap, seperti pak Ekky Cules dari Kencana Tekstil Bali. Untuk yang dari kelas ecek-ecek kayak saya sepertinya juga ada banyak.

Tapi terlepas dari kelas kakap ataupun kelas ecek-ecek, yang terpenting bagi saya waktu itu (dan saya yakin juga bagi kebanyakan peserta) adalah silaturahim dan partisipasi dalam sebuah acara yang terbilang langka tersebut di Bali.

Category: Pribadi, Umum  | Tags: ,  | Leave a Comment
Thursday, November 19th, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari minggu kemarin diadakan sebuah acara lomba sekaligus bazar di Masjid Agung Sudirman Denpasar. Acara yang digagas oleh FKMTI Bali ini patut diacungi jempol karena mampu menjadikan kegiatan ini sebagai ajang berkumpulnya warga muslim Pulau Dewata, yang saya yakin walaupun acara ini diadakan di Denpasar, tidak tertutup kemungkinan warga muslim lain yang tinggal di luar kota Denpasar seperti Tabanan, Kuta, Jimbaran, Nusa Dua atau mungkin Singaraja dan Baturiti Bedugul, juga ikut mendatanginya.

Acara yang dimaksudkan untuk berhalal-bihalal antar sesama warga muslim di Denpasar pada khususnya dan warga muslim di Bali pada umumnya pasca Lebaran bulan September 2009 kemarin ini betul-betul berlangsung meriah. Dengan mengambil tagline Festival Ketupat Lebaran : Membangun Kebersamaan Melalui Festival Ketupat Lebaran, panitia harus diberi salutasi mengenai keberhasilan acara ini.

Saya memperkirakan sudah masuk hitungan ribuan yang datang, termasuk para pengunjung anak-anak dan dewasa, peserta lomba dan bazar, pedagang asongan serta panitia itu sendiri. Panitianya saja mungkin kalau tidak salah ada lebih dari 50 personil. Saya tahunya karena ibu-ibu ini memakai seragam panitia, yang tersebar mulai dari stan lomba memasak, stan panggung, stan ceramah didalam masjid, dan stan peserta bazar.

Nah, omong-omong, dimanakah posisi saya di acara ini? Bisa dibilang saya adalah peserta (bazar) sekaligus pengunjung :) . Dibilang peserta karena memang istri saya ikut berpartisipasi berjualan Baju muslim di stan bazar. Dibilang pengunjung karena saya juga paling hobi untuk ikutan keluar masuk stan lain kalau ada acara seperti ini :)

Keikutsertaan istri di acara ini dengan membuka stan busana muslim, tidak lepas dari ajakan kawan sekaligus saudara kagetan di Bali. Saya bilang kagetan karena ketemunya di Bali, dan ternyata sama-sama sebagai wong Mojokerto di Bali hehe.. Terlebih lagi ada kecenderungan berpotensi memiliki hubungan keluarga di Mojokerto. Karena diajak, ya sudah, dengan semangat silaturahim lebih menyemarakkan kegiatan yang sangat positif ini, kami ikutan juga.

Isi bensin dulu sebelum beraksi..

Isi bensin dulu sebelum beraksi..

Disamping mengamati stan para penjual minuman segar (asli saat itu matahari sangat terik dan saya harus pontang-panting jaga 2 anak kecil yang ajaib, jadi sekedar mengamati minuman dingin itu bisa sedikit meniadakan dahaga :) ), tidak lupa saya mengamati juga aneka baju muslim yang ada di setiap stan. Disamping stan istri saya yang berpatungan dengan saudara tadi, ada kurang lebih 7 stan lainnya. Semuanya berjualan baju muslim.

