Archive for » June, 2009 «

Monday, June 15th, 2009 | Author: Arif Haliman

Joger Bali seakan sudah menjadi legenda merek perkaosan di Bali pada khususnya, dan di Indonesia pada umumnya. Hampir bisa dipastikan, semua orang di Indonesia, khususnya mereka yang sudah pernah melancong ke pulau Dewata Bali pasti mengetahui merek kaos ini. Mungkin kalau dibuat semacam acara Kuis Family 100 dan pertanyaannya adalah Apa yang terlintas dibenak Anda tentang merek kaos Indonesia? Pasti jawaban pertama adalah Joger!

Joger adalah produk kaos asli Bali yang hanya dijual di pulau Bali dan hanya menempati satu toko di kawasan Kuta. Sang pemilik yang bernama Joseph Theodorus Wulianadi memang mengonsep penjualan kaosnya ini dengan strategi semacam itu. Dia tidak mau membuka Joger di kota lain selain Kuta. Jangankan kota lain, ditempat lain dikota yang sama yaitu Kuta saja dia juga tidak mau. Harapannya bisa ditebak, agar merek kaos pabrik kata-kata asli Bali ini bersifat ekslusif dan sulit dipalsukan.

Adalah omong kosong kalau ada yang mengaku mendapatkan kaos ini di pasar Klewer Solo misalnya. Juga sama bullshitnya kalau ada yang mengaku membeli kaos ini di Ancol Jakarta. Pokoknya kalau mau kaos Joger Bali, ya belinya harus di Kuta Bali.

Ada satu slogan kata-kata yang begitu menancap dibenak saya kalau melintas depan toko Joger, yaitu: INI TEMBOK JOGER, BUKAN TEMBOK BERLIN. Hehe..Nih kata-kata memang sarap tenan. Sejak saya mengunjungi toko ini pertama kali waktu acara rekreasi SMA kelas 3 tahun 1997, sampai sekarang tulisan itu masih bisa membuat saya cengar-cengir geli. Ya iyalah itu memang temboknya Joger, bukan tembok siapa-siapa! Gokil abis tulisan itu :)

Lokasi toko Joger Bali terletak di jalan Raya Tuban Kuta. Hanya berjarak sekitar 4 km dari bandara Ngurah Rai Bali. Posisinya sangat strategis berada persis di persimpangan jalan Utama yang padat dilalui lalu lalang kendaraan. Posisinya yang berseberangan dengan hotel Ratna yang menyasar tamu domestik dan supermarket Supernova menambah pas lokasi itu. Maka bisa dibayangkan, untuk toko sekaliber Joger, dengan luas areal bangunan yang tidak terlalu besar itu, yang namanya kemacetan lalu lintas kerap terjadi. Coba saja melintasi daerah sana sekitar sore hari menjelang sunset, apalagi pas hari sabtu atau minggu. Wadooww..Gak kuat mak! Macet puol!

Saya mungkin bisa memahami betapa Pak Joseph ini sebenarnya puzing tujuh keliling memikirkan gimana caranya mengatasi keruwetan ini. Serba salah memang. Mau merperluas bangunan kayaknya sudah gak mungkin. Disana sudah sangat crowded bangunannya. Lagian harga tanahnya pasti mahal minta ampun. Tidak diperluas yang ada ya yang kayak gini nih, zuper crowded.

Daripada memikirkan keruwetan lalu lintas didepan kantornya itu, bagi kita para konsumennya mending cukup ‘unjuk rasa’ aja ke dia kalau harga kaosnya itu mahal banget. Bandingkan sendiri saja deh dengan kaos merek lain. Tapi bagaimanapun, dari sisi bisnis, kita patut mengacungkan jempol buat dia. Mungkin memang itu salah satu keberhasilan strategi bisnis Joger, bisa menjual dengan harga tinggi karena keekslusifan produk yang mereka pasarkan.

So, pergi ke Bali? Jangan lupa ya berkunjung ke Joger!

——————————————–

UPDATE 11 November 2009.

