Archive for » April, 2009 «

Thursday, April 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

Agama Islam itu sudah diskenariokan oleh Allah SWT, pemilik segala macam makhluk dan dzat yang ada di bumi dan di langit. Dimulai dari masa awal keberadaan, masa perjuangan, masa keemasan, masa kemunduran dan masa diraihnya kembali keemasan dan kejayaan diakhir jaman nanti. Sebuah hadist shahih Rasullullah SAW dengan sangat jelas juga sudah menjelaskan runutan 5 jaman ini yang akan dilalui oleh agama Islam beserta umatnya.

Nabi SAW. bersabda:
“Kalian akan mengalami babak Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak Raja-raja yang menggigit,selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak para penguasa yang memaksakan kehendak selama masa yang Allah kehendaki, kemudian kalian akan mengalami babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian, kemudian Nabi diam.” (HR Ahmad)

Mari kita telaah satu persatu ke 5 jaman yang telah, sedang dan akan dilalui agama Islam beserta umatnya:

1. Masa Awal Keberadaan / Masa Kenabian
Masa ini adalah masa dimana Muhammad diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul. Peristiwa ini terjadi ketika beliau berusia 40 tahun, atau sekitar tahun 570 M. Sekitar 40 tahun sebelumnya, yaitu tanggal kelahirannya, dinamakan Tahun Gajah karena adanya peristiwa penyerbuan atau penghancuran Ka’bah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah.

Pada masa ini umat pada waktu itu (bisa kamu bayangkan) mendapatkan gemblengan dan arahan secara langsung dari Rasulullah SAW semasa hidup beliau. Semoga mereka bisa sangat menyukurinya karena bisa melihat wajah beliau secara langsung. Kacian kita pada jaman sekarang ini yang tidak atau belum berkesempatan melihat secara langsung wajah beliau (insyaAllah nanti saja di surga :) Amin..)

2. Masa Khalifah
Pada masa ini dinamika agama Islam dan umatnya semakin berkembang. Namun harap diingat bahwa kedinamisan itu tetap dalam garis-garis ajaran yang dibawa oleh Rasullullah Muhammad SAW. Para Khulafaur  Rasyidin (para khalifah pemimpin penerus Nabi yang mendapat petunjuk) ini berjumlah 4 orang. Kerap dipanggil Khalifah atau Pengganti Rasul Allah setelah beliau wafat untuk memimpin umat Islam).

Keempat orang ini adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Beberapa kejadian dan peristiwa menarik terjadi pada masa ini. Dimulai dari perluasan wilayah dan pengaruh agama Islam sampai terjadinya banyak kemelut internal umat Islam utamanya sejak dipimpin Khalifah Ustman bin Affan dan lebih-lebih Khalifah Ali bin Abi Thalib. Namun Allah SWT tetaplah memuliakan 2 khalifah terakhir umat Islam ini, sebagaimana Allah SWT memuliakan 2 khalifah pertama.

Kalupun terjadi intrik didalam pemerintahan mereka, itu tidak terjadi melainkan setelah segenap kekuatan dan keikhlasan sudah beliau kerahkan untuk kemashalatan umat. Hal ini biasa terjadi terhadap siapa saja. Masa ini berakhir pada tahun 660 M.

3. Masa Raja-Raja yang Menggigit
Maksudnya adalah para penguasa Islam atau raja-raja penerus Khulafaur Rasyidin yang dengan begitu gemilangnya menjaga sekaligus mengembangkan nilai-nilai yang dibawa agama Islam. Masa ini ditandai dengan adanya hanya satu pemerintahan (kalau jaman sekarang adalah negara) dimana seluruh umat Islam sedunia tunduk dan patuh pada satu kerajaan ini.

Hebat bukan? Tidak seperti sekarang dimana umat Islam sudah terkotak-kotak kedalam sebutan negara-negara. Negara Indonesia, negara Saudi Arabia, negara Malaysia, negara Mesir, dsb. Masa Raja-Raja yang Menggigit ini terjadi dalam tiga masa, yaitu dimulai dari kepemimpinan kerajaan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, dan yang terakhir adalah kepemimpinan Bani Ustmani di Turki yang boleh dibilang baru berakhir kemarin saja, yaitu 1924 M

Pada masa ketiga perjalanan umat Islam ini terjadi dengan sangat panjang, yaitu sekitar 13 abad! Bayangkan, Islam bersinar dengan penuh keemasan selamat 1300 tahun! Sebut saja bidang kedokteran, astronomi, bangunan beserta jembatan, ilmu matematika sudah dikembangkan oleh para ilmuwan-ilmuwan muslim. Kalau toh dewasa ini semua ilmu-ilmu tersebut sepertinya ilmuwan muslim tidak punya andil, itu tidak terlepas dari kelamnya sejarah Perang Salib dimana para salibis berusaha menghilangkan bukti kejayaan umat Islam dahulu.

4. Masa Mulkan Jabbriyyan
Inilah masa sekarang. Masa yang muram bagi umat Islam. Masa yang membuat kita sering merasa sedih, masgul, marah, emosi, rendah diri.  Namun masa sekarang ini juga adalah masa ujian dan kesempatan bagi kita hamba-hamba Allah SWT yang masih istiqomah, yang masih diberi kesempatan, untuk terus berjuang dalam mengibarkan bendera Allah SWT, al Islam.

