Archive for » October, 2009 «

Saturday, October 24th, 2009 | Author: Arif Haliman

Saya adalah penggemar berat komik Kung Fu Boy. Dengan lakon utama Chinmi, komik besutan Takeshi Maekawa ini tidak terasa sudah mempunyai 3 serial yang berbeda. Bagi saya - dan mungkin juga kebanyakan kamu - komik Kung Fu Boy ini begitu menarik dan memukau tidak hanya dari segi jalannya cerita, namun juga berbagai macam jurus Kung Fu, baik yang diperagakan oleh guru Kung Fu dari Kuil Dairin ini, ataupun oleh lawan-lawannya.

Serial pertama dari komik asal Jepang ini adalah Kung Fu Boy. Saya lupa-lupa ingat, mungkin ada sekitar 40 an episode. Mohon maklum, saya mulai membaca komik ini sekitar saya masih kelas 4 SD! Itu artinya sejak 20 tahun yang lalu! Serial pertama ini kelahirannya seangkatan dengan sang legendaris Doraemon atau Dragon Ballz. Di serial ini menceritakan mengenai awal mula ‘ditemukannya’ Chinmi oleh salah satu biksu kuil Dairin yang menurut buku suci kuil bakal menjadi orang hebat. Dalam setiap nomor yang di release, selalu menceritakan penggembaraan Chinmi dalam belajar ilmu kung fu, yang tentu saja juga selalu ditemani oleh monyet kecilnya yang menggemaskan, Go Ku.

Di akhir episode, dalam kejuaraan bergengsi beladiri kejuaraan memperebutkan piala Yang Mulia Kaisar, Chinmi harus bertarung menghadapi sahabat paling karib yang dulu sempet menghilang dalam waktu yang sangat lama, yaitu Shie Fan. Shie Fan adalah seorang master ilmu tongkat tiada banding bimbingan Guru Yosu. Diakhir cerita yang dramatis itu, Chinmi dengan Kung Fu Kul Dairinnya yang mengandalkan Kung Fu Peremuk Tulang harus berhadapan dengan Ilmu Tongkat Berpilinnya Shie Fan. Seorang sahabat, namun harus bertarung satu sama lain di sebuah pertarungan resmi kerajaan.

Berikutnya, serial kedua berjudul New Kung Fu Boy. Serial ini muncul sekitar (kalau tidak salah) sewaktu saya sudah lulus kuliah tahun 2002, atau masa-masa awal bekerja. Tidak kalah dengan serial yang pertama, serial kedua ini tetap memukau dan menarik, dengan tema cerita berupa misi penyelamatan oleh Chinmi kepada sebuah kerajaan otonomi Ka Nan, yang diambil alih secara paksa oleh seorang penghasut bernama Jirai dengan Jenderal Boru sebagai tangan kanannya.

Yang Mulia Kaisar demi mendengar penjelasan Jenderal Oulin (orang kepercayaan Kaisar) bahwa aktor pembebas kerajaan ini adalah sang juara Chinmi di kejuaraan beladiri kerajaan, sangat antusias dan tertarik untuk menarik Chinmi menjalankan tugas yang penuh dengan resiko jauh lebih tinggi: Yaitu menyelidiki konflik yang terjadi di tubuh Angkatan Laut Kerajaan Cina!

Singkat cerita, misi rahasia dari Kaisar ini harus dilaksanakan. Dengan ditemani Shie Fan (juara kedua beladiri kerajaan) si Jurus Tongkat Berpilin dan Tan Tan (juara ketiga beladiri kerajaan) si Jurus Tendangan Kanton, lengkap sudah trio ini dalam menjalankan misi rahasia penuh resiko di tubuh angkatan laut.

