Archive for » January, 2009 «

Saturday, January 31st, 2009 | Author: Arif Haliman

Salah satu website saya yang sempat berjaya namun meredup sampai sekarang adalah BaliOmeng.com. Berjaya disini memiliki 2 arti, pertama memiliki peringkat yang sangat baik di Google dan Yahoo untuk target keyword utama yaitu ‘tas bali‘ dan ‘kerajinan tangan‘. Yang kedua adalah menghasilkan uang lewat penjualan produk tas Bali yang dijual disana.

Namun setelah sekitar 1 tahun berjalan dengan sangat baik, sepertinya roda dunia terus berputar dan sekarang website ini terpuruk dan tidak bisa memberi pelayanan kepada pengunjung website yang membeli produk tas Bali disana.

Website ini saya take over sekitar tahun 2005 dari seorang kawan yang dimintai tolong oleh kakaknya membuatkan sebuah website yang menjual produk tas yang diproduksinya. Seperti kebanyakan website lain yang tidak dikelola dengan baik dari segi online marketingnya, akhirnya setelah 1 tahun berjalan pemiliknya tidak mau memperpanjang domain namenya karena selama 1 tahun itu order yang diharapkan datang tidak sesuai target. Jadinya daripada website ini akan expired dan mati, kawan saya itu menawarkan ke saya apakan mau meneruskan domain name website ini.

Saya yang waktu itu memang mulai sedang gandrung dengan SEO atau search engine optimization, mau saja menerima tawaran itu. Pikir saya waktu itu, nih website bisa dijadikan eksperimen untuk bagaimana bisa menjadikan website ini menjadi nomor satu di keyword utama seperti tas bali, kerajinan tangan, atau kerajinan tas bali. Pertimbangan saya yang lain adalah website ini sudah berumur 1 tahun lebih. Artinya bagaimanapun juga Google sangat senang dengan website yang sudah berumur daripada website baru. Jadi optimasinya pasti akan lebih mudah.

Dan singkat cerita, memang benar! Bisa dibilang saya memang berhasil untuk melakukan optimasi di keyword yang saya incar seperti disebutkan diatas. BaliOmeng.com nangkring dipapan atas untuk keyword yang saya inginkan. Saya jelas gembira. Dan kegembiraan itu semakin bertambah ketika ternyata istri kawan karib saya juga mulai berjualan tas produk Bali yang diambil langsung dari para perajin di daerah Celuk, Sukowati. Berikutnya bisa ditebak: Saya bekerja sama dengan kawan saya itu untuk menjual secara online berbagai macam produk tas tersebut.

Aturannya saya yang mengelola website, dan dia yang sourcing tas. Karena produk tas Bali ini diambil langsung dari para perajin yang ada di Celuk, dan pasar yang kita bidik adalah nasional atau seluruh Indonesia, maka dijamin harga yang dijual di website sama dengan, atau malah lebih murah daripada membeli dengan datang langsung ke Celuk, Sukowati Bali. Sekedar mengingatkan Sukowati adalah pasar tradisional di Bali yang terkenal di seluruh nusantara dengan harga murah yang ditawarkan disana untuk berbagai macam produk Bali seperti tas, kalung, kerajinan tangan, kaos, daster, bed cover, dsb.

Hari-hari berikutnya adalah hal yang mengasyikkan: Order online mengalir deras yang artinya peluang terjadi deal transaksi sangat besar. Rata-rata tiap bulan saya menerima apa yang kerap didambakan orang MLM: passive income. Ya, saya hanya tinggal duduk manis depan komputer mengelola website ini, dan menerima pembagian komisi dari kawan saya yang bagian sourcing tas itu. Dimana pastinya kawan saya ini mencari produsen tas, saya tidak tahu. Saya tahunya hanya tiap bulan dikasih uang lengkap dengan laporan sederhana penjualan per bulan. Ini berlangsung selama kurang lebih 1 tahun. Sampai pada akhirnya, sekitar setengah tahun yang lalu, ternyata kawan saya ini memutuskan untuk balik ke Jawa dan menetap disana. Gubrak..! Dari sinilah titik awal baru mandeknya BaliOmeng dilihat dari segi produktivitas.

Lha gimana tidak mandek, kalau yang cari barang tidak ada lagi. saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencari produsen itu karena memang sejak dari awal tidak tahu. Melongo saja kerjanya untuk masalah tas ini. Tapi alhamdulillah kegiatan melongo ini tidak lebih dari 6 bulan :) . Karena pas beberapa hari kemarin main ke Celuk mengantar saudara yang ingin berbelanja disebuah stand disana, bertemu dengan pemiliknya langsung yang dari hasi ngobrol-ngobrol kayaknya dia bisa diajak kerjasama. Kerjasama yang saya inginkan adalah: Saya dibolehkan memotret semua produk tasnya dia untuk kemudian saya pajang (baca: jual) di website BaliOmeng.com dan kalau ada order, saya pesankan ke tokonya dia.