Mengapa kita berwajah muram. Lihat saja, dimana-mana Islam ditindas dan dilecehkan. Dimulai dari Palestina, Iraq, Afganistan, Ambon, Poso, sampai peristiwa pemuatan kartun bergambar manusia suci Muhammad SAW di media-media Eropa. Sudah jelas-jelas Yahudi dan Amerika bersikap pongah terhadap agama Islam dan umatnya, eh para pemimpin negara Islam malah bersikap masa bodoh. Lihat saja Suharto. Muslim, namun menyandang tuduhan koruptor kelas kakap. Husni Mubarak. Seorang muslim, namun  teganya membiarkan Israel menggempur dan mengepung rakyat Palestina dalam perang terakhir kemarin. Para raja dan pangeran di Arab Saudi sana. Muslim, namun menjadi sahabat paling dekat musuh paling dekat umat Islam, yaitu Amerika dan Israel. Mau contoh-contoh lain kebobrokan dan kekurangajaran para pemimpin negara Islam saat ini? Well, terlalu banyak, saya kurang bersemangat mengabarkannya.. :( .

5. Masa Berulangnya Kejayaan Islam
Inilah masa dimana Imam Mahdi akan datang dan akan menjadi pemimpin seluruh Muslim yang ada dimuka bumi dalam usahanya membersihkan bumi dari penghuni-penghuninya yang jahat seperti para Mulkan Jabbariyyan, Yahudi dan kroni-kroninya. Pada masa ini kejayaan dan kemuliaan agama dan umat Islam akan kembali bersinar seperti sedia kala.

Hendaknya kita sebagai muslim bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Imam Mahdi ini. Bersamanya akan terbentuk satu komando yang kuat dan berwibawa, dengan hanya berlandaskan keyakinan kepada yang TERMAHA, Allah SWT.

Wednesday, April 29th, 2009 | Author: Arif Haliman

Datang lagi kulakan busana muslim SIK Clothing hari ini. Tidak begitu banyak untuk ukuran kami. Namun seperti biasanya apabila datang kiriman dalam jumlah ratusan seperti yang terlihat pada gambar disamping, saya dan istri akan sangat sibuk. Terutama untuk order dalam jumlah besar (grosir), hal seperti ini bisa menyita waktu kami seharian. Tersitanya waktu untuk menangani order grosir seperti ini membawa kesibukan yang bermacam-macam, seperti melakukan packing termasuk menjahitnya, melakukan pengelompokan berdasarkan kode barang, mencetak invoice, dll. Pokoknya zuper zibuk dah :) .

Belum lagi keusilan anak balita kami (si Tika) yang kerap ‘mencuri’ peralatan jahit-menjahit, spidol, solasi, pulpen, dsb. Nih anak hobi sekali membawa lari alat-alat tersebut justru disaat kita hendak memakainya. Tampaknya dia bahagia sekali bisa dengan sukses menggoda kami berdua seperti itu ;) . Dan dia bisa tertawa dengan sangat puasnya apabila saya atau istri sudah mulai mengejar dia untuk merebut kembali peralatan itu :) . Dan biasanya pula, karena istri jauh lebih sibuk daripada saya dan tingkat stresnya lebih tinggi, menggunakan senjata terakhir kalau anak ini susah ditangkap: Cubit!

Tapi sesibuk dan semenderitanya (*halah*) kami untuk menangani urusan order seperti itu, tetap saja bahagia. Ya iyalah, masak barang laku dan terima uang gak bahagia :) . Sibuk model gini adalah Problem. Namun kebanyakan orang yang berkecimpung dalam bisnis, menamakannya Happy Problem! Sebuah masalah, namun masalah ini bisa mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan.

Biasanya apabila paket datang pada siang hari atau sebelum jam makan siang, kami akan bisa mengepaknya sejak paket tersebut datang, dan langsung ngacir ke kantor pos untuk dikirim lewat sana. Kebetulan orang yang mengorder secara grosir kaos busana muslim SIK Clothing ini dari Malaysia, sehingga harus dikirim via pos (EMS International) yang lebih cepat, murah dan reliable dibanding jasa pengiriman paket keluar negeri oleh perusahaan lain.

Ngomong-ngomong mengenai produk busana muslim dengan bahan dasar kaos, sepertinya merek SIK Clothing setidaknya sampai saat ini menduduki peringkat pertama dalam hal penjualan. Saya kurang begitu tahu dengan website-website lain yang juga menjual busana muslim kaos ini, namun yang terjadi di website website jualan baju muslim saya, untuk bahan kaos SIK Clothing masih menduduki peringkat pertama.

Sebetulnya ada merek lain yang berbahan kaos seperti Qirani dan OsMoes. Dan walaupun dari segi penjualan kedua merek ini juga semakin menunjukkan peningkatan permintaan, namun masih kalah oleh SIK Clothing. Pengamatan selintas saya sepertinya SIK Clothing lebih banyak pilihan model dan warna. Disamping itu harga ecerannya yang relatif lebih murah daripada Qirani, OsMoes maupun Shabrina lebih memiliki daya tarik kepada para pembelinya. Memang untuk urusan bahan, Qirani dan OsMoes lebih baik dan lebih nyaman dipakai, oleh sebab itu kemungkinan harganya relatif diatas SIK Clothing.

Terus bagaimana dengan impian saya kedepan yaitu menjadi produsen busana muslim merek sendiri? Hehe..Ditunggu ya..Alasannya masih sibuk urusan lain nih ;) .

