Archive for » May, 2009 «

Friday, May 15th, 2009 | Author: Arif Haliman

Saya bersyukur sekali diberi kesempatan Allah SWT untuk diberi bidang pekerjaan berkisar pada komputer. Tidak ada alasan khusus. Hanya saja saya merasa cocok, bahagia dan senang bekerja dengan memakai teknologi komputer. Lagipula bidang komputer dan internet yang saya geluti sekarang ini adalah tulang punggung keluarga saya dalam hal kebutuhan ekonomi. Saya mendapatkan uang melalui media internet dengan menjalankan beberapa bisnis diantaranya adalah sewa mobil di Bali.

Yang membuat saya lebih bersyukur lagi, komputer dan internet yang menjadi keseharian saya adalah kesesuaian dari jalur pendidikan kuliah jurusan komputer yang dulu saya tempuh yaitu Manajemen Informatika. Artinya, saya tidak salah pilih jurusan.

Walaupun saat ini saya sudah tidak lagi berprofesi sebagai seorang web programmer, namun setidaknya saya sudah sempat 5 tahun melakoni profesi itu :) .

Umum sudah diketahui bahwa banyak sekali orang-orang yang sekarang bekerja tidak sesuai dengan background atau latar belakang pendidikannya. Seorang pria berprofesi sebagai sales asuransi atau teller bank misalnya, namun dulunya adalah mahasiswa teknik mesin. Seorang wanita berprofesi sebagai pramugari atau bagian ticketing, namun dulunya seoarang mahasiswi akuntansi. Gak nyambung. Kata saya orang ini salah pilih jurusan.

Apakah itu kemudian menjadi masalah? Tentu saja tidak. Namun bagi seorang idealis, kondisi seperti itu bisa dibilang waste of time atau buang waktu. Ngapain juga susah-susah belajar ilmu permesinan 4 atau bahkan 6 tahun, namun kemudian bukannya menjadi seorang engineer, malah menjadi agen asuransi, misalnya. Apa hubungannya coba? Tapi, okay, itu bukan masalah yang prinsip. Saya setuju.

Bagaimanapun juga tetaplah bersyukur jadi apapun kamu saat ini. Tetap bersyukur walaupun bidang kerja sekarang berbeda dengan studi kamu dulu. Bagi yang sekarang bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan, lebih lebihlah kamu menyukurinya.

Omong-omong, saya ingat betul bahwa sejak awal saya memang menunjukkan ketertarikan kepada dunia komputer. Setidaknya ada 2 sinyalemen utama (ngomongnya kayak pakar aja) yang menunjukkan hal itu:

1) Gemar menulis bahasa pemrograman komputer
Waktu itu tahun 1996 dan saya masih kelas 2 SMA. Saya yakin tidak banyak anak seumuran segitu waktu itu yang suka bahasa pemrograman komputer. Tapi saya minta ampun sukanya. Dengan berbekal komputer AMD 486 pemberian kakak saya, jadilah saya maniak bahasa pemrograman (programming language). Eit, bukan, saya bukan seorang programmer komputer waktu itu. Saya tidak menulis sendiri source code itu. Saya hanya menyalinnya atau menulis ulang dari Tabloid Komputek (Komputer dan Teknologi) yang waktu itu gemar sekali menyuguhkan program-program komputer dalam bahasa Pascal di edisi mingguan mereka.

Ada keasyikan tersendiri ‘menggauli’ Pascal dan kemudian meng-compile-nya. Setelah eksekusi program berhasil, maka yang tampak dilayar komputer adalah hasil dari program tersebut, biasanya berupa game sederhana, aneka tebakan, musik sederhana, dsb. Kalau eksekusi tidak berhasil? Terpaksalah harus merunut satu-persatu kode sumber yang tadi saya ketik, seperti apakah ada kesalahan ketik perintah, misalnya.

2) Jual gitar milik saya dan beli CD-ROM
Sebagai anak remaja waktu itu, tentu saja saya suka musik. Ditambah lagi teman-teman satu komplek yang banyak jago main gitar, jadilah saya juga kepingin kayak mereka. Gitar yang saya beli waktu itu termasuk yang terbaik diantara milik teman-teman. Merk Yamaha seri C330. Walaupun kemampuan bermain gitar saya selalu jauh dibawah kemampuan teman-teman, bukan berarti gitar saya ikutan kalah kelas sama punya mereka hehe :) .

