Archive for » 2008 «

Tuesday, December 23rd, 2008 | Author: Arif Haliman

Minggu ini tepatnya tanggal 27 Desember 2008 akan ada seminar Andrie Wongso di Bali. Seminarnya kali ini mengambil judul Tomorrow Will Be Better ‘09 (Esok Penuh Harapan). Tiket peserta seharga Rp 275.000 sudah saya beli hari ini di toko buku Gramedia Denpasar.

Seminar motivasi seperti ini insyaAllah akan menjadi seminar pertama yang akan saya hadiri. Sebelumnya tidak sekalipun hati saya tergerak untuk menghadiri sebuah seminar motivasi. Biasanya hanya seminar di kampus atau launching software pas dulu masih kerja sama orang. Itupun sudah lebih dari 2 tahun yang lalu ;). Nah, kali ini mumpung pembicaranya sekelas Andrie Wongso yang berjuluk Motivator No. 1 Indonesia dan diadakan di Bali, yeah, sikat aja bleh..

Saat ini saya memang sedang gandrung-gandrungnya untuk lebih mengerti dan menghayati bisnis atau usaha. Jadinya acara ini mugkin tepat buat saya. Setidaknya saya akan mengetahui bagaimana sih seorang Andrie Wongso dalam menyampaikan motivasinya. Disana nanti pastinya juga akan berkumpul para peserta yang bertujuan mencari ilmu untuk bagaimana tetap bersemangat dan fokus dengan apapun bidang kerja dan bisnis yang sedang dijalaninya.

Tahun 2009 mendatang ada beberapa rencana besar yang insyaAllah diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk mewujudkannya. Juga ditahun 2009 tampaknya krisis finansial global yang ramai diberitakan akan tetap mewarnai perjalanan tahun itu. Namun apapun bentuk hambatan di tahun depan ini, bisnis harus tetap berjalan dengan penuh keyakinan dan optimisme yang tinggi. Oleh karena itu, mungkin seminar motivasi nasional ini bisa memberi semacam focus guidance terhadap bisnis saya.

Seminar Nasional Andrie Wongso di Bali pada tanggal 27 Desember 2008 akan mengambil tempat di Aston Hotel Denpasar Jl. Gatot Subroto. Special Performance Ebiet G. Ade seorang penyanyi yang nampaknya akan menjadi legenda pada masa yang akan datang. Sesuai dengan judulnya Tomorrow Will Be Better ‘09 yang sesuai dengan harapan-harapan besar saya di tahun 2009 ini, saya tidak sabar untuk segera menghadirinya. Saya akan coba ceritakan lagi nanti mengenai jalannya seminar nanti.

Or, will I see you guys there?

Category: Bali, Motivasi, Pribadi  | Tags: ,  | 4 Comments
Tuesday, December 23rd, 2008 | Author: Arif Haliman
Sir Arthur Conan Doyle kali ini datang lewat kumpulan cerita-cerita apik sangat menarik lewat detektif kesohornya: Sherlock Holmes. Dalam buku yang berjudul Sherlock Holmes Great Adventures, sang detektif beraksi lewat 15 judul petualangan yang sangat mendebarkan. Mendebarkan sekaligus penuh kejutan khas Sherlock Holmes. Dengan selalu ditemani rekan setianya Dr. Watson, semakin lengkaplah berbagai petualangan detektif mereka terangkum dalam buku ini.

Seperti sudah diketahui, kemasyuran Sir Arthur dalam mengolah cerita-cerita detektif lewat Sherlock Holmes sulit dicari tandingannya. Ceritanya mengalir penuh makna, dan sering kali diakhiri dengan kejutan yang tidak disangka-sangka. Salah satunya adalah perihal ‘dikalahkannya’ dia oleh seorang wanita cantik di judul Skandal di Bohemia, sehingga wanita itu bisa lolos dari insting detektifnya. Mungkin ini adalah satu-satunya cerita yang mengangkat kisah bisa ‘dikalahkannya’ Sherlock Holmes oleh seorang yang ‘lemah’ yaitu wanita.