Kabar terbaru tentang Joger. Toko pabrik kata-kata ini sekarang tidak hanya ada di Kuta. Demi melihat jalur wisata yang menjuju Bedugul adalah yang teramai dilalui oleh wisatawan lokal, maka per September 2009 Joger membuka toko kedua di daerah Luwus. Luwus adalah sebuah desa, sekitar 20 menit berkendara mobil menuju arah Bedugul. Dalam acara rekreasi saya ke Air Terjun Gitgit yang searah dengan Bedugul (dan tentu saja melewati lokasi toko kedua Joger ini), saya sudah mendatanginya dan tentu saja berbelanja beberapa kaos ;)

Daripada kamu bersusah-payah dan berpanas-panasan berbelanja produk Joger di Kuta, sepertinya tempat baru ini jauh lebih representatif. Tempat parkirnya luas, bangunannya luas, dan tentu saja lebih nyaman dan enak untuk dibuat berbelanja. Kalau yang di Kuta? Alamak, enggak deh kesana lagi kalau gak terpaksa!

Category: Bali  | Tags: , , , ,  | Leave a Comment
Sunday, June 14th, 2009 | Author: Arif Haliman

Menyambung tulisan saya sebelumnya mengenai Bali Mendekati High Season, kali ini saya akan menulis mengenai betapa akan ramainya pulau Bali diserbu tidak hanya oleh para wisatawan domestik namun juga mancanegara. Ditulisan sebelumnya yang bercerita dari sisi wisatawan domestik, kali ini saya akan bercerita dari sisi wisatawan mancanegara, atau sebutan kerennya: Bule hehe..

Secara pribadi, saya menginformasikan bahwa Bali akan kembali ramai di high season Juli sampai Agustus tahun ini. Indikasinya adalah jumlah email booking Bali car rental saya berikut konfirmasinya melonjak tinggi (sekitar 2,5 kali lipat) dari kondisi normal atau low season pertengahan Januari sampai Juni. Untuk bulan Juni ini yang masih sampai di pertengahan bulan, pendapatan kotor website Bali car rental saya sudah mencapai target. Syukur Alhamdulillah… Harapan saya sampai dengan akhir Juni ini pendapatan itu masih bisa membumbung tinggi ;)

Saya yakin kondisi ini tidak hanya saya saja yang mengalaminya. Para kompetitor saya (mari kita sebut saja: rekan, agar konotasinya tidak berupa persaingan, namun kerjasama) pasti juga merasakan hal yang sama, yaitu email booking mereka meningkat, dan mestinya, juga konfirmasinya.

Kalau untuk bulan Juni saja sudah sangat terasa kenaikan tamu yang didapat, bulan Juli dan Agustus insyaAllah akan lebih besar lagi. Bisa dibilang bulan Juni ini masih berupa pemanasan. Ibaratnya motor di pagi hari yang perlu dipanasi. Kalau sudah cukup panas mesinnya, maka motor itu akan langsung tancap gas. Kalau sudah masuk Juli, dan juga Agustus, maka inilah masa-masa yang disebut high season di Bali: Masa ramai-ramainya Bali penuh sesak oleh kunjungan wisatawan domestik maupun bule.

Bisnis Bali car rental saya yang 90% menyasar para tamu dari luar negeri, tetap didominasi oleh tamu dari negara Eropa dan Asia. Menyusul kemudian adalah Australia. Warga negara Eropa yang paling banyak memakai jasa sewa mobil di Bali saya kebanyakan dari Jerman, Inggris, Spanyol, Perancis. Dari Asia yang terbanyak berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand. Sisa 10% adalah peminjam mobil dari dalam negeri sendiri, utamanya mereka yang berasal dari Jakarta. Jadinya, lokal dan bule campur aduk jadi satu nantinya di Bali!

