Archive for » July, 2009 «

Thursday, July 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

Yeap, insyaAllah 2 hari lagi saya akan menuju kota dingin Malang di Jawa Timur. Misi utamanya adalah bersilaturahmi dengan sesama pengusung konsep Tangan Diatas. Misi sampingannya adalah mendapatkan tambahan ilmu dalam hal berbisnis ria, entah itu berbasis online ataukah offline. Misi bonusnya adalah mungkin saja bisa bertemu dengan kawan-kawan lama dulu di Malang :) . Acara seperti ini bisa menjadi vitamin tambahan bagi saya untuk tetap menjaga semangat kewirausahaan.

Malang adalah kota yang nggak asing buat saya. 5 tahun penuh sempat saya habiskan disana untuk keperluan kuliah di Universitas Brawijaya Malang. Selain udaranya yang suejuk, kedinamisan kotanya membuat saya suka dengan kota ini. Dikota ini bertebaran perguruan tinggi negeri dan swasta. Geliat industri mengiringinya dengan pasti. Wisata? Jangan ditanya, kamu pasti sudah tidak asing dengar kota wisata Batu, kan?

Okay, back to topic. Tanggal 2 Agustus nanti insyaAllah akan dihelat sebuah acara yang diberi judul Festival Entrepreneur Malang 2009. Acara ini dihelat oleh Tangan Diatas (TDA), sebuah komunitas yang saya kagumi sejak lama karena provokasi dan suntikan semangat yang dikobarkannya untuk menekuni dunia bisnis dan memiliki usaha sendiri, dan tidak menjadi pegawai.

Acara yang dihelat oleh TDA ini sudah lama saya tunggu-tunggu. Karena menurut saya, acara-acara mereka masih terpusat di Jakarta dan Jawa Barat. Jangankan di Bali yang menjadi home base saya, di Jawa Timur saja sangat jarang mereka mengadakan kegiatan. Ataukah mungkin saya saja yang tidak tahu? Ah, sudahlah, kebetulan, TDA Ngalam akan mengadakan milad ini di kota Malang pada bulan Agustus 2009, yah, akhirya bisa ditebak, saya kepincut dan akhirya insyaAllah menjadi peserta. Saya sudah terdaftar lho, bisa dilihat disini http://milad.tdangalam.com/peserta/, no 74 (mode narsis: ON).

Saya ingin tetap memelihara dan juga manambah semangat wirausaha agar tetap bercokol. Semangat ini mirip-mirip dengan keimanan seseorang, kadang tinggi, kadang rendah. Dengan menghadiri acara seperti ini, saya berharap berbagai misi yang telah saya sebutkan diatas bisa dicapai. Atau setidaknya sebagai tambahan pengalaman mengikuti acara bertema wirausaha seperti ini. Acara dengan tema sejenis (motivasi) terakhir yang saya hadiri adalah lebih dari setengah tahun yang lalu, yaitu acaranya Andri Wongso Tomorrow Will Be Better.

Saat ini saya sudah dan sedang menjalankan bisnis rental car Bali saya dan jual baju muslim online. Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan sama Gusti Allah untuk terus menjalaninya. Semoga saja terus diberi kepercayaan ini degnan banyak-banyak mensyukurinya. Harapan saya setelah ini adalah, merealisasikan keinginan saya yang sempat terpendam yaitu menjadi produsen busana muslim, dikarenakan hilangnya semangat ini.

Semoga diacara ini nanti saya akan mendapatkan buanyak manfaat.

Apakah kamu salah satu dari peserta Festival Entrepreneur Malang 2009 kali ini? If so, see you there!

Category: Pribadi  | Tags: , , ,  | 2 Comments
Thursday, July 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

Kejadian ban bocor adalah sesuatu yang biasa saja, bahkan mungkin sepele. Kejadian kayak gini bukanlah kejadian harian. Paling-paling rata-rata 6 bulan sekali ban kita bocor. Yah, pengalaman masing-masing orang tentunya berbeda. Semakin butut tuh kendaraan, biasanya kondisi bannya juga ancur-ancur yang walhasil sering-sering kempes.

Sehubungan dengan ban bocor ini, saya kemarin mengalami ‘hal sepele’ ini. Tapi ban bocor saya kali ini, setidaknya bagi saya, tidaklah sepele. FYI, sudah satu setengah tahun ini saya memiliki mobil pribadi, dan selama itu pula hal sepele ini tidak pernah hinggap. Sampai pagi hari kemarin itu, dalam rangka menyambut embun pagi plus udara segar karunia Illahi digarasi rumah saya, posisi Toyota Avanza saya kayak orang gak punya kaki satu. Bisa dibayangkan ya? Iya, itu kayak orang pincang satu kaki lebih panjang dari kaki lainnya.

Seperti itu juga yang terjadi dengan mobil saya. Dudukannya miring, tidak rata, alias oleng. Tak lain dan tak bukan karena ban depan bocor-cor tanpa ada udara sama sekali. Pantesan, malam sebelumnya saya pakai kok rasanya setir ini berat sekali. Kayak gak power steering blas!. Ternyata oh ternyata, berarti malam itu sedang terjadi proses pengempesan ban akibat udaranya perlahan-lahan ilang.

Semestinya, sekali lagi, masalah ban bocor adalah hal sepele. Tapi maaf saudara-saudara, berhubung ini ban mobil, dan saya sejak punya mobil belum pernah kena ban bocor, jadilah pagi itu menjadi pagi kalang kabut bagi saya ;) .