Kisah lainnya dalam judul Perkumpulan Rambut Merah merupakan perpaduan antara ‘kebetulan’ dan rencana perampokan jahat namun dilakukan dengan lembut Oleh pelakunya. Kebetulan disini adalah adanya beberapa orang yang berambut merah menyala dan memiliki klub!

Well, untuk bisa menikmati kisah-kisah menakjubkan si detektif dalam buku ini, segera saja membelinya. Berikut adalah 15 judul komplit yang tersaji:

1. Skandal di Bohemia
2. Perserikatan Rambut Merah
3. Misteri Danau Boscombe
4. Berlian Biru
5. Si Pria Bujangan
6. Copper Beeches
7. Enam Napoleon
8. Konstruktor dari Norwood
9. Kacamata Emas
10. Pria Berbibir Sumbing
11. Jempol Sang Ahli Mesin
12. Sang Pasien
13. Hilangnya Lady Frances Arfax
14. Tiga Orang yang Bernama Garridebs
15. Wisteria House.

Judul: Sherlock Holmes Great Adventure
Oleh: Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit: NARASI - Yogyakarta
Hal: 484.

Tuesday, December 23rd, 2008 | Author: Arif Haliman

Hari-hari terakhir ini saya tiba-tiba tertarik (lagi) dengan adanya gadget mutakhir yang beredar dipasaran saat ini. Bermula dari iklan di majalan Swa edisi 4-17 Desember yang baru saya beli, dan kemudian harus melakukan long trip menuju Madura membuat saya melirik lagi produk-produk kecil tapi huebat ini untuk menunjang bisnis online saya.

Gadget baru yang saya dambakan, sebagai syarat pertama dan utama adalah sudah dilengkapi dengan teknologi Push Email. Apaan nih? Teknologi ‘email dorong’ ini adalah server yang berinisiatif mengirimkan email ke henpon kita apabila datang email baru. Jadinya kayak sms. Begitu ada sms, langsung bunyi ‘tulalit’. Nah, tulalit yang saya inginkan lewat teknologi ini adalah sebuah email baru. Asyik kan? Apa istimewanya? Yang jelas bagi saya misalnya, bisa segera mengetahui email booking mobil dan bisa segera dijawab saat itu juga. Cool!

Ya, sepertinya Nokia 3660 butut saya akhir-akhir ini semakin bertambah butut saja. Ni henpon saya beli tahun 2004 dan chasingnya sudah tidak original lagi. Sudah gitu dapet pengganti chasing sekedarnya dan akibatnya bisa ditebak, segala hal yang berkaitan dengan aktivitas mengetik jadi melelahkan. Tombolnya keras banget man..

Untuk mengetik sms mungkin masih oke, tapi mengetik email? Sepertinya kalau bisa jangan terus menerus pakai henpon ini deh. Apalagi kalau aktivitas mengetik ini dilakukan diatas mobil yang seringnya melaju kencang :) Yang protes gak hanya tangan saja, namun kepala juga ikutan puzing.

Nah, setelah brosing sono sini dan lihat iklan di majalah, hanya ada 2 pilihan saja yang t o p b g t: Samsung Omnia i900 dan Sony Ericsson Xperia X1. Harga? Keduanya diatas 7 juta.

Haahh..Sabar, sabar wong Jowo..DP 50jt buat Avanza bulan April tahun depan amankan dulu, baru bicara smart phone :)

Category: Pribadi  | Tags: ,  | One Comment
Sunday, December 21st, 2008 | Author: Arif Haliman

Sampai dengan hari ini, Bali - Madura adalah perjalanan darat terjauh yang pernah saya lakukan. Ini juga adalah perjalanan terjauh plus tersingkat. Berangkat dari Denpasar 17 Desember jam 21.00 dan balik lagi sampai Denpasar 19 Desember jam 17.00. Total 44 jam. Dengan memakai Toyota Avanza yang VVTi, Denpasar - Sampang konsumsi bensinnya terasa sangat murah, hanya sekitar Rp 200.000.

