Archive for » November, 2008 «

Sunday, November 30th, 2008 | Author: Arif Haliman

Merokok? Bagi sebagian orang ini adalah kebutuhan. Bagi sebagian yang lain adalah gaya hidup. Bagi saya? Suer, kalaulah beli sebungkus rokok, tuh rokok akan habis dalam waktu 3 bulan kedepan. Artinya apa? Suangat juarang sekali saya merokok. Hehe..kasihan para produsen rokok punya pelanggan kayak saya.

Untuk kamu yang tidak merokok, saya ucapkan Selamat! Jaman sekarang ini kalau ada yang tidak merokok maka pasti hebatlah dia. Ingatlah saudara-saudara, setiap waktu dan tempat kita selalu dikepung oleh yang namanya (promosi) rokok. Lewat iklan di televisi, internet, koran dsb. Sekeliling kita baik di kantor, warung atau di jalanan selalu terlihat pemandangan orang merokok. Seorang perokok lewat iklan-iklan yang ditampilkan adalah orang yang sehat, tegas, macho dan petualang. Kesan yang pokoknya ciamik dah. Nah, dengan segala kepungan edan ini dan kamu masih bisa tidak merokok? GREAT!

Sebetulnya kalau pake logika goblok-goblokan saja semua sudah tahu. Kalau para atlit adalah ukuran orang yang sehat, lalu apakah ada atlit yang gemar merokok? Apalagi sampai habis 1 atau 2 bungkus per hari! Pun kalau toh masih ada atlit yang nekat merokok tuh atlit pastinya goblok, gak pernah cetak rekor atau atlit gadungan hehe :)

Masih ingat tentang demo pendukung rokok beberapa waktu lalu yang memprotes fatwa MUI bahwa merokok itu haram? Walaupun saya pribadi lebih condong mengatakan bahwa merokok itu hukumnya Makruh, namun saya bisa memaklumi sikap MUI yang langsung mengatakan bahwa rokok itu haram. Beberapa hal yang membuat kita geregetan terhadap orang merokok adalah:

1. Mengandung nikotin yang menyebabkan kecanduan
Sudah ngerti kan bahaya orang kecanduan? Yang namanya kecanduan, apakah kecanduan ganja, main internet, main cewek atau judi, selalu saja membuat orang berbuat nekat.

2. Membakar uang
Lha, uang kok dibakar! Orang yang berbuat kayak gitu mestinya sudah edan. Terutama kalau perokok adalah pas orang miskin, terus mau diberi makan apa anak dan istrinya?

3. Membodohi masyarakat
Yang ada dipikiran para pendukung merokok adalah, kalau rokok semakin dilarang, maka yang terjadi adalah:

1. Tenaga kerja di pabrik rokok semakin berkurang.
2. Petani tembakau semakin merugi.

Selalu hal-hal seperti ini yang didengungkan. Tidakkah juga dipikir bahwa dengan semakin dibebaskannya orang merokok, kelompok lain yang mengalami kerugian lebih besar yang tampak di depan mata adalah:

1. Para tukang becak, kuli bangunan, supir angkot, dsb.
2. Para pegawai rendahan (negeri / swasta).

Dari penjelasan singkat ini saja silakan diambil perbandingan. Lebih banyak mana jumlah buruh rokok + petani tembakau dengan para wong cilik (supir, kuli, tukang, pengangguran) + pegawai rendahan negeri / swasta? Dengan mengambil sampel untuk Indonesia, terlebih lagi dunia, tentunya jauh lebih banyak jumlah kelompok kedua. Lantas mengapa pemerintah terkesan lebih suka ‘menyelamatkan’ kelompok pertama yang notabene jauh lebih sedikit? Bisa ditebak muara akhirnya adalah besarnya sektor penerimaan pajak dari cukai rokok dan tembakau. Itu saja sebetulnya. Hanya kearifan dan nurani pemerintah diharapkan lebih terbuka dalam menyikapi hal ini. Bahwa faktor kemanusiaan harus lebih utama dari sekedar faktor pajak.