Dari mulai merek Up 2 Date (yang ini asli mahal-mahal, sampai penjualnya saja ketahuan bawa Toyota Alphard) sampai yang tidak bermerek dan berharga murah pun tersedia. Merek-merek yang dijual disana diantaranya sudah sering saya lihat di internet. Saya agak lupa untuk menyebutkannya. Namun yang jelas, saya bersama istri masih setia mengusung merek-merek populer seperti kaos muslimah SIK Clothing, Qirani, Manet Busana Muslim ataupun Toyusin. Entah kapan bisa segera mengusung merek hasil produksi sendiri :(

Duo penglaris cilik..:)

Duo penglaris cilik..:)

Dari sisi bisnis offline yang sekarang sedang saya matangkan bersama istri, acara ini banyak memberikan pelajaran. Diantaranya, ternyata walaupun tinggal di Bali dimana muslim merupakan minoritas, namun rejeki sebagai pedagang baju muslim tetap terbuka lebar. Maksud saya, insyaAllah dagangan kita akan tetap laku, entah bagaimanapun caranya. Yang diingat, seberapapun kecilnya bilangan minoritas kita, tetap saja itu adalah sebuah komunitas. Yang namanya komunitas, faktor terpenting bukanlah kuantitas didalamnya, namun kualitas aksi yang bisa dihasilkan sehingga membawa dampak baik untuk masyarakat.

Selama ini kami masih fokus untuk tetap 100% online dalam berdagang busana muslim dengan mengambil basis di Bali. Namun, untuk semakin mengembangkan diri, bersilaturahim dan membawa manfaat untuk orang lain, berbisnis baju muslim offline sudah seharusnya insyaAllah tidak akan rugi untuk dicoba.

Category: Pribadi  | Leave a Comment
Wednesday, November 11th, 2009 | Author: Arif Haliman
Mejeng dulu sebelum turun ke lokasi air terjun

Gitgit Waterfal Bali. Dalam bahasa Indonesia artinya Air Terjun Gitgit Bali. Sesuai namanya, ini adalah sebuah tempat wisata yang mengandalkan air terjun sebagai obyek utamanya. Air terjun ini berlokasi di desa Gitgit, sekitar 2 jam perjalanan mobil dari kota Denpasar. Gitgit sudah masuk wilayah Singaraja, kurang lebih hanya sekitar 15 menit perjalanan mobil menuju pusat kota Singaraja. Kalau kamu berwisata ke Pulau Bali, pastikan tempat ini menjadi salah satu obyek wisata yang akan kamu kunjungi.

Saya merekomendasikan kamu untuk mengunjunginya, karena saya baru saja mengunjungi tempat wisata air terjun Gitgit ini hari minggu, 3 hari yang lalu. Sebetulnya, sudah agak lama saya bersama istri mencari waktu yang tepat di hari libur minggu untuk bisa berwisata ke tempat ini. Namun ada saja halangan. Mulai pingin males-malesan saja dirumah hari minggu, ada acara undangan teman, atau (seringnya) pas mobil sedang tidak ada dirumah, alias sedang dipinjam oleh tamu saya.

Penasaran saja, 8 tahun sudah bermukim di Bali namun belum satupun melihat yang namanya air terjun di Bali :) Jadinya, alhamdulillah hari minggu kemarin kita berkesempatan untuk mengunjunginya. Bagi kamu yang sering ke tempat wisata Bedugul yang terkenal cantik itu, kamu tinggal 30 menit saja perjalanan untuk sampai di Gitgit. Secara garis besar, karena saya tinggal di Denpasar, rute yang saya ambil untuk menuju Gitgit adalah Denpasar - Tabanan - Baturiti (Bedugul) - Gitgit. Total perjalanan adalah 2 jam pakai mobil.

Foto sambil basah kuyup kena cipratan air tejun..

Foto sambil basah kuyup kena cipratan air terjun..

Selepas dari Bedugul, kamu akan melewati kawasan hutan selama kurang lebih 30 menit itu. Hutan ini sudah masuk di wilayah kota Singaraja. Salah satu keasyikan melintasi hutan ini adalah, kita disuguhi pemandangan danau (sori gak tahu namanya) yang terbentang di bawah sono. Indah sekali. Apalagi kalau pas suasana agak mendung, siluetnya itu lho yang bikin kesengsem.

Satu lagi keasyikan adalah mengamati kawanan monyet yang berdiri disepanjang pinggir jalan. Kalau kamu bermobil dengan anak kecil, dijamin dia akan senang sekali karena mungkin terheran-heran kok bisa-bisanya monyet-monyet itu mejeng di pinggir jalan. Begitu juga dengan anak saya Tika, dia gak henti-hentinya tertawa dan kegirangan demi melihat kawanan monyet itu. Kalau ingin lebih asyik lagi, kita bisa berhenti dan mendekati para monyet itu. Sepertinya mereka jinak-jinak saja, karena saya melihat banyak juga turis (terutama bule) yang sibuk potret sana potret sini kawanan monyet ini dari jarak dekat.