Tuesday, April 28th, 2009 | Author: Arif Haliman

Syukur alhamdulillah saya akhirnya punya juga henpon ciamik idaman saya : Sony Ericsson Xperia X1. Sebelumnya telah saya tulis di blog ini mengenai curhat saya betapa puzingnya kepala dan tangan kalau pas menulis email di henpon butut saya, Nokia 3660. Sementara kondisi dan keadaan tidak selamanya enak dan nyaman untuk menulis email di henpon. Sehingga akhirnya terpikir suatu saat harus melakukan upgrade henpon ke sebuah gadget masa kini yang lebih ramah email dan internet. Jadinya, saat itu hanya ada 2 gadget yang jadi incaran saya, yaitu Samsung Omnia i900 dan Sony Ericsson Xperia X1.

Saya adalah fans setia Sony Ericsson (SE). Sampai sekarang saya punya 4 buah henpon merek SE! Kesemuanya masih aktif. Kok bisa punya henpon SE banyak gitu ? Bukan bermaksud hendak buku toko henpon khusus Sony Ericsson, tapi memang masing-masing henpon tersebut punya tugas tersendiri :) . T630 bertugas sebagai modem untuk saya berinternet ria pakai Flash Telkomsel. K320i bertugas sebagai henpon khusus dengan nomor yang juga khusus untuk pelanggan busana muslim saya. K501i yang bakalan beralih fungsi untuk jadi modem juga kalau saya dah dapet koneksi internet selain Flash Telkomsel, dan yang terakhir Xperia X1 yang jadi ‘kuda tungganggan’ saya dalam sehari-hari ;) .

Apakah Samsung Omnia jelek? Tidak! Sama sekali tidak! Nih henpon juga tak kalah ciamiknya dengan Xperia. Hanya buat saya, SE tetaplah yang terbaik, terutama dalam hubungannya dengan harga dan internet. Saya sudah sangat familiar dengan keluarganya SE jadinya ya yang saya pilih adalah Xperia X1.

SE Xperia X1 adalah henpon premium yang dikeluarkan oleh Sony Ericsson. Henpon ini ditujukan untuk pengguna kelas atas yang memerlukan kinerja mobile tingkat tinggi terutama yang berhubungan dengan email, chatting dan internet dengan semua pernak-perniknya. Salah satu ciri khas henpon yang berharga diatas rata-rata (saya membelinya di Denpasar seharga Rp 6.500.000, tambah Rp 350.000 untuk melengkapinya dengan beragam aplikasi seperti chatting, antivirus, dsb) adalah hanya bisa ditemui di toko-toko besar. Jangan harap bisa membeli henpon ini di sebuah kios pinggir jalan, atau toko menengah.

Itulah yang saya alami pas hendak membeli henpon ini di Denpasar. Kebanyakan toko-toko kecil dan menengah tidak menjualnya. Kalau pun ada yang menjualnya, mereka tidak melakukan stok barang. Kalau calon pembeli menanyakannya, penjaga toko menelpon dulu kepada entah siapa (kayaknya agen atau distributor). Kita dibilangi barangnya ada dengan harga segini, misalnya. Tapi pas kita ingin lihat dan pegang barangnya, dibilang ‘maaf tidak bisa’ :( .

Dengan henpon ini satu fitur penting yang saya sangat membutuhkannya adalah Push Email. Dengan adanya fitur ini email akan bisa kita terima secepat kita menerima SMS. Apa nilai pentingnya buat saya? Terutama untuk usaha bisnis Bali car rental saya yang 100% berbasis online, kecepatan saya dalam merespon setiap email yang masuk adalah satu hal yang harus saya dahulukan. Dan setiap email yang masuk itu tidak tentu waktunya. Bisa waktu saya sedang bepergian, tidur, atau malah mungkin sedang berbelanja buku dan komik :) . Tidak peduli dalam waktu dan kondisi apapun, saya bisa segera merespon email-email tersebut.

Oh iya, yang juga menarik perhatian saya adalah adanya keyboard QWERTY yang sangat ok buat mengetik. Stylush juga sangat membantu dengan teknologi layar sentuhnya. Terus terang sehari dua hari ini masih kagok menggunakannya, tapi kayaknya insyaAllah tidak akan perlu waktu lama untuk menguasainya :) .

Buat berapa bulan atau tahun kedepan Xperia X1 tetap menjadi favorit saya? Heemm, kurang tahu juga.. Ditengah gemerlapnya BlackBerry dan iPhone yang menawarkan keluwesan dalam email dan internet, siapa saja bisa tergoda untuk segera beralih ke hal baru itu ;) . Nokia? Kayaknya gak usah aja deh.

Sunday, April 19th, 2009 | Author: Arif Haliman

Mana diantara dua aktifitas online, yaitu Facebook dan ngeblog,  yang menjadi favorit kamu? Saya yakin bahwa jawaban saudara-saudara sekalian akan berbeda. Yang satu bilang Facebook, yang lainnya lagi memilih ngeblog. Atau malah dua-duanya yang menjadi favorit. Apapun pilihan kamu, dengan sesuatu yang menjadi latar belakang dan berbagai motivasi, kedua aktifitas online tersebut sama-sama punya banyak pendukung, terlebih dengan semakin maraknya situs komunitas sosial online dan kebebasan berpendapat di internet. Lantas, mana pilihan utama saya?

Ngeblog!.

Ya, bagi saya pribadi, menulis di blog akan membawa pesan dan kesan yang lebih mendalam terutama untuk saya sendiri sebagai penulisnya. Dengan ngeblog, saya bisa lebih mendokumentasikan dan menuangkan segala yang menjadi uneg-uneg saya, apakah itu dalam bentuk ide, opini, pengalaman, motivasi, dsb sehingga bisa lebih greget.