Langkah pertama adalah menelpon supplier sewa mobil di Bali saya. Kursus singkat via telpon perihal mencopot 4 mur ban depan dan bagaimana menggunakan dongkrak. Langkah kedua adalah mencari informasi di internet dengan kata kunci ‘ban mobil bocor’ :) .

Setelah informasi terkumpul, sebelum menggunakan dongkrak mobil untuk mengangkat mobil, ternyata ada satu tahapan yang harus dilalui dan saya merasa IQ saya jongkok sekali karena sebenernya super gampang, tapi lha kok ya bisa lama banget gitu loh :( . Well, untuk petunjuk lengkap bagaimana memasang stik dongkrak dan dimana posisi dongkrak mobil itu sendiri dibawah mobil, silakan lihat gambar ya.

Setelah melalui perjuangan berat (hehe, maklum belum pernah mencopot ban mobil sebelumnya), akhirnya kelar juga rangkaian proses tangan pegel-pegel bongkar pasang peralatan mobil (tools), memutar-mutar mur ban mobil, membongkar ban, dan sukses menambalkannya di bengkel ban terdekat.

Nah, buat kamu, terutama biasanya kaum cewek yang gak mau susah-susah ganti ban mobil, kayaknya mau gak mau harus simak baik-baik tip dan trik ‘mengganti ban mobil yang bocor’ dariku ini :) . Kita tidak bisa memprediksi kapan dan dimana, apakah sedang berhenti atau sedang melaju, ban bocor ini menyapa kita.

Berikut adalah langkah-langkah mengganti ban mobil (bocor bin kempes):
- Ambil peralatan mobil (tools) yang disimpan dalam mobil.
- Kendurkan 4 mur ban mobil dengan arah kekiri (kekanan untuk memasangnya kembali) dengan salah satu alat yang ada. Kalau tangan gak kuat (biasanya memang gak kuat) jangan sungkan-sungkan untuk menggunakan kaki agar tenaganya bertambah.
- Untuk stik dongkrak, pasang secara sambung-menyambung berbagai alat itu (kurang lebih akan ada 4 alat. Kalau bingung silakan lihat gambar).
- Posisikan dongkrak dibawah mobil dekat posisi ban yang akan diganti (kalau bingung silakan lihat gambar).
- Kemudian mulailah mendongrak agar mobil terangkat keatas.
- Setelah dirasa cukup, teruskan mengendurkan 4 mur ban tadi hingga benar-benar lepas.

OK, sampai tahap ini yang berikutnya ada dua kemungkinan. Yang pertama adalah membawa ban kempes tadi ke bengkel tambal ban terdekat. Kemungkinan yang kedua adalah kamu harus melepas ban cadangan yang tersedia di setiap mobil. Cara melepas ban cadangan mestinya mudah, asal tahu alat mana yang digunakan, seperti halnya melepas ban yang bocor tadi.

Sukses, ya! :)

Monday, July 20th, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari ini (27 Rajab 1430 Hijriah) adalah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’ Mi’raj adalah sebuah peristiwa maha dahsyat yang dialami secara pribadi oleh Baginda Muhammad SAW atas ijin Allah SWT. Tidak mudah untuk mengimani atau menyakini kebenaran berita ini baik oleh orang-orang pada jaman Rasulullah ataupun orang-orang pada masa kini. Hanya orang-orang yang beriman sangat tebal dan berakal saja yang bisa menyakininya secara mutlak.

Perjalanan yang dilakukan hanya pada satu malam hari itu memang benar-benar fenomenal. Coba bayangkan: Perjalanan dari Masjid Haram di Mekah menuju Masjid Aqsa di Palestina. Itu hanya dilakukan dalam satu malam. Jangankan sepeda motor, sepeda kayuh saja belum ada. Alat transportasi popuer yang ada pada masa itu hanyalah unta. Namun nabi memang melakukan perjalanan itu.

Kemudian, berhentikah sampai disitu? Tidak. Setelah dari Masjid Aqsa di Palestina (yang pada masa sekarang ini Masjid Aqsa sedang bersedih karena rongrongan para Yahudi kepret), rasulullah segera berangkat lagi melanjutkan perjalanan menuju langit. Tidak tanggung-tanggung, langit yang dituju adalah langit dengan lapisan tertingginya, yaitu langit tingkat tujuh!

Termasuk dalam beberapa peristiwa atau kejadian yang mengiringi Isra’ Mi’raj ini, seperti proses pencucian hati beliau agar bersih seratus persen sebelum menghadap Allah, berjumpanya rasulullah dengan beberapa seniornya seperti Nabi Adam, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dsb diantara lapisan-lapisan langit yang dilaluinya, perlu dicatat, bahwa semuanya itu dilakukan hanya dalam 1 malam!

Oiya, sekedar informasi pengingat, kalau-kalau kamu lupa, bahwa kandungan utama peristiwa Isra; Mi’raj adalah turunnya perintah shalat 5 waktu secara langsung kepada Nabi Muhammad ari Allah SWT, tanpa melalui perantara malaikat Jibril.

Fantastis. Dengan gampang sekali kita bisa membayangkan, keesokan harinya, terjadi kehebohan dikalangan umat setelah Rasulullah menyampaikan pengalamannya ber Isra’ Mi’raj malam sebelumnya. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa Muhammad sudah gila. Apa benar bisa melakukan perjalanan dengan jarak tempuh sepanjang itu (Arab Saudi - Palestina) dan semustahil itu (menuju langit ke tujuh) hanya dalam satu malam?? How can I believe it??? Sukar utuk diterima pikiran dan akal sehat. Dan kalau sudah berhadapan dengan orang-orang (yang ngakunya) modern masa kini, maka memang akal harus ditonjolkan.