Sepertinya insyaAllah bisnis tas Bali ini akan menemukan jalan terangnya kembali. Semoga saja transaksi bisa dijalankan kembali di website BaliOmeng.com. Bedanya kali ini saya akan terlibat penuh dalam operasionalnya, termasuk didalamnya membalas email pembeli dan sourcing berbagai produk tas Bali yang akan dijual online disana.

Mohon Doa Restu dan Dukungannya (*mirip baliho iklan kampanye politikus*).

Category: Bisnis  | Tags: , ,  | One Comment
Thursday, January 29th, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari minggu tanggal 23 Januari kemarin saya bersama anak dan istri berwisata ke Kintamani dan Bedugul. Ikut serta juga kakak ipar dan mertua yang kebetulan baru datang dari Jawa untuk berkunjung ketempat kami di Bali. Jadinya kita beramai dalam satu mobil untuk berwisata ke dua tempat wisata favorit di Bali tersebut.

Sebenarnya kalau menurut rute perjalanan yang dilakukan oleh para agen perjalanan, rute Kintamani menuju Bedugul ini sangat tidak disarankan. Biasanya mereka menempatkan rute Kintamani pada hari 1, dan Bedugul pada hari 2 atau sebaliknya. Pokoknya tidak bisa dijadikan dalam 1 hari yang sama. Namun karena ini adalah plesir ’semau gue’ jadinya rute yang sedikit ngawur ini hantam aja bleh :)

Dari Denpasar sampai di Kintamani perlu waktu 2 jam, setelah sebelumnya mampir di Istana Tampak Siring dan ternyata ditolak masuk karena pas bukan lagi hari bebas berkunjung. Rutenya melewati daerah perbukitan atau pegunungan yang selalu menanjak. Sempet bikin puzing karena jalannya berbelok-belok, namun alhamdulillah sampai juga dengan selamat di Kintamani.

Kintamani adalah obyek wisata dengan pemandangan gunung berapi (volcano) yang dilengkapi dengan danau didepannya. Subhanallah, pemandangan yang kayak gini nih, danau dengan latar volcano jarang-jarang bisa kita nikmati. Sangat mengherankan sekaligus mendebarkan. Kok bisa ya..Kok ada ya sebuah tempat yang menurut saya aneh kayak gini.

Viewnya sendiri sangatlah indah. Pada hari itu kebetulan sedang gerimis, namun keindahannya masih nampak. Bisa dibayangkan kalau saja waktu itu hari sangat cerah, wah pasti makin ciamik pemandangannya. Untuk informasi, kalau kamu ingin melakukan shalat wajib di daerah Kintamani (bisanya kita kena waktu Dhuhur pas berkunjung ke Kintamani), ada masjil Al Muhajirin yang terletak sekitar 1 km setelah Kintamani kalau kita dari arah Denpasar.

Di Kintamani kita tidak lama. Setelah jepret sana jepret sini, perjalanan dilanjutkan menuju Bedugul. Bagi saya sendiri Bedugul bukanlah hal yang baru. Berulangkali saya sudah berkunjung kesana. Namun memang dasar Bedugul, kayaknya gak pernah bosan untuk berkunjung kesana. Atmospherenya selalu mampu membuat hati ini ingin kembali kesana (*halah*). Suasananya yang khas berupa pemandangan danau dengan latar belakang bukit hijau memang selalu bikin kangen.

Bedugul sendiri sebenarnya adalah nama sebuah daerah. Tempat wisatanya berupa komplek yang terdiri dari beberapa hal utama yaitu pura, danau dan pemandangan bukit di belakangnya. Untuk bisa menikmati Bedugul, ada 3 pintu masuk utama yang masing-masing menawarkan aroma wisata yang berbeda, namun kesemuanya tetap mengandalkan Danau Beratan sebagai obyek utamanya. 2 pintu masuk mengharuskan kita membayar tiket masuk, sedangkan 1 pintu masuk lainnya free. 2 pintu masuk yang berbayar (Rp 7500 per orang) memang menawarkan pemandangan dan atraksi tempat wisata yang sangat menarik. Sementara 1 pintu masuk gratis sepertinya pada awalnya hanya berupa tempat parkir kendaraan yang kemudian berkembang menjadi tempat mangkal para penjual bakso, es, makan ringan lengkap dengan warung-warung kecil disekitarnya. Jadinya walaupun hanya makan bakso dan jeruk panas, namun dengan pemandangan danau Beratan yang sangat indah itu, rasanya bisa seperti makan makan di restoran hotel berbintang 5 :)

Banyak yang bilang bahwa perjalan menuju Bedugul mirip perjalanan menuju Puncak di Bandung, atau Batu di Malang. Lengkap dengan suasanya dingin dan sejuk ala pegunungan, berwisata ketempat ini memang sangatlah asyik.