Saya bukanlah anti situs jejaring sosial online (online social community) seperti Facebook dan lainnya. Saya punya account di Facebook. Ditengah hiruk pikuknya Facebook, beberapa kali saya sempatkan untuk menuliskan pesan singkat disana. Mungkin juga sudah sifat khas dari sebuah situs komunitas, ruang yang tersedia tidaklah ‘luas’. Sehingga yang saya rasakan disana adalah apa yang saya suarakan tidak bisa ‘dalam’. Berbeda dengan menulis di blog, saya bisa lebih ‘dalam’ dalam mengeluarkan semua uneg-uneg seperti diatas.

Lepas dari semua itu, saya berpendapat bahwa bermain Facebook dan blog asalnya berangkat dari yang namanya latar belakang dan motivasi. Mau tahu apa latar belakang dan motivasi saya dalam menulis blog?

Latar Belakang:
Saya aslinya adalah seorang web programmer yang kemudian bermetamorfosis menjadi seorang web-based business owner. Mengapa kok bermetamorfosis seperti itu? Tidak lain tidak bukan karena saya melihat bahwa prospek kedepan yang dihubungkan dengan penerimaan materi dan tingkat kepuasan, sepertinya akan lebih maknyus kalau memiliki bisnis sendiri (bisnis apa saja), dan bukannya terus-terusan menjadi karyawan dengan spesialisasi programmer komputer (web). Maka dalam hal ini saya memutuskan untuk memiliki usaha sendiri dengan media internet, yang tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya SEO (search engine optimization).

Seperti umum sudah diketahui bahwa kalau kamu menyandarkan bisnis atau usahamu di internet, maka mutlak bagimu untuk tampil menjadi nomor satu di mesin pencari (search engine) seperti Google dan Yahoo untuk bidang bisnis yang kamu tekuni. Mengapa kok harus mesin pencari? Karena survei membuktikan bahwa peluang terbesar orang menemukan website kamu ya dari search engine itu tadi. Hal inilah yang kemudian memunculkan motivasi saya untuk menulis blog.

Motivasi:
Salah satu usaha (dari sekian banyak usaha) untuk bisa tampil di halaman pertama hasil pencarian mesin pencari adalah content. Ya, bagi saya isi atau content, adalah hal pertama dan utama. Maksudnya, kualitas sebuah website itu ditentukan dari oke tidaknya isi dari halaman-halaman yang ada dari website itu. Jika Content is the King, maka Link Back is the Queen.

Oleh karena itu saya termotivasi untuk berusaha selalu menciptakan content yang original dan fresh dengan banyak-banyak menulis. Dari hasil tulisan tersebut diantara kalimat-kalimat yang ada saya selalu ada link back yang kalau diklik akan menuju ke beberapa website yang menjadi website bisnis utama saya seperti Bali car rental dan Busana Muslim.

Itu saja latar belakang dan motivasi saya menulis blog. Sederhana. Minimnya komentar dalam tulisan saya bukanlah persoalan. Menulis di blog itu semudah melempar kata-kata singkat di Facebook. Yang menjadikannya sulit adalah tatkala pikiran ini macet tidak tahu ingin menulis apa :) .

Facebook? Tetap saja dia menarik dan asyik dengan beberapa alasan tertentu.

Ngeblog? Merujuk latar belakang dan motivasi saya diatas, sepertinya masih tetap menjadi opsi pertama saya :)

Saturday, April 18th, 2009 | Author: Arif Haliman

Menindaklanjuti keinginan saya tempo hari lewat postingan berjudul Kepingin Jadi Produsen Busana Muslim, poin yang terbilang penting menurut saya sudah saya lakoni. Poin itu adalah menemukan penjahit baju yang mampu melakukan hal jahit-menjahit seperti contoh beberapa merek kaos busana muslim yang saya bawa dan tunjukkan kepadanya.

Beberapa merek kaos busana muslim yang saya tunjukkan ke calon penjahit saya itu adalah SIK Clothing, Qirani dan Os_Moes. Begitu melihat contoh baju yang saya bawa, suami istri penjahit itu langsung bilang: ‘Oh bisa!’. Hehe..alhamdulillah kalau begitu, jadinya saya tidak perlu banyak cing cong lagi untuk menjelaskan. Kemudian saya lanjutkan dengan bagaimana dengan bahan dasar kaosnya, mereka menyarankan saya untuk cari sendiri saja di sekitaran kota Denpasar ada beberapa toko grosir yang menjual bahan kaos kiloan kayak jenis combat. Namun untuk pembelian lebih dari ratusan kilo saya disarankan untuk membelinya dari Jawa, atau Bandung karena untuk pembelian bisa dapat lebih murah kalau langsung membeli dari Bandung, misalnya.

Bahan yang bersifat aksesoris lainnya seperti resleting, kancing, dan apalagi motif bordiran harus saya sendiri yang membawa. Khusus untuk bordiran sepertinya untuk tahap awal saya tidak ingin membuatnya. Maunya saya motif biasa aja dulu, maksudnya yang tanpa bordiran agar tidak ribet. Saya ingin yang sederhana dulu seperti misalnya bermain garis, agar tidak berat diawal-awal perjalanan. Kalau nanti respon pasar bagus, barulah saya ingin mengeluarkan corak atau model lain yang lebih njelimet.

Bagaimana dengan ongkos jahit? Ongkos jahit plus benang yang disediakan oleh dia, dibilang olehnya itu nanti saja setelah saya sudah mengumpulkan semua informasi perihal bahan plus tetek bengeknya. Penjelasannya, kalau saya sudah mendapat harga rata-rata per pieces setelah saya belanja bahan kaos, resleting, kancing, dsb. Dari harga rata-rata itu dia akan sebutkan berapa ongkos jahitnya. Ya sudahlah, saya terima saja saran dia itu. Menurut saya peribadi itu ada benarnya juga. Soalnya, rasanya akan lebih susah menggabungkan harga kesemua komponen diluar ongkos jahit itu daripada harga ongkos jahit itu sendiri.