Singkatnya, sebisa mungkin Stop Merokok dah! Kalau sudah kebablasan, kelakuan ini sama jeleknya kayak kalau kamu menggunakan kartu kredit .

Ingin lebih tahu mengenai dukungan bagaimana berhenti merorok? Link berikut mungkin bisa menjadi awal yang baik: http://www.stopmerokok.com

Category: Motivasi, Opini  | Tags:  | Comments off
Sunday, November 30th, 2008 | Author: Arif Haliman

Membaca buku Kisah Paling Menakjubkan di Dunia (The World’s Most Incredible Stories) akan membawa alur pemikiran kita yang sering menganggap bahwa kehidupan disekitar kita normal-normal saja, akan sedikit berubah total. Kita akan terpengarah, sulit percaya atau malah ketawa ngakak demi mengetahui peristiwa-peristiwa aneh atau fenomenal yang disajikan dalam buku ini.

Cerita-cerita menakjubkan ini diambil dari Majalah Fortean Times yang memang spesialisasinya memuat berita-berita menghebohkan yang terjadi diseluruh dunia. Cerita-cerita heboh yang ada dalam buku ini dibagi dalam beberapa bagian seperti Manusia Kadal, Rumah Berhantu, Kejahatan Misterius, Keanehan Religius, dsb. Semua cerita disajikan secara singkat dan diberi sumber berita beserta tanggal. Meskipun kisah-kisah yang diangkat kisah lama antara tahun 1973 - 1990, namun isinya masih asyik untuk dibaca.

Salah satu cerita yang mungkin membuat pelakunya menjadi terkenal sepanjang masa adalah seperti yang ada di bab Apa Artinya Sebuah Nama? : “James Bond, 15 tahun, murid di SMU Argoed, Wales Utara, dan peserta ujian tahun 1990, diberi nomor 007 secara acak oleh komputer. Bagi mereka yang tidak paham kebetulan ini, harus dijelaskan bahwa nomor kode tokoh fiksi agen rahasia terkenal James Bond juga 007″. Menarik bukan?

Ada lagi cerita ‘ringan’ namun ada kesan seram di bab Cerita Dari Dalam : “Marie Hefferman berusia 13 tahun ketika ia menelan logam saat makan puding Natal (koin itu terselip dalam puding). 12 tahun kemudian Marie terkena serangan batuk dan memuntahkan uang logam itu.” Juga cerita berikut ini : “Seumur hidupnya, suami saya [berumur 75 tahun] selalu punya masalah ketulian,” tulis Ny. Jack Crackers dalam surat kepada Bradford Argus (18 Februari 1978)”. “Kemudian ketika kami di Swedia, ia tersedak permen, dan setelah saya memukul keras punggungnya, sebuah tiket bis yang dikeluarkan di Buxton, Derbyshire tanggal 2 Mei 1927, terlontar dari telinganya. ‘Itu pasti tersangkut di telinga saya ketika saya pulang sekolah,’ kata si suami”. Hehe..

Buku terbitan KARISMA Publishing Group ini layak kamu baca di waktu senggang. Hati-hati! Beberapa ceritanya bisa membikin kamu ketawa-ketawa terus karena ceritanya betul-betul ngawur (masuk akal namun sulit sekali diterima akal. Mengerti, khan?).

Judul: Kisah Paling Menakjubkan Di Dunia (The World’s Most Incredible Stories)
Penyunting : Adam Sisma
Alih Bahasa : Esther S. Mandjani
Penerbit : KARISMA Publishing Group

Category: Resensi  | Tags:  | 3 Comments
Saturday, November 29th, 2008 | Author: Arif Haliman

Berenang dikolam renang? Itu dah sering. Kalau berenang di pantai itu baru beda. Ya saudara-saudara, saya tadi pagi coba-coba nyebur mandi plus berenang di pantai Sanur Bali. Tepatnya di Pantai Shindu yang kalau mau masuk lewat depan Sanur Paradise Plaza Hotel itu.