Tapi khusus buat supir, jangan terlalu keasyikan ya. Tepat konsentrasi dengan setir, karena ingat, ini adalah kawasan hutan yang jalannya selalu berkelok-kelok, naik turun, dan licin kalau pas lagi hujan.

Sesampainya di Gitgit, untuk mencapai obyek wisatanya, diperlukan perjuangan yang lumayan berat. Bagi kamu yang kurang berolahraga jalan kaki, sebaiknya kamu menyesalinya :) Dari tempat parkir mobil, kita harus turun menyusuri jalanan setapak sepanjang lebih kurang 500 meter. Di sepanjang jalanan setapak ini, kita akan menjumpai banyak pedagang cinderamata standar seperti patung, kalung, kaos, aromaterapi Bali, dsb. Kalau kamu sebelumnya sudah capek berwisata ketempat lainnya, siap-siap saja kaki akan merasa super pegal. Sesekali berhenti dan istirahat sangat disarankan untuk menghilangkan sedikit pegal. Tapi, biasanya, setelah sampai di lokasi air terjunnya, kemungkinan pegal tadi akan berangsur-angsur hilang.

Tepat di lokasi air terjun, kita akan disuguhi sebuah pemandangan indah berupa air terjun dengan ketinggian sekitar 40 meter. Hawanya yang sangat sejuk ditambah suasana hutan yang bagaimanaaaa gitcu, bisa mengganti bayaran atas capeknya mencapai lokasi ini. Dibawah air terjun, terdapat kolam dengan diameter sekitar 4 meter. Disini asyik untuk dipakai berendam. Tidak ketinggalan batu-batu cadas yang mengelilingi sekitar air terjun ini. Dengan latar belakang sungai kecil yang mengalir jauh, berfoto di antara batu-batu besar ini bisa jadi akan menjadi foto favorit kamu sepanjang masa :)

Tidak lupa ritual makan bakso kalau ke Bedugul :)

Oh ya, kalau tadi saya bilang menuruni jalan menuju lokasi air terjun lumayan berat, sekarang kalau balik menaiki jalan menuju atas lebih berat lagi :) Napas makin ngos-ngosan. Oleh karena itu, saya sarankan, banyak-banyak olahraga kaki ya? Seperti saya nih yang gemar bersepeda hehehe..

Atau, untuk mengobati pegal-pegal karena harus balik lagi keatas, mungkin ritual saya berikut bisa kami contoh. Apa ritual itu? Kalau melewati Bedugul, hukumnya wajib untuk berhenti dulu dan makan bakso! Asli dijamin kamu bakal ketagihan. Ya iyalah, kapan lagi bisa makan bakso hangat dengan pemandangan danau yang indah??

Wa kak kak kak…

Category: Bali, Pribadi  | Tags: , ,  | 3 Comments
Monday, November 09th, 2009 | Author: Arif Haliman

The Miracle of Enzyme - Self-Healing Program (Keajaiban Enzim - Program Penyembuhan Diri Sendiri) adalah buku mengenai enzim. Ditulis dengan gaya yang mudah untuk dimengerti dan dipahami - bahkan oleh orang awam bidang kesehatan sekalipun - buku ini mencoba memberikan kunci emas agar manusia dapat menikmati hidup yang sehat, bahagia dan berkualitas. Buku yang - oleh Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari, dalam sambutannya mengatakan: Membuka paradigma baru tentang diet dan pola hidup sehat - dibuat oleh Hiromi Shinya, MD ini, bertutur sebagian besar mengenai manfaat dan pentingnya enzim didalam tubuh kita.