Maka, di high season ini, pelaku wisata di Bali lah yang akan sangat sumringah. Mereka seakan tidak merasa kesulitan untuk menjual apa yang menjadi barang jualannya. Bagi pemilik hotel, tingkat hunian kamar pastilah penuh. Bagi pemilik jasa sewa mobil Bali pastinya armada mobil mereka banyak yang beroperasi. Bagi pengelola restoran dan kafe, tentu juga tidak ketinggalan. Bagaimana dengan Joger Bali ? Aduh, yang ini dari dulu sampai sekarang kayaknya gak pernah sepi deh! :)

Menurut pengamatan saya, selama insyaAllah tidak ada kajadian aneh-aneh kayak Bali bombing kemarin, sepertinya tahun 2009 ini Bali betul-betul akan kembali ke performa terbaiknya. Setelah sebelumnya akhir tahun 2008 sudah mencapai titik tertinggi untuk kunjungan turisnya dibanding tahun-tahun sebelumnya, sepertinya tahun 2009 ini jumlah kunjungan akan meningkat. Para pelaku pariwisata di Bali insyaAllah bisa tetap tersenyum lebar menyambut tahun-tahun wisata berikutnya.

Bagaimana dengan persiapanku sendiri menyambut kondisi yang kian kondusif ini ? Well, website Bali Hotel saya sepertinya harus segera di tune up untuk segera bisa beraksi penuh mulai tahun ini. InsyaAllah!

Friday, June 12th, 2009 | Author: Arif Haliman

Bagi para pelaku bisnis pariwisata di Bali, bulan Juli dan Agustus di setiap tahunnya selalu dinanti-nanti. Pasalnya dibulan-bulan inilah para wisatawan lokal maupun mancanegara akan menyerbu Bali untuk berekreasi bersama teman-teman ataupun keluarga. Di kedua bulan inilah kesempatan para pelaku bisnis pariwisata untuk mengeruk keuntungan secara signifikan.

Bagi para wisatawan lokal, bulan Juli bertepatan dengan liburan sekolah. Seperti sudah menjadi tradisi, para siswa sekolah itu (biasanya anak sekolah menengah pertama dan menengah atas) akan berlibur ke pulau Dewa Bali bersama rombongan. Umumnya mereka mencarter bis dari daerah asal mereka dan berangkat berama-ramai menuju Bali. Tidak ketinggalan juga sebuah keluarga yang memilih berlibur sendiri dengan menumpang pesawat terbang. Para pelancong domestik ini seringnya berasal dari pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan sekitarnya, Surabaya dan sekitarnya termasuk Malang. Namun tidak jarang pula pelancong dari Medan sering terlihat disini.

Begitulah yang sedang dan akan terjadi mengenai High Season (musim tinggi / ramai) di Bali. Sebagai salah satu pelaku bisnis pariwisata di Bali (dalam hal ini saya bergerak di usaha sewa mobil di Bali), saya merasakan adanya peningkatan permintaan dan konfirmasi sewa mobil melalui website saya http://www.baliwebby.com. Di pertengahan bulan Juni ini mestinya masih belum apa-apa. Mendekati akhir bulan, untuk wisatawan domestik, saya bisa memastikan permintaan sewa mobil ini akan semakin meningkat.

Tidak ketinggalan dengan penginapan baik itu berupa Bali Hotel, villa atau losmen (hotel kelas melati) sudah pasti akan fully booked juga. Saya mengetahui informasi ini dari beberapa penelpon yang ingin meminjam mobil, mereka sekalian minta dibookingkan sebuah kamar hotel di Bali. Mereka minta tolong lewat saya karena beberapa dari mereka sudah mulai kesulitan untuk mencari kamar yang masih kosong untuk hari-hari kedepan ini.

Begitulah, seiring dengan semakin membaiknya kondisi pariwisata Bali setelah sebelumnya dihajar 2 kali kejadian Bali bombing, roda perekonomian yang utamanya ditopang dari sektor pariwisata (tourism) semakin lancar dan kencang bergerak.

Yang ketiban rezeki tidak hanya mereka yang bergerak di bidang akomodasi (hotel, villa, losmen, dsb) dan transportasi (rental mobil, tur, charter, dsb) namun tentunya Pak Joger :) . Pendiri pabrik kata-kata kaos Joger Bali ini bisa dipastikan akan semakin buncit perutnya. Lihatlah betapa macetnya jalan raya depan tokonya di Kuta itu terutama menjelang sore hari. Hari biasa saja asal itu sabtu dan minggu selalu ramai disana. Bagaimana jadinya kalau itu nanti pas high season?? Udah deh, apalagi bawa mobil, jangan lewat sana dah!