Oiya, poin mendatangi penjahit ini saya catat sebagai kesuksesan besar. Mengapa begitu? Sampai saat ini saya masih agak heran juga, tumben kok bisa-bisanya diri ini bisa sampai ketempat para tukang jahit :) Itu bukan Arif gitcu loh :)

Hehe..Jangan kaget, saya ini tipikal orang yang gak bisa kedubrakan (halah, boso opo iki ???) . Kedubrakan (istilah saya sendiri lho) artinya bekerja kayak para profesional, yang cak cek, bret-bret, cepet selesai, plus disertai acara keluyuran / outdoor. Nah, model bekerja gini yang biasanya tidak saya sukai.

Sekedar contoh, model ‘bekerja’ kayak menyervis sepeda motor itu tidak saya senangi. Contoh lain adalah membetulkan antena TV rusak. Membawa TV dan DVD rusak ke tukang servis agak bisa berfungsi kembali juga ‘bukan gue gitu loh’. Nah, pekerjaan yang kayak gini ini entah mengapa susah sekali menyuruh tangan kaki ini untuk bertindak. Mungkin, kalau saja istri saya bisa nyetir mobil, sudah barang tentu dia akan saya suruh juga untuk servis mobil kami ke bengkel, dan bukan saya lagi..Hehe..alangkah asyiknya ;)

Yah, anyway, back to topic, pokoknya, alon-alon asal kelakon aja deh. Pelan-pelan tapi pasti. Yang jelas, saya berharap sekali sebelum peakseason Lebaran tahun 2009 ini kaos busana muslim produksi saya sudah bisa launching. InsyaAllah..Amin.

Saturday, April 11th, 2009 | Author: Arif Haliman

Saya adalah penggemar lumayan berat buku komik. Entah itu komik bergambar kayak Crayon Sin Chan atau komik melulu teks kayak Sherlock Holmes. Waktu saya masih sekolah dasar di kota Mojokerto tercinta, saya sudah menamatkan membaca komik Trio Detektif besutan Alfred Hitchcoc atau Liima Sekawan karya Enid Blyton yang terkenal dan legendaris itu.

Tidak banyak anak usia SD waktu itu (apalagi anak sekarang) yang bisa menuntaskan membaca serial komik tersebut. Bayangkan, seri judulnya berjumlah lebih dari puluhan, bung! Kalau untuk membaca cerita detektif seperti diatas yang isinya teks melulu saja saya sudah khatam, jangan ditanya deh mengenai komik bergambar serial Tintin, Asterix & Obelix, Smurf, Johan & Pirlouit, dan sebagainya :) .

Di usia awal tiga puluhan ini saya masih saja suka membaca komik. Walaupun sudah beristri dan beranak, kalau masuk toko buku semacam Gramedia dan Gunung Agung, biasanya selalu terselip satu atau dua komik di tas belanja. Komik-komik masa kini terutama yang dari Jepang itu sangat memikat. Kung Fu Boy, Dragon Ballz, Doraemon, Crayon Sin Chan adalah salah satu dari sekian judul komik kesukaan saya. Kalau komik lokal saya masih ngefan berat sama Lupus, Lupus Kecil, Olga karya Hilman cs dan beberapa cerita fiksi dari kelompok FLP (Forum Lingkat Pena).

Mungkin itu juga yang menjelaskan kenapa saya sudah harus memakai kacamata sejak kelas 2 SMP. Sapaan ‘Profesor’ kerap dilontarkan teman-teman semasa itu disekolah. Saya masih ingat betapa sangat tersiksanya kalau pas duduk dibangku belakang dan sama sekali tidak bisa melihat apa yang dituliskan guru di papan. Juga sangat tidak nyamannya pas olahraga, terutama olahraga basket, seringkali meleset masukin bolanya ke keranjang :( . Kenapa gak pakai kacamata saja? Malu bo ;) . Tapi lama-lama sekitar selang satu tahun kemudian rasa malu pakai kacamata itu hilang dengan sendirinya. Mungkin merasa tambah cakep ya ;) .

Kalau pas lagi baca komik, tingkah polah saya bisa kayak ikan lele yang bergulung-gulung (emang lele bisa gulung-gulung ??). Menit ini posisi duduk manis dikursi, menit berikut ngesot dikursi, berikutnya baring dilantai, lalu tengkurap, dan biasanya posisi berikut adalah posisi wajib maniak buku: Baca sambil tidur buku diangkat keatas! Posisi wajib yang sangat-tidak-disarankan-karena-membahayakan-mata ini kerap saya lakukan walaupun ibu saya sudah berulangkali teriak mengingatkan.

Saya merasa yakin bahwa posisi membaca kayak begini ini yang bikin mata saya KO dan harus dibantu pakai kacamata. Ada juga posisi lain yang tidak kalah buruknya, yaitu menonton acara TV dengan posisi tiduran. Ampun…Sumpah yang kayak gini jangan diteruskan, dijamin pasti langsung rabun jauh hehe :) .

Kalau pas lagi membaca, saya bisa bela-belain untuk terus melek. Membaca novel seperti The Da Vinci Code karya Dan Brown yang sudah difilmkan dengan movie star Tom Hanks, saya bisa menamatkannya dalam waktu hanya semalam. Seperti tidak kuasa untuk menutup buku itu karena thrilernya di setiap bab selalu mampu menggoda hati dan pikiran untuk terus membacanya.