Tidak jauh dari Bedugul ada juga tempat wisata menarik lainnya yaitu Kebun Raya. Beraneka fruit atau buah bisa kita temukan ditempat ini. Suasananya sangat sejuk dan asri karena memang tempat ini berupa kebun atau taman yang sangat besar. Membawa keluarga dan makan siang dihamparan rumput ditempat ini sangat disarankan.

Category: Bali, Pribadi  | Tags: , ,  | 3 Comments
Wednesday, January 28th, 2009 | Author: Arif Haliman

Bulan Desember 2008 cek Google Adsense saya cycling November 2008 sudah tiba dirumah, dan karena satu dua hal cek tersebut baru bisa saya cairkan pada bulan Januari 2009. Seperti biasanya bank yang saya tuju untuk mencairkan cek ini adalah Citibank cabang Denpasar. Namun acara mencairkan cek ini membuat saya sedikit terkejut karena biayanya naik 150% ! Dulu-dulu mencairkan cek Google Adsense hanya ditarik biaya 100 ribu, dan sekarang harus bayar 250 ribu. Bah, apa pula ini!

Untuk informasi, mencairkan cek Google Adsense sejak Januari 2009 akan semakin berat. Terutama kalau pakai Citibank, selain biaya naik gila-gilaan, mereka sekarang lebih ketat dalam menyetujui pencairan ceknya. Nama yang tertera di cek Google harus sama persis dengan yang tertera di KTP, atau kartu identitas lainnya seperti SIM, KITAS, kartu ATM atau passport. Nah, gimana kalau nama kita yang tertera berbeda? Alamat peluang uang kita cair bakalan susye.

Di Citibank Denpasar, sebelum bulan November 2008 saya begitu mudahnya mencairkan cek saya meskipun jelas-jelas alamat rumah cek Google saya pakai alamat rumah di Mojokerto, namun pas mencairkan saya pakai KTP Bali :). Udah gitu enaknya hanya ditarik biaya 100 ribu. Lha betapa daku terkejut, pas bulan ini datang lagi ke Citibank Denpasar ternyata saya ditolak dengan alasan beda alamat antara KTP dengan cek. Walhasil, jurus ngawur harus dikeluarkan: Minta keluarga di Mojokerto mengirimkan KTP Mojokerto saya. Hasilnya memang lumayan, mbak tellernya manggut-manggut, namun sedetik kemudian tetap membikin saya kaget lagi. Bilangnya: Maaf pak, namanya masih belum persis sama.

Gubrak, walah, nama lengkap di KTP saya memang Muhammad Arid Haliman. Namun yang tertera di cek hanya Arif Haliman. Walaupun foto dan wajah saya didepan mbaknya sama-sama persis (plus kacamata), mbaknya masih ngotot gak percaya! Namun alhamdulillah setelah beberapa saat kemudian mau menerima cek saya dan diminta mengisi formulir pencairan cek dan menyebut angka 250 ribu untuk biaya pencairan.

Pas saya tanya apakah kenaikan biaya sebesar ini berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, dijawab iya. Hem, saya berpikir nih Citibank pusat di Amerika sono kan dah kembang kempis akibat pukulan krisis keuangan global. Apakah ini berimbas ke Citibank di seluruh tanah air sehingga mereka bukannya mempermudah nasabah, malah makin mempersulit nasabah seperti ini? Wallahua’lam. Tapi yang jelas, bakalan semakin berat nih buat para pejuang Google Adsense untuk mendulang dollar dari Google atau internet.

Category: Bali, Pribadi  | Tags: ,  | 3 Comments
Tuesday, January 06th, 2009 | Author: Arif Haliman

Salah satu bisnis saya dan istri adalah jualan busana muslim online. Berjualan berbagai macam busana muslim seperti blus, gamis, setelan lengkap dengan jilbab dan aksesorisnya. Namanya online, tentunya bisnis ini dijalankan dengan memanfaatkan internet dengan media website dalam memajang berbagai macam produk busana muslim disana. Website yang lahir pada April 2007 ini beralamat di http://www.muslimbusana.com

Untuk bisa sukses dalam berbisnis busana muslim di internet, seperti halnya bisnis apapun yang berbasis online, ditentukan oleh beberapa faktor. Dari sekian banyak faktor yang ada, kali ini saya akan membahas salah satu faktor saja, yaitu kata kunci atau keyword. Dan untuk kita yang berbisnis busana muslim di internet, kata kunci paling vital yang harus kita taklukkan adalah ‘busana muslim’.