Menurut saya, inilah cerita paling keren yang ada dalam sejarah terbitnya komik Kung Fu Boy. Dengan mengambil seting angkatan laut lengkap dengan armada kapal tempur berikut strategi, semangat dan kepemimpinan ala angkatan laut, episode ini bisa saya nobatkan sebagai episode terbaik! Selamat kepada Takeshi Maekawa! Hehe .. :)

Yang terakhir atau ketiga adalah serial Kung Fu Boy Legends. Seri ini baru saja terbitnya, sekitar akhir tahun 2008 kemarin. Sampai saya menulis ini, ceritanya masih sampai episode 5. Jadi belum tamat. Ayolah Pak Takeshi, segera teruskan episode ini secepatnya..

Di seri ketiga ini menceritakan Chinmi dengan ditemani murid nomor satunya Gunte. Misi mereka adalah memperkenalkan kepada khalayak ramai perihal kung fu kuil Dairin. Dalam perjalanannya, mereka malah berurusan dengan 10 Pendekar Kota Penjahat dengan Zeigan sebagai pemimpinnya.

Di cerita kali ini, Takeshi sepertinya ingin memberi suasana lain yang ‘lebih dewasa’. Misalnya, penggambaran secara ‘lebih berani’ Putri Mito yang sedang mandi ataupun sedang berpakaian. Pokoknya ditampilkan lebih seksi dan untuk dewasa. Juga cara membaca atau membolak-balik buku yang dimulai dari kanan (mirip Al-Quran).

Satu hal yang sangat membuat saya penasaran di serial ketiga episode kelima ini adalah: Benarkah Gunte tewas setelah meluncur dari ketinggian setelah dijatuhkan oleh lawannya? Dan siapakah si Hakushin, salah satu dari 10 Pendekar Kota Penjahat yang juga menguasai Kung Fu Peremuk Tulang?? Mestinya hanya Chinmi saja yang bisa menguasai jurus ini karena seingatnya Guru Yosen mewariskan jurus ini hanya kepada dirinya.

Semakin menarik saja Kung Fu Boy ini. Luar biasa. Dari saya usia SD sampai saya punya anak dan segera masuk SD, ini komik masih saja bisa membius saya :)

Category: Pribadi  | Tags: , ,  | One Comment
Monday, October 19th, 2009 | Author: Arif Haliman

Sebagai donatur tetap dan juga simpatisan Pondok Pesantren Hidayatullah Denpasar Bali, 2 hari yang lalu saya mendapat undangan dari mereka, yang dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah dan tali silaturahmi, mengadakan Kajian Islam dengan narasumber DR. Adian Husaini, MA yang acaranya diadakan sore tadi di pondok pesantren. Pak Adian (demikian saya biasa menyebutnya) bisa dibilang adalah tokoh nasional dengan sederet jabatan yang berhubungan dengan dakwah Islam, termasuk diantaranya sebagai dosen dan anggota MUI Pusat. Satu hal yang menjadi spesialisasi beliau adalah komitmen dan kehandalannya dalam menolak ideologi Sipilis (sekularisme, plularisme dan liberalisme).

Dan demi bisa bertemu langsung dengan tokoh yang tulisannya kerap saya sambangi di Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian Husaini di Hidayatullah, jadilah ba’da shalat Ashar sore tadi saya alhamdulillah bisa menghadiri undangan itu.

Kajian Islam mengenai bahayanya SIPILIS sore tadi disampaikan oleh Pak Adian dengan santai dan humor segar. Ini membuyarkan angan saya (yang belum pernah bertemu dengannya) bahwa dia adalah orang yang bawaannya serius. Dia membuka kajian sore itu dengan mengatakan bahwa MUI dalam rakernasnya pada tahun 2005 lalu sudah mengeluarkan fatwa haram mengenai paham SIPILIS. Paham ini begitu merusak akidah dan tauhid yang dikandung oleh ajaran Islam.

Namun dalam kenyataannya, para penentang fatwa haram ini kerap bersuara lantang dengan menuduh MUI melanggar hak asasi manusia dan oleh karena itu harus dibubarkan. Masih menurut Pak Adian, paham SIPILIS ini tidak saja menjadi persoalan dalam tubuh masyarakat muslim, namun juga hinggap di tubuh masyarakat Kristen. Vatikan saja juga merasa perlu mengeluarkan semacam fatwa untuk menolak paham ini yang juga sedang deras melanda orang Kristen.