Namun bukannya terus berlatih mempelajari ilmu pergitaran agar minimal selevel dengan Ian Antono (wa kak kak..), sebuah manuver tajam saya lakukan. Tajam sekali manuver itu. Saya jual itu gitar, dan saya belikan sebuah CD-ROM! Bahkan teman-teman saya sampai shock waktu itu ;) .

Eh, tahu CD-ROM kan? Ya, itu sebuah drive komputer berfungsi untuk membaca sebuah ruang simpan dalam bentuk compact disc. Saya memerlukan sekali alat ini. Soalnya komputer saya waktu itu tidak ada CD-ROM-nya :( . Jadinya kalau perlu meng-install software komputer baru, saya sangat kesulitan dan tidak nyaman. Pinjem-pinjem melulu! Akhirnya, ya sudah: gitar kugadai, CD-ROM kudapat :) .

Well, itulah sedikit ‘kecelakaan-kecelakaan’ kecil saya toempo doeloe mengenai awal-awal kecintaan kepada komputer. Sedikit berbagi pengalaman dengan kalian. Yah, gak heran sudah dewasa sekarang kesenangannya ya tetap saja kayak dulu: K-O-M-P-U-T-E-R.

Thursday, May 14th, 2009 | Author: Arif Haliman

Marketing atau pemasaran sekarang ini tidak bisa dijalankan secara konvensional. Beberapa hal yang menyebabkan paradigma berpikir mengenai bagaimana menjalankan strategi marketing secara revolusioner (dan tidak lagi konvensional) adalah adanya fakta betapa krisis global sekarang ini begitu memukul perekonomian tidak hanya negara maju namun juga negara berkembang. Disamping alasan-alasan yang lain seperti kian ketatnya persaingan antar marketer atau pemasar dengan produk yang dipasarkannya, yang tidak bisa dipungkiri adalah kian kristisnya para calon konsumen dalam mengapresiasi sebuah produk.

Menyikapi fenomena seperti ini dan ditengah-tengah maraknya buku seputar pemasaran yang bermunculan, Ippho Santoso, No. 1 Creative Marketer in Indonesia melempar sebuah gagasan revolusioner mengenai bagaimana caranya meledakkan profit dengan kreatifitas dan otak kanan. Mengapa harus menggunakan otak kanan? Iphho berkeyakinan bahwa otak kanan yang sangat imajinatif dan inspiratif itu mampu membawa perubahan yang hebat dalam setiap gerak kehidupan, dalam hal ini adalah pemasaran.

Otak kanan yang sejatinya lebih dahsyat dibanding otak kiri (dalam hal kreatifitas, dsb) ini sering diabaikan dan dilalaikan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi yang diunggul-unggulkan selalu saja otak kiri yang berkaitan dengan hal cenderung bersifat logis (tidak intuitif), kuantitatif (tidak kualitatif), realistis (tidak imajinatif), terencana / cautious (tidak impulsive). Mungkin hanya pendidikan taman kanak-kanak yang memberi porsi pengembangan otak kanan.

Buku Marketing is Bullshit..ini adalah trilogi dari 2 buku sebelumnya yaitu 10 Jurus Terlarang dan 13 Wasiat Terlarang. Untuk melengkapi semua jurus jitu oleh Ippho Santosa yang tidak hanya berbicara otak kanan dalam Pemasaran (Marketing is Bullshit..), disarankan pembaca untuk melengkapi koleksi 2 buku lainnya yaitu 10 Jurus Terlarang yang mengupas otak kanan dalam Persaingan dan 13 Wasit Terlarang yang mengupas otak kanan dalam Kehidupan.

Dalam buku Marketing is Bullshit.. ini, Ippho menawarkan 88 trik kreatif senilai 180 juta yang mampu meledakkan profit bisnis dalam waktu enam bulan. Ippho mencoba memberi penyadaran kepada para marketer, enterpreneur dan networker bahwa pemasaran itu adalah omong kosong tanpa kreatifitas. Dengan bersandar kepada otak kanan yang sudah default berisi segala hal mengenai kreatifitas, sudah selayaknya para pemasar harus mengoptimalkan kemampuan otak kanannya. Dahsyat dengan otak kanan!