Mengapa busana muslim? Karena dengan memakai keyword inilah mayoritas para pencari atau calon pembeli busana muslim di internet mengetiknya di berbagai mesin pencari semacam Google atau Yahoo. Kok bisa tahu kalau mayoritas menggunakan kata kunci busana muslim? Ada beberapa perangkat lunak atau software dari website pihak ketiga yang mempunyai kemampuan analisa semacam ini, salah satunya adalah Word Tracker.

Dengan kita berjaya atau alias nangkring di papan atas hasil pencarian dengan keyword busana muslim, maka hampir bisa dipastikan website baju muslim kita akan semakin banyak dikunjungi oleh para calon pembeli. Dengan semakin banyaknya jumlah pengunjung, peluang tercipta transaksi pembelian akan besar. Dan kalau transaksinya besar maka artinya adalah dompet kita akan semakin tebal :) Lha gimana tidak tebal lha wong dagangan kita laku keras.

Saya pribadi sangat excited berlomba untuk menjadikan website http://www.muslimbusana.com saya senantiasa berada di papan atas mesin pencari Google dan Yahoo. Sejak awal kelahirannya, alhamdulillah menginjak bulan keempat sudah nangkring di halaman 3, dan pada bulan ketujuh sudah masuk di halaman pertama Google!

Disinilah sebenarnya tantangan terbesar baru dimulai. Faktanya untuk berusaha menjadikan website kita halaman satu di mesin pencari adalah SULIT, namun begitu berhasil nampang di halaman satu mempertahankannya adalah LEBIH SULIT. Apa sebab? Kita seringnya terlena bahwa dengan tampil di halaman satu berarti pekerjaan sudah selesai, namun lupa bahwa kompetitor lain saban detik, menit atau hari juga tidak henti-hentinya terus berjuang menjadikan websitenya masing-masing untuk merangsek naik ke halaman satu.

Keyword busana muslim adalah salah satu keyword tersulit yang bisa ditaklukkan kalau bisnis kita berbahasa Indonesia. Kalau tidak percaya silakan saja lakukan eksperimen sendiri ;) Oleh karena itu, saya banyak bersyukur alhamdulillah website Busana muslim saya masih tetap bertahan di halaman satu sejak 10 bulan terakhir ini.

Prestasi terbaik saya sampai dengan hari ini adalah hanya sampai peringkat 3 halaman satu. Setiap hari silih berganti berganti posisi peringkat kalau gak 3 ya 4 ya 5 ya 6 atau ya 7. Minta ampun betapa sulitnya untuk menaikkannya menjadi peringkat 2 atau bahkan 1. Kalau saat itu tiba, mungkin saya perlu mengadakan selamatan sebagai ungkapan rasa syukur, tolong saya diingatkan akan hal ini :)

Saya hanya sudah sangat bersyukur website baju muslim ini masih bertahan di halaman pertama walaupun kerap turun naik. Pokoknya terus dijaga agar jangan sampai terlempar ke halaman 2, 3 atau bahkan hilang sama sekali.

Jadi, siapkah kamu berkompetisi di keyword busana muslim ? Aku tunggu kamu di halaman 1 Google!

Category: Internet  | Tags: ,  | Leave a Comment
Monday, January 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Minggu malam kemarin perang darat antara Palestina dan Israel baru berlangsung. Setelah sebelumnya selama 8 hari sejak 27 Desember Israel terus menggunakan serangan udara lewat bom yang dijatuhkan dari pesawat tempurnya, sepertinya perang darat seperti inilah yang akan menentukan siapa yang akan kalah atau menang. Saya pribadi (dan juga kebanyakan orang) sebagai pendukung berat HAMAS (Harakat al-Muqāwamat al -Islāmiyyah atau Islamic Resistance Movement) dan Palestina tentu mengharap sekali bahwa perang darat ini akan menjadi kenyataan seperti apa yang kerap dilontarkan para petinggi HAMAS : “Gaza akan menjadi kuburan bagi semua tentara Isreal!”.

Saya mengharap hasil akhir dari perang darat ini akan terjadi seperti saat Israel dengan gobloknya menyerang Hizbullah di Lebanon pada tahun 2006. Perang selama 33 hari tersebut akhirnya menjadikan Israel berikut tentaranya pulang dengan wajah kuyu menanggung malu. Terkesan gagah dan garang sewaktu menyerbu masuk Lebanon selatan, eh lha kok pada hari ke 33 pulang dengan sukses babak belur.

Namun yang jelas kali ini yang dihadapi Israel bukanlah Hizbullah yang didukung secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi oleh Iran dan Syria. Dana pribadi yang dimiliki Hizbullah sangatlah melimpah. Yang dihadapi Israel kali ini adalah HAMAS, salah satu pergerakan pembebasan dari sebuah negeri miskin bernama Palestina. Dana pribadinya tidak cukup melimpah, dan puluhan tahun dicap oleh Amerika sebagai organisasi teroris yang kerap suplai dananya dikerut.