Acara long trip ke Madura kemarin adalah untuk memenuhi permintaan seorang teman yang hendak menikah dengan calon istrinya dari Madura, yang oleh karena suatu sebab tidak bisa didampingi oleh satupun dari pihak keluarganya, dan hanya bisa mengandalkan teman-teman yang ada di Bali ini. Jadinya, kita berempat (termasuk calon mempelai pria) bermobil menuju Madura untuk melaksanakan lamaran dan sekaligus akad nikah. Sengaja digabung menjadi satu karena atas saran perangkat KUA setempat untuk menghemat tenaga, waktu dan biaya dari acara pernikahan ini mengingat kedua calon mempelai sama-sama merantau di pulau Bali.

InsyaAllah dengan niat ikhlas bahwa ini adalah kebaikan, saya pribadi membulatkan tekad untuk berangkat juga ke Madura. Sejujurnya agak berat juga karena harus meninggalkan istri dan anak sendirian dirumah pindahan baru. Ditambah lagi kerepotan istri yang harus sendirian mengepak dan mengirim jualan busana muslim selama saya tinggal dua hari. Juga kerepotan bagaimana memasak makanan plus menjaga si kecil yang sedang dalam masa aktif-aktifnya.

Untuk kerepotan saya sendiri, bisa saya tebak sejak awal bahwa karena ini mendekati peak season New Year di Bali, maka saya akan kerepotan menghandle booking rental mobil Bali saya karena laptop tidak dibawa. Juga Star1 sontoloyo kata customer service nya yang tidak bisa diaktifkan kalau kita masuk Sampang. Jadinya, Nokia 3660 butut saya yang ketiban sampur terus-terusan terima telpon dan sms, plus jadi alat terima dan kirim email dari pelanggan saya. Repot!

Namun untungnya, selama perjalanan pergi pulang saya tidak pernah duduk dibelakang kemudi, jadinya bisa sering-sering angkat telpon, jawab sms dan email dengan lebih nyaman :). Bayangkan kalau seandainya saya ikut-ikutan pegang setir, walah…! Thanks buat 2 teman seperjalan yang betul-betul HUEBAT dalam berkendara, terutama dimalam hari.

Overall, syukur alhamdulillah perjalanan dan acara nikahnya berjalan dengan lancar. Tiba di Madura pukul 11.00 keesokan harinya. Lamaran plus nikah jam 19.00. Jam 22.00 kita bertiga langsung balik ke Denpasar. Walaupun calon mempelai pria harus mengulang 2 kali saat ijab kabul karena pakai bahasa Arab dan kata para saksi kudu diulang :). Saya yang bertindak sebagai saksi nikah dan duduk disamping calon mempelai pria juga sempat was-was ;).

Oh ya, ada satu momen penting yang saya abadikan dalam bentuk foto yaitu Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). Apa kabar perkembangannya. Well, silakan dilihaat foto disamping, namun maaf tidak begitu jelas karena saya ambil diatas kapal ferry dalam kondisi cuaca agak mendung.

Nih jembatan kalau sudah rampung akan membuat pulau Madura semakin menggeliat terutama dari sektor ekonomi. Arus lalu lintas akan semakin mudah dan murah sehingga aktivitas perdagangan akan meningkat. Satu lagi, kalau melewati jembatan ini, kamu akan tiba di pulau Madura daerah Bangkalan yang merupakan wilayah agak masuk ketengah pulau. Berbeda dengan naik ferry, kamu akan bertemu dengan Kamal dan kemudian melewati Socah yang letaknya paling pinggir.

Category: Pribadi  | Tags: , ,  | 2 Comments
Sunday, December 14th, 2008 | Author: Arif Haliman

Majalah SwaSembada edisi 4-17 Desember 2008 mengangkat tema mengenai sepak terjang para pemasar handal (Marketer 2.0) di Indonesia dan sesekali mengambil subyek person maupun cerita dari luar negeri. Mengapa diberi embel-embel 2.0 ? Hal ini untuk semakin menegaskan bahwa era baru sekarang ini berikut tantangannya harus dihadapi dengan lebih kreatif oleh para marketer.