Niat awalnya hanya mau pelesir sekitar Denpasar saja yaitu menikmati sunrise bersama anak dan istri sekitar pukul 6 pagi. Seperti sudah diduga sebelumnya, pas sampai dilokasi, karena sedang weekend, tempat parkir sudah lumayan penuh. Agak susah juga parkir karena bawa mobil, jadinya harus berbolak-balik maju-mundur ria sampai mobil pas terparkir dengan rapi.

Kemudian berjalan sekitar 20 meter menuju pantai, dan inilah dia: Spectacular sunrise in Sanur beach hehe..Pemandangannya memang sangat spektakuler. Disarankan kamu-kamu kalau pas lagi di Bali untuk menyempatkan diri nonton sunrise di Sanur. Gak kalah ciamikpanoramanya sama sunset di Kuta. Bedanya hanya kalau di Kuta lihat matahari terbenam atau sunset, di Sanur lihat matahari terbit atau sunrise.

Pas lagi enak-enaknya poto sana poto sini, mata beralih melihat ke bibir pantai. Wah, para pengunjung kebanyakan pada nyebur dipantai. Kayaknya asyik juga nih, pikir saya. Tanpa ba bi bu langsung turun menuju ke pantai dan lepas baju.

Dipantai mungkin ada sekitar 30 an orang yang juga nyebur mandi. Tua, muda, anak, balita semuanya nyebur disana. Semuanya lokal, gak ada yang bule. Yang bule hanya joging-joging saja di pasir pantai atau  cuman nongkrong disana. Mungkin mereka pada takut ketularan semacam penyakit kulit ganas kalo ikutan nyebur hehe..

Pelesir kayak gini adalah salah satu bentuk rekreasi keluarga yang murah meriah namun asyik. Gak perlu tiket masuk untuk bisa nonton matahari terbit dan nyemplung dipantainya. Bayar hanya waktu mau parkir mobil yang cuma 2000 perak. Atau bayar pas ingin beli gorengan semacam lumpia cuma 500 perak per biji :)

So, datang ke Bali? Jangan lupa ke pantai Sanur ya..

Category: Bali  | Tags: ,  | One Comment
Saturday, November 29th, 2008 | Author: Arif Haliman

Menjadi mandiri tidak bekerja ikut orang seperti sekarang ini sungguh tidak kebayang sebelumnya. Seperti layaknya mahasiswa standar yang mempunyai jalan pikiran yang juga standar, saya berpikir standar bagaimana caranya setelah lulus nanti bisa dapat pekerjaan yang ‘enak’. Enak disini agak sulit juga didefinisikan, apakah gaji yang ok, bidang kerja yang sesuai atau kerja deket rumah :)

Lulus dari Universitas Brawijaya Malang jurusan Manajemen Informatika, saya yang memang alhamdulillah tidak pernah menjadi penggangguran, langsung terbang ke Bali setelah 1 minggu diwisuda. Sebelum itu sudah bekerja fulltime jadi instruktur software komputer diantaranya HTML, Dreamweaver, PHP dan MySQL di LBB Alpine Malang selama 1,5 tahun, dan resign 1 minggu sebelum wisuda. Jeda 2 minggu ngganggur saya sempet-sempetkan ngajar privat di Mojokerto tercinta :)

Begitu tiba di Bali dan setelah wawancara langsung diterima kerja jadi web designer di sebuah biro tur dan travel online di Denpasar. Gak bertahan lama hanya 3 bulan langsung cabut dan dapet kerja di perusahaan web hosting di Kuta sebagai web programmer. Di perusahaan yang dimiliki oleh bule Selandia Baru inilah pengalaman dan mental saya betul-betul terasah, dan betul-betul mengerti tidak hanya sisi bidang pekerjaan saya seputar programming, namun juga sisi bisnis dan menjalin hubungan dengan klien. Saya bisa mengerti dua dunia yang sangat berbeda ini karena dua hal diatas sekaligus saya yang manghandle. Kamu mungkin sudah mengerti bahwa programmer biasa menyendiri duduk manis depan komputer, sedangkan perihal bisnis dan menjalin hubungan dengan klien lebih bersifat riset dan pemasaran. Walaupun ritme dan bidang garapan yang sepertinya tumpang tindih, namun membawa kegunaan yang sangat bermanfaat.