Yang membuat Israel wajib takut kepada HAMAS adalah bahwa pergerakan pembebasan Palestina ini adalah satu-satunya gerakan yang tidak pernah bisa diajak kompromi. Anggotanya sangat militan dan berani sekaligus diakui kepemimpinannya oleh mayoritas rakyat Palestina dengan memenangkan pemilu demokratis tahun 2007 yang bersih dan jujur, namun dianulir oleh Amerika dan sekutunya. Selain itu adalah mulai dari wanita, anak-anak hingga pria dewasa di negeri Palestina adalah kebanyakan pejuang. Lihatlah betapa intifadah (perlawanan dengan menggunakan lemparan batu dan ketapel) sangat membuat kerepotan serdadu Israel sejak dahulu kala. Dan seharusnya Israel hari-hari terakhir ini wajib semakin takut karena ulah agresinya itu sangat tidak disukai oleh masyarakat segenap penjuru dunia, mulai dari Arab hingga Indonesia, Eropa hingga Amerika. Banyak dijumpai berbagai demo dengan mengusung slogan “Mampuslah Zionis”, “SAVE PALESINE!“, “Hentikan Agresimu Hai Israel, dll”, yang kesemuanya bermuara kepada simpati perjuangan rakyat Palestina atas tragedi kemanusiaan ini.

Sejatinya perang darat ini hanya akan membawa hasil akhir yang begitu jelas: Hancurnya sama sekali kekuatan HAMAS apabila Israel menang, atau malah dipukul mundurnya serdadu Israel oleh perjuangan para pejuang HAMAS hingga mereka sekali lagi menanggung rasa malu yang besar pasca bentrok dengan Hizbullah.

Mari para saudara-saudara seiman dan sekeyakinan, kita sangat berharap kepada Allah SWT dan kokonsistenan para pejuang Palestina untuk meraih kemenangan dalam perang ini. Kelakukan buruk para pasukan Zionisme sudah dalam taraf membuat semua masyarakat muak, marah dan bosan. Sudah terlalu banyak kezaliman yang ditimulkan oleh para Zionisme Yahudi didunia ini. Jikalau mereka masih saja pongah saat ini, tidak lain karena masih didukung oleh Amerika. Coba bayangkan seandainya Amerika semakin moderat dalam memandang konflik Timur Tengah, bisa dipastikan Israel tidak bisa lagi seenaknya berbuat semena-mena. Eropa perlahan namun pasti juga akan menarik dukungannya kepada Israel, karena sejatinya kepentingan mereka atas kestabilan di Timur Tengah juga sangat besar.

Lantas, kita sebagai saudara muslim apa yang bisa kita lakukan? Saya pribadi masih sekedar bisa membantu lewat jalan dana di http://www.kispa.org. Juga aktif dalam berkampanye boikot produk-produk Israel dengan memasang banner di website Busana Muslim dan Sewa Mobil di Bali saya. Atau kamu juga bisa membantu sumbangan dana lewat http://www.hidayatullah.com atau sumbangan ke relawan medis MER-C.

Terkahir, doa dan harapan kepada keberhasilan perjuangan saudara kita di Gaza Palestina juga jangan dilupakan. HIDUP PALESTINA!

Category: Internasional, Islam  | Tags: , ,  | One Comment
Sunday, January 04th, 2009 | Author: Arif Haliman

Yeah, alhamdulillah, akhirnya acara liburan yang direncanakan sehari sebelumnya kalau hari ini mau berlibur jalan-jalan ke Bali Bird Park (Taman Burung Bali) akhirnya kesampaian. Kita berangkat dari rumah pukul 11 siang setelah sebelumnya jam 9 mengambil mobil di Bali Dyana Villas dan membawanya pulang, dibersihkan dikit, dan menunggu Mas Agus seorang teman yang punya anak kecil untuk diajak ikut serta. Hehe, senangnya anakku si Tika dapat melihat burung-burung indah dengan ditemani anak kecil ;)

Lokasi Bali Bird Park sendiri dari kota Denpasar atau Kuta tidaklah jauh. Dengan berkendara mobil pribadi bisa dicapai dalam waktu 20 menit lewat by pass Sanur. Begitu keluar dari by pass Sanur ada dua alternatif jalan, yang pertama melalui by pass Prof Dr Ida Bagus Mantra, yang kedua melaluai daerah Celuk. Bali Bird Park berlokasi di kabupaten Gianyar, berjarak sekitar 5 kilometer dari Bali Zoo dan kurang lebih 30 menit perjalanan sebelum Ubud.