Well, berkenaan dengan judul tulisan ini diatas, saya mau membagi satu cerita kecil (cerita ini saya dapat waktu saya masih berusia culun, ikut pengajian Isra’ Mi’raj di komplek saya tinggal oleh seorang ustadz) yang bisa membuka akal pikiran kita bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj itu memang seratus persen bisa diterima akal. Bukan omong kosong. Sebelum saya memulai cerita, saya ingin bertanya kepada kamu, seperti anggapan tidak mungkinnya Rasulullah melakukan perjalanan itu, tentunya juga tidak mungkin ada seekor lalat (ya, betul, seekor lalat yang interfacenya dijiplak habis-habisan oleh Satria Baja Hitam itu, tapi ngakunya seekor belalang), bisa melakukan perjalanan kilat hanya dalam 4 jam bolak-balik Jakarta-Singapura-Jakarta.

Alkisah ada seorang eksekutif muda hendak pergi ke Singapura. Si eksekutif muda ini sudah bersiap di bandara Sukarno-Hatta Jakarta, hendak berangkat ke Singapura, tentunya naik pesawat terbang Garuda Indonesia. Tujuannya ke Singapura sebetulnya hanya sebentar dan simpel saja, yaitu rapat kilat untuk konfirmasi final dalam memutuskan sebuah proyek, katakanlah hanya dengan berjabat tangan dengan mitra bisnisnya di Singapura. Setelah berjabat tangan, ya sudah, langsung cabut pulang lagi balik ke Jakarta.

Nah, sewaktu hendak boarding, doi mendadak merasa kehausan. Maka dibelilah sekaleng cola manis. Pas penutup kaleng dibuka dan meminumnya, sebelum dia menyadarinya, entah dari mana dan bagaimana ada seekor lalat masuk ke kaleng cola manis itu dan mencicipi kemanisannya yang tiada tara.

Cerita berikutnya bisa ditebak: Lalat itu berdiam terus dalam kaleng cola milik eksekutif muda itu (yang entah dengan alasan apa terus saja menggenggam dengan lembut dan sopan kaleng itu) untuk terbang ke Singapura. Begitu mendarat di Changi International Airport, segera bertemu dengan koleganya di lounge, rapat kilat, bersalaman, dan langsung naik pesawat lagi balik ke Jakarta.

Dan bagaimana dengan nasib lalat? Selama perjalanan udara di pesawat dan ikut rapat rapat kilat dengan ngumpet di kaleng cola milik sang eksekutif muda, setelah landing di Sukarno-Hatta, lalat itu terbang keluar kaleng dan dia telah tahu bahwa dia telah melakukan sebuah perjalanan fantastis: 4 jam perjalanan Jakarta-Singapura-Jakarta. Tahukah kamu apa yang terjadi setelah lalat ajaib itu menceritakan pengalamannya barusan keteman-temannya? Mereka semua kompak tertawa terbahak-bahak!

Tapi kita setelah mendengar cerita seperti yang diatas, masihkan juga beranggan bahwa lalat tadi itu gila? Kalau kita masih saja sulit mempercayainya, berarti kita sendirilah yang gila. Sudah menadi fakta yang jelas bahwa memang lalat itu mampu melakukan perjalanan sefantatis itu (untuk ukuran lalat).

Begitupun juga dengan yang dialami oleh Rasulullah waktu dulu. Pasti tidak mudah untuk menyakinkan masyarakat waktu itu bahwa memang perjalanannya betul-betul terjadi. Perlu tingkat keimanan, dan juga melibatkan akal pikiran diatas rata-rata untuk bisa memparcayainya.

Pesan moral yang ingin saya sampaikan disini adalah, bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj itu bukanlah  bualan Nabi Muhammad semata. Bahwa peristiwa itu memang bisa terjadi, bisa diterima akal, dan bisa diilmiahkan.

Tentu saja kamu bisa mengarang cerita versi lain namun dengan akhir tujuan yang sama. Disini tidak penting Jakarta-Singapuranya, tidak penting apakah itu seorang eksekutif muda atau pramugari, juga tidak penting apa maskapai penerbangannya, lebih-lebih nama panggilan lalat itu. Namun yang terpenting adalah, bahwa Isra’ Mi’raj itu memang benar adanya.

Friday, July 17th, 2009 | Author: Arif Haliman

Lagi Indonesia kembali berduka. Bom laknat itu kembali menyalak dengan keras, menghantam langsung di pusat kawasan bisnis paling prestisius di Jakarta, kawasan Mega Kuningan. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah Hotel Ritz Carlton dan JW MArriot. Khusus untuk JW Marriot, ini adalah yang kedua kalinya sejak 6 tahun yang lalu juga dihantam sebuah bom.

Indonesia sudah bosan dengan semua kegiatan bom ini. Saya pribadi dan saya yakin juga berjuta-juta rakyat Indonesia lainnya sudah sangat bosan dengan kejadian seperti ini. Saya merasa feeling empty. Tidak punya perasaan apa-apa. Bukannya tidak bersimpati atau berempati, namun I just can’t speak anything. Sekali lagi: feeling empty. Masyarakat Indonesia yang sudah stres ini akan semakin stres kedepannya.

Banyak sekali yang melatarbelakangi kejadian pengeboman terbaru ini. Dari unsur dalam negeri, adanya pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil pilpres yang lalu berikut dengan pernak-perniknya. Bisa juga kawanan Noordin M Top menggeliat kembali. Atau muncul kelompok-kelompok baru lagi (entah atas nama agama, ideologi, kekuasaan, dsb) yang mencoba membuat semakin keruh langit Indonesia.