Seperti yang diketahui, era 2.0 di dunia web telah hadir yang ditandai dengan semakin interaktifnya sebuah website dengan adanya partisipasi dua arah antara pemilik/pengelola website dengan pengunjungnya. Fenomena blog dan komunitas sosial seperti Facebook dan Friendster telah merevolusi dunia web setelah masa satu arah web 1.0.

Nah, dengan menambahkan tema 2.0, Swa semakin memberi penegasan bahwa saat ini marketer perlu lebih menitikberatkan jaring pemasarannya dengan lebih semakin dekat dan aktif dalam menjaring konsumen sambil terus membangun komunitas yang loyal baik offline maupun online.

Saya sungguh tertarik dengan bahasannya. Kamu tentu sudah maklum, tidak bisa dipungkiri bahwa dunia internet sudah semakin semarak dengan hadirnya komunitas-komunitas yang didalamnya bisa saling mempengaruhi satu sama lain. Katakanlah ada sebuah anggota komunitas yang bercerita mengenai pengalaman buruknya dengan produk tertentu, dan kemudian dia memberitahukan itu ke komunitasnya, hampir bisa dipastikan disitu akan ramai orang membicarakan kejelekan produk tersebut. Memang tentu saja akan ada yang tidak setuju, namun tetap saja berita itu sudah menyebar, terlepas benar atau tidak. Ingat, pengguna internet terus semakin tumbuh. Dan kalau kejelekan sebuah produk akan terekspose disana, alamat produk itu akan ditanggapi miring oleh masyarakat (online).

Disinilah pentingnya para pemasar untuk tidak melulu menggarap pasar tradisional (offline). Menggarap pasar online sat sekarang ini sudah merupakan keharusan. Kebutuhan beriklan di media online sudah mendesak. Topik bahasan majalah ini juga menyebutkan beberapa profile Marketer 2.0 yang salah satunya adalah bergabung secara intens dengan komunitas media online dan punya jaringan global. Gunanya apa? Untuk menyebarkan kebaikan produknya, dan atau menangkal berita miring yang menerpa produknya.

Selain membahas mengenai dunia para Marketer, edisi ini juga membahas dan memberi informasi mengenai tren dan peluang usaha yang bisa dilirik, khususnya memasuki tahun baru 2009.

Sedangkan saya, apa usaha yang saya lirik? Sepertinya saya akan tetap fokus di bisnis sewa mobil di Bali sambil mem-forecasting prospek usaha rental mobil tahun 2009. Busana muslim? Pasti insyaAllah juga tetap fokus. Bahkan English version untuk penjualan busana muslim online yang membidik pasar luar negeri sudah siap. Silakan tengok di Muslim Clothes.

Selamat berbisnis!

Category: Bisnis  | Tags:  | Leave a Comment
Thursday, December 11th, 2008 | Author: Arif Haliman

Tahun 2008 hanya tinggal menghitung hari saja, dan akan berganti ke tahun 2009. Sepanjang tahun 2008 sampai dengan tulisan ini dibuat syukur alhamdulillah bisnis Bali car rental saya berjalan dengan sangat baik. Malah terjadi lompatan yang sangat mengesankan: Bertambah lagi satu website Bali car hire, income naik hampir 3 kali lipat, dan sudah memiliki 1 unit Toyota Avanza milik pribadi sejak Februari 2008. Rencananya insyaAllah mobil ke 2 akan datang April 2009 karena sudah indent sejak bulan kemarin.

Hanya saja dalam menyongsong tahun 2009 ini terus terang ada sedikit keraguan yang menghadang. Tidak lain tidak bukan adanya isu krisis keuangan di tingkat dunia. Bagaimanapun juga krisis finansial global ini akan membawa dampak yang lumayan signifikan. Telah diketahui yang paling parah menanggung dampak krisis ini adalah kawasan yang telah menjadi main market saya, yaitu Eropa.