Itu saja dulu sekilas pandangan mengenai Bali menyongsong high season tahun 2009 ini. Pasti ramai dan crowded! Dan harap diketahui, harga kamar hotel pastinya akan membumbung tinggi. Surcharge atau naiknya sekitar 10%. Lumayan itu..

Tulisan lain insyaAllah akan menyusul mengenai crowdednya Bali dilihat dari kunjungan para bule atau wisatawan mancanegara.

Nah, sudah siapkah kamu berlibur ke Bali liburan tahun ini?

Thursday, June 11th, 2009 | Author: Arif Haliman

Menyambung informasi mengenai keberadaan masjid di Bali, ini ada satu lagi informasi dari saya mengenai sebuah masjid di Bali. Minggu kemarin saya kembali lagi ke tempat favorit rekereasi saya ini bersama ibu dan embah saya. Ceritanya nih, ngelencer sambil jalan-jalan bersama beliau-beliau sekembalinya dari acara mudik ke Mojokerto beberapa hari sebelumnya. Setelah shalat Ashar sekitar pukul 4 sore, tidak lupa saya mengabadikan masjid ini dengan latar depan foto saya yang gagah perkasa menyandang sarung tapi lupa bawa golok :)

Nah, terutama buat kamu yang sedang berekreasi ke Bali dan berkunjung ke Bedugul, tidak ada alasan untuk tidak bisa mendirikan shalat dengan nyaman di daerah ini. Sekedar tambahan informasi, daerah Baturiti Bedugul ini adalah salah satu daerah di Bali yang mayoritas dihuni oleh para muslim. Mereka berasal kebanyakan dari Bugis dan Jawa, dan juga penduduk asli yang sudah turun menurun menetap di daerah ini. Jadi jangan heran kalau walaupun para bule dan turis lokal banyak berseliweran disini, para pedagangnya yang wanita kebanyakan memakai kerudung atau jilbab.

Musholla dan masjid banyak dijumpai di daerah Bedugul ini. Tapi menurut saya yang paling spektakuler adalah Masjid Besar Al Hidayah Bedugul. Masjid ini lokasinya berada dibagian atas mirip bukit, dan menghadap langsung ke Danau Beratan Bedugul. Sumpah! Lokasi masjid ini sangatlah menawan karena viewnya yang aduhai langsung menghadap ke danau yang sangat terkenal indah itu. Seumur-umur baru sekali ini saya bisa shalat disebuah masjid dengan pemandangan danau di sebuah dataran tinggi berhawa sejuk. Adem deh..

Berulangkali saya berkunjung ke Danau Beratan Bedugul Bali seperti saat ini, namun sepertinya tidak pernah bosen. Hawanya yang suejuk dan sedikit romantis, membuat kangen siapa saja untuk berkunjung kembali ketempat ini. Kebun Raya Baturiti Bali yang sangat asri dan luas banget (kayak Kebun Raya Bogor gitu, dah) lokasinya juga sangat dekat dengan Masjid Besar Al Hidayah dan Danau Beratan Bedugul itu sendiri. Di dalam komplek kebun raya itu bahkan juga ada penginapan yang bertarif sekitar Rp 300.000 per malam. Warung buat makan? Jangan tanya deh, banyak bertebaran namun berada diluar komplek kebun. Kebanyakan makanan halal karena yang menjual adalah orang-orang muslim juga disana.

Okay deh..Nantikan lagi ya update masjid-masjid di pulau Bali edisi berikutnya!

Wednesday, June 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Hmmm..Sudah lama juga gak update blogku tercinta ini. Sekitar kurang lebih 20 harian ya sejak postingan terakhir tangga 15 Mei. Ya beginilah kalau ada acara mudik ke kampung halaman Mojokerto. Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan internet menjadi terbengkalai, salah satunya acara ngeblog yang menjadi hobiku. Namun, kegiatan membalas email utamanya untuk para tamu bisnis Bali car rental sedapat mungkin masih aku sempat-sempatkan. Kan sudah ada Sony Ericsson Xperia X1, masak balas email saja gak bisa ?? Hehe..