Dari unsur luar negeri sebetulnya juga banyak yang bisa dicurigai. Konspirasi global internasional bukannya tidak mungkin dilakukan untuk membuat negara Indonesia semakin terpuruk. Skenario jahat ini berupaya untuk membuat Indonesia tidak bisa membangun negaranya. Karena apabila Indonesia bisa membangun dengan gemilang dan kemudian berjaya, bisa dipastikan kekuatan Indonesia semakin berlipat dan pada akhirnya sulit untuk dicokok lagi hidungnya. Oleh karena itu, Indonesia harus dibuat selalu dalam keadaan terhuyung-huyung dan gampang jatuh. Kamu pasti sudah tahu siapa negara (Barat) yang paling terpukul apabila Indonesia semakin menjadi super power? Investasi minyak mereka di Indonesia pasti bakalan kena tendang!

Ingatlah bahwa Indonesia sebetulnya adalah negara yang super kaya. Apa yang ada di dunia ini yang tidak ada di Indonesia? Kalaulah kondisi sekarang kita masih carut-marut, itu salah satunya tak lepas dari bobroknya perilaku para penentu kebijaksanaan negeri ini yang masih menempatkan kepentingan pribadi dan golongan diatas kepentingan negara.

Ingatlah bahwa ada skenario untuk menjadikan Indonesia mirip dengan Iran. Proses pemilihan umum disana yang sudah berjalan dengan lancar dan fair seperti di Indonesia , masih saja diobok-obok oleh provokasi luar negeri (Barat) yang gilirannya kekacauan masih berlangsung hingga detik ini di Iran.

Kali ini jangan terburu-buru menuduh kelompok Islam sebagai pelakunya. Terlalu bodoh dan mengampangkan kalau hanya bisa menuduh pelakunya orang Islam. Kalaupun ternyata nanti memang ada unsur kelompok Islam didalamnya, jangan gampang menafsirkannya secara sederhana. Contoh-contoh seperti Amrozi, Imam Samudera cs atau kejadian 9/11 hanyalah fenomena gunung es. Tapi siapa yang berdiam di kaki gunung sebagai otak, sejatinya belumlah terungkap dengan jelas. Banyak sekali literatur yang menjelaskan semua itu. Jangan terkejut kalau pelakunya, kalau sudah terungkap, ternyata sangat jauh dari apa yang sering kita dengar selama ini.

Marilah berharap kepada Presiden SBY, jangan mudah menerima uluran tangan negara-negara Amerika, Australia dan Inggris dengan maksud membantu penyelidikan pengeboman ini. Ingatlah bahwa mereka ini adalah provokator sejati dengan Yahudi Israel dibelakangnya. Entah siapa pelakunya, apakah orang muslim atau bukan, di dunia ini merekalah yang paling ahli dalam hal menungganggi sebuah peristiwa. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa tidak ada makan siang gratis. Sekali mereka bisa masuk, artinya kedaulatan negara ini akan semakin terampas. Kata orang Jawa, dikei ati ngerogoh rempelo. Sudah dikasih ini, kemudian akan minta ini itu ini itu ini dan seterusnya.

Sekali ini saja Pak SBY, andalkan kemampuan dalam negeri. Percaya pada kemampuan diri sendiri. Perkuat konsolidasi. Perkuat komitmen. Utamakan persatuan bangsa secara rasional. Mungkin memang betul dengan mengandalkan dalam negeri kita tetap babak belur. Tapi dengan meminta bantuan luar negeri, kita akan babak belur kuadrat!

Pahit memang diawal dengan membawa prinsip mandiri, namun akan manis dikemudian hari demi tegaknya kembali kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.

Category: Umum  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Thursday, July 16th, 2009 | Author: Arif Haliman

Helo bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas, adek-adek sekalian..Mumpung liburan bulan ini belum habis sama sekali (soalnya masih ada aja nih yang pinjem mobil lewat website sewa mobil Bali punyaku). Biar gak bingung kemana saja tempat-tempat wisata asyik yang bisa kamu kunjungi, terutama yang berlibur sekitar 3 hari di Bali, silakan di review mengenai tempat-tempat wisata (places of interest) menarik berikut dibawah:

Kintamani Tour
Tempat-tempat yang bisa dikunjungi:

- Batu Bulan (Tari Barong)
- Ubud (Monkey Forest, Goa Gajah, Gunung Kawi, Tegal Alang, Tampak Siring)
- Kintamani (Volcano, Pemandangan Danau)

Bedugul Tour
Tempat-tempat yang bisa dikunjungi:

- Pura Mengwi
- Alas Kedaton (Kera dan Kelelawar)
- Bedugul (Pura Beratan, Pasar Buah, Kebun Botanikal)
- Jati Luwih (Pemandangan Sawah)
- Tanah Lot (Pura,  Sunset)

Candidasa Tour
Tempat-tempat yang bisa dikunjungi:

- Batu Bulan (Tari Barong)
- Celuk (Perajin Perak)
- Mas (Anyaman Kayu)
- Pura Besakih
- Goa Lawah
- Desa Tengenan
- Candidasa

Rute atau itinerary ini cocok apabila kamu akan berlibur selama 3 hari di Bali. Tapi tentu saja tempat-tempat wisata menarik diatas bisa kamu modifikasi sesuka hati. Pastikan saja waktu dan lama perjalanan tidak amburadul agar setiap tempat bisa sukses terkunjungi. Kalau amburadul juga? Well, mungkin bisa segera lain waktu datang lagi ke Bali :)

Masih perlu advise lebih jauh tentang liburan di Bali? Kunjungi saja website rental mobil Bali http://www.baliwebby.com ini. Informasi dan layanannya dijamin paten.