Judul Buku: Marketing is Bullshit..
Pengarang: Ippho Santosa
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo
Halaman: 179

Wednesday, May 13th, 2009 | Author: Arif Haliman

Pertanyaan diatas kerap sekali diajukan oleh teman-teman saya, baik pada saat saya masih menjalani bangku perkuliahan ataupun saat sudah mentas dari sana dan memasuki masa bekerja-profesional-8-jam-sehari-namun-akhirnya-gak-merasa-nyaman itu. Bahkan sekarang ini, beberapa teman lewat obrolan santai masih juga sempat terlontar pertanyaan itu, demi mengetahui saya kurang gape matematika namun ternyata saya alumni mahasiswa jurusan komputer.

Sekedar informasi, saya adalah alumni Universitas Brawijaya Malang jurusan MITEK (Manajemen Informatika dan Teknik Komputer). Disana saya mengambil jurusan Manajemen Informatika. Sudah tahu semua kan apa itu jurusan? Ya, saudara-saudara, itu jurusan perkuliahan yang secara khusus mempelajari software atau perangkat lunak komputer. Sekedar informasi juga, bahwa semua mahasiswa yang kuliah di jurusan ini akan dijejali dengan beberapa mata kuliah pokok seperti Logika, Algoritma, Pemrograman Terstruktur, dsb. Tidak ketinggalan juga ilmu statistika kayak Deskriptif dan Probabilitas.

Nah, kuliah di jurusan komputer berarti juga akan mempelajari makhluk mengerikan yang bernama Matematika. Ya, matematika! Saya sebut mengerikan karena perut saya bisa langsung mules bahkan hanya dengan membayangkannya. Buat sebagian orang mungkin matematika adalah pelajaran yang sangat menyenangkan, mengasyikkan dan membikin kangen. Tapi buat saya, matematika adalah a-must-avoided-lesson, sebuah pelajaran yang (kalau bisa) wajib dihindari hehe.. :) . Matematika yang dipelajari disini mencakup sekitar ilmu Aljabar, Trigonometri, Kalkulus, walah, apa lagi ya..Saya gak bisa melanjutkannya, perut mules ;) .

Matematika itu gampang? Ya, saya akui bagi kamu semua mungkin memang gampang. Tapi buat saya? GAK DEH! Mungkin saking emohnya, bisa saya umumkan dan membuat klaim bahwa saya adalah orang yang paling tidak bisa dan tidak akan pernah suka matematika hehe ;) .

Lantas mengapa saya masih nekat juga dulu jadi mahasiswa komputer? Saya juga agak heran dan agak bingung menjawabnya. Pokoknya sejak SMA sudah tidak nyambung kenapa kemudian setelah lulus saya bisa kuliah komputer. Waktu di SMA saya mengambil jurusan Bahasa. Alasan saya sederhana saja waktu itu: Mau ambil IPS, ya gitu-gitu aja IPS itu, adem ayem :) (maaf buat para alumni IPS..). Mau ambil IPA, walah disitu nanti ketemu matematika nan bejibun. Ya udah, ambil bahasa saja deh. Lumayan, bisa belajar bahasa Inggris dan Bahsa Jepang (syahdan, beberapa tahun kemudian, pilihan saya ternyata tepat ambil jurusan Bahasa, soalnya mantan bos saya di Bali seorang bule).

Singkat cerita, ya sudah, setelah lulus SMA, bukannya ikut daftar UMPTN jurusan Sastra Inggris atau Sastra Jepang misalnya, saya kok malah daftar Manajemen Informatika!! Gubrak! Kemudian ndilalahnya (*halah, boso opo iki..*) kok malah diterima?? Piye Unibraw iki??? Lha wong padahal tes masuknya juga (lagi-lagi) ada matematikanya.