Begitulah singkat cerita karena berpengalaman dalam banyak hal termasuk didalamnya melakukan SEO (search engine optimization) dan sangat paham dampaknya apabila website kita menjadi nomor satu di Google atau Yahoo, lama kelamaan jadi berpikir. Mikirnya sederhana namun inspriratif: Daripada membuatkan website bisnis untuk orang lain (klien) dan kemudian bisa menjadi nomor satu di search engine, mengapa tidak membuat website bisnis untuk diri sendiri?

Kalau website itu milik klien dan jadi nomor satu di search engine dan karenanya peluang tercipta transaksi sangat besar, maka bisa ditebak seluruh uang hasil transaksi tadi dinikmati 100% oleh pemilik website. Kita sebagai developer website tidak satu sen pun mendapatkannya. Kita hanya mendapatkan uang hanya pada saat kita sudah dan sedang mendisain websitenya, atau harga untuk membuat website itu. Nah, sekarang coba bayangkan apabila website itu milik kita sendiri. Berapapun nilai transaksi yang tercipta maka 100% uang tersebut menjadi milik kita! Asyik bukan? Dan dari pemikiran sederhana seperti diatas inilah akhirnya tercipta website bisnis pertama saya Bali car rental yang menandai era baru saya sebagai business owner (usahawan) dan meninggalkan status pegawai (karyawan).

Jadi, beranikah kamu beralih dari karyawan menjadi usahawan? Harus! Begitu banyak bidang bisnis yang masih bisa digarap. Tidak harus online offline pun bisa. Mulailah sekarang juga. Bantu negara Indonesia tercinta ini dengan salah satunya menjadi usahawan handal yang mandiri.

InsyaAllah selalu diberi kemudahan dan kelancaran urusan. Amin.

Category: Motivasi, Pribadi  | Tags: ,  | 4 Comments
Thursday, November 27th, 2008 | Author: Arif Haliman

Hari ini kiriman kaos muslimah SIK Clothing datang lagi. Kali ini ‘hanya’ berjumlah 150 pieces dengan berbagai macam model dan ukuran. Ya, pasca Lebaran orang-orang biasanya berbelanja busana muslim yang bersifat kasual alias berbahan kaos namun tetap syar’i. Lain halnya untuk acara Lebaran biasanya para wanita berbelanja busana muslim yang lebih bersifat resmi seperti merek Toyusin atau Manet.

Kaos muslimah SIK Clothing nampaknya masih terdepan dalam urusan penjualan online di bisnis busana muslim saya. Ada merek lain yang juga berbahan kaos yaitu Qirani namun masih belum bisa mengejar SIK dalam hal angka penjualan. Entah apa karena Qirani lebih mahal atau kurang populer dibandingkan SIK, namun yang jelas sebetulnya Qirani juga sangat nyaman dan enak dipakai, begitu kata istri saya. Kalau SIK Clothing sendiri nampaknya dilihat dari segi model disain lebih unggul dan variatif.

Anyway, berbisnis busana muslim secara online di Indonesia sangat menarik. Kamu sekalian mesti mencoba berbisnis busana muslim ini. Secara nasional, perputaran uangnya sangat tinggi mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Apalagi momen-momen menjelang Lebaran, tingkat perputaran uangnya akan jauh lebih tinggi.