See you here soon!

Category: Bali  | Tags: , ,  | One Comment
Wednesday, July 15th, 2009 | Author: Arif Haliman

Tidak bisa disembunyikan lagi betapa memang masyarakat kita sekarang ini sedang stres semua. Rakyat Indonesia sedang sakit, dan sakit stres ini sedang berada dipuncaknya saat-saat sekarang. Entah sampai kapan penyakit khas orang kota ini (tapi kabarnya orang desa pun juga tak luput juga ya?) menemukan obatnya dan kemudian bisa segera reda. Kalau tidak juga segera reda, saya kuatir bangsa Indonesia akan semakin redup sinarnya dan kemudian hilang sama sekali.

Stres bisa menjadi sangat berbahaya. Walaupun jenis penyakit ini tidak mematikan secara langsung layaknya penyakit yang sedang ngetren yaitu flu babi, namun efeknya lebih menyakitkan. Efek mematikannya dilakukan secara halus, sistematis perlahan-lahan, namun pasti. Kata mematikan disini tidak melulu dalam artian mati nyawa, namun juga bisa diartikan mungkin mati kreativitas, mati semangat, mati perekonomian, dsb.

Malangnya di negara Indonesia tercinta ini, orang yang sedang dilanda stres, justru menjadi bulan-bulanan beberapa orang yang kebetulan mempunyai kemampuan berpikir lebih. Orang model gini begitu teganya menjadikan para laskar stres itu sebagai obyek keuntungan yang biasanya dalam bentuk materi. Saya hanya ingin mengatakan mengenai begitu maraknya iklan ramal-meramal via SMS, khususnya di televisi.

Pelototi saja iklan-iklan mereka disana. Terutama yang mengandalkan strategi pendaftaran melalui SMS. Mulai nenek-nenek nggak takut neraka macam Mama Lorek, lelaki gombal awut-awutan model Ki Joko Bodo Sekali, dan oknum ustadz bersorban peramal jodoh. Dan masih banyak lagi kayak Deddy Karburator dan Tomy Rapel. Dengan entengnya mereka katakan bisa menentukan kesuksesan karir, jodoh ataupun peruntungan kita. Gedubrarrrkkk!! Tobat neeekk..tobat maaass….Yang bisa menentukan segalanya itu hanya Allah SWT! Bukan lewat dagelan komat-kamit mulut dan kibasan ngawur tangan sampeyan..

Para stresser ini mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa keuntungan para produser iklan dan bintang iklannya itu begitu meraksasa. Meraup keuntungan lewat napas ngos-ngosan para laskar stres yang kagak tahu ape-ape. Dengan ongkos SMS premium rata-rata 2.000 rupiah, kalau yang terjaring adalah 10.000, sudah berapa duit tuh? Lha kalau lebih dari 10.000 peserta ?? Ya lebih besar lagi duitnya. Apakah mungkin? Ya 100% mungkin bro! Pakai ilmu probalilitas model apa aja ya masuk aja. Ini adalah negara Indonesia dengan jumlah penduduk yang minta ampun besarnya. Mulai dari anak SD sampai kakek-nenek semua menenteng henpon. Dan asyiknya, bagi para produser ini, kebanyakan memang rada-rada bodoh sehingga gampang dikibulin untuk ikutan acara kayak gini. Ditambah masyarakat kita sedang stres dengan kondisi negara ini, acara ngibulnya menjadi semakin gampang. Banyak orang yang putus asa, sih!

Orang-orang kayak gini memang sudah kebablasan. Kalau asalnya memang asal ngomong, tukang sulap, mentalis, ilusionis, atau mungkin memang asli penyihir, ya sudah dibuat sekedar pertunjukkan, atau disimpan sajalah untuk diri sendiri, minimal kalangan internal. Jangan kemudian ‘mengembangkan diri’ dengan ngawurnya mengatakan mampu menentukan atau menerawang bagaimana hidup kita kelak.

Semoga saja kita semua masih diberi kewarasan berpikir untuk ignore saja kepada model penumpukan kekayaan secara ngawur oleh oknum-oknum penghibur ini. Semoga saja Allah SWT masih menguatkan akal sehat kita untuk tidak percaya kepada mereka. Hanya orang-orang stres yang tidak mempunyai rencana dalam hidupnya saja yang pasti akan segera mendaftar menjadi pasien mereka. Hanya mereka yang gampang putus asa saja yang gampang mengamini mereka.

Memang kondisi negara kita sedang awut-awutan, entah kapan fajar cerah akan kembali ke langit Indonesia. Tidak juga elit politik, namun juga masyarakat bawah sama saja berantakannya. Namun, dalam jiwa pribadi masing-masing, hendaknya akal sehat dan semangat bekerja jangan pernah padam. Hanya usaha cerdas dan ketakwaan kita kepada Tuhan sajalah yang mampu menyelamatkan dan menjaga kita. Menjadi mandiri dan percaya dirilah atas kemampuan masing-masing! Karena salah satu cara untuk mengangkat kembali martabat bangsa ini adalah dengan menjadi orang yang mandiri. Menjadikan tangan kita diatas, dan tidak tangan yang dibawah.

Sekali lagi, Mandiri dan Percaya diri sendiri, Bro! Dan tentu jangan lupa selalu berdoa kepada yang Di Atas!