Enzim adalah protein yang berperan sebagai katalis didalam tubuh makhluk hidup yang berperan untuk mempercepat reaksi kimia. Enzim adalah sesuatu yang seharusnya berada dalam kuantitas yang banyak dan kualitas yang tepat dalam tubuh makhluk hidup, tidak terkecuali manusia, agar tubuh senantiasa sehat dan terjaga dari segala macam serangan penyakit. Sebagai seorang dokter ahli bedah yang telah berprofesi selama 43 tahun dan sejak usia 19 tahun tidak pernah terserang sakit lagi, Dr. Shinya bahkan menyebut setiap tindakan dalam tubuh kita dikontrol oleh enzim. Namun sayangnya, sedikit dari kita yang mengetahui tentang enzim. Pengetahuan kita masih lebih banyak didominasi oleh  mengenai vitamin, protein, susu, dsb. Faktanya, enzim ikut ambil bagian dalam seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan, seperti sintesis dan penguraian, transportasi, ekskresi, detoksifikasi, penyediaan energi, regenerasi sel, dsb. Singkatnya, kunci menuju hidup panjang dan sehat, terangkum dalam satu kata: Enzim.

Di buku ini. Dr. Shinya banyak memberikan berbagai bantahan mengenai hal-hal yang selama ini dianggap baik untuk kesehatan oleh masyarakat, namun justru hal itu memperburuk kesehatan. Contohnya adalah banyak mengonsumsi yogurt, susu ataupun teh hijau adalah baik untuk kesehatan. Namun menurut Dr. Shinya, justru dengan banyak mengonsumsi yang tersebut diatas seseorang bisa dipastikan akan menderita masalah lambung (berujung ke berbagai penyakit kanker), yang asal mulanya persediaan enzim tubuh menjadi semakin berkurang karena konsumsi produk-produk diatas.

Contoh lain adalah fakta mengenai susu. Kalau dikatakan susu mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang), sebaiknya paradigma ini segera dirubah. Fakta mengenai susu adalah: Tak ada makanan lain yang lebih sulit dicerna daripada susu, komponen susu yang dijual di toko telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas, susu yang dipasteurisasi tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, jika wanita hamil minum susu, anak-anak mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitis atopik. Dan pamungkas, minum susu terlalu banyak sebenarnya malah menyebabkan osteoporosis.

Dijelaskan secara panjang lebar pula mengenai bagaimana seharusnya hidup sehat itu dimulai. Yang terpenting adalah: makanan dan minuman yang kita makan menentukan segalanya. Oleh karena enzim diproduksi pertama dari dalam tubuh, dan kedua berasal dari luar seperti makanan dan minuman, - berikut bagaimana cara kita mengunyah makanan - maka jangan sembarangan di dalam pola dan gaya hidup kita. Pola dan gaya hidup kita mempengaruhi kuantitas dan kualitas kesehatan kita. Ingatlah: pada saat potensi enzim telah habis, hidup tubuh itu pun berakhir.

Mengunyah makanan ada aturannya. Kunyahlah makan antara 30 - 70 kali kunyahan. Jangan terburu-buru menelannya, jangan berbicara ketika sedang mengunyah, jangan minum air, semua dijelaskan alasannya. Seperti halnya makan yang ada aturannya, minum pun juga tidak ketinggalan, Dr. Shinya merekomendasikan untuk aktivitas meminum air sebagai berikut: 1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari, 2-3 gelas 1 jam sebelum makan siang dan 2-3 gelas 1 jam sebelum makan malam.

Judul Buku: The Miracle of Enzyme - Self-Healing Program
Pengarang: Hiromi Shinya, MD
Penerbit: Qanita PT Mizan Psutaka
Halaman:304

Category: Resensi  | Tags: ,  | 2 Comments
Saturday, November 07th, 2009 | Author: Arif Haliman

Wudhu adalah salah satu rukun shalat. Batalnya wudhu, membawa potensi akan batalnya juga shalat kita. Oleh karena itu, melakukan wudhu secara benar (bagian mana saja yang perlu dibasuh air) dan tertib (urutannya) adalah sebuah keharusan. Silakan disimak dibawah mengneai tata cara berwudhu yang baik dan tertib.1) Niat
Niat Nawaitut wuduu’a… dan seterusnya itu tidak perlu dilafalkan (diucapkan oleh mulut) karena Rasulullah SAW tidak mencontohkannya atau tidak ditemukannya sebuah riwayat yang menjelaskannya. Karena niat itu tempatnya dalam hati, alias tidak perlu dilafalkan, maka niat berwudhu pun cukup diucapkan dalm hati.

2) Membaca Bismillah
Membaca bismillah disini kedudukannya sunnah. Alias apabila bahkan kita sengaja tidak mengucapkannya pun tidak akan ada dosa. Namun apabila dilakukan akan mendatangkan pahala.