Pengusung ideologi ini bisa dibagi menjadi 3 level. Yang pertama adalah level produsen. Mereka adalah pengedar asli yang berasal dari Barat. Lewat yayasan-yayasan yang didirikan, mereka berupaya mengekspor virus ini ke negara yang menjadi target virus, dalam hal ini misalnya Indonesia. Level kedua adalah distributor. Mereka adalah para civitas akademika di perguruan-perguruan tinggi yang membawa label agama, yang entah sadar atau tidak, dalam setiap disertasi maupun statemennya selalu mengandung unsur SIPILIS. Level yang terakhir adalah asongan atau pengecer. JIL atau Jaringan Islam Liberal adalah salah satunya.

Kajian sore hari itu terasa sangat gayeng dan santai, namun sarat ilmu. Dipaparkannya beberapa problem serius yang hinggap di tubuh umat Kristen dan Yahudi adalah salah satunya. Betapa mereka sebenarnya masih kerap berantem mengenai ’sekedar’ siapa nama tuhan mereka sebetulnya. Kalau dalam Islam jelas nama tuhan adalah Allah SWT, di Kristen maupun Yahudi kerap kali terjadi kebingungan dan multi tafsir atas beberapa nama tuhan yang tersedia.

Juga disebutkan beberapa alasan mengapa Yahudi selalu saja mencak-mencak kepada Islam. Dengan beberapa alasan yang disertakannya, Pak Adian mengatakan bahwa memang hanya Islam saja satu-satunya agama di dunia ini yang berani secara terang-terangan mengungkap segala kebobrokan Yahudi. Umat nabi Musa yang membangkang itu bisa kita sebut dengan sebutan ‘tengik’ karena gemar sekali membantah perintah nabi Musa sebagai pemimpin mereka.

Sebenarnya banyak sekali bahasan yang dikaji dalam kajian Islam sore tadi yang dihadiri sekitar 200 an jamaah, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu. Tentu saja semuanya berkaitan dengan paham yang memang sangat kontroversial seperti sekularisme, plularisme dan liberalisme ini. Adalah tugas kita untuk senantiasa waspada dan kritis, untuk selalu membentengi akidah dan tauhid kita hanya bersandar kepada Al-Quran dan sunah Rasulillah SAW.

Category: Islam, Pribadi  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Sunday, October 18th, 2009 | Author: Arif Haliman

Cacar air. Ya, 2 kata dasar, yang pertama ‘cacar’ dan yang kedua ‘air’. Paduan dua kata ini akan membentuk sebuah idiom yang berkenaan dengan nama salah satu penyakit: cacar air. Dalam beberapa minggu terakhir ini, saya dan keluarga besar saya sangat akrab mendengar nama penyakit ini. Apa pasal? Efektif sejak hari raya Idul Fitri tanggal 20 September sampai hari ini, penyakit ini masih betah hidup di kulit anggota keluargaku.

Ceritanya, lazimnya sebuah acara mudik Lebaran, tentu berkumpullah semua anggota keluarga yang tersebar diluar kota, biasanya kembali kerumah orang tua masing-masing untuk bersilaturahim. Tidak terkecuali keluarga saya. Saya datang dari Denpasar, kakak saya datang dari Semarang dan Surabaya. Nah, kakak saya yang dari Semarang punya 3 orang anak, dan tidak disangka anak sulungnya ditengah-tengah perjalanan terserang penyakit ini yang entah dari mana datangnya. Begitu tiba dirumah orang tua saya di Mojokerto, dimana saudara-saudara yang lain juga kebetulan sedang berkumpul, penyakit cacar air ini seakan menemukan tempat terbaik untuk berkembang biak.