Category: Motivasi, Opini  | Tags: ,  | One Comment
Sunday, July 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Ya, saya merasakan adanya semangat baru di website Bali hotel saya yaitu BaliHotelBooking.com. Semangat baru ini timbul karena akhirnya kelar juga merampungkan database hotel Bali dari pihak ketiga (Travelocity) dan kemudian menghubungkannya di website Bali hotel saya ini. Dengan adanya database dari Travelocity ini, faktor yang paling enak bagi saya adalah, bahwa hampir semuanya - mulai dari urusan kontak hotel sampai tagihan kartu kredit - ditangani oleh pihak Travelocity.

Mengapa hal ini kemungkinan bisa terjadi ? Sebabnya pihak Travelocity menyediakan sebuah booking engine yang didalam sistem ini memungkinkan para calon tamu untuk melakukan cek secara langsung (real time) apakah kamar di hotel X yang mereka inginkan pada periode tertentu sedang tersedia (available) atau tidak. Kalau akan tersedia maka silakan isi data kartu kredit dan submit form onlinenya. Kalau tidak, ya silakan cari kamar hotel lain yang mungkin tersedia pada periode yang sama. Pendeknya, calon tamu bisa langsung mendapatkan instant confirmation atau konfirmasi langsung secara pasti apakan kamarnya tersedia atau tidak. Cool, huh?

Sekedar informasi, website Bali hotel booking milik saya ini sudah sangat lama mangkrak alias menganggur. Memang disana sebelumnya terlihat seakan-akan ‘hidup’ dan menerima reservasi dengan normal. Padahal sebetulnya tidak. Kalau ada email booking biasanya saya biarkan saja. Lha gimana mau mem-follow up email itu kalau kontrak rate dari hotel saja tidak punya? Akhirnya ya gitu deh, sejak awal pembuatannya tahun 2005 sampai sekarang website mengenai hotel di Bali ini seperti hidup segan mati tak mau :) .

Nah, akhirnya sejak awal Juli 2009 ini, terinspirasi oleh sebuah website papan atas di Google yang juga mengenai Bali hotel, akhirnya saya rampung juga menemukan cara bagaimana agar website tentang Bali Hotel ini kalau ada email masuk, terus akan ada yang merespon balik ke tamunya, syukur-syukur kemudian tamunya melakukan konfirmasi, dan uang komisi akhirnya kudapat :) . Travelocity adalah jawabnya. Hip..hip..hurraaa!

Dengan adanya database hotel dengan fasilitas konfirmasi ketersediaan kamar live ini, saya berharap untuk bisa mengembangkan diri untuk terjun ke dunia bisnis pariwisata khususnya di Bali. Syukur alhamdulilah Bali sudah pulih lagi dari hantaman bom 2 kali berturut-turut sebelumnya. Indikasi bahwa pariwisata Bali sudah pulih kembali adalah jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang tertinggi pada peak season akhir tahun 2008 yang lalu. Dan sepertinya masih stabil untuk memasuki separuh tahun 2009 ini. Kunjungan wisatawannya tertinggi melebihi masa sebelum adanya bom Bali, atau bahkan malah sejak adanya pulau Bali hehe.. :)

Saya bisa merasakan dan melihat secara langsung indikasi masih stabilnya kunjungan wisatawan luar negeri ke Bali pada paruh 2009 ini. Tidak lain tidak bukan website Bali car rental saya pada high season Juli-Agustus ini Alhamdulillah sedang kebanjiran tamu :) . Banyak tempat-tempat menarik di Bali juga membludak pengunjungnya. Walaupun sempat terganggu dengan adanya kejadian suspect flu babi yang menimpa beberapa turis asing yang bisa lolos masuk Bali, insyaAllah semuanya bisa segera teratasi sehingga Bali tetap ramai dikunjungi tidak hanya oleh turis manca namun juga turis lokal.

Saturday, July 04th, 2009 | Author: Arif Haliman

Buku The Go-Giver Sang Pemberi yang saya resensi kemarin menurut saya sangat menarik. Tidak saja karena buku ini ditulis dalam bentuk cerita yang sangat ringan dan gampang diikuti, tapi sekaligus juga mempunyai misi yang sangat mulia, yaitu: Berilah, maka Anda akan menerima. Saya bisa membaca buku ini dalam waktu 2 jam saja, sebelum tidur malam :) .

Cerita yang terkandung didalam buku ini seperti istilah yang sering kita dengar, yaitu take and give. Tapi mulai sekarang harus kita balik menjadi give and take. Yang benar mestinya memang adalah memberi dulu, baru kemudian menerima. Kalau kita mendahulukan take, saya jamin selamanya kamu bakalan jadi pengemis. Emang bagus jadi seorang pengemis? Sama sekali tidak ada bagusnya. Tangan mereka selalu berada dibawah, tidak pernah diatas. Eh, omong-omong mengenai tangan diatas, silakan di cek website yang sangat provokatif dan inspiratif ini: TanganDiAtas.com.

Saya yakin istilah give and take akan terus bergaung ditengah-tengah kehidupan kita. Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat sekarang ini cenderung semakin religius, tidak saja umat Islam, namun juga umat agama lain. Didalam Islam, maraknya para muslimah memakai busana muslim adalah salah satu contohnya. Secara langsung atau tidak, hal ini tentunya juga semakin menyuburkan praktik ‘memberi’ yang menjadi subyek buku The Go-Giver ini.

Didalam Islam, istilah semacam ini termasyur dengan yang namanya sedekah (shadaqoh). Sedekah bisa dalam bentuk macam-macam, apakah itu finansial, tenaga, waktu, pikiran dsb. Bahkan hanya tersenyum kepada seseorang dengan tulus dan iklas, orang itu sudah diganjar pahala oleh Allah SWT. Dalam prakteknya, sedekah bisa juga berwujud macam-macam seperti zakat, hibah, wakaf, dsb. Dan tahukah kamu? Tidak ditemukan adanya orang jadi jatuh miskin karena gemar bersedekah!