3) Bersiwak
Siwak adalah alat untuk membersihkan gigi khas Timur Tengah. Kalau sulit mendapatkannya, maka bersikat gigi memakai sikat gigi biasa (bisa pake odol atau tidak) diperbolehkan. Namun, sama dengan membaca bismillah, bersiwak ini hukumnya sunnah.

4) Membasuh Telapak Tangan
Telapak tangan juga berarti punggung kanan. Berarti mambasuhnya sampai dengan pergelangan tangan. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Disunahkan dalam bagian wudhu ini untuk menggosok sela-sela jari tangan sehingga kebersihannya lebih merata.

5) Berkumur dan Menghirup Air
Sewaktu berkumur, hendaknya dibarengi langsung dengan menghirup air kedalam hidung, dan jangan lupa menghembuskannya kembali. Jangan sampai air masuk semua seratus persen kedalam hidung. Aktivitas ini dilakukan sebanyak tiga kali.

6) Membasuh Wajah
Aktivitas ini hukumnya wajib, alias kalau terlewatkan wudhunya harus diulang. Aktivitas ini minimal dilakukan sekali, namun ulama kebanyakan menyimpulkan akan afdal kalau dilakukan sebanyak tiga kali. Khusus bagi yang berjenggot lebat, disunnahkan juga untuk tidak lupa membersihkan jenggotnya bersamaan dengan aktivitas membasuh muka ini.

7) Membasuh Tangan Hingga Siku
Aktivitas ini hukumnya juga wajib. Membasuh tangan bisa dilakukan sekali saja, namun lebih afdal kalau dilakukan sebanyak tiga kali. Karena tangan ini ada dua, urutan cara melakukannya bisa seperti ini: Pertama, bergantian antara tangan kanan kemudian tangan kiri (satu), lalu tangan kanan lagi kemudian tangan kiri lagi (dua), lalu tangan kanan lagi kemudian tangan kiri lagi (tiga). Yang kedua, bisa juga dengan cara tangan kanan dibasuh langsung sebanyak tiga kali, dilanjutkan membasuh tangan kiri sebanyak langsung tiga kali.

8 ) Mengusap Kepala
Wajib hukumnya aktivitas ini. Yang diingat, yang diperintah adalah mengusap kepala, bukan rambut. Mengusap kepala harus dilakukan dengan dua tangan. Dimulai dari bagian ubun-ubun atau bagian depan kepala sampai tengkuk kepala belakang. Rasulullah mencontohkan aktivitas ini dengan hanya melakukannya satu kali saja, tidak tiga kali.

9) Mengusap Telinga
Karena telinga adalah bagian tak terpisahkan dari kepala, maka sewaktu mengusap kepala sebaiknya sekaligus kemudian mengusap telinga. Jadi setelah kedua tangan sampai di tengkuk belakang kepala, langsung saja masukkan jari telunjuk ke bagian dalam telinga, dan ibu jari mengusap bagian luar telinga. Ini tentu saja dilakukan bersamaan untuk telinga kanan dan kiri

10) Membasuh Kaki
Membasuh kaki hingga mata kaki (engkel) aalah wajib. Aktivitas ini dilakukan sebanyak tiga kali.

11) Berdoa
Setelah rangkaian tata cara berwudhu dilakukan dengan tertib, bacalah doa dibawah:

Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluh.

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang satu, tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan utusan-Nya.

Note: Tulisan ini juga saya publikasikan disini

Category: Islam  | Tags:  | Leave a Comment
Thursday, November 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Saya baru saja membeli bukunya Hermawan Kartajaya On Differentiation. Sebetulnya buku ini sudah masuk kategori jadul. Cetakannya pertamanya saja tahun 2004. Saya juga sudah sering berulangkali melihat buku ini terongok di toko buku macam Gramedia, Gunung Agung maupun Togamas, tapi selama itu pula saya masih enggan untuk membelinya. Baru beberapa hari yang lalu saya tergerak untuk mengambil buku ini bersama buku-buku yang lain dan membawanya ke kasir. Kecuali, - yang menurut saya beberapa contoh kasus sudah tidak relevan - over all, saya merasa masih ada beberapa relevansi untuk kasus saya sendiri.

