Salah satu website saya yang sempat berjaya namun meredup sampai sekarang adalah BaliOmeng.com. Berjaya disini memiliki 2 arti, pertama memiliki peringkat yang sangat baik di Google dan Yahoo untuk target keyword utama yaitu ‘tas bali‘ dan ‘kerajinan tangan‘. Yang kedua adalah menghasilkan uang lewat penjualan produk tas Bali yang dijual disana.
Namun setelah sekitar 1 tahun berjalan dengan sangat baik, sepertinya roda dunia terus berputar dan sekarang website ini terpuruk dan tidak bisa memberi pelayanan kepada pengunjung website yang membeli produk tas Bali disana.
Website ini saya take over sekitar tahun 2005 dari seorang kawan yang dimintai tolong oleh kakaknya membuatkan sebuah website yang menjual produk tas yang diproduksinya. Seperti kebanyakan website lain yang tidak dikelola dengan baik dari segi online marketingnya, akhirnya setelah 1 tahun berjalan pemiliknya tidak mau memperpanjang domain namenya karena selama 1 tahun itu order yang diharapkan datang tidak sesuai target. Jadinya daripada website ini akan expired dan mati, kawan saya itu menawarkan ke saya apakan mau meneruskan domain name website ini.
Saya yang waktu itu memang mulai sedang gandrung dengan SEO atau search engine optimization, mau saja menerima tawaran itu. Pikir saya waktu itu, nih website bisa dijadikan eksperimen untuk bagaimana bisa menjadikan website ini menjadi nomor satu di keyword utama seperti tas bali, kerajinan tangan, atau kerajinan tas bali. Pertimbangan saya yang lain adalah website ini sudah berumur 1 tahun lebih. Artinya bagaimanapun juga Google sangat senang dengan website yang sudah berumur daripada website baru. Jadi optimasinya pasti akan lebih mudah.
Dan singkat cerita, memang benar! Bisa dibilang saya memang berhasil untuk melakukan optimasi di keyword yang saya incar seperti disebutkan diatas. BaliOmeng.com nangkring dipapan atas untuk keyword yang saya inginkan. Saya jelas gembira. Dan kegembiraan itu semakin bertambah ketika ternyata istri kawan karib saya juga mulai berjualan tas produk Bali yang diambil langsung dari para perajin di daerah Celuk, Sukowati. Berikutnya bisa ditebak: Saya bekerja sama dengan kawan saya itu untuk menjual secara online berbagai macam produk tas tersebut.
Aturannya saya yang mengelola website, dan dia yang sourcing tas. Karena produk tas Bali ini diambil langsung dari para perajin yang ada di Celuk, dan pasar yang kita bidik adalah nasional atau seluruh Indonesia, maka dijamin harga yang dijual di website sama dengan, atau malah lebih murah daripada membeli dengan datang langsung ke Celuk, Sukowati Bali. Sekedar mengingatkan Sukowati adalah pasar tradisional di Bali yang terkenal di seluruh nusantara dengan harga murah yang ditawarkan disana untuk berbagai macam produk Bali seperti tas, kalung, kerajinan tangan, kaos, daster, bed cover, dsb.
Hari-hari berikutnya adalah hal yang mengasyikkan: Order online mengalir deras yang artinya peluang terjadi deal transaksi sangat besar. Rata-rata tiap bulan saya menerima apa yang kerap didambakan orang MLM: passive income. Ya, saya hanya tinggal duduk manis depan komputer mengelola website ini, dan menerima pembagian komisi dari kawan saya yang bagian sourcing tas itu. Dimana pastinya kawan saya ini mencari produsen tas, saya tidak tahu. Saya tahunya hanya tiap bulan dikasih uang lengkap dengan laporan sederhana penjualan per bulan. Ini berlangsung selama kurang lebih 1 tahun. Sampai pada akhirnya, sekitar setengah tahun yang lalu, ternyata kawan saya ini memutuskan untuk balik ke Jawa dan menetap disana. Gubrak..! Dari sinilah titik awal baru mandeknya BaliOmeng dilihat dari segi produktivitas.
Lha gimana tidak mandek, kalau yang cari barang tidak ada lagi. saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencari produsen itu karena memang sejak dari awal tidak tahu. Melongo saja kerjanya untuk masalah tas ini. Tapi alhamdulillah kegiatan melongo ini tidak lebih dari 6 bulan
. Karena pas beberapa hari kemarin main ke Celuk mengantar saudara yang ingin berbelanja disebuah stand disana, bertemu dengan pemiliknya langsung yang dari hasi ngobrol-ngobrol kayaknya dia bisa diajak kerjasama. Kerjasama yang saya inginkan adalah: Saya dibolehkan memotret semua produk tasnya dia untuk kemudian saya pajang (baca: jual) di website BaliOmeng.com dan kalau ada order, saya pesankan ke tokonya dia.
Sepertinya insyaAllah bisnis tas Bali ini akan menemukan jalan terangnya kembali. Semoga saja transaksi bisa dijalankan kembali di website BaliOmeng.com. Bedanya kali ini saya akan terlibat penuh dalam operasionalnya, termasuk didalamnya membalas email pembeli dan sourcing berbagai produk tas Bali yang akan dijual online disana.
Mohon Doa Restu dan Dukungannya (*mirip baliho iklan kampanye politikus*).