Allah SWT sendiri langsung yang mengatakannya lewat kalam-Nya Al Baqarah 2:261 :

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui“.

Tidak ketinggalan Rasulullah SAW dalam salah satu hadistnya:

‘Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan bertambah”.

Masih tidak percaya? Kebangetan sekali! Itu yang bilang sendiri adalah Allah SWT dan Rasul-Nya lho. Atau coba saja lihat sekelilingmu. Bisa tetangga atau saudara dekatmu yang mungkin berkelimpahan harta. Amati dan perhatikan bagaimana mereka dalam bersedekah. Bukankah harta dan kekayaan mereka semakin bertambah, seiring dengan semakin besarnya mereka bersedekah? Tidak saja harta mereka bertambah, namun juga membawa berkah! Tidak kurang seorang Ustadz Yusuf Mansur pun gemar sekali mengingatkan para jamaahnya untuk senantiasa gemar bersedekah.

Kembali ke The Go-Giver, buku ini adalah produk orang Amerika yang notabene Barat. Meskipun hal seperti ini sudah dikandung oleh Al-Quran dan Hadist, namun tidak ada salahnya kita tetap membacanya, sebagai another view point atau sudut pandang lain yang bisa memperkaya dan menebalkan keyakinan kita atas kebenaran pentingnya memberi, memberi dan terus memberi, untuk kemudian nantinya kita bisa menerima, menerima dan terus menerima.

Kamu masih ingat tentang 5 Hukum Kesuksesan Tertinggi di resensi buku ini? Terutama kalau kamu adalah orang yang sudah bosan jadi pegawai dan berniat berganti kuadran menjadi business owner, ke 5 hukum ini akan mampu menjadi pelecut semangat tambahan. Baiklah, inilah hukum-hukum itu:

1) HUKUM NILAI
Nilai Anda sebenarnya ditentukan oleh berapa banyak yang Anda berikan dalam bentuk nilai lebih daripada pembayaran yang Anda peroleh.

2) HUKUM KOMPENSASI
Pendapatan Anda ditentukan oleh berapa banyak orang yang Anda layani dan sebagus apa Anda melayani mereka.

3) HUKUM PENGARUH
Pengaruh Anda ditentukan oleh berapa besar Anda mendahulukan kepentingan orang lain.

4) HUKUM AUTENTISITAS
Hadiah penting berharga yang harus Anda tawarkan adalah diri Anda sendiri.

5) HUKUM KEMAMPUAN UNTUK MENERIMA
Kunci untuk memberi dengan efektif adalah selalu terbuka untuk menerima.

Nah, tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut? Beli saja bukunya. Isinya ringan kok, dan bacaannya juga enak :) .

Friday, July 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

The Go-Giver atau Sang Pemberi adalah - seperti yang tertera disampul buku edisi bahasa Indonesianya - sebuah cerita singkat tentang ide bisnis yang penuh kekuatan. Buku karangan Bob Burg dan John David Mann ini berkisah tentang seorang profesional muda bernama Joe yang bekerja di sebuah perusahaan dengan bekerja sangat keras, cepat dan mengarah ke posisi puncak. Pendeknya, Joe adalah tipikal profesional muda masa kini yang bekerja penuh ambisi dan berkeinginan untuk menjadi bintang dibidangnya.

Namun betapa pun kerasnya dia bekerja dan terus bekerja, rasa-rasanya Joe semakin jauh dari apa yang dikatakan sebuah kemakmuran. Entah apakah itu kemakmuran finansial, kepuasan batin, ataupun dalam hal rumah tangga. Semakin dia mengejar kesuksesan itu, semakin menjauh pula kesuksesan itu. Sampai pada suatu waktu, lewat perantara seorang teman kerjanya, Joe bisa bertemu dengan Pindar - Sang Ketua - yang memberinya secara gratis apa yang disebutnya Lima Hukum Kesuksesan Tertinggi.

The Go-Giver mencoba memberi pengertian kepada semua orang di seluruh dunia, bahwa kita selama ini sering terjebak kepada sesuatu yang salah, namun itu dianggap benar. Salah satu contohnya adalah anggapan selalu memberi untuk orang lain (apakah itu dalam bentuk materi, ide, perhatian, dsb), maka kita akan menjadi bangkrut. Atau kekayaan tidak akan berpihak kepada kita.

Ternyata pada kenyataannya, sifat gemar memberi ini justru sebaliknya akan membuat pelakunya bertambah makmur dan bertambah kaya. Lewat beberapa contoh kejadian, The Go-Giver menceritakannya dengan sangat mudah, menarik, dan lugas. Pesan yang disampaikannya jelas, yaitu : “Berilah, dan Anda akan menerima”.

Lewat salah satu tokoh utamanya, yaitu Pindar - Sang Ketua, The Go-Giver menceritakan mengenai kisah 7 hari pertemuan-pertemuan. Pindar mempertemukan Joe dengan orang-orang yang telah lama dikenalnya, yaitu sederetan Sang Pemberi yang berprofesi sebagai seorang pengusaha restoran, seorang CEO, seorang penasihat finansial, seorang agen real estate, dan seorang lagi Sang Penghubung. Khusus Sang Penghubung ini baru bisa disingkap siapa dia sebenarnya di bagian akhir cerita, yang membuat Joe terlompat kaget.