Hal yang malatarbelakangi saya membeli buku yang termasuk dalam Seri 9 Elemen Marketing ini, pertama-tama karena pengarangnya yang memang orang hebat. Hermawan Kartajaya sejak tahun 2002 menjabat Presiden Asosiasi Perdagangan Dunia. Dia juga pendiri MarkPlus & Co yang terkenal itu.  Kedua karena saya memang ingin memperdalam sebuah bidang bisnis yang berkenaan dengan ‘Tampil Beda’ atau Differentiation ini.

Impian saya yang ingin memproduksi baju muslim dengan membawa merek sendiri belumlah sirna :) Malah akhir-akhir ini imipian itu semakin menjadi-jadi. Diskusi yang lebih intens dengan istri, mendatangi tukang sablon, tukang celup, tukang jahit dan sebagainya untuk meminta petunjuk sudah dilakukan. Hal ini sesuai tekad saya bulan Ramadhan kemarin, bahwa saya berkeinginan kuat insyaAllah diberi kemudahan dan kelancaran urusan untuk sudah bisa memproduksi sendiri busana muslimah wanita ini setidaknya sebelum tahun 2009 berakhir. Amin :)

Dalam kaitannya dengan buku On Differentiation yang saya beli ini, saya ingin busana muslim yang saya produksi nanti setidaknya sesuai dengan bahasan buku itu: Different. Atau lain dengan yang lain. Out of the box. Get it from the crowd. Dan entah nama lain apa lagi. Entah menitik beratkan pada apanya, yang jelas nanti pokoknya harus lain. Harus sesuatu yang ketika dilempar dipasar, calon konsumen langsung berkomentar: “Wah, ini lain, nih!”.

Padahal sebetulnya produknya ya sama saja, yaitu baju muslim, yang sudah seabreg bertebaran di bumi Indonesia ini, entah itu merek yang sudah lama terkenal, atau yang baru saja lahir.

Terus mengapa kok harus lain? Karena kalau tidak lain dengan yang lain, saya yakin kagak bakalan laku, alias gatot penjualannya. Lantas, apakah kalau sudah different, apalah nanti memang laku? Pertanyaan bagus. Jawabannya: Tidak. Namun setidaknya saya sudah melewati tahapan pertama yaitu menghindari semakin bertumpuknya produk yang sama, menyasar pasar yang sama, metode pemasaran yang sama, dan persamaan-persamaan lain yang notabene calon pelanggan enggan meliriknya. Nah, yang seperti ini yang sebisa mungkin saya hindari.

Dalam buku On Differentiation ini, Hermawan memberikan banyak contoh kasus. Diantaranya mengapa ayam goreng McDonalds yang jelas-jelas tidak lebih enak dari ayam goreng KFC, Wendys atau bahkan Suharti, masih saja diserbu pembeli kalau mereka masuk gerai McD. Mengapa juga rokok Sampoerna A Mild selalu dan terus menjadi market leader atau pemimpin pasar rokok ditengah persaingan sangat ketat produk rokok lama maupun baru? Dan bagaimana Steve Jobs sang pendiri Apple yang ditendang keluar perusahaan, namun akhirnya bisa balik lagi dan melejitkan jauh lebih tinggi lagi nama Apple di industri komputer?

Oh iya satu lagi yang sedang membuat saya bersemangat: Ada order kedua dari repeat customer Singapura untuk memproduksi baju lagi dibulan ini. Kuantitinya bertambah, lho. Bertambah sibuk nih untuk urusan yang berkaitan dengan produksi baju. Jadinya, klop dah!

Tuesday, November 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Akhirnya, setelah saya menunggu lumayan lama untuk volume 6 lanjutan Kung Fu Boy Legends, hari minggu kemarin ternyata saya mendapatkannya juga di toko buku diskon Togamas Denpasar. Dasar juga nih Togamas, komik yang lama saya nanti-nantikan bukannya ditaruh ditempat yang mudah dilihat, eh malah ditaruh ditempat sempit paling pojok diantara tumpukan komik-komik ‘gak bermutu lainnya’ :(

Okay, di volume 6 ini, setidaknya 2 rasa penasaran terbesar saya sudah terjawab. Pertama tentang apakah Gunte si murid nomor satu guru Chinmi betul-betul mati setelah terjatuh dari atas benteng? Yang kedua tentang siapakah si Hakushin, satu diantara 10 Jagoan Benteng yang juga menguasai Jurus Peremuk Tulang?

