Archive for » August, 2009 «

Sunday, August 16th, 2009 | Author: Arif Haliman

Besok adalah ulang tahun negara Republik Indonesia tercinta. Ulang tahun yang ke 64 di tahun 2009 ini. Ulang tahun yang apabila disamakan dengan umur rata-rata manusia sekarang, usia ini sudah sangatlah renta. Sebuah usia yang semestinya sudah sangat arif bijaksana didalam menyikapi semua hal yang menerpa kehidupannya.

Sebagai warga negara Indonesia, saya sejujurnya harus mengakui bahwa saya belumlah menjadi warga negara yang baik, terutama status saya sebagai penuduk kota Denpasar ini. Satu saja contohnya adalah saya belumlah taat dalam membayar pajak. Motor bebek saya masih bernomor polisi ‘S’ (Mojokerto), dan bukannya ‘DK’ (Denpasar). Jadinya hasil pajak motor tersebut belum masuk di kas kota Denpasar.

Sebagai pelaku bisnis online sewa mobil di Bali dan penjualan baju muslim, saya juga hampir-hampir tidak pernah sepeser pun dalam membayar pajak. Dan mungkin juga masih ada beberapa contoh buruk yang lain, yang memberi saya rapor merah dalam rangka menjadi warga negara yang baik.

Sekedar catatan, khusus untuk bisnis online yang saya jalankan, saya kok memang tidak melihat adanya celah bagi saya untuk membayar pajak. Maaf lho ya, tolong saya dikoreksi karena saya masih minim informasi mengenai pajak ini :)

Karena online, saya memang tidak perlu menyewa / membuka toko di pinggir jalan. Karena berpartner dengan rekan lain yang sudah mempunyai usaha yang resmi terdaftar, saya tidak perlu lagi mendaftar ijin usaha baru. Karena saya sudah membayar zakat 2,5% dari setiap pendapatan saya, maka saya tidak perlu membayar pajak (ops, maaf kalau ada yang kurang berkenan dengan statemen terakhir saya :) ).

Dikaitkan dengan kegiatan bisnis (online) saya, sebagai warga kota Denpasar pada khususnya, dan sebagai warga negara Indonesia pada umumnya, setidaknya saya masih bersyukur bahwa saya tidaklah terlalu buruk untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan kota Denpasar ini. Saya inginnya berbuat banyak untuk kota dimana saya tinggal. Semacam give and take lah, masak saya tidak pernah memberi sama sekali padahal saya sudah menerima banyak sekali. Apa kata dunia???

Untuk kegiatan bisnis penjualan baju muslim online yang saya geluti, diskala lokal kota Denpasar, setidaknya saya sudah ikut meramaikan lalu lintas jasa kurir / kargo baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri. Sekedar informasi, saya dan istri hampir tiap hari harus pergi ke Tiki dan Kantor Pos untuk mengirim paket ke pelanggan-pelanggan kami di seluruh Indonesia, dan kawasan ASEAN. Sementara untuk skala nasional, saya tentunya sudah ikut meramaikan kegiatan perdagangan garmen atau tekstil di Indonesia (yang memang sudah sangat produktif) berikut dengan segala pernak-perniknya. Istri saya hampir tiap hari melakukan order barang ke pusat (seringnya di Jakarta, Bandung dan Surabaya) untuk dikirim ketempat kami di Denpasar, dan kemudian kami kirimkan lagi ke para pelanggan.

Untuk kegiatan bisnis rental car Bali saya, bisa dikatakan sedikit banyak saya sudah ikut menggairahkan dunia pariwisata di Bali, khususnya dibidang transportasi. Secara tidak langsung saya ikut meramaikan bisnis penjualan mobil, baik baru atau bekas, melalui dealer atau showroom. Secara langsung saya bisa berbahagia bisa memberi pekerjaan kepada beberapa rekan-rekan yang berprofesi sebagai driver untuk mengantar tamu-tamu saya berlibur di Bali.

Pesan yang ingin saya sampaikan disini adalah mengajak kita semua untuk sejenak saja merenung. Bahwa besok adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64. Pada tahun 2009 ini usia negara Indonesia sedang menuju masa pendewasaan setelah melalui berbagai peristiwa yang luar biasa sebelumnya. Sebagai warga negara yang baik, hendaknya kita berusaha untuk selalu memberi kontribusi nyata kepada pembangunan negara ini untuk menuju sebuah negara yang insyaAllah semakin Religius, Mandiri & Bermartabat.

Merdeka!

Wednesday, August 12th, 2009 | Author: Arif Haliman

Saya baru-baru ini menyadari bahwa ternyata masih ada saja beberapa orang yang belum mengerti bahwa didalam agama Islam kita ini ada 6 hukum. Ke 6 hukum ini menjadi landasan bagi setiap muslim dalam menjalani hari-harinya. Kita mengenal ke 6 hukum ini dengan nama Hukum Islam.

Sangat penting diketahui oleh masing-masing hamba agar senantiasa mawas diri, terjaga dan yakin didalam melakukan aktivitas keseharian sehingga dirinya senantiasa berada didalam jalur hukum yang sudah ditetapkan Allah SWT. Kalau kata saya, ini mirip seperti rambu-rambu lalu lintas kalau kita sedang berada di jalan raya (kehidupan).

Jamaknya, sebagian besar kita hanya familiar dengan yang Halal dan Haram, atau Wajib dan Sunnah. Dua sisanya lagi seringnya kelupaan, yaitu Mubah dan Makruh. Seperti apa sih pengertian dan contoh dari masing-masing hukum dalam Islam ini?

Berikut keenam Hukum Islam ini yang coba saya terangkan secara singkat:

1) HALAL
Pengertian: Segala sesuatu yang DIBOLEHKAN untuk manusia bisa menjalankan / mengerjakannya.
Contoh: Memakan daging sapi atau ayam, hubungan intim antara suami istri.

2) HARAM
Pengertian: Segala sesuatu yang DILARANG bagi manusia sehingga harus dijauhi dan ditinggalkan.
Contoh: Mabuk, zina, mencuri, membunuh tanpa alasan, berbuat kerusakan, dsb.

3) WAJIB
Pengertian: Segala sesuatu yang DIHARUSKAN oleh Allah SWT untuk manusia harus melaksanakannya.
Contoh: Shalat, Zakat, Puasa Ramadhan, berbakti kepada orang tua, dsb.

4) SUNNAH
Pengertian: Segala sesuatu yang apabila kita mengerjakannya mendapatkan pahala, apabila meninggalkannya tidak masalah (tidak berdosa).
Contoh: Puasa Senin dan Kamis, shalat taqiyatul masjid (menghormati masjid), dsb.

5) MAKRUH
Pengertian: Segala sesuatu yang DIANJURKAN untuk tidak dilakukan. Kalaupun dilakukan tidak ada sanksi dosa.
Contoh: Makan atau minum sambil berdiri, tidur suka lama namun kalau beribadah suka cepat, dsb.

6) MUBAH
Pengertian: Segala sesuatu yang DIBOLEHKAN untuk dikerjakan, dan bahkan sangat dianjurkan untuk mengerjakannya.
Contoh: Makan dan minum teratur, menggosok gigi sebelum tidur, dsb.

NB: Tulisan ini juga saya publikasikan disini.

eXTReMe Tracker