Seperti sudah diberitakan bahwa Eropa sudah dinyatakan resesi, alias miskin. Lha, kalau mereka sudah dinyatakah miskin, lantas apakah kebutuhan sekunder kayak liburan ke Bali masih akan menjadi primadona mereka? Logikanya, mereka mestinya lebih mendahukukan kebutuhan primer seperti makan, pendidikan, pakaian dan tempat tinggal. Liburan? Ya mungkin lain kali kalau keadaan sudah mulai membaik.

Seperti diketahui, warga negara Eropa seperti Inggris, Spanyol, Jerman, Belanda atau Perancis adalah warga negara yang sangat gemar bepergian (pleasure). Dan Bali menjadi salah satu tempat wisata favorit mereka. Website Bali car rental saya banyak sekali mendapat tamu dari negara-negara tersebut diatas. Kalau kemudian mereka tidak begitu punya uang untuk pergi liburan, lantas bagaimana dengan nasib bisnis rental mobil saya?

Namun rupanya kekhawatiran seperti ini tidak saya alami sendiri. Beberapa kawan dan pemilik tempat usaha (pariwisata) di Bali juga mengalami was-was yang ama dengan saya. Tahun 2008 apalagi mendekati peak season Tahun Baru masihlah sangat ramai dan menyenangkan. Permintaan mobil dan tingkat hunian hotel sudah melampaui batas wajar, alias sudah sulit mencari mobil dan kamar hotel bahkan sejak awal Desember. Namun, siapa bisa mengira begitu tahun berganti menjadi 2009? Maka indikasinya mungkin bisa diteropong pada awal-awal bulan seperti Januari atau Februari, dan mungkin Maret. Kalau usaha kita diawal bulan-bulan itu masih stabil, berarti insyaAllah kedepannya akan juga tetap stabil. Kalau sebaliknya mulai menunjukkan tren menurun, bersiaplah untuk menghadapi segala kemungkinan.

Omong-omong, apa langkah preventif saya apabila itu memang terjadi ? Saya sepertinya akan meng-cancel pembelian Avanza saya yang ke 2 :)

Namun dengan senantiasa fokus dan berharap plus doa bahwa semuanya akan baik-baik saja, saya berusaha tetap optimis, yakin dan bertambah bersemangat bahwa sepertinya tahun 2009 ini malah akan membawa kebaikan dan keuntungan yang lebih berlipat! Maklum, soalnya sedang dalam semangat tinggi karena ada rencana beli rumah ;) Amin.

Thursday, December 11th, 2008 | Author: Arif Haliman

Saya mempunyai sebuah rencana buat tahun depan 2009. Ya, saudara-saudara sekalian, saya berancana untuk insyaAllah membeli rumah. Rumah ini nantinya akan menjadi momentum awal saya untuk sekaligus belajar mengenai seluk beluk properti. Mengapa harus belajar properti? Karena ini adalah salah satu bentuk bisnis mendatang yang menarik perhatian saya, dan harus bisa melakoninya nanti.

Masalah yang masih mengganggu di pikiran adalah: Dimana sebaiknya saya membeli rumah? “Dimana” disini hanya berarti dua tempat, yaitu apakah Bali atau Mojokerto. Bagi kebanyakan kenalan mereka bisa cepat tahu jawabannya: “Bali!” Jawaban ini tidaklah salah karena mengingat memang saya berdomisili di Bali. Namun saya balik bertanya: Kalau beli rumah di Bali, sementara saya punya rencana untuk balik berdomisili ke Jawa, apakah jawaban “Mojokerto!” terdengar masuk akal?

Ya, saya mempunyai rencana yang lain di tahun 2009 yang akan datang. Sebuah rencana yang mungkin agak jarang orang yang melakukannya: Tinggal permanen di Mojokerto, namun dengan sumber penghasilan di Bali. Mengenai ini insyaAllah akan saya ceritakan di sesi yang lain.