Ya gitu deh, kembali ke pokok paragraf pertama tulisan ini, menjawab pertanyaan teman-teman kok bisa-bisanya ora iso matematika tapi bisa kuliah jurusan komputer? Ternyata lambat laun saya menyadari bahwa belajar ilmu komputer itu tidak melulu belajar hal matematika. Ada ilmu lain yang lebih penting dan utama, yaitu Logika. Yeap, LOGIKA.

Contoh gampangnya dalam dunia nyata: Saya ada di Denpasar dan saya ingin pergi ke Surabaya. Nah, logika saya dituntut bagaimana supaya saya bisa sampai di Surabaya secara efektif dan efisien! Itu saja. Mau pakai pesawat terbang, pakai mobil, atau jalan kaki, boleh terserah. Mau melek terus selama perjalanan, mau tidur, mau ngobrol dengan supir, silakan terserah. Entah dengan cara yang bagaimana, pokoknya prinsip efektif dan efisien harus dipenuhi.

Di jurusan perkuliahan komputer, mata kuliah ini wajib ada, karena setiap lulusan mahasiswa komputer harus kuat logikanya. Logika dalam membuat alur diagram program komputer dan mengaplikasikannya dalam bentuk kode sumber (source code) secara efektif dan efisien sehingga nantinya akan menghasilkan sebuah keluaran (output) yang salah satu manfaatnya bisa digunakan untuk membantu mempermudah pengambilan keputusan (decision making) sebuah badan atau organisasi.

Kemampuan kita dalam menghasilkan sebuah program aplikasi komputer yang diinginkan sangat tergantung dalam kemampuan kita dalam berlogika.  Aplikasi komputer bisa bermacam-macam wujudnya. Tidak jauh-jauh dari keseharian kita contohnya, program kasir di supermarket atau apotek, program bengkel di bengkel mobil atau motor, dan sebagainya. Banyak contohnya. Wordpress yang kita pakai ini salah satu contoh onlinenya. Contoh online lain adalah website Bali Hotel bikinan saya.

Logika itu kita bawa terus mulai dari disain sistem sampai biasanya sembari kita menulis kode sumber. Bagaimana caranya agar kode sumber kita itu mudah dan cepat untuk dieksekusi sehingga akan menghasilkan keluaran seperti yang diinginkan. Jangan sampai logika kita mandek. Akibatnya bisa ditebak, program komputer itu tidak bisa jalan. Atau kalaupun jalan, biasanya hasilnya akan ngawur.

Nah, sekali lagi, secara sederhana, logika itu berbeda dengan matematika. Bahwa matematika itu mutlak dibutuhkan sebagai penunjang kemampuan logika kita, itu memang betul. Namun yang diingat sekali lagi, matematika itu berbeda dengan logika. Jadi, gak bisa matematika tapi lulus dari jurusan komputer? Senangi aja Logika-nya!

Category: Pribadi  | Tags: , , , ,  | 7 Comments
Saturday, May 09th, 2009 | Author: Arif Haliman

Kalau kamu berlibur ke Bali dan belum sempat mampir ke Pasar Seni Sukowati, bisa dipastikan kamu sangat ketinggalan jaman. Sebagai turis lokal, pasar seni Sukowait is a must-visit place, sebuah tempat yang harus dikunjungi. Kalau ke Bali dan tidak mengunjungi pasar seni ini, seperti kamu ke Bali tapi tidak mampir ke Joger atau ke Pantai Kuta. Kamu belum bisa dibilang sudah ke Bali!

Mengapa begitu? Well, yang namanya acara liburan, entah itu ke Bali atau ketempat yang lainnya seperti Yogyakarta, Lombok, dsb, acara shopping atau berbelanja adalah salah satu hal yang harus dilakukan. Kegiatan berbelanja kayak gini sudah tidak didominasi oleh kaum Hawa saja, namun juga kaum Adam. Tidak percaya? Ayo ngaku saja, yang pernah liburan dan yang merasa cowok, pastilah juga ikut-ikutan berbelanja entah sekedar menghabiskan uang saku atau untuk sekedar membawa oleh-oleh buat keluarga atau teman sepulang liburan.

