2 Tempat Utama Mencairkan Uang Western Union

Bisnis yang saya geluti, yaitu busana muslim, kerap kali mendapatkan pembeli dari luar negeri. Para pembeli itu bisa dari negara mana saja, misalnya Malaysia, Singapura, AS, Korea Selatan, atau Rusia. Layaknya sebuah kegiatan perdagangan, dalam hal ini adalah dengan pembeli luar negeri, termasuk salah satu hal yang paling krusial adalah masalah pembayaran. Ada banyak sekali model pembayaran dari luar negeri, seperti misalnya telegraphic transfer / transfer bank, atau melalui cek. Dari sekian banyak model pembayaran, yang paling saya sarankan adalah menggunakan Western Union (WU).

Dua model pembayaran yang saya sebut pertama seringnya bikin bete: penerimaan uang sangat lelet dan juga ada biaya pencairan. Berdasarkan pengalaman saya dulu, untuk transfer bank bisa memerlukan waktu 3-5 hari kerja, dan untuk cek bisa bikin kepala lebih cenat-cenut: minimal 1 bulan! Walhasil, kedua cara tersebut diatas tidaklah efisien, terlebih ada biaya yang harus kita tanggung untuk biaya transfer atau cek. Jadi sebisa mungkin, rayulah para pembeli itu untuk melakukan pembayaran dengan menggunakan  WU. Nanti, akan saya jelaskan mengapa kok harus WU, dan bukan yang lain.

Apabila kamu sudah dibayar dengan menggunakan WU, langkah berikutnya adalah mencairkan uang itu. Dari sekian banyak tempat untuk mencairkan uang pembayaran Western Union, berikut adalah 2 tempat yang sangat saya sarankan, berikut plus minusnya.

1. Bank
Kelebihan di bank adalah kita akan disambut dengan hangat dan ramah, khas layanan perbankan. Hampir semua (ingat, hampir semua artinya tidak semuanya) bank pemerintah maupun swasta menyediakan layanan pengiriman dan penerimaan uang WU. Jaringan bank pun sudah merambah seluruh kota dan hampir seluruh desa sehingga gampang mencairkan uang dimanapun, dengan hanya membawa KTP asli kita. Dan, kalau sudah punya rekening di bank tersebut, uang WU itu bisa langsung dipindahbukukan ke rekening kita.

Sementara kekurangan dari bank, apabila kita mencairkan uang kurang dari Rp 1 juta, maka kita disuruh bayar materai Rp 3.000. Kalau lebih materainya Rp 6.000. Berikutnya, semua bank pasti tutup hari sabtu. Maka, apabila kamu mendapatkan pembayaran dari luar negeri pada jum’at malam, misalnya, dan sudah berencana memakai uang itu untuk bermalam mingguan di Papa Ronz Pizza setelah mencairkannya di sabtu pagi, alih-alih lidahmu akan menggigit menu American Lover yang uenak itu, tapi yang tergigit adalah jarimu! (soalnya gigit jari), karena bank tutup hari sabtu :)

2. Kantos Pos
Kelebihan di kantor pos adalah jaringannya seperti mbahnya gurita: dari pusat kota sampai pelosok desa! Kelebihan yang lain, disini tidak ada biaya sama sekali, alias kita mendapat sejumlah persis seperti yang dibayarkan.

Untuk kekurangannya, layanan di kantor pos, terutama di kantor cabang adalah penampilan apa adanya para pegawainya. Baju tidak dimasukkan, terkadang merokok, dan gelas air putih atau kopi tergeletak dimana-mana adalah pemandangan biasa disana. Seringkali antri panjang, karena layanannya dicampur jadi satu dengan konter untuk pelayanan bayar air, listrik dan kredit motor. Dan, yang paling ajaib, terutama di kantor cabang, biasanya mereka tidak ada cukup uang untuk membayar kita. Seringnya ini terjadi kalau kita datang terlalu pagi (dibilang belum dapat uang), atau malah terlalu sore (dibilang uangnya sudah habis). Oiya, satu lagi di kantor pos kita diwajibkan untuk membawa KTP asli dan Fotokopi KTP 1 atau 2 lembar. Sangat tidak praktis, karena tidak setiap saat kita membawa fotokopian KTP, sehingga harus mencari toko fotokopi dulu sebelum uang bisa cair.

Selain bank dan kantor pos, apakah ada tempat lainnya? Ada. Misalnya, kantor pegadaian, koperasi, dll. Beberapa gerai Indomaret terutama yang di kota besar juga ada konter WU. Namun, dari sisi jaringan / keberadaan layanan yang hampir merata di setiap kota dan desa, bank dan kantor pos sampai saat ini belum ada yang bisa mengalahkan.

Lalu, mengapa sih kok harus pakai WU ? Karena pembayaran WU itu real time alias saat itu juga. Detik ini pembeli kita di AS melakukan pembayaran, detik itu juga kita langsung bisa mencairkannya. Juga, tanpa potongan apapun, kalau melalui kantor pos. Yang paling enak adalah jaringan WU sangat luas, seluas jaringan bank dan kantor pos, sehingga dimanapun kita berada insyaAllah uang pembayaran itu bisa dicairkan dengan mudah.

Yang terakhir, sewaktu memberikan data-datamu kepada pembelimu (nomor KTP, nama lengkap, dan alamat lengkap), data-data itu harus SAMA PERSIS seperti yang tertera di KTP mu. Salah sedikit saja, pihak kantor pos atau bank akan menolak mencairkan uangmu, karena curiga kamu bukanlah orang yang dimaksud. Kalau misalnya namamu yang benar adalah Edi, tapi tertulis Edy, maka itu akan menjadi masalah. Jadi, sekali lagi data-data itu HARUS SAMA PERSIS.

Ok, selamat menerima pembayaran dari luar negeri ya. Dan, jangan lupa zakatnya ;)

Arif Haliman – Owner Busana Muslim Bali

Bookmark and Share

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

terima kasih infonya, sangat berguna bagi saya.. karena memang artikel seperti ini sangat saya butuh kan saat ini.

Leave a comment

(required)

(required)