Umum mungkin sudah diketahui bahwa Bali (Denpasar) dan Mojokerto sangatlah berbeda. Dari beberapa perbedaan yang ada, salah satu yang saya bahas sekarang adalah mengenai harga tanah, termasuk juga harga rumah.

Perlu untuk kamu ketahui bahwa di Bali umumnya fisik bangunan tidak boleh lebih tinggi dari pura standar yang ada karena akan dianggap menyalahi aturan adat / agama. Oleh karena itu, orientasi bangunan bukan menjulang tinggi, namun harus melebar kesamping. Yang namanya melebar kesamping, tentunya memerlukan tanah juga. Nah itu salah satu penyebab harga tanah di Bali menjadi mahal. Beda kalau orientasinya keatas, maka tidak diperlukan tanah lagi, cukup penambahan material bangunan saja. Makanya di Bali, jangan harap menemukan bangunan super tinggi dan gede seperti kayak di bilangan Thamrin di Jakarta, atau Basuki Rakhmat di Surabaya.

Saya sudah melakukan survei baik di Mojokerto maupun di Bali mengenai harga tanah plus bangunan. Ternyata saudara-saudara, selisih harganya sangat fantastis! Yaitu 1 : 3. Artinya, kalau misalnya harga sebuah rumah di Mojokerto Rp 100jt, maka di Bali Rp 300jt. Catat, ini dengan luas tanah dan kualitas bangunan yang hampir sama. Orang yang berpikir waras sudah bisa ditebak, bahwa yang diambil adalah yang harga 100jt daripada 300jt. Lha wong luas tanah dan kualitas bangunan sama! Harap dicatat juga bawah di Bali saya mengambil sampel untuk daerah Denpasar.

Sekedar informasi bahwa untuk mengambil rumah dengan cara dicicil, DP (down payment) minimal sebesar 30%. Jangka waktunya berkisar 10 tahun. Nah, sekarang coba pikirkan: Ngapain juga bayar DP 30% untuk mencicil rumah di Denpasar, kalau DP 30% itu saja tadi sudah bisa buat BAYAR LUNAS rumah di Mojokerto? Ingat sekali lagi, luas tanah dan kualitas bangunan tidak jauh beda. Untuk luas tanahnya kurang lebih 1 - 1.2 are (1 are = 100 meter persegi).

Bagi saya jelas pilihan ini sangat menggangu. Soalnya ya itu tadi, saya berencana untuk hidup permanen saja di Mojokerto, namun tetap punya bisnis rental mobil di Bali. Karena adanya kemungkinan unik yang mungkin jarang orang bisa memilikinya inilah, saya harus berpikir ekstra keras untuk bisa memutuskan: Beli rumah di Mojokerto, atau di Bali?

Wednesday, December 10th, 2008 | Author: Arif Haliman

Ini adalah sebuah anugerah. Sore hari di pantai Kuta. Memandang matahari tenggelam dengan indahnya. Berada di pantai ini sore hari memang menawarkan sejuta kesan yang mempesona. Ya, sunset di Pantai Kuta adalah hal yang paling ditunggu oleh sejuta manusia.

Ada permainan bola oleh anak negeri. Sesekali bergabung juga satu dua bule untuk bermain. Terlihat layang-layang cantik beterbangan diatas sana. Kejar mengejar beberapa bocah lucu sudah keharusan. Diantara pasir dan buih yang menepi mereka semua bermain gembira.

Ada aneka layanan ibu-ibu pemijat. Yang disaat sepi bisa bertarif hanya 20.000 rupiah dengan pemandangan pijat mengerah langsung ke laut. Ada penjual rujak dan minuman ringan. Ada para beach boys dengan persewaan selancar mereka. Tidak ketinggalan penjaga pantai dengan kacamata hitam yang selalu waspada.