Begitu sampai di lokasi Taman Burung Bali ini, kita akan disambut dengan papan masuk besar bertuliskan Welcome to Bali Bird Park. Ternyata disini juga ada taman yang lain, yaitu Bali Reptile Park, letaknya di sebelah areal taman burung dan memamerkan berbagai macam hewan reptil seperti ular, komodo, buaya, iguana, dsb. Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal sekitar 72.000 Rupiah  per orang dan untuk anak diatas 2 tahun bayar separuh, dibawah 2 tahun free. Yang lumayan agak mahal adalah harga untuk bule. Nih para bule harus bayar sekitar 245.000 per orang. Weleh-weleh, kacian juga para bule..:)

Begitu masuk kedalam komplek taman burung, kulit kaki dan lengan kita akan disemprot oleh mbak penjaga dengan penyeteril kuman. Nih gunanya untuk melindungi tubuh kita. Setelah itu barulah pemandangan serba burung dengan nuansa alaminya bisa kita nikmati. Berada didalam komplek ini bisa membawa penyegaran hati dan pikiran kita. Suara burung bersahutan dimana-mana, udara cerah dan segar ditambah tingkah polah anakku Tika bisa membuat hati ini gembira. Tapi yang bikin repot nih anak bisa lari-lari kesana kemari, jadinya bikin saya dan istri pontang-panting jagain. Tidak lupa juga foto sana foto sini dengan latar belakang burung, air mancur atau taman. Dan kalau kamu mau meluangkan waktu sejenak sekitar 30 menit, disini kamu juga bisa menonton bioskop 3 dimensi yang menayangkan film kartun mengenai migrasi atau perjalanan sekawanan burung dalam mencari tempat makan baru.

Asyiknya di Bali Bird Park ini kita bisa berfoto dengan 4 - 5 burung kakak tua hinggap di lengan, bahu atau bahkan kepala kita. Nih para burung dengan entengnya bertengger disana sambil sesekali ngelamutin (*halah bahasa opo iki*) rambut dan telinga kita. Rada-rada geli namun asyik. Jadinya kita semua pada gak bisa pose senyum sempurna pas difoto, lha wong harus sambil nahan geli.

Oh ya, didalam komplek ada Bali Starling Restaurant tempat untuk melepas lelah sambil makan. Es jus gratis akan kita dapatkan kalau makan ditempat ini dengan menunjukkan tiket masuk. Juga ada layanan cetak foto instan di kaos oblong begitu kita berpose sama beberapa burung di Guyu-Guyu Corner.

Setelah sekitar 1.5 jam kita puter-puter komplek taman burung, kita keluar areal dan mencoba masuk ke Bali Reptil Park. Masuk ke taman reptil Bali ini tidak dipungut biaya alias sudah jadi satu dengan tiket masuk Bali Bird Park. Disini suasana komplek dibikin lebih seram dan tegang lengkap dengan tambahan patung-patungnya. Ya iyalah, dibandingkan dengan menonton burung, menonton para ular melungker, komodo menjilat, buaya menguap dan kodok berlendir tentunya jauh lebih syeeraammmm..

Setelah puas putar-putar sekitar 1 jam, kita memutuskan keluar komplek taman reptil dan pulang balik ke Denpasar. Oiya, kita mampir di Bumbu Desa Restaurant di Renon Denpasar untuk bersantap siang setelah sebelumnya shalat Dhuhur di masjid Al Ikhlas di areal hotel Inna Grand Bali Beach Sanur. Bersantap siang di Bumbu Desa ini adalah pengalaman pertama. Kesannya? Suasananya asyik, layanannya termasuk cepat namun dibanding dengan D’Cost Seafood yang juga di Renon, harganya sedikit lebih mahal.

Hem..kapan ya bisa jalan-jalan lagi di Bali?

Category: Bali, Pribadi  | Tags: , , ,  | Leave a Comment
Saturday, January 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari minggu adalah hari yang tepat untuk mengendorkan syaraf. Untuk para pegawai kantoran, hari minggu saat yang tepat berkumpul dengan lebih intensif bersama keluarga, berkunjung ke teman atau saudara, atau hanya sekedar berdiam di rumah. Intinya adalah mengistirahatkan tubuh dengan kegiatan relaksasi dengan harapan tubuh bisa bergairah kerja kembali. Berkaitan dengan hal itu, saya juga ingin sedikit melakukan sedikit relaksasi hari minggu besok :)

Setelah melalui hari-hari melelahkan dan menegangkan kemarin tanggak 20 Des - 2 Jan, sekarang sepertinya saat yang tepat untuk memberi sedikit keadilan untuk tubuh. Hari-hari kemarin yang bikin lelah adalah masa peak season liburan di Bali yang mengharuskan saya menerima banyak sekali telpon dan email untuk pesan sewa mobil di Bali. Capek, tegang namun menyenangkan. Capek karena menindaklanjuti banyak email dan telpon. Tegang harap-harap cemas apakah ada komplain atau tidak. Namun kata orang-orang, capek tegang kayak gini adalah Happy Problem. Ya gimana gak happy lha wong terima banyak duit hehe..