Nah, yang namanya Pasar Seni Sukowati Bali ini adalah surga berbelanja bagi para turis, utamanya turis lokal. Mengapa? Karena harga yang ditemui dipasar ini sangat-sangat miring alias murah! Barang-barang apa sajakah yang bisa ditemui di pasar seni yang berlokasi di kabupaten Gianyar Bali ini? Banyak! Mulai dari daster, baju kaos, lukisan, anting-anting, berbagai macam kerajinan tangan, produk tas Bali, dsb.

Masih kurang? Kamu juga bisa menjumpai aneka produk celana, aneka topi, sarung Bali, patung-patung dan berbagai miniatur kayak miniatur sepeda motor, becak, sepeda ontel, dsb. Lucu-lucu bentuknya. Dijamin semua komplet bisa ditemui di Pasar Seni Sukowati Bali ini dengan berbagai macam produk bernuansa Bali yang sangat kental. Dan yang paling penting: semuanya dijual dengan harga super miring! Kamu tidak bakal menjumpai aneka produk yang saya sebutkan diatas ditempat lain di Bali ini, apalagi kalau kamu membelinya di tempat-tempat wisata terkenal lainnya kayak Tanah Lot, Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, dsb. Dijamin!

Dengan harga super miring seperti itu, lantas apakah sudah tidak bisa ditawar? Wah, jangan salah sangka..Itu harga masih bisa ditawar. Malah kalau kamu nggak nawar, bisa-bisa kamu bisa dapat harga yang sama dengan kalau kamu membelinya ditempat wisata terkenal di Bali seperti yang disebutkan diatas. Jadi, terutama buat para cewek, kemampuan terbaikmu dalam melakukan tawar-menawar pembelian akan diuji disini :) .

Berdasarkan lokasi, pasar seni Sukowati Bali tidak begitu jauh lokasinya dari Kuta ataupun Denpasar. Hanya sekitar 30 menit. Yah, 45 menitan lah pas kalau jalanan agak ramai. Kalau kamu berwisata ke Bali bersama dengan rombongan bus, jangan lupa untuk menanyakan ke tour guide nya apakah pasar Sukowati masuk dalam daftar kunjungan. Kalau iya, maka bersyukurlah kamu :) . Kalau tidak, maka saya sarankan untuk segera protes dan minta supaya Sukowati dimasukkan dalam daftar kunjungan. Sebab, kapan lagi dan dimana lagi bisa berbelanja produk kerajinan tangan Bali dengan harga yang miring??

Atau kalau kamu belum sempat ke Bali tapi ingin mendapatkan salah satu produk khas Bali seperti produk tas Bali yang cantik-cantik itu? Ehem..mudah kok. Silakan beli saja via online di BaliOmeng.com :) . Ditunggu ya..!

Sunday, May 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Kalau kamu seorang muslim dan hendak berwisata ke Pulau Dewata Bali, ada baiknya untuk mengetahui keberadaan masjid-masjid yang ada di Bali agar kamu tetap bisa menjalankan ibadah wajib ini pas kamu berada disini. Agar liburan dapat, ibadah wajib juga dapat. Namun walaupun begitu, tentunya kamu tahu kalau pulau Bali didiami mayoritas penduduk beragama Hindu. Oleh sebab itu tidak perlu heran tempat ibadah yang terbanyak adalah pura. Tempat ibadah umat lain seperti Islam dengan masjidnya, tentu ada, namun dengan jumlah yang relatif lebih sedikit.

Berikut adalah 3 masjid (besar) yang bisa dijadikan bahan pengetahuan baik sebagai kamu seorang turis, atau penduduk tetap pulau Bali seperti saya. Ketiganya berlokasi di tempat yang strategis. Namun maaf belum bisa mempersembahkan gambar berupa jepretan foto karena seringnya kelupaan bawa kamera. Hehe alesan.. ;) .

Masjid Nurul Huda
Bagi para penduduk tetap kota Denpasar yang beragama muslim dan memiliki aktifitas pekerjaan atau keseharian disekitar bandara internasional Ngurah Rai Bali, masjid Nurul Huda merupakan tempat yang strategis. Dengan hanya berjarak 1 kilometer dari bandara tersibuk di Indonesia ini, masjid ini kerap menjadi jujugan para jamaah.