Pada intinya membaca memang menjadi kegiatan yang mengasyikkan bagi saya. Syukur alhamdulillah almarhum bapak saya dulu suka langganan koran jadinya secara gak sengaja saya jadi suka bolak-balik halaman koran itu untuk dibaca. Oleh karena itu, saya bisa kasih saran, pas anak kamu sudah ada yang mulai masuk usia sekolah dasar, berlanggananlah koran atau pokoknya bacaan apapun yang mendidik, agar anak-anak kamu selalu dekat dengan bahan bacaan dan menggemarinya.

Bangsa barat menjadi sedemikian majunya juga karena budaya membaca mereka sangat tinggi. Inginkah bangsa kita juga bisa seperti itu? Namun ingat jangan kena kejadian buku ilang kayak gini :( .

Ayo jadikan kegiatan membaca tidak hanya sekedar hobi, namun juga gaya hidup!

Category: Opini, Pribadi  | Tags: , ,  | One Comment
Thursday, April 09th, 2009 | Author: Arif Haliman

Kemarin malam saya baru saja meresensi sebuah buku berjudul The Science & Miracle of Zona Ikhlas yang juga baru saja saya beli di TB Togamas Denpasar. Dan seperti sudah diskenariokan sama yang Diatas, keesokan harinya (hari ini siang tadi) saya sedang diuji untuk bisa mempraktekkan tema dari isi buku itu secara langsung. Mempraktekkan apa? Tentu saja keikhlasan.

Saya seperti sedang ‘dikerjain’ disini :) . Setelah beberapa hari sebelumnya membeli buku ini dengan harga lumayan mahal (hard cover sekitar Rp 165.000 di toko buku discounted Togamas Denpasar), melahap isinya yang bertutur mengenai ikhlas, kemudian meresensinya di blog saya, lha kok ternyata esok harinya buku saya ini hilang. Ya, hilang tak berbekas tiada sisa di tas pinggang saya (*halah*).

Kok bisa? Ya bisa kok :) . Bersamaan dengan Pemilu 2009 yang sedang berlangsung diseluruh pelosok Indonesia tercinta ini dan beberapa bagian belahan dunia, disaat orang ramai-ramai menuju bilik suara yang disediakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum), saya malah malang melintang keliling Bali dengan rute Denpasar - Ubud - Canggu - Airport. Apakah saya ikut rombongan Kapolda Bali sidak lokasi bilik suara? Tidak man.. Seperti sudah ramai diketahui bahwa akhir pekan ini adalah liburan panjang. Rakyat Indonesia alih-alih beramai mendatangi bilik KPU, mereka justru ramai-ramai datang ke Bali! Apakah untuk mencontreng? Tidak man.. Mereka berlibur!

Itulah yang menyebabkan saya kemudian tidak antri nomor urut pencontrengan dan tidak sempat mencontreng partai favorit saya yaitu PKS (peringkat 4 ya kayaknya?). Lha kok kebetulan hari ini (9 April) penyewa mobil sedang ramai-ramainya. Bayangkan, yang pakai supir saja 7 orang. Belum lagi yang self drive. Tidak lokal tidak juga bule. Apa mereka tidak tahu kalau hari ini adalah hari pencoblosan, eh, pencontrengan?? Saya sedang mengantar mobil Avanza saya ke Ubud Village Hotel pagi tadi jam 10.00. Setelah ketemu tamunya dan nge drop teman saya balik ke markas di Canggu jam 12.00. Jam 13.00 saya stand by di masjid Nurul Huda dekat bandara Ngurah Rai Bali untuk shalat Duhur dan membaca sejenak buku karya Erbe Sentanu ini dan kemudian melesat ke airport untuk menjemput tamu lainnya lagi jam 14.00, pesawat TG431 dari Bangkok Thailand.

Nah, di detik-detik sekitaran jam 14.00 - 14.20 itulah ‘petaka’ ini terjadi. Setelah bertemu dengan tamu Thailand saya di arrival gate dan mengantarnya ke parkir mobil. Ditengah percakapan serah terima mobil dengan aktivitas penyerahan kunci dan penjelasan singkat operasional mobil, terima pembayaran, dan lain-lain itulah, dengan gobloknya saya mengulangi lagi apa yang seharusnya menjadi pantangan saya: Jangan pernah menaruh benda apapun dipinggir ban mobil kalau sedang menjemput tamu!!!

Benda yang tadi saya taruh didekat ban mobil saya itu adalah buku The Science & Miracle of Zona Ikhlas. Mengapa bisa sampai dibawah mobil dekat ban? Tas pinggang kecil yang jadi teman wajib saya pas jemput tamu tidak cukup untuk menyimpan buku ini. Jadinya pas tamunya kasih uang sewa, secara refleks buku yang sedari tadi saya pegang itu dengan mudahnya saya taruh saja dibawah. Dan bisa ditebak selanjutnya, diiringi hati berbunga-bunga terima uang pembayaran, dan salaman hangat perpisahan dengan tamu saya, jadilah saya dengan jumawa meninggalkan areal parkir menuju tempat tunggu untuk dijemput istri.

Baru saja duduk saya terloncat! Lha, bukuku mana??? Baru ngeh kalau buku itu tertinggal dekat ban mobil saya tadi, dan pas saya balik (tidak ada 5 menit!) buku itu sudah raib. Hu..hu..saya merasa goblok sekali bisa melupakan buku itu disana. Tapi kemudian serasa seperti ditabok buntut pesawat terbang, sekarang adalah saatnya ikhlas!