Perlu diingat kalau kita berinteraksi baik secara langsung dengan penderita (bersentuhan) atau tidak langsung (tidak bersentuhan namun berdekatan), besar kemungkinan kita akan tertular oleh penyakit ini. Tidak pandang bulu. Dewasa atau anak-anak pasti akan bernasib sama dengan penderita sebelumnya. Terutama kalau kondisi tubuh kita sedang drop, virus ini akan segera berpesta pora membuat kulit tubuh kita benjol-benjol.

Dan itulah yang kemudian terjadi dengan keluargaku. Singkat cerita mudik Lebaran telah usai dan masing-masing anggota balik ke kotanya masing-masing. Terhitung tepat 10 hari sejak kami bertemu dengan keponakan saya penderita cacar air itu, saya yang di Denpasar, kakak saya, anaknya nomor dua dan istrinya yang di Semarang serta keponakan saya yang di Surabaya, semuanya terserang penyakit ini!

Luar biasa. Pada hari yang sama 4 orang langsung terinfeksi virus ini secara bersama-sama. Jadinya kita semua antara saling tertawa, saling mendoakan, saling mengasihani dan (tidak lupa meminta maaf dari keluarga Semarang sebagai agen penyebar virus) saling support untuk kesembuhan :)

Saya hanya bisa bilang bahwa penyakit ini begitu menyebalkan. Kamu pernah sakit gigi akut? Nah, seperti itulah keadaan penderita penyakit ini. Sakitnya luar biasa, namun tak satupun orang datang menjenguk! :)

Cacar air akan membuat sekujur kulit kita sedemikian gatalnya, namun tidak boleh digaruk. Silakan digaruk dan virus ini akan semakin berkembang merambat ke sekujur tubuh. Atau besar kemungkinan infeksi kulit akan terjadi. Mulai dari kulit kepala, wajah, badan, punggung (ini daerah favorit virus), lengan, kaki, dan (maaf) daerah sekitar kemaluan kita. Tidur otomatis tidak nyenyak, badan otomatis meriang dan pegal-pegal, kepala otomatis pusing, itu sudah pasti.

Setelah saya sembuh, giliran anak saya yang berumur 3.5 tahun yang terserang. Bedanya dengan orang dewasa yang mungkin masih bisa menahan diri untuk tidak menggaruknya, kalau anak kecil betul-betul tidak bisa! Dia akan selalu menggaruk bagian yang dirasa gatal olehnya. Dan sialnya, bagian yang gatal itu biasanya ada diseluruh sekujur tubuhnya!

Tapi, khusus untuk anak kecil, satu hal yang patut diacungi jempol adalah, sesakit apapun tubuhnya, wajah ceria dan tawa panjang berderai selalu saja melekat pada dirinya. Lihat saja foto anakku Tika dibagian atas. Tubuhnya penuh dengan salep, yang menandakan benjolan cacar ada dimana-mana. Seperti tidak ada sakit disana. Padahal…

Anyway, untuk kamu yang sedang mencari informasi obat untuk penyakit cacar air ini, berikut adalah daftarnya:

1) Salep Zovirax Acyclovir
2) Ciprofloxacin
3) Kalau disertai demam panas tambahkan saja Paracetamol.
4) Kalau ingin lebih nyenyak bobok malam hari, tambahkan lagi saja CTM
5) Kalau mandi (di lap saja tubuhnya) pakai air hangat dan pake sabun antiseptic kayak Dettol.

Udah itu saja obatnya. Normalnya 2-3 hari cacar air itu akan berangsur-angsur mengering dan kempes. Itu dengan catatan kita tidak garuk-garuk kulit dan tidak keluar rumah sama sekali. Takutnya kena angin yang akan membuat virusnya menyebar ke bagian tubuh lain.

Oiya, kalau sekali pernah kena cacar air, kita insyaAllah gak bakalan terserang lagi. Tubuh kita sudah kebal. Namun, tetap waspada dengan kakak penyakit ini, yaitu Herpes. ‘Species’ ini akan membuat kita memberi stempel dobel menyebalkan, dibanding hanya ’sekedar’ cacar air :)

Category: Pribadi  | Tags:  | Leave a Comment
eXTReMe Tracker