Olala, ada juga yang asyik erat berdua. Berdua didalam air pantai. Berdua dipinggir pantai. Berdua di jalan setapak. Tidak harus pribumi, namun adakalanya pribumi dan bule. Yang satu berkulit gelap, satunya lagi berkulit pucat. Namun, ada juga beberapa kumpulan keluarga asyik bersenda gurau dengan riangnya.

Pantai Kuta hanyalah salah satu dari sekian banyak pantai yang ada di Bali. Di Bali terdapat pantai-pantai lain yang juga sangat menarik untuk dikunjungi. Seperti Pantai Sanur dan Pantai Nusa Dua. Juga yang baru saja menjadi primadona para wisatawan adalah Pantai Dreamland yang terletak di Uluwatu Jimbaran. Pantainya lebih bersih, ombaknya lebih keras dan lokasinya yang berada ditepi tebing sangat sulit untuk dilupakan. Seperti halnya pantai Kuta, berkunjung ke Bali tanpa mengunjungi Pantai Dreamland serasa belum lengkap.

Kamu pernah ke pantai Kuta di Bali? Kalau sudah maka bersyukurlah. Sebab banyak kawan atau saudaramu sebangsa di Indonesia ini yang masih belum sempat melihat indahnya sunset di Kuta, sementara keinginan mereka sudah ada bahkan pada saat masih di sekolah dasar. Bali adalah Indonesia. Namun mengapa kawan atau saudara kita belum sekalipun pernah mengunjunginya, padahal para pelancong nun jauh disana dari berbagai sudut dunia ini sudah mendatanginya.

Sebagai orang Indonesia, sudah bersyukurlah kamu pernah berkesempatan mengunjunginya?

Category: Bali  | Tags: , ,  | 4 Comments
Monday, December 08th, 2008 | Author: Arif Haliman

Datang lagi hari raya bagi kaum muslim yaitu Idul Adha 1429 H atau bertepatan dengan 2008 M. Buat saya hari raya yang juga dikenal dengan nama hari raya Kurban atau hari raya Haji kali ini agak terasa istimewa soalnya bertepatan dengan baru saja pindahan rumah 5 hari sebelumnya di kontrakan baru daerah Pemogan. Jadinya agar lebih praktis, saya yang Alhamdulillah kembali diberi kemampuan Allah untuk berkurban, kambing kurban saya serahkan ke pondok Hidayatullah dekat tempat tinggal saya. Sebelumnya kambing kurban saya serahkan ke sebuah pondok yang ada di Kampung Islam Kepaon Denpasar.

Selain itu ini adalah pertama kalinya setelah sejak tiga tahun menikah, bisa berhari raya Kurban di Bali komplit bersama istri dan anak. Kita melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Agung Sudirman, salah satu masjid di Bali yang masuk kategori berjamaah besar.

Omong-omong, apakah kamu juga mampu berkurban tahun ini? Ditengah situasi krisis global dunia yang dipicu oleh Amerika dan membawa imbas sangat parah di Eropa sedangkan Indonesia juga kena getahnya, rasa-rasanya ingin berkurban kali ini terasa berat. Apalagi demi mengetahui nilai tukar rupiah yang bertengger di level 12.000 membuat situasi bertambah mengkhawatirkan. Segala bentuk pengeluaran harus benar-benar diseleksi dengan ketat karena harga segala kebutuhan merangkak naik. Namun apakah kita benar-benar telah berhemat dan selektif dalam berbelanja?

Berkurban adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat besar nilainya. Kemuliaannya sangat tinggi karena membawa pesan kepedulian dan simpati terhadap sesama yang kurang mampu. Kalau tahun ini misalnya kita tidak mampu berkurban, coba dipikirkan kembali apakah benar-benar tidak mampu?