Untuk jawaban yang pertama, saya memang sudah merasa yakin bahwa Gunte tidak akan mati. Maksudnya, mestinya memang tidak segampang itu dia mati. Kenyataannya, meskipun sebelumnya dia sempat kewalahan menghadapi musuhnya yang berbadan extra large, dan bersusah payah mendaki tebing benteng yang sangat terjal, toh dia akhirnya bisa juga melalui semua itu. Sewaktu dia terjatuh ke dasar benteng, ternyata disana merupakan tempat dimana sumber air benteng tersebut berasal. Jadinya alih-alih dia mati menghantam tanah atau batu, ternyata dia hanya menghujam menuju genangan kolam air raksasa itu, sehingga badannya tidak hancur, dan kemudian selamat. Selanjutnya bisa ditebak, dia segera bergabung keatas untuk membantu Chinmi dan Daruto cs dalam usahanya membebaskan Putri Mito.

Sementara itu, Chinmi yang bersiap-siap bertarung dengan Hakushin, dibikin penasaran hebat, yaitu, bagaimana Hakushin bisa menguasai Kungfu Peremuk Tulang? Setahu Chinmi, diakhir hayatnya, Guru Yosen jelas-jelas mewariskan ilmu ini hanya kepada Chinmi. Dijelaskan oleh Takeshi Maekawa sang pembuat cerita, ternyata Hakushin memperoleh ilmu ini dari Odo. Odo ini seorang pendekar tinggi besar yang kayaknya beraura jahat. Seingat saya dia belum pernah muncul di serial Kung Fu Boy manapun. Jadi masih belum jelas juga dia ini siapa. Mungkin (pastinya sih) Takeshi akan menjelaskan secara panjang lebar siapa Odo ini, ternyata apa hubungan dia dengan Guru Yosen.

Di volume 6 ini, kita akan disuguhi oleh pertarungan 2 jagoan yang menguasai Kungfu Peremuk Tulang. Keduanya sama-sama kuat. Keduanya saling tukar jurus ini dengan menghantamkannya ke tubuh lawan. Chinmi dan Hakushin bahkan sampai pada suatu momen mengharuskan keduanya saling meletakkan tangan mereka satu sama lain, untuk selanjutnya secara bersamaan menghantamkannya. Bisa ditebak, keduanya sama-sama terpental.

Sampai akhir volume 6 ini, keduanya masih bertarung dan belum selesai. Tampaknya, Hakushin yang sudah tidak sabar untuk mengakhiri pertarungan ini menantang Chinmi dengan mengatakan apa kita sebaiknya tidak buang-buang stamina lagi dengan saling hajar dalam pertarungan seperti ini? Dengan kata lain, Hakushin menantang Chinmi untuk to the point saja. Kungfu Peremuk Tulang langsung dihantamkan ke tubuh lawan dengan lawan berdiri tegak tanpa ada perlindungan dan perlawanan!

Semakin seru? Pasti. Semoga Elex Media Komputindo segera menelorkan volume berikutnya :)

Category: Pribadi  | Tags: ,  | Leave a Comment
Sunday, November 01st, 2009 | Author: Arif Haliman

Pasca Lebaran kemarin saya baru saja membelisebuah sepeda gunung Polygon. Seri yang saya pilih adalah Premier 3.0. Dengan warna dominan gelap (hitam muda dan abu-abu) di seluruh bodi sepeda termasuk velg bannya, saya merasa cocok dengan tampilan sepeda ini. Saya membelinya seharga 2.300.000 Rupiah. Dan sudah beberapa hari terakhir, sepeda ini telah menjadi tungganggan favorit saya.