Bagi para pelancong dari luar Bali, masjid ini juga bisa menjadi tempat ibadah dan istirahat yang lumayan. Kalau misalnya kamu baru saja landing, dan waktu shalat sudah masuk, menunaikan shalat di masjid ini bisa jadi bahan pertimbangan.

Saya juga sering memanfaatkan masjid ini kalau pas mengantar mobil Bali car rental saya, baik sebelum atau sesudah menjemput tamu saya.

Sebenarnya ada lagi musholla (sori, saya lupa namanya) yang lebih dekat lagi ke bandara. Lokasi persisnya pas dipintu keluar bandara. Mushola ini sebetulnya lebih strategis, namun karena tidak sebesar yang namanya masjid, mungkin lebih nyaman kalau sekalian saja datang ke masjid bandara Bali, Nurul Huda.

Sebenarnya lagi ada masjid (masjid lupa lagi namanya, kebanyakan lupa sih ;) ) yang tidak kalah megahnya dengan masjid Nurul Huda. Lokasinya dari Nurul Huda terus saja menuju by pass Ngurah Rai. Di Kampung Bugis. Ini juga masjid yang oke punya untuk menunaikan shalat kalau pas kamu berada disekitar bandara.

Masjid Agung Sudirman
Ini bisa dibilang masjid jami’ kota Denpasar. Tahu artinya jami’ kan? Kalau di Jawa, masjid jami’ biasanya sebagai landmark tempat ibadah (masjid) sebuah kota yang letaknya berada dipusat keramaian kota, atau alun-alaun.

Nah, majid Agung Sudirman ini bisa dibilang kayak gitu. Lokasinya tepat di jantung kota Denpasar. Ini adalah masjid teramai didatangi para jamaah seperti pas shalat Tarawih, utamanya hari-hari pertama bulan Ramadhan. Asli jadi lupa kalau ini Bali! Itu karena saking banyaknya jamaah tumplek blek berbondong-bondong menuju ke masjid Agung Sudirman dan semuanya rata-rata memakai pakaian muslim yang bagus.

Masjid ini kerap didatangi oleh para penceramah kondang kayak Aa Gym, Arifin Ilham, Hari Mukti, dsb untuk memberikan khotbah. Pssst..pas dulu Aa Gym khotbah safari Ramadhan, saya sontak menjadi terkenal seantero Indonesia beberapa saat ;) . Apa pasal? Kamera tipi sempat ngesyut saya sekitar 5 detik pas sedang khusyuk berdoa di sesi berdoa. Beberapa saat setelah acara pengajian selesai saya banjir sms dari teman-teman yang masih ingat saya. Hehe..ada yang bilang: ‘Walah, raimu mlebu tivi!’ (bahasa Jawa..Bahasa Indonesianya: ‘Walah, wajahmu masuk tivi!’). Hehe..

Disebut masjid Agung Sudirman karena lokasinya berada di kawasan Jalan Sudirman kota Denpasar. Suasana masjidnya sangat asyik dan nyaman. Saya sama anak dan istri kerap berkunjung ke masjid ini untuk shalat berjamaah.

Masjid An-nur.
Masjid ini juga tidak kalah strategis lokasinya. Berada dikawasan Jalan Teuku Umar Denpasar. Kalau lagi ada shalat Jumat jalan raya ini harus ditutup dan lalu-lintas dialihkan ke jalan lain karena saking sesaknya jamaah.

Saya alhamdulilah insyaAllah menjadi peserta pengajian rutin tiap selasa dan rabu malam di masjid ini. Acaranya ba’da maghrib sampai Isya’ dan kemudian diteruskan dengan shalat Isya’ berjamaah.

Itu saja dulu beberapa masjid yang bisa saya informasikan. Sebetulnya masih banyak lagi masjid yang bisa diinformasikan disini, seperti masjid di hotel Sanur Paradise Plaza, masjid di Kampung Islam, masjid di Kampung Jawa, masjid di daerah Marlboro, dsb. Mungkin insyaAllah lain waktu.

Oh ya, terakhir, khusus pas waktu kamu berwisata ke Tanah Lot, disana juga ada mushola kecil (memang mushola ada yang besar??). Biasanya sangat berguna untuk melakukan shalat Ashar dan Maghrib. Soalnya kan pergi ke Tanah Lot jamaknya waktu-waktu sekitar sore hari untuk melihat sunset.