Ya, anyway, saya ingin memberikan sedikit catatan singkat dan ringan dari acara mudik kedua saya tahun ini (yang pertama bulan Januari kemarin). Seperti biasanya saya berangkat dari Denpasar pada malam hari ba’da Isya sekitar pukul 8 malam. Sampai Mojokerto pukul 8 pagi, jadinya perjalanan saya tempuh selama 12 jam. Dengan memakai Toyota Avanza baru saya yang sudah ber VVTI, doi menghabiskan bensin sekitar 3/4 nya dari full tank, atau sekitar Rp 140.000 an (30 liter). Lumayan irit dan menghemat uang bensin. Sekedar informasi, diperjalanan kemarin itu penumpang hanya 3 orang yaitu saya, istri dan si bayi Tika saya. Di baris paling belakang (yang dilipat) penuh dengan muatan barang dagangan saya dan istri saya, yaitu baju muslim dan tas Bali. Mengapa kok bawa barang dagangan segala? Ya kalau ada pembeli yang memesan via online atau orang-orang di Mojokerto, bisa tetap kita layani dong. Itulah enaknya bisnis online: Anytime, Anywhere.

Yang perlu dicatat selama perjalanan pulang dari Denpasar menuju Mojokerto adalah, disepanjang jalan, baik itu didaerah Bali atau sudah masuk Jawa Timur, jalan-jalan utamanya sedang diperbaiki dan diperhalus. Jadinya walaupun disana-sini banyak material dan traktor disepanjang kanan-kiri jalan, jalan yang saya lalui sangatlah nyaman. Terutama disisi Jawa Timur, sepertinya bisa saya bilang ada peingkatan 50% jalanan utama sudah sangat ciamik!

Apakah ini sebagai realisasi atas janji-janji Pakde Karwo kalau dia terpilih menjadi gubernur Jatim? Bagi saya tidak penting. Apapun penyebabnya, yang penting adalah jalanan berangsur-angsur membaik sehingga nyaman dan aman untuk dilalui. Saya yakin menjelang mudik Lebaran tahun ini, insyaAllah jalanan utama tersebut bisa rampung 100% sehingga para mudikers bisa lebih lega dalam berkendara.

Pulang kampung atau mudik kayak gini bagi saya sebetulnya tidak terlalu istimewa. Biasa-biasa aja. Soalnya keseringan mudik. Bisa-bisa 3-4 kali dalam setahun saya selalu pulang kampung? Kok sesering itu? Lha iya, prinsip saya selagi kesempatan dan kemudahan itu datang, sikat saja bleh! Hehe..maksudnya, nih kebetulan saya Alhamdulillah selalu punya banyak waktu luang, dan juga sedikit sangu untuk pulang kampung. Jadinya apa salahnya untuk sesering mungkin bisa melakukan silaturahmi dengan orang tua, mertua, tetangga-tetangga dan saudara-saudara di kampung.

Lama-lama nih kota Mojokerto tercinta semakin oke saja. Saya mengamati pembangunan semakin gencar dilakukan. Jalanan banyak yang diperlebar dan pusat-pusat perdagangan banyak dibangun. Saya melihat dulu daerah yang sepertinya akan selamanya para jin dan setan berdiam disitu, nyatanya bisa juga mereka diusir, kemudian tempat itu diperindah dan ditingkatkan fungsinya untuk kepentingan umum.

Lihat saja sepanjang daerah protokol Jl. Mojopahit, semakin ok bukan? Ai..ai..ada juga Kentucky Fried Chicken dekat Alun-Alun Kota. Atau coba tengok juga daerah sub-urban Mojosari. Semakin bersih, atraktif dan lihatlah terminal angkutannya: Terminal Mojokerto saja bisa jadi kalah dari segi kemegahan dan kebersihan!

Ayo…Maju terus Mojokerto!

eXTReMe Tracker