Salah satu contoh kecil adalah sebagai berikut. Taruhlah kita adalah seorang perokok. Perokok berat. Perokok berat yang perhari mampu menghabiskan 1 bungkus rokok. Anggap harga 1 bungkus rokok Rp 5.000. Dalam satu bulan kita telah membakar uang Rp 5.000 x 30 hari = Rp 150.000. Dalam satu tahun artinya kita telah membakar uang Rp 150.000 x 12 bulan = Rp 1.800.000

Nah, baru tersadarkah kamu dengan contoh kecil ini kalau misalnya kamu bilang tidak mampu berkurban yang katakanlah harga kambing setahun ini Rp 1.000.000, sedangkan kamu merokok setahun bisa habis Rp 1.800.000, apakah kamu masih bersikeras tidak mampu ?

Dengan kamu menghabiskan Rp 1.800.000 untuk merokok sendiri, atau menghabiskan Rp 1.000.000 untuk berkurban seekor kambing, mana yang lebih bernilai dan mulia? Semua sudah tahu jawabnya. Nah, mulai sekarang tanamkan dipikiran masing-masing bahwa berkurban di hari raya Idul Adha tidaklah seberat yang dibayangkan, Kalau kita mau introspeksi ternyata masih banyak pos-pos pengeluaran yang bisa kita tekan dalam satu tahun, dan dialihkan untuk berkurban kambing misalnya.

Selain berhenti atau mengurangi merokok, mungkin kamu bisa mengurangi jadwal makan diluar dengan menggantinya lebih sering makan dirumah. Juga bisa mengurangi berlangganan koran atau majalah dan hanya cukup akses internet atau nonton tv. Mungkin juga bisa mengurangi jumlah baju yang kita beli per bulan atau per tahun, dsb.

Semoga tulisan ini bisa membawa pencerahan, dan insyaAllah kemudahan untuk mampu berkurban pada tahun mendatang akan semakin mudah.

Category: Islam, Motivasi  | Tags: ,  | Leave a Comment
Monday, December 01st, 2008 | Author: Arif Haliman

“Dear Arif,

Due to the fact that we are booked on LH* to Bali via Bangkok on 9.12.2008 and due to the current situation at Bangkok airport we won’t be able to get to Bali.

Therefore, I have to cancel my below booking unfortunately.

We are very sad about that and will definitely come to Bali another time.

Thanks for your understanding and kind regards
Stephanie”

Kerusuhannya terjadi di Thailand, namun imbasnya sampai ke Bali. Itulah yang setidaknya saya alami berkenaan dengan salah satu rencana kedatangan penyewa mobil saya yang sudah confirm, namun akhirnya batal. Bagi Bali, kekacauan di Thailand yang berpotensi membawa keuntungan ternyata juga membawa efek negatif seperti email dari tamu saya yang batal diatas.

Ms. Stephanie ini sudah confirm akan menyewa mobil dari Bali car rental saya untuk periode 9 - 25 Desember 2008. Namun seperti yang tertulis di emailnya dia harus membatalkannya karena konflik yang terjadi di Thailand. Apakah saya kecewa? Sepertinya tidak karena sudah kebal dengan kayak yang beginian. Apalagi ini alasannya memang masuk akal.

Kesedihan yang dia lontarkan memang cukup beralasan. Kesedihan itu adalah hilangnya kesempatan dia untuk bergembira selama Bali. Bagi kebanyakan orang Eropa seperti Ms. Stephanie ini, yang namanya liburan itu sudah seperti kebutuhan akan makan. Tidak mungkin orang tidak makan. Mungkin sama artinya dengan tidak mungkin tidak liburan. Minimal setahun sekali entah itu di tahun baru, natal atau liburan musim panas yang namanya libura is a must.

Jadi, apakah pemilik-pemilik usaha lain di Bali juga ada yang terkena imbas kerusuhan Thailand ? Sepertinya ada aja. Namun yang pasti tetaplah fokus dan semangat. Apalagi bulan Desember adalah a lovely season karena peak season untuk natal dan tahun baru.

* Catatan: LH adalah kode penerbangan untuk Lufthansa yang dioperasikan oleh TG (Thai Airways Internation).

Category: Bali  | Tags: ,  | Leave a Comment
eXTReMe Tracker