Saturday, May 02nd, 2009 | Author: Arif Haliman

Kamu kaum hawa? Berbusana muslim dalam keseharian? Suka main internet? Selamat! Semoga kamu beruntung dan mendapat rahmat Allah SWT atas semua itu :) . Namun tentunya kebangetan kalau belum pernah tahu, atau setidaknya mendengar, produk busana muslim merek Manet. Kalau ngakunya sering main internet, mestinya salah satu cara belanja busana muslim kamu sudah tidak melulu konvensional, seperti membeli busana muslim di toko langganan, di pasar atau di mall, misalnya. Namun sudah via internet.

Saat ini berbelanja secara online sudah jamak dilakukan. Tidak terkecuali berbelanja kebutuhan busana muslim. Manet busana muslim adalah salah satu produk busana muslim yang sangat dikenal luas, utamanya di media internet. Mengapa kok bisa dikenal luas secara online di internet? Itu tidak lepas dari peran dan strategi sang owner yaitu Badroni Yuzirman. Kamu tahu Badroni Yuzirman? Well, sebaiknya saya tidak panjang lebar menjelaskannya. Silakan cari tahu mengenai dia langsung di http://roniyuzirman.blogspot.com/.

Nah, sudah kunjungi website diatas? Kamu yang pernah berbelanja busana muslim via online, mestinya pernah ‘mendarat’ di satu atau lebih website busana muslim yang menjual produk Manet. Atau jangan-jangan malah, kamu sudah pernah membeli produk Manet Busana Muslim di website penjualan busana muslim milikku ? Hehe..kalau sudah selamat! :) . Makanya tadi saya bilang kebangetan kalau belum pernah tahu atau setidaknya mendengar produk Manet busana muslim. Mengapa? Sang owner ini soalnya sudah sangat terkenal di jagat online, utamanya sebagai seorang usahawan atau businessman. Badroni Yuzirman, yang dulunya pernah berdagang di kawasan Tanah Abang Jakarta namun sempat kolaps, sangat piawai dalam menulis. Salah satu buktinya adalah blog dia yang saya tunjukkan diatas.

Lebih dari itu, dia juga sangat piawai dalam memprovokasi orang agar sebaiknya buka usaha saja deh (dan memberi gaji), bukan sekedar menjadi karyawan (dan meminta gaji). Mau tahu buktinya? Komunitas Tangan Diatas menurut saya adalah salah satu karya fenomenalnya.

Manet busana muslim adalah salah satu bentuk lain dari karyanya. Merek ini adalah merek dari busana muslim yang meliputi produk gamis, setelan, blus, celana dsb. Salah satu website yang menjual produk Manet ini adalah Manet Busana Muslim. Oleh karena merek ini dimiliki oleh seorang yang piawai dalam menulis (bali blog maupun buku) dan berbisnis, jadilah produk dengan merek ini sangat dikenal luas di internet oleh pada muslimah khususnya yang berbusana muslim dalam kesehariannya.

Selain itu sang owner juga kerap tampil di berbagai undangan dalam bentuk seminar ataupun talk show di televisi. Kamu tahu Itang Yunaz? Ya, disainer baju kondang sekaligus pemilik merek Preview itu pernah satu acara di televisi dengan Badroni Yuzirman. Dan saking tertariknya Itang Yunaz kepada Badroni Yuzirman, dia sampai berkeinginan untuk membuatkan beberapa disain khusus untuk produk Manet. Dahsyat!

Seperti sudah saya singgung diatas, sekarang sudah jamak sekali seorang muslimah yang tampil semakin anggun, modis sekaligus syar’i dengan dibalut busana muslim dalam keseharian. Seorang muslimah sekarang ini sudah tidak ragu lagi dalam menampilkan identitas keislamannya. Sudah berbalut busana muslim syar’i, dan gape berinternet lagi. Kurang apa? Nah, selagi berkesempatan, sudilah kiranya untuk meluangkan waktu berbelanja Manet Busana Muslim di website jualan baju muslim ini :) .

Ayo, buruan beli..! (Kayak iklan tivi aja..).

eXTReMe Tracker