Hampir saban pagi disaat embun dan udara kota Denpasar masih bersih, hampir bisa dipastikan saya bersama sepeda saya ini terlihat menyusuri daerah sekitaran Pemogan dan Taman Pancing. Tidak lain tidak bukan adalah untuk berolahraga. Bersepeda selama 30 menit saya jamin sudah bikin keringat kamu bermunculan, walaupun di pagi hari. Setelan favorit saya untuk roda depan adalah gigi 2 (3 paling berat) dan roda belakang adalah gigi 6 (7 paling berat). Kadang juga saya turunkan ke 5 atau malah 4, kalau medannya menanjak dan napas sudah ngos-ngosan :)

Bersepeda adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, terutama kalau dilakukan pada pagi hari yang masih udara masih segar dan relatif sepi lalu lintas. Kegiatan ini bisa membuat pikiran ringan, otot-otot terutama sekitar kaki bergerak aktif, dan juga menyehatkan jantung. Otot bahu juga berpotensi menjadi kekar. Tidak lupa, kita bisa berlatih mengatur pernapasan secara efektif dan efisian. Kesemuanya itu, ujung-ujungnya, membuat aktifitas kegiatan kita sehari-hari dipenuhi optimisme dan semangat tinggi.

Sebenarnya, bersepeda sudah sangat saya dambakan sejak dulu. Hanya susah sekali menemukan sebuah momentum yang tepat untuk mewujudkannya. Apalagi sebelumnya, berjalan kaki atau joging yang juga salah satu kegiatan favorit saya masih nyaman untuk dilakukan. Sampai pada akhirnya, setelah kegiatan joging ini sudah mulai semakin berkurang, akhirnya datang juga momentum atau keinginan kuat untuk segera memiliki sepeda.

Sejujurnya, dibanding bersepeda dengan joging, saya masih fanatik joging. Olahraga berjalan kaki ini (apalagi dilakukan tanpa memakai alas kaki), adalah olahraga termurah namun dengan efek sangat dahsyat. Salah satunya, joging yang dilakukan pada pagi hari secara rutin bisa membuat pekerja kantoran tidak lagi menguap tanda mengantuk pas sedang bekerja di kantor. Ini saya buktikan sendiri sewaktu dahulu masih menjadi karyawan. Joging hampir selalu saya lakukan saban pagi yang foto lokasinya bisa dilihat disini dan disini. Kantuk hilang, dan semangat kerja membara. Suer!

Namun lambat laun dengan pertimbangan kalau setiap hari harus pergi ke lapangan Puputan Renon Denpasar untuk berolahraga, rasanya berat juga. Akhirnya kegiatan joging ini saya lakukan disekitaran rumah. Hanya saja, saya harus realistis. FYI, di Bali ini kan banyak sekali anjing berkeliaran. Nah, yang bikin ngeri adalah pas lagi enak-enaknya jalan kaki, tuh para anjing juga ikut mengejar dibelakang kita! Dikejar saja sudah ngeri, gimana kalau kita berhasil digigitnya?? Dengan semakin merebaknya wabah rabies dari yang diakibatkan gigitan anjing, saya harus berpikir ulang untuk meneruskan kegiatan ini secara kontinu. Itulah salah satu momentum yang membuat saya untuk beralih ke bersepeda dan hanya sesekali olahraga jalan kaki.

Eniwe, kegunaan lain dari bersepeda, setidaknya bagi saya, bisa menghemat BBM. Saya bisa pergi ke minimarket atau sekedar beli martabak di pasar senggol dekat rumah, bisa hanya dengan bersepeda. Janjian ketemu teman untuk bersua tak jauh dari rumah, bisa dengan bersepeda. Bahkan tidak jarang, aktifitas mengantar mobil untuk tamu saya di sekitaran Kuta, tidak lupa saya angkut juga Polygon saya dibelakang mobil, agar balik pulangnya tidak usah dijemput istri, tapi bisa dengan bersepeda.

Seperti halnya hari minggu pagi tadi. Ada salah satu tamu rental car Bali saya mengembalikan mobil di airport pukul 08.00. Ya sudah, sejak pukul 06.30 saya sudah mulai berangkat menuju bandara Ngurah Rai Bali dengan naik sepeda. Enaknya apa? Badan sehat, tidak perlu bayar loket masuk sepeda motor, dan bisa bikin bule pelanggan saya itu menepuk-nepuk bahu saya tanda salut: ‘How come you ride the bike to collect the car here in the airport? But it is totally good for you!

Hehe..belum tahu dia ;)

Category: Pribadi  | Tags: , , ,  | 3 Comments
eXTReMe Tracker