Dijaman yang semakin religius ini kebutuhan akan busana muslimah yang syar’i sekaligus trendi apakah itu baju gamis atau blus insyaAllah semakin meningkat. Kalau jaman dulu berbusana muslim masih tampak ndeso dan peminatnya sedikit, jaman sekarang adalah kebalikannya: sangat trendy dan profesional serta cenderung meningkat jumlah pemakainya. Dengan berkeyakinan bahwa berbusana muslim adalah kewajiban dan bukan sekedar simbol, maka sudah sewajarnya kita turut mempopulerkan pemakaian busana muslim.

Di pulau Bali sendiri banyak pendatang dari luar Bali yang notabene muslim. Mereka yang berdomisili disekitar kota Denpasar biasanya langsung datang kerumah dan memilih beberapa potong baju. Saat ini bisnis busana muslim online saya ini sudah melayani pembelian dari seluruh Indonesia dan beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura dan Brunie. Amerika dan Belgia juga sudah pernah kami layani.

Jadi melihat potensi penjualan busana muslim begitu besar, kenapa tidak kamu coba sekarang ?

Category: Bali, Bisnis  | Tags: ,  | 6 Comments
Thursday, November 27th, 2008 | Author: Arif Haliman

Rusuh politik sedang merambah negara Thailand. Negeri Gajah Putih ini sedang meradang karena kondisi negaranya sedang dilanda carut-marut politik yang tak kunjung henti. Seperti biasanya, kerusuhan politik selalu berimbas ke kerusuhan lain seperti demo anarkis, blokade gedung pemerintahan dan fasilitas umum, dan sebagainya. Seperti dilaporkan Jawa Pos, rusuh politik di Thailand ini dipicu oleh ketidakpuasan rakyat terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Somchai Wongsawat yang notabene adik ipar mantan PM Thaksin Shinawatra, dan menuntutnya mundur. PM ini ditengarai banyak melakukan korupsi seperti yang dilakukan oleh kakak iparnya.

Sekarang ini banyak turis mancanegara yang berniat bulat eksodus dari Thailand. Namun apa daya niat itu sulit dilakukan karena 2 bandar udara terbesar di bandara dikuasai para demonstran. Semua penerbangan dari dan ke Thailand semuanya dibatalkan. Bisa dibayangkan betapa makin uring-uringannya para turis itu. Hal ini mirip dengan kejadian bom Bali pertama tahun 2002 lalu. Saat itu banyak sekali turis manca yang berniat sesegera mungkin meninggalkan Bali karena sangat ketakutan. Gelombang eksodusnya sama, namun penyebabnya berbeda. Tidak ada demonstran di bandar udara Ngurah Rai Bali sehingga arus eksodus tetap lancar dan terlayani. Hal ini sedikit banyak bisa melegakan para turis itu.

Nah, apa hubungan antara konflik Thailand dengan Bali? Erat sekali saudara-suudara! Hal ini terutama terkait dengan pariwisata Bali. Seperti yang sudah diketahui bahwa Thailand dan Bali bersaing ketat dalam hal pariwisata. Thailand dengan Phuket dan Bali dengan Kuta seolah 2 orang sprinter yang saling kejar agar kunjungan turisnya selalu unggul. Dengan adanya konflik disana, para turis tentunya akan mikir ngapain juga liburan ketempat perang kayak gitu? Mending juga pergi ke Bali aja ahh..begitu kira-kira pikiran mereka. Dan disinilah momentum ini akan bertemu: Peak Season new year yang memang selalu penuh + tambahan turis yang batal ke Thailand namun memilih old and new di Bali. Hasilnya ? Peak Season Plus ! :) Okupansi Bali hotel dan Bali car rental kemungkinan akan mengalami lonjakan permintaan yang lebih tinggi.

Yang jelas adalah industri pariwisata di Thailand akan semakin terpukul. Syarat pertama sebuah negara dalam mempromosikan pariwisatanya adalah keamanan dan kenyamanan. Dan inilah yang tidak dimiliki Thailand saat ini. Kita ingat betapa syarat ini juga tidak dimilik Indonesia pasca bom Bali dan pengeboman di berbagai kota di Indonesia lainnya. Jangankan berita pengeboman, kabar eksekusi Amrozi cs saja sudah mampu membuat tempat wisata di Bali menjadi sepi.