Yah, begitulah, jadinya saya kemudian mencoba untuk mengikhlaskan saja kejadian itu. Alih-alih menggerutu sepanjang jalan pulang, saya malah cengar-cengir saja dan mentraktir istri dan anak di food court :) . Tidak ketinggalan juga belikan kaos Jangkrik made in Bali buat balita kecil saya, dan juga buat saya sendiri ;) Buat istri? Kayaknya malam ini juga akan aku selipkan uang untuk baju muslim yang baru saya dibelinya beberapa hari lalu hehe..

Apakah kemudian cerita keajaiban ikhlas seperti beberapa kisah nyata dalam buku itu terjadi pada saya? Well, meskipun tidak begitu dahsyat, bagi saya, bisa cengar-cengir, nraktir, kemudian belikan baju buat kita semua adalah salah satu keajaiban juga :) .

UPDATE 13 April jam 14.30 di airport: Syukur alhamdulillah..Surprise! Ternyata buku saya tidak ilang. Adalah tamu saya sendiri (Mr. Nopakhun) yang orang Thailand ini yang mengambil buku itu. Dia sadar bahwa saya langsung pergi dan lupa mengambil buku saya. Dia mengambil buku itu dan menyimpannya di dashboard mobil dan membawanya travelling selama 4 hari :) Keajaiban? Terserah mau dibilang apa ;) Tenkiu mister, semoga rusuh di Thailand negara Anda segera berakhir!

Category: Pribadi  | Tags: , ,  | 3 Comments
Wednesday, April 08th, 2009 | Author: Arif Haliman

Erbe Sentanu hadir kembali dalam buku terbaru The Science & Miracle of Zona Ikhlas. Buku seri terbaru ini adalah kelanjutan dari buku Quantum Ikhlas: Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati yang telah terbit sebelumnya dan mendapatkan banyak apresiasi dari penggemarnya yang ada di Indonesia dan mancanegara. Di buku ini Erbe Sentanu melanjutkan eksplorasi dan penghayatan yang jauh lebih mendalam tentang makna dan hakikat ikhlas. Sikap ikhlas ‘khas’ Indonesia yang menjadi cetak biru (blue print) teknologi kekuatan keikhlasan hati dalam melakukan transformasi diri menuju ketenangan kehidupan sejati yang menjadi dambaan setiap manusia.

Mas Nunu (demikian sapaan karibnya) di buku ini juga banyak memberikan kisah dan pengalaman dari para peserta konselingnya di KataHari Institute, sebuah lembaga bimbingan konseling keikhlasan yang dia kelola bersama istri. Kisah (nyata) yang disajikan dibuku ini beberapa diantaranya sangat memukau dan kadang diluar nalar biasa manusia. Sebuah kejadian atau pengalaman hidup yang bahkan terbersit di pikiran pun tidak ada, namun nyata adanya. Dan kesemuanya itu bermuara kepada sikap dan perilaku fitrah manusia yang bernama ikhlas.

Membaca buku karya Erbe Sentanu yang anggota dari Global Spiritual Computing Research Group dan Institute of Noetic Sciences ini kita akan diajak untuk berpikir jauh melampaui dari sekedar positive thinking atau berpikir positif. Lebih dari sekedar itu adalah kita perlu yang namanya positive feeling atau berasa positif. Berpikir itu terpusat di otak, namun berasa bermuara dari hati. Oleh karena otak dikendalikan oleh hati, maka segala perilaku baik atau buruk manusia itu sangat ditentukan oleh kualitas hatinya, dan bukan otaknya.

Dengan bermodalkan ikhlas dalam setiap keseharian hidup kita, bisa dibuktikan secara ilmu pengetahuan dan ilmiah bahwa kualitas kehidupan kita itu bukanlah nasib, namun pilihan. Bahwa sesungguhnya kita mau menjadi miskin atau kaya, sakit atau sehat, loyo atau bertenaga, dsb. itu tinggal kita yang memilih.

Disebutkan juga dalam buku ini beberapa wejangan atau kata mutiara dari beberapa tokoh terkenal didunia ini dari Nabi Muhammad SAW sampai Barack Obama, dari Bunda Theresa sampai Albert Einstein, dsb. Kesemua kata mutiara tersebut berkisar kepada pengenalan kepada diri sendiri berikut kekuatan hati bernama ikhlas yang sudah default ada disana sebagai anugerah Tuhan kepada hambanya. Hanya saja manusia ini seringnya lupa akan adanya kekuatan terbesar manusia ini dan cenderung lebih membesarkan nafsu daripada ikhlas.

Judul: The Science & Miracle of Zona Ikhlas: Aplikasi Teknologi Kekuatan Hati
Oleh: Erbe Sentanu
Penerbit: Elex Media Komputindo
Hal: 492

Sunday, April 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Baru saja menonton film (lumayan jadul) DieHard 4.0 yang dibintangi si gaek Bruce Willis yang masih saja OK berperan sebagai John McClane seorang detektif di Kepolisisan New York (NYPD). Menurut saya film DieHard adalah sedikit diantara banyak film berseri lepas yang tetap menarik dalam menampilkan tema baru di setiap seri barunya. Mungkin hanya film berseri lepas yang menampilkan tokoh idola fiksi semacam Batman dan Spiderman saja yang mampu menandinginya. Untuk tema laga detektif? DieHard gak ade matinye..

Di sekuel yang keempat ini saya sangat suka dengan tema yang diambil, yaitu kejahatan cyber (cyber crime) yang dilakukan oleh mantan pegawai pemerintahan karena merasa dibuang dan disia-siakan oleh pemerintah, sementara dia merasa ilmunya sangat dibutuhkan disana untuk melindungi semua data berbasis komputer yang dikelola oleh pemerintah dari kemungkinan adanya kegiatan hacking (menyusup ke sebuah sistem komputer).