Lima Hukum Tertinggi Kesuksesan yang terungkap di buku ini sebenarnya sudah kita pahami. Hanya saja seringnya kita melupakannya karena sudah tergerus oleh anggapan-anggapan salah kaprah yang sudah mendarah daging di kehidupan masyarakat. Dan parahnya mayoritas masyarakat mengamininya. Hanya sedikit orang yang mampu mengingatnya. Tidaklah mengherankan, jumlah orang yang sukses itu sangatlah sedikit dibanding jumlah orang yang kurang atau tidak sukses.

Judul Buku: The Go-Giver Sang Pemberi
Pengarang: Bob Burg dan John David Mann
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo
Halaman: 142

Thursday, July 02nd, 2009 | Author: Arif Haliman

Apakah detik ini kamu masih membujang? Well, saya sarankan untuk segera menikah. Hehe..bukannya apa-apa, saya hanya ingin berbagi pengalaman dengan kamu. Bukan, bukan berbagi pengalaman mengenai malam pertama bersama istri kok.  Saya hanya ingin berbagi pengalaman mengenai bagaimana rasanya punya anak. Lebih sempit lagi, saya ingin berbagi pengalaman mengenai betapa ternyata kita bisa belajar banyak dari anak kita. Suer!

Saya sudah menikah sekitar 4 tahun, dan anak saya sekarang berusia 3 tahun. Namanya Tika dan berjenis kelamin cewek. Walaupun cewek, anak ini tingkah polanya bisa menyaingi anak cowok. Indikasinya adalah: selalu saja muter-muter gak bisa diem, senang memanjat apa saja seperti motor, punggungku dan punggung istriku, atau kasur yang sedang kita jemur. Sepertinya tidak ada kamus lelah dalam dirinya. Satu-satunya yang bisa membuat dia diam seribu bahasa adalah sewaktu dia tidur.

Namun lepas dari segala tingkah polanya itu, Tika anak saya, seperti juga anak-anak kecil lainnya, menyimpan potensi untuk memberi pelajaran, atau menjadi guru bagi orang tuanya. Dari sekian banyak pelajaran yang diberikannya kepada kita, saya bisa menyebutkan beberapa 2 hal yang paling berkesan buat saya:

1) Cepat Memaafkan
Ada kalanya saya sangat jengkel kepada anak saya. Sebabnya bisa bermacam-macam. Kalau sudah diubun-ubun, kejengkelan itu biasanya saya lampiaskan dengan cara membuatnya menangis. Entah itu saya cubit, saya cuekin pas dia ngajak bicara, saya bentak, atau dia terjatuh kejeduk saya biarkan saja (Duh..maafin abi ya Mung…). Itu pasti sakit sekali rasanya buat dia.

Seorang ayah sehabis membuat anaknya menangis, biasanya secara alamiah langsung tertegun dan menyesal telah membuatnya menangis. Sadar atas ketotolan itu, biasanya saya segera mendekatinya. Kitik-kitik pantat dan perutnya sembari ketawa adalah favorit saya untuk menunjukkan saya telah menyesal. Dan ajaib! Kalau orang dewasa kayak kita, yang terlontar pertama kali adalah berupa balasan sumpah serapah atau caci-maki bahwa kita telah menyakitinya. Tapi anak kecil? Seketika itu juga dia memaafkan kita, dengan kembali lagi ceria tertawa terkekeh-kekeh seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Bahkan, tidak jarang saya minta dicium pipi dan bibir saya, dia segera memberikannya dengan tertawa juga.

Pemaaf itu sifat mulia. Sifat ini bisa membawa ketenangan dan ketentraman batin. Pikiran kita akan senantiasa freshopen-minded dan menjadi ramah. Untuk seorang seperti saya, yang menjalankan beberapa bisnis (online) seperti Bali Hotel dan Bali car rental, sifat ramah ini sangat membantu dalam keseharian.

2) Selalu Ingin Tahu
Tika anak saya selalu saja bertanya dan bertanya. Tidak puas kalau hanya mendapat satu jawaban dari saya dan istri. Tidak menyerah kalau dia belum puas mendapatkan jawabannya. Bisa saya contohkan disini:

Tika: “Lho, yang diatas itu aaaapa, bi?” (Sambil menunjuk langit).
Abi: “Itu pesawat terbang”.
Tika: “Lho, kok bisa teeerbang”.
Abi: “Iya, karena punya sayap”.
Tika: “Kok punya sayap, sih?”.
Abi: “Biar bisa ngantar penumpang”.
Tika: “Lho, lho, kok ada penumpangnya??”.
Abi: “Biar dapet uang”.
Tika: “Terus, buat aaaapa uangnya?”.
Abi: “Buat beli susu”.
Tika: “Ooohh..susu kayak susu Tika yang di kulkas?”.
Abi: “Iya”.

Dan seterusnya…

Anak kecil selalu saja ingin tahu. Otaknya selalu saja bekerja dan bekerja. Tidak pernah ngganggur tuh otak. Oleh sebab itu, ada penelitian yang mengatakan bahwa kerja otak anak kecil seumuran balita (bawah lima tahun) itu lebih banyak / rumit daripada kerja otak seorang mahasiswa, atau profesor sekalipun!

Nah, mengulang sekali lagi pertanyaan diatas, apakah kamu masih membujang? Segera saja gih menikah. Disamping itu sudah merupakan sunah Rasulullah Muhammad SAW, dijamin kamu bisa mendapatkan pelajaran-pelajaran penting dari buah hatimu sendiri!

So, sudah dewasa tapi masih suka emosi, marah-marah dan cepat berpuas diri? Ingat anak kecil bo! Malu sama mereka… :)

eXTReMe Tracker