Namun tentunya kita berharap apapun konflik yang sedang terjadi di Thailand segera diakhiri saja. Bukannya apa-apa, tentunya solidaritas sesama Asia dan atas nama kemanusiaan harus kita junjung tinggi daripada sekedar urusan bisnis. Bagaimanapun juga bangsa Indonesia pernah dan sering mengalami situasi pahit akibat rusuh seperti ini. Dan itu sangatlah tidak enak.

Okay Thailand, semoga cepat membaik kondisimu. Rukun, aman dan sentosa semoga kembali lagi diatas bumi Thailand. Amin

Thursday, November 27th, 2008 | Author: Arif Haliman

Kamu akan rekreasi ke Bali? Ada baiknya menjadikan salah satu ikon places of interest atau tempat wisata di Bali ini sebagai tempat kunjungan. Ya, Bali Zoo atau Kebun Binatang Bali. Bali Zoo terletak di daerah Gianyar, tepatnya dipusat kerajinan emas dan perak di Bali, yaitu Celuk. Dari arah Denpasar atau Kuta berjarak sekitar 20 menit perjalanan melalui by pass. Untuk mencapai kesana paling enak memakai kendaraan pribadi daripada angkutan umum. Website sewa mobil di Bali ini bisa menjadi sarana transportasi yang bisa kamu andalkan.

Seperti halnya kebun binatang lain yang ada di Indonesia, seperti Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kebun Binatang Ragunan atau Taman Safari, Kebun Binatang Bali ini juga menawarkan pengalaman rekreasi yang edukatif dan menyenangkan. Disarankan untuk membawa serta anak-anak karena dijamin keceriaan dan kepuasan akan mereka rasakan. Saya melihat sendiri anak saya Tika yang berumur 2.5 tahun berlari-lari tiada henti dan selalu terpanah kayak panah disetiap kandang hewan yang dilewatinya :) .

Tiket masuk untuk wisatawan lokal seharga 50.000 rupiah per orang. Anak-anak lebih murah lagi harganya, tapi sori tidak ingat berapa harga pastinya. Yang pasti adalah, begitu baru bayar diloket dan beranjak naik tangga menuju gerbang kebun binatang, jangan sekali-kali mengira seekor iguana yang nyante duduk-merem-bengong-sambil-jemur disana adalah patung. Ya, saking perfectnya doi bobok disana, saya betul-betul mengira bahwa itu adalah makhluk jadi-jadian (alias patung). Tapi, eh, begitu saya sentuh punggungnya lha kok tiba-tiba matanya terbuka!! Untung alhamdulillah yang saya sentuh punggungnya, kalaulah yang saya sentuh mulutnya mungkin akan digigit tanganku (benar tidak ya iguana bisa gigit ?).

Di Bali Zoo ini terdapat berbagai macam binatang koleksi seperti kera, monyet, lutung dan spesiesnya. Juga ada kuda nil, jerapah, singa, harimau beserta spesiesnya. Berbagai hewan ’standar’ kayak kambing, sapi dan burung juga ada. Hewan yang masuk dalam kategori imut-imut kayak marmut dan burung merak juga tersedia. Yang paling fenomenal mungkin si Jacky. Jacky adalah sebangsa kayak orang utan yang sangar dan menurut saya sedikit-sedikit menyerupai monster yang sering terlihat di film Gaban, Megaloman atau Satria Baja Hitam. Doi yang sangat garang tersebut suka sekali dilihatin orang-orang karena terbukti suka berpose yang aneh-aneh. Hanya sayangnya pas saya berkunjung ke kebun binatang Bali ini tidak menjumpai gajah. Hewan super jumbo ini sayang kalau sampai tidak ada di sebuah kebun binatang, soalnya anak-anak sering merindukannya. Mungkin biaya makannya yang juga super jumbo sehingga pengelola bonbin ini kurang berminat memeliharanya ;) ?