Jadinya kemudian dia ngambek dan memutuskan untuk membuktikan omongannya sendiri dengan cara melakukan hacking langsung ke semua data-data publik yang vital milik pemerintah seperti transportasi, komunikasi, keuangan, sistem pengairan, dsb. Pokoknya semua sistem yang ada di negara tersebut (Amerika) yang dikendalikan secara komputer.

Alhasil, timbullah kekacauan diseluruh negeri semisal listrik padam, bursa saham kacau, penerbangan terhenti, dsb. Di pertengahan cerita, terungkap bahwa si penjahat melakukan semua itu ujung-ujungnya ingin menguasai secara penuh seluruh rekening bank yang ada sehingga kegiatan perbankan seperti membayar, menarik atau menransfer dan sebagainya bisa dia lakukan dengan mudah tanpa terdeteksi.

Nah, dimanakah peran detektif John McClane dalam kasus ini? Detektif yang kerap teriak ‘Yippee ki yay, mother******‘ ini sebetulnya tugasnya sangat ringan: Menjemput seorang remaja tanggung yang berprofesi sebagai hacker (programmer komputer dengan tambahan keahlian kemampuan menyusup ke sistem komputer orang lain) dari sebuah kota kecil, untuk dibawa ke markas FBI di Washington. Itu saja. Namun tugas ringan itu berubah menjadi sangat tidak ringan karena si hacker ini diincar untuk dibunuh oleh penjahat buangan pemerintah tadi untuk menghilangkan saksi. Hacker ini harus dimusnahkan karena dia yang telah membuatkan algoritma (logika pemrograman komputer berupa prosedur ataupun alur sebuah sistem komputer tertentu) untuk menjalankan kejahatan cyber ini. Namun hacker remaja tanggung ini tidak menyadari kalau algoritmanya akan digunakan untuk sebuah kejahatan hebat seperti yang tengah berlangsung.

Cerita mengalir dengan sangat menarik dan penuh ketegangan. Yang menarik bagi saya disamping aksi Bruce Willis, terutama mengenai dilibatkannya seorang programmer komputer di film ini. Lumayan banyak kejadian-kejadian yang berhubungan dengan sistem komputer yang mungkin tidak semua orang langsung ngeh dalam memahaminya. Bagi sebagian orang mungkin sulit untuk bisa mengerti bagaimana kekacauan yang terjadi di film itu bisa terjadi ‘hanya’ dengan memencet-mencet tombol keyboard.

Lebih jauh lagi bagaimana sampai John McClane terheran-heran bagaimana seorang remaja ini bisa tahu semua hal yang berkaitan dengan bencana cyber ini? Kalau jawaban saya pribadi sebagai (mantan) web programmer, mungkin tidak sulit untuk bisa menalar semua kejadian itu.

Berbeda dengan dunia politik atau seni rupa atau pematung atau kebanyakan yang lain, dunia komputasi (computing) tidak didominasi oleh orang tua, namun biasanya didominasi oleh banyak orang usia muda. Untuk membuat sebuah program komputer (code listing) diperlukan kemampuan berpikir yang sangat rumit, terutama untuk pembuatan aplikasi besar seperti game dan sistem keamanan (security system). Untuk menghasilkan sebuah aplikasi misalnya game terkenal seperti Winning Eleven atau Doom! mungkin bisa diperlukan ratusan ribu hingga jutaan baris kode program.

Saya jadi teringat masa lalu saya jaman masih kuliah di jurusan Informatika. Sukanya minta ampun untuk urusan coding program, terutama untuk aplikasi web programming. Begadang semalaman untuk membuat sebuah aplikasi baru terutama yang berbasis web sangatlah menyenangkan. Ada keasyikan tersendiri disana dibalik rumitnya kode-kode dan logika program yang kadang sangat rumit. Kalau sudah kondisi trance begini, tidak bisa diganggu gugat bahkan oleh bunyi paling pelan sekaligus karena bisa membuyarkan konsentrasi ;) .

Itu juga sebabnya diberbagai kesempatan, sosok seorang programmer komputer sering digambarkan seorang yang tidak banyak omong, suka menyendiri, berkaca mata tebal bak pantat botol, dan cuek dengan sekitar. Selintas malah mirip orang bloon dan kuper. Namun jangan coba macam-macam dengan mereka, sekali tangan mereka diberi keyboard komputer yang (apalagi) terkoneksi ke internet, seorang yang ahli bisa dengan mudah menimbulkan kekacauan seperti yang  terjadi di film DieHard 4.0 ini.

Terus terang saya bukanlah orang yang ahli sekali untuk urusan bikin program komputer, apalagi saat-saat sekarang. Saya pernah gagal tidak bisa menyelesaikan sebuah aplikasi berbasis web. Namun setidaknya pengalaman saya berurusan dengan bidang yang satu ini tidaklah terlalu memalukan :)

Di saat ini saya harus berpikir untuk meninggalkan hal teknis berkaitan dengan web programming dan beralih ke hal yang bersifat manajerial.

Bukannya apa-apa, hanya untuk kasus saya sepertinya bidang manajemen dan strategi pemasaran online bisa lebih mengendurkan beban kerja otak :) . Juga, sekali lagi hanya untuk kasus saya, penghasilan materi yang diterima lebih menjanjikan ;) .

Biarlah kegiatan teknis seputar coding, logika, algoritma dan maintenance dilakukan oleh yang muda-muda yang masih suka tantangan dengan kode-kode program komputer :) .

eXTReMe Tracker