Acara di hari minggu besok sih saya tidak perlu yang muluk-muluk. Kebetulan insyaAllah besok jam 9 pagi ada Avanza saya yang akan kelar masa pinjamnya oleh tamu yang di Bali Dyana Villas. Rencananya mumpung pas ada mobil datang dan pasca happy problem, mending dimanfaatkan saja sekalian untuk plesir. Saya inginnya pergi ke Ubud saja dah. Sembari menggembirakan anak dengan suasana alami, saya juga ingin mendatangi Bali Bird Park. Pengalaman sebelumnya yang ngajak anak rekreasi di Bali Zoo dan melihat aneka binatang, nih kayaknya anak saya juga bakalan riang gembira :)

Tapi kayaknya kalau hanya bepergian sendiri tanpa ada anak kecil lain kayaknya juga kurang sip. Musti ngajak temen yang punya anak kecil biar lebih seru. Moga-moga saja besok ada teman yang punya anak kecil yang bisa dibajak turut serta hehe..

Hem, liburan kayak gini bisa saya jadikan tren kayaknya. Yaitu pergi berlibur ketika sedang tidak liburan, dan berdiam dirumah saja ketika sedang musim liburan. Hehe..cool! Saya selintas membayangkan suasana libur panjang akhir Desember kemarin di Bali dengan suasananya yang kayak rimba yaitu crowded, hem kayaknya nggak deh. Matur suksma wae. Nih orang pada tumplek blek pas akhir tahun gak jadi ngilangin stress malah dapat stress. Dimana-mana macet man..! Juga pas lagi musim hujan. Sudah gitu harga kamar dan sebangsanya pada naik semua. Wah, kayaknya strategi liburan harus diganti nih.

Model pergi berlibur pada saat musim liburan adalah perilaku orang kantoran. Ya, mereka hanya bisa bepergian pada libur kantor kayak gitu. Sangat terbatas waktunya. Kalau saya syukurnya bukan orang kantoran. Saya orang rumahan yang alhamdulillah saban hari ngendon saja dirumah alias pekerjaan gak mengikat. Jadinya kapan saja bisa liburan. Hore asyiknya..!! Baiklah, semoga besok tidak ada halang rintangan yang merintang (*halah*), dan keinginan untuk pergi ke Ubud bisa terlaksana. Amin.

Ayo, berlibur ke Ubud!

Category: Bali, Pribadi  | Tags: , , ,  | Comments off
Friday, January 02nd, 2009 | Author: Arif Haliman

Buat sebagian besar orang, momen pergantian tahun baru 2009 kemarin adalah momen untuk bergembira. Apalagi diseputaran hari-hari itu terdapat 4 buah tanggal merah yang berarti libur, yaitu tanggal 25, 28, 29 dan 1. Tanggal merah memang dimana-mana libur, namun yang membuat saya geregetan untuk menulis kali ini adalah: betapa sontoloyonya kantor pos yang dengan entengnya ikut-ikutan bertahun baru ria, dan hanya buka separuh hari! Ya, saudara-saudara, mereka dengan semangat tahun baru hanya buka separuh hari tanggal 26 Desember dan 2 Januari.

Saya 2 kali kecele datang ke kantor pos di Denpasar untuk mengirim paket busana muslim ke Sumatera dan Malaysia. Pukul 1 siang dan ternyata para pegawai mereka sudah pada pulang, alias kantor kosong melompong. Saya hanya melongo di depan kantor mereka yang bernuansa orange gemblung itu. Apa saya yang gak ngerti tanggal, atau saya tersesat salah mendatangi gedung? Setelah yakin bahwa ini memang kantor pos yang saya tuju, barulah saya ngeh kalau ini pasti salah satu kelakukan buruk para pegawai (negeri) yang suka sekalian bolos, atau masuk setengah hari saja pada apa yang dinamakan ‘hari kejepit nasional’.

Minta maaf untuk para pegawai atas komentar saya ini. Namun fakta ini masihlah berlangsung terus di negeri yang bernama Indonesia ini. Terutama di instansi pemerintahan seperti kantor walikota atau bupati, puskemas atau kelurahan, dsb, fenomena seperti ini sulit untuk dihilangkan.

Khusus mengenai jasa kargo, saya sangat bersyukur dengan menjamurnya jasa pengiriman barang yang dikelola swasta. TIKI di Denpasar misalnya. Nih kargo betul-betul ok. Pelayanannya cepat, dan yang terpenting mereka gak hobi tutup. Malah hari minggu juga buka karena ada program kirim paket di hari libur, keren kan?