Bagi kamu yang cepat capek-capek, jangan kuatir. Banyak sekali disediakan tempat istirahat berupa tempat duduk melingkar disetiap belokan. Juga terdapat beberapa restoran dengan menu luar dan dalam negeri untuk makan atau sekedar minum. Oiya, satu lagi yang asyik adalah di kebun binatang ini kita bisa menaruh burung yang lumayan gede dipergelangan tangan. Entah kenapa nih burung hanya mau nongkrong di tangan kita dan tidak mau terbang. Apa memang dibuat tidak bisa terbang? Entahlah. Yang pasti dengan ditemani pemandunya kita bisa berfoto sama seekor burung hinggap di tangan kita. Gratis. Tapi kalau mau beri uang tip sama pemandunya itu sangatlah disarankan.

Category: Bali  | Tags: , ,  | Comments off
Friday, November 21st, 2008 | Author: Arif Haliman

Kartu kredit adalah alat pembayaran pengganti uang tunai. Benda yang bentuknya mirip KTP ini untuk beberapa situasi dan kondisi memang sangat powerful alias berguna. Namun beberapa sikon tertentu juga bisa membuat pemegangnya sport jantung dan kapok memilikinya lagi.

Penggunaan kartu kredit pada hakikatnya adalah hutang. Kita membeli sesuatu dengan berhutang terlebih dahulu. Hutang kepada siapa? Tentunya kepada bank penerbit kartu kredit itu. Nah, salah satu resiko (terbesar) dalam memiliki kartu kredit adalah gagal bayar. Atau dengan kata lain kita terlambat membayar tagihan kartu kredit sebelum jatuh tempo. Apabila sudah masuk jatuh tempo maka bisa dipastikan denda akan menanti. Besar denda bervariasi bergantung kebijaksaan bank penerbit kartu kredit, dan berapa lama hutang tersebut mengendap.

Di Indonesia sudah menjadi rahasia umum bahwa, terutama pemegang kartu oleh kelas menengah (atau malah juga kelas bawah), seringkali penggunaannya ’salah sasaran’. Fungsi utama kartu kredit yang seharusnya adalah pengganti uang tunai dalam pembayaran dengan jumlah besar dan berjarak jauh (misalnya booking Bali Hotel), berganti menjadi alat penghutang yang efektif dan parahnya digunakan untuk berbelanja barang keperluan sekunder dengan transaksi face-to-face.

Kita sering menjumpai orang yang menggunakan kartu kredit untuk sekedar berbelanja kulkas, DVD atau kasur yang harganya relatif terjangkau. Karena terjangkau tentunya lebih bijak melakukan pembayaran dengan uang tunai yang bisa dibawa dalam dompet. Mulanya mungkin dianggap biasa, namun lama kelamaan menjadi terbiasa. Andai saja sekolah anak bisa dibayar dengan kartu kredit, pasti biaya sekolah anaknya juga akan di kredit!

Kebiasaan model begini (kebiasaan berhutang) adalah kebiasaan yang buruk. Sampai pada akhirnya sangat gemar berkartu kredit atau berhutang yang pada waktu tertentu tidak ada kemampuan untuk membayar tagihannya, dan malapetaka itu muncul yaitu telepon bertubi-tubi dari bank yang terus mengejar tagihan tersebut.

Oleh karena itu wahai saudara-saudara sebangsa setanah air, dipikir dulu SERIBU KALI kalau ingin apply kartu kredit. Timbang baik buruknya, membawa manfaat atau mudharat. Tidak usah gengsi tidak punya kartu kredit. Ingat! Bertransaksi dengan kartu kredit adalah hutang. Dan ketidakmampuan membayar hutang sebelum jatuh tempo berisiko dosa besar yaitu riba.

Category: Opini  | Tags: , ,  | Comments off
eXTReMe Tracker