Imbas dari hanya buka setengah harinya kantor pos pada hari itu, jadinya saya langsung balik pulang dan yang bikin kecewa, paket tidak bisa terkirim hari ini. Artinya apa? Pembeli semakin lama menerima barangnya yang berakibat layanan kita dibilang lambat. Pembeli menjadi kuatir, dan terutama yang di luar negeri, mereka akan berpikir: what the hell is happening in Indonesia…?? Tidakkah terpikir bahwa instansi-instansi seperti ini adalah instansi publik yang memiliki fungsi strategis plus fital melayani banyak orang? Saya berpendapat mereka pastinya sudah berpikir demikian, hanya saja mungkin mental melayani dan bekerja sepenuh hati saja yang masih kurang, sehingga kena sindrom liburan-panjang-tahun-baru-yang-mengasyikkan: pulang setengah hari saja bleh!

Kayaknya kantor pos harus segera berbenah nih. Belum lagi sikap para pegawainya yang gak ’seia-sekata’. Ada yang bajunya dimasukin, ada yang gak. Ada yang merokok, ada yang gak. Ada yang asyik baca koran, beberapa yang lain hilir mudik godain kawannya. Apalagi ini dilakukan di front line alias bagian pelayanan!

Apakah liburan panjang sekali ini yang ditambahi dengan kebijaksanaan buka setengah hari merupakan kebijakan pemerintah pusat? Kalau iya berarti pemerintah pusat negara Indonesia sama sontoloyonya dengan kelakukan salah satu departemennya itu. Kalau untuk tanggal 26 ok deh, tapi tanggal 2 ? Ampun pak, jangan ada lagi deh kebijaksaaan kayak gini!

Category: Opini, Pribadi  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Thursday, January 01st, 2009 | Author: Arif Haliman

Alhamdulillah sudah memasuki tahun 2009. Ada banyak rencana dan harapan besar didepan sana. Semuanya memerlukan usaha dan doa yang fokus untuk mencapai tujuan itu. Namaun, di hari pertama pada tahun 2009 ini marilah kita sempatkan berhenti dan menoleh sejenak kepada sebuah peristiwa pilu tanggal 27 Desember 2008, dimana Israel membombardir Palestina dengan bom lebih dari 5 ton dari pesawat angkatan udaranya. Palestina, negeri yang masih terus berkecamuk itu seolah dijadikan Allah sebagai sebuah pelajaran nyata betapa musuh-musuh Islam akan terus selalu berupaya memerangi cahaya Islam.

Peristiwa kelam yang terjadi tepat 2 hari sebelum tahun baru 1430 Hijriah atau 4 hari sebelum tahun baru 2009 Masehi seakan memberi teguran kepada kita untuk merenung: Masih perlukah kita untuk merayakan pergantian tahun (Masehi) itu dengan berhura-hura seperti biasanya? Masih tegakah kita bergembira ria sedemikian rupa padahal saudara muslim kita di Palestina sedang menjalani hari-hari terburuk mereka? Apabila hati nurani dan solidaritas sesama manusia (muslim) masih menancap i kalbu, tertunya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas sudah jelas.

Oleh karena itu sangatlah wajar apabila beberapa negara seperti negara di Timur Tengah menunjukkan sedikit solidaritas dengan melarang adanya perayaan tahun baru di negara mereka. Terlepas dari sikap beberapa pemimpin dunia Arab yang masih melempem merespon tragedi ini, langkah ini sudah dianggap tepat.

Bagaimana dengan saudara-saudara kita di Indonesia? Negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia ini mayoritas masih merayakan malam pergantian tahun dengan penuh suka cita. Seolah lupa dengan tragedi Palestina yang masih berlangsung dan ancaman krisis finansial global yang masih mengintai, semoga mereka cepat sadar dan bangun cepat lagi pagi hari ini dengan sangat siap. Sebab perjuangan dan usaha yang harus dilakukan pada tahun ini dan yang akan datang untuk tetap survive dan makin bekembang, memerlukan sikap mental yang kuat, selalu fokus dan waspada, namun dengan tetap rileks yang pada tempatnya.

Namun, bahkan hari ini masih belum terlambat untuk memberikan kontribusi nyata untuk para mujahidin di Palestina. Sumbangkan donasi kamu untuk perjuangan Palestina salah satunya melalui http://www.kispa.org. Saya sudah melakukannya beberapa kali lewat lembaga ini. Juga kampanye saya untuk melawan keburukan Israel dengan memasang logo ANTI ISRAEL di website Busana Muslim saya. Hanya ‘hal-hal kecil’ seperti ini yang bisa kita lakukan. Tentunya insyaAllah tidak terlalu sulit bukan?

Sekarang, apa yang sudah dan akan kamu lakukan di hari pertama 2009 ini?

